Hasil Asian Junior Finswimming Competition 2025

2025 CMAS Southeast Asia Championship Finswimming Indoor

Selesai sudah perhelatan Kejuaraan Finswimming Indoor Asia Tenggara 2025. Indonesia meraih total lima medali emas, sementara Vietnam berjaya dengan 54 emas. Pada hari terakhir kejuaraan bertajuk 2025 CMAS Southeast Asia Championship Finswimming Indoor dan Asian Junior Finswimming di Stadion Akuatik GBK Senayan, Rabu (19/11/2025), seluruh peserta yang berjumlah 98 mengikuti jalannya penyisihan di sesi pagi. Sementara itu di sesi sore atau final, kategori senior memperlombakan sembilan nomor, sedangkan pada kategori junior sebanyak tujuh nomor diperlombakan. Indonesia berhasil menambah perolehan medali emas pada final ketegori junior. Muhammad Dzulfikar Izzaturrahman sukses menyumbangkan medali dari nomor 200 Bi Fins Putra. Dia finis pertama dengan catatan waktu 1 menit 41.42 detik, di depan atlet Indonesia lainnya, Federicco Owen, di posisi kedua dengan 1 menit 42 detik dan Thanakrit Choosawasd asal Thailand di posisi ketiga dengan 1 menit 44,21 detik. Pencapaian Indonesia tahun ini lebih baik daripada penyelenggaraan sebelumnya yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja. Kala itu Indonesia cuma membawa pulang total tujuh medali, di antaranya dua emas, tiga perak, dan dua perunggu. Untuk tahun ini, Indonesia meraih 29 medali, empat di antaranya emas, 11 perak, dan 14 perunggu. Sementara di kategori junior, Indonesia meraih satu emas, 11 perak, dan 13 perunggu dengan total 25 medali. Sekretaris Jendral Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), Nur Kholis, berterima kasih atas pencapaian Indonesia itu. Dia berharap kontingen Indonesia bisa meraih prestasi lebih mantap di ajang-ajang berikutnya. “Selamat kepada seluruh Atlet Finswimming yang berhasil membawa pulang medali, dia juga berpesan kepada seluruh Atlet agar terus berlatih agar senantiasa menorehkan prestasi dikompetisi mendatang,” ujar Nur Kholis dalam pernyataan resminya. “Saya juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan dan mendukung kegiatan ini, utamanya bagi para Delegasi CMAS yang turut hadir disepanjang pelaksanaan acara ini,” lanjutnya. “Tidak lupa, PB POSSI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu terselenggaranya kompetisi ini, khususnya kepada masyarakat Indonesia yang turut mendukung atlet Finswimming Tanah Air di ajang ini,” pungkas Nur Kholis. Klasemen akhir medali 2025 CMAS Southeast Asia Championship Finswimming Indoor (Senior) 1. Vietnam : Emas 31, Perak 22, Perunggu 6, Total 59 Medali 2. Indonesia : Emas 4, Perak 11, Perunggu 14, Total 29 Medali 3. Kamboja : Emas 1, Perak 3, Perunggu 6, Total 10 Medali 4. Thailand : Emas 0, Perak 0, Perunggu 1, Total 1 Medali Asian Junior Finswimming Competition (Junior) 1. Vietnam : Emas 23, Perak 15, Perunggu 14, Total 52 Medali 2. Thailand : Emas 7, Perak 3, Perunggu 3, Total 13 Medali 3. Indonesia : Emas 1, Perak 11, Perunggu 13, Total 25 Medali Sumber: Detiksport

Timnas Indonesia U22 Tahan Imbang Mali

Timnas Indonesia U22

Timnas Indonesia U22 bermain imbang 2-2 melawan Mali pada laga uji coba kedua yang digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa 18 November 2025 malam. Dalam international friendly match jelang SEA Games 2025 itu, Garuda Muda tampil lebih ngotot dan menunjukkan karakter. Sejak kick-off, Indonesia langsung menekan. Baru dua menit berjalan, Mauro Zijlstra sudah melepaskan dua tembakan, namun keduanya masih mampu diantisipasi barisan pertahanan Mali. Tekanan di awal laga berbuah hasil pada menit ke-8. Pertahanan Mali yang panik membuat bola liar mengarah ke Ivar Jenner, namun sepakan Jenner tersebut belum berujung gol. Keasyikan menyerang, Mali justru mampu membuka keunggulan. Menit ke-11, Sekou Kone menyambar umpan cutback dari sisi kanan dan menaklukkan Daffa Fasya. Indonesia tertinggal 0-1. Garuda Muda mencoba membalas. Peluang hadir menit ke-36 melalui sundulan Muhammad Ferarri yang memanfaatkan skema sepak pojok, tetapi kiper Mali, Mayame Sissoko, masih sigap menangkap bola. Indonesia akhirnya menyamakan skor pada menit ke-38. Mauro Zijlstra menerima umpan matang dari Hokky Caraka, mengecoh bek Mali, lalu menembak dengan kaki kiri ke sisi kanan gawang. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih agresif. Menit ke-52, Raka Cahyana melepas umpan cutback yang mengarah kepada Rafael Struick tanpa kawalan. Bola sempat mengenai tiang sebelum masuk ke gawang, membuat Indonesia berbalik unggul 2-1. Mali nyaris membalas pada menit ke-60 lewat tendangan salto spektakuler, namun Daffa Fasya melakukan penyelamatan gemilang. Tekanan Mali akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-71. Sekou Kone kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah lolos dari pengawalan dan menyelesaikan peluang dengan tenang. Skor kembali imbang 2-2. Pelatih Indra Sjafri merespons dengan melakukan tiga pergantian pada menit ke-76. Jens Raven, Rayhan Hannan, dan Brandon Scheunemann masuk menggantikan Dion Markx, Rafael Struick, dan Mauro Zijlstra. Indonesia mendapat peluang lewat tendangan bebas Dony Tri Pamungkas pada menit ke-84, namun Sissoko kembali tampil sigap. Satu menit kemudian, Robi Darwis masuk menggantikan Raka Cahyana. Di sisa waktu, kedua tim berupaya mencari gol penentu, namun tak ada tambahan gol hingga peluit akhir dibunyikan. Hasil imbang 2-2 ini menjadi bahan evaluasi sekaligus modal berharga bagi Garuda Muda sebelum terbang ke Thailand untuk menghadapi SEA Games 2025.

Torehkan Sejarah Baru, Indonesia Juara Umum Atletik Asia Tenggara U18 dan U20

Kontingen Indonesia Untuk Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 dan U20

Indonesia mencatat sejarah baru di dunia atletik. Untuk pertama kali, tim atletik Indonesia menjadi juara umum Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 dan U20. Indonesia naik ke podium tertinggi setelah meraih 14 emas, unggul atas Vietnam yang mendapat 13 emas dan Filipina 11 emas. Atlet muda masa depan atletik Indonesia lahir di ajang itu. ”Indonesia berhasil menjadi juara umum. Kita sangat bersyukur karena ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Ketua Panitia Tigor Tanjung di Stadion Madya Atletik Sumut, Deli Serdang, Selasa (18/11/2025). Atlet-atlet muda Indonesia mengalahkan atlet dari sembilan negara lain yang ikut berlomba dalam kejuaraan tahunan itu. Atlet Indonesia mendapat emas di nomor-nomor favorit, antara lain lari 100 meter putri U18, lari 400 meter putri U18, dan lari estafet 4 x 100 meter putri U18. Indonesia juga mendapat emas di nomor lari 100 meter putra U18, lari 200 meter putra U18, dan lari 1.500 meter putra U20. Sejumlah atlet juga mencetak rekor baru di sejumlah nomor. Tim Indonesia mendapat total 45 medali, terdiri dari 14 emas, 15 perak, dan 16 perunggu. Tigor mengatakan, kejuaraan atletik tersebut menjadi ajang yang sangat penting untuk pembinaan atlet-atlet muda Indonesia. Atlet-atlet muda itu akan menjadi tulang punggung cabang olahraga atletik Indonesia di masa depan. ”Atlet-atlet muda ini harus terus dijaga dan dibina,” kata Tigor yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) itu. Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 dan U20 berlangsung pada 15-18 November. Sebanyak 278 atlet dari 10 negara berlomba dalam 63 nomor. Ini pertama kali single event atletik bertaraf internasional diselenggarakan di luar Pulau Jawa. Kemajuan atletik didukung oleh Stadion Madya Atletik Sumut yang telah mengantongi Sertifikat Kelas 1 dari World Athletics. Sertifikasi ini menandakan bahwa lintasan dan semua fasilitas teknis stadion warisan Pekan Olahraga Nasional 2024 Aceh-Sumut itu memenuhi standar tertinggi untuk penyelenggaraan kompetisi atletik resmi tingkat dunia, termasuk untuk pencatatan rekor nasional ataupun internasional. Kejuaraan ini juga terdaftar dalam World Athletics Global Calendar dan berlabel World Rankings Competition. Dengan demikian, semua hasil pertandingan akan secara resmi tercatat dan dihitung dalam sistem poin peringkat dunia.