AMMA Championships 2026: Indonesia bawa satu medali emas

Delvi Nurfadillah

Tim Mix Martial Arts (MMA) Indonesia membawa pulang satu emas dan tiga medali perunggu dari 3rd AMMA Championships 2026 di Luzhou, China. Medali emas disumbangkan oleh Delvi Nurfadillah dari nomor Traditional MMA 49 kg. “Momen paling menentukan terjadi di partai final ketika saya terkena takedown. Di situ saya memutuskan untuk tetap tenang dan percaya pada latihan. Saya langsung mengambil peluang untuk mengunci omoplata,” kata atlet yang baru berusia 20 tahun itu dalam keterangan tertulis pada Senin. “Bagi saya, kunci kemenangan ada pada ketenangan, refleks dari hasil latihan, dan kemampuan mengambil keputusan cepat di momen kritis,” imbuhnya. Delvi juga mendapatkan penghargaan “Most Outstanding Athlete Award” berkat performa dominan, teknik matang, dan konsistensi sepanjang kejuaraan. Tiga medali perunggu masing-masing disumbangkan oleh Vallensia Fahira Hotmauli (Modern MMA 54 kg-putri), Maydelse Sitepu (Modern MMA 60 kg-putri) dan Dwi Ani Retno Wulan (Traditional MMA 54 kg-putri). Keberhasilan ini menjadi modal penting Indonesia yang masih akan berproses menatap kualifikasi Asian Games 2026. PB PERTACAMI menargetkan sebanyak mungkin atlet lolos kualifikasi dan berbicara banyak dalam Asian Games serta kejuaraan-kejuaraan besar Asia lainnya. Sumber: ANTARA

Asian Youth Games 2025: MMA Tambah Empat Medali

Bumi Magani Abraar Himara

Tim Indonesia kembali menorehkan prestasi di ajang Asian Youth Games 2025. Kali ini, empat atlet muda Tanah Air dari cabang olahraga Mixed Martial Art (MMA) sukses menyumbangkan empat medali perunggu setelah tampil di babak semifinal yang digelar di Exhibition World Bahrain, Sabtu (25/10/2025). Cabor MMA menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam pesta olahraga muda se-Asia tersebut. Pertandingan yang berlangsung sengit sejak babak penyisihan menempatkan empat wakil Indonesia di semifinal dari berbagai nomor, baik putra maupun putri. Meski gagal menembus final, perjuangan mereka tetap membuahkan hasil manis dengan empat medali perunggu untuk Merah Putih. Medali perunggu pertama dipersembahkan oleh Bumi Magani Abraar Himara yang turun di nomor modern MMA 55kg putra. Dalam duel semifinal, Bumi harus mengakui keunggulan wakil Tajikistan, Faiziddin Khalilov, usai pertarungan ketat tiga ronde. Sementara itu, Satria Eka Suryo Basroni menambah koleksi medali Indonesia di nomor tradisional MMA 60kg putra. Satria tampil berani dan agresif, namun kalah tipis dari petarung asal Iran, Amirmohammad Hatamianafshari, yang lebih unggul dalam teknik grappling. Medali perunggu ketiga datang dari sektor putri melalui Manayra Maritza Hersianti Siagian, yang bertanding di nomor modern MMA 45kg. Meski tampil dominan di awal ronde, Manayra harus mengakui keunggulan lawannya, Nakanantaphon Khaihong dari Thailand, yang berhasil membalikkan keadaan di akhir pertandingan. Adapun medali perunggu keempat diraih oleh Gibran Alfarizi di nomor tradisional MMA 65kg putra. Gibran tampil gigih melawan petarung tuan rumah, Sultanakhmed Sultanakhmedov dari Bahrain, sebelum akhirnya kalah dalam pertarungan jarak dekat yang berlangsung ketat. Dengan tambahan empat medali tersebut, Indonesia kini mengoleksi total 1 medali emas, 1 medali perak, dan 6 medali perunggu di klasemen sementara Asian Youth Games 2025. Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa atlet-atlet muda Indonesia mampu bersaing di level Asia meski menghadapi lawan tangguh dari berbagai negara. Capaian di cabang MMA ini juga menambah kepercayaan diri kontingen Indonesia yang terus berupaya mengejar target prestasi di Bahrain. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sebelumnya menegaskan pentingnya Asian Youth Games 2025 sebagai ajang pembinaan menuju kompetisi multievent tingkat Asia dan dunia. Performa konsisten atlet muda Tanah Air di cabor bela diri seperti MMA menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di ajang-ajang internasional berikutnya. Meski belum meraih emas, perjuangan empat petarung muda ini menjadi bukti bahwa semangat juang mereka tak pernah padam. Sumber: iNews

Indonesia Raih 4 Medali di 1st AMMA Asian Youth Championships 2025

1st AMMA Asian Youth Championship 2025

Persatuan Tarung Campuran Indonesia (Pertacami) yang menurunkan tujuh atlet untuk berkompetisi di 1st AMMA Asian Youth Championship 2025 berhasil merebut empat medali dalam ajang yang berlangsung di Manama, Bahrain, 29 – 30 Agustus. “Perjuangan mereka tidak mudah karena lawan-lawan mereka dari negara kuat di Asia,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Pertacami Tommy Paulus Hermawan dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Senin. Sebanyak empat medali yang diraih terdiri dari satu emas yang diraih oleh Gibran Alfarizi yang tampil gemilang di nomor Traditional MMA 65 kg (U18), medali perak diraih atlet putri, Manayra Maritza Hersianti Siagian di nomor Modern MMA 45 kg (U18). Kemudian dua perunggu masing-masing disumbangkan oleh Lukas Oliver Lubis Sedlak di nomor Modern MMA 60 kg (U16) dan Bumi Magani Abraar Himara di nomor Modern MMA 55 kg (U18). Tommy menjelaskan bahwa ajang tersebut merupakan kualifikasi 3rd Asian Youth Games 2025 yang merupakan ajang kualifikasi di zona Asia menuju Youth Olympic Games 2026 di Dakar, Senegal. Oleh sebab itu pihaknya juga memanfaatkan ajang tersebut untuk mempelajari kekuatan lawan. Tommy menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet muda Indonesia di ajang bergengsi ini. “Prestasi yang diraih para atlet muda ini membuktikan bahwa MMA Indonesia memiliki potensi besar di kancah internasional,” katanya. Dia menambahkan, dalam satu tahun terakhir, Pertacami secara konsisten membina MMA Indonesia menuju panggung internasional, bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta untuk latihan terpadu. “Pencapaian prestasi atlet-atlet kami membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di dunia dan mengokohkan komitmen Pertacami untuk terus melakukan pembinaan,” katanya. Tommy menambahkan bahwa MMA bukan sekadar adu fisik, melainkan olahraga yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang sejalan dengan visi GAMMA: integrity, humility, community, innovation, excellence, discipline, respect, dan leadership. “Kami berkomitmen membina talenta-talenta muda agar terus berkembang. Kami yakin MMA adalah cabang olahraga yang inklusif, disiplin, penuh sportivitas, dan layak dipertandingkan di Olimpiade,” katanya. Sumber: ANTARA

Gibran Darrow Harumkan Indonesia di Kejuaraan MMA Asia

Gibran Darrow

Atlet MMA asal Kota Surakarta, Gibran Darrow, kembali mencetak prestasi membanggakan bagi Indonesia. Bertanding di ajang 1st AMMA Asian Youth Championships 2025 yang digelar di Bahrain, Gibran sukses mengalahkan atlet dari Kazakhstan, Iran, dan Uni Emirat Arab (UAE), sekaligus meraih medali emas. Berdasarkan informasi dari Han Fighting Academy, Gibran, yang dibimbing langsung oleh legenda MMA, Johan Mulia Legowo, memenangkan laga terakhir melalui kuncian Kimura dari posisi Triangle. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan nama Gibran sebagai salah satu atlet MMA muda berbakat yang membawa harum nama bangsa di kancah internasional. Gibran merupakan didikan pelatih Han Fighting Academy, Johan Mulia Legowo. Sementara itu, pelatih pelatnas Gibran berada dibawah bimbingan pelatih Marcos. Petrus Restanto Wibowo, Kabid Wasit Juri IBCA MMA Kota Surakarta, menambahkan bahwa kemenangan Gibran merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh tim pelatih. “Kami turut bangga dan berterima kasih kepada atlet muda kita tercinta, Gibran Darrow. Tidak lupa, apresiasi juga kami sampaikan kepada Han Fighting Academy di bawah asuhan Coach Johan Mulia Legowo dan Linda Darrow, yang tak henti-hentinya meregenerasi atlet-atlet berprestasi untuk mengharumkan nama Kota Surakarta di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. Kemenangan Gibran Darrow ini menjadi bukti bahwa talenta olahraga dari Surakarta mampu bersaing di level internasional, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk menorehkan prestasi di dunia olahraga profesional.

Cerita Lintang Usai Petahankan Gelar Juara Dunia MMA

Lintang Satya Putra

Atlet muda Indonesia, Lintang Satya Putra, kembali mengukir prestasi membanggakan dengan mempertahankan gelar juara dunia dalam ajang GAMMA World MMA Championships U18 & Senior 2025 di Sao Paulo, Brasil, 16–22 Juni. Lintang, yang turun di kategori U16 +75 kg, mempersembahkan medali emas kedua secara beruntun setelah sebelumnya juga menjadi juara dunia dalam kejuaraan edisi 2024 di Indonesia. Lintang menjadi satu dari dua atlet Indonesia yang meraih emas di Brasil. Satu emas lainnya disumbangkan Bumi Magani Abraar Himara dari kategori U16 -54 kg. Lintang menceritakan bisa bertanding di luar negeri merupakan impian sejak lama. Bertemu dan melawan atlet dunia membuatnya sangat antusias, terlebih karena ia berhasil membawa pulang medali emas. Ia berangkat dari Indonesia pada 14 Juni dan kembali sepekan kemudian. Meskipun singkat, persiapannya tidak main-main. Ia telah berlatih intensif sejak Januari 2025 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). “Persiapan 20 Januari, berangkat 14 Juni, sekitar 5 bulan lebih persiapan di kampus UNJ di Jakarta Timur,” ujarnya. Ketika ditanya soal rahasia kemenangannya, Lintang menjawab dengan rendah hati. “Tidak ada rahasia, apapun yang ingin kalian capai lakukan dengan serius, saya ingin juara dunia saya berlatih, percaya diri, supaya bisa juara dunia,” tuturnya. Lintang mengaku tantangan besar bertanding melawan atlet dunia perbedaanya ada di postur tubuh yang di mana menurut Lintang, postur tubuh atlet luar lebih besar dan tinggi dibanding dengan dirinya. “Tantangan terbesar hanya mempelajari lawan seperti apa karena postur saya terlalu kecil,” ujar Lintang. Namun ia tak gentar. Strateginya adalah terus menyerang dan tidak memberi jarak kepada lawan. “Dari postur tubuh beda dengan kita, tulang mereka lebih besar dan ototnya sudah jadi, saya postur lebih pendek, saya berpikir saja, kalau beri jarak saya bisa kalah, karena tubuh saya pendek menekan saja, sampai tenaga mereka habis,” tuturnya. Secara keseluruhan, tim Indonesia membawa pulang 14 medali dengan rincian 2 emas, 7 perak, dan 5 perunggu dalam kejuaraan dunia edisi kelima tersebut. Sedangkan ketika Indonesia menjadi tuan rumah pada 2024 meraih 3 emas, 7 perak dan 14 perunggu. Menurut Tommy, hasil di Brasil tidak lepas dari pembinaan jangka panjang dan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang kembali diintensifkan sejak Januari 2025. Ia juga menyebut cuaca dingin dan perbedaan waktu 10 jam antara Sao Paulo dan Indonesia tidak menjadi hambatan berarti. Berikut daftar lengkap peraih medali Indonesia di GAMMA World MMA Championships 2025: Emas: Bumi Magani Abraar Himara – U16 -54 kg Lintang Satya Putra – U16 +75 kg Perak: Roberkat Sinaga – U14 -38 kg Mervin Asido Gultom – U16 -50 kg Lukas Oliver Lubis Sedlak – U16 -58 kg Gibran Alfarizi – U18 -61,2 kg Gita Putri Sembiring – U16 -46 kg Manarya Maritza Siagian – U18 -52,2 kg Yosua Pratama Purba – U21 Striking MMA -61,2 kg Perunggu: Defandra Alvano Saragih – U14 -38 kg Vallensia Fahira Hotmauli – Striking MMA -47,6 kg Jon Setiawan Saragih – Striking MMA -61,2 kg Dwi Ani Retno Wulan – MMA -56,7 kg Alfiandi – MMA -61,2 kg

Indonesia Raih 14 Medali di Gamma World MMA Championships 2025

GAMMA World MMA Championships 2025

Tim Nasional Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia yang diwakili oleh 17 atlet dan 5 official dari Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB PERTACAMI) berhasil menorehkan prestasi pada ajang 5th GAMMA World Championships U18 & Senior 2025 yang berlangsung di Sao Paulo, Brasil, pada 16–22 Juni 2025. Ketua Umum PB Pertacami, Tommy Paulus Hermawan mengatakan bahwa wakil Indonesia berhasil membawa pulang sebanyak 14 medali. Tim dapat beradaptasi dengan baik terhadap perbedaan suhu, lingkungan, serta zona waktu berbeda. PB Pertacami memastikan para atlet mendapatkan perawatan medis harian secara konsisten selama aklimatisasi dan kompetisi, seperti pemantauan kondisi tubuh, penanganan cedera ringan, stretching, hingga sport massage. “Kontingen Indonesia berhasil membawa pulang 14 medali, terdiri dari 2 Medali Emas, 7 Medali Perak, dan 5 Medali Perunggu. Kita patut bangga dengan pencapaian ini,” kata Tommy dalam keterangannya. “Keberhasilan ini tidak terlepas dari kesiapan fisik dan mental para atlet yang luar biasa, hasil dari pemusatan latihan nasional (Pelatnas) yang diintensifkan kembali sejak Januari 2025,” imbuhnya. Dengan pencapaian tersebut, Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya di panggung dunia MMA amatir. Keikutsertaan di ajang tersebut juga dinilai tidak hanya bertujuan mempertahankan prestasi, tapi juga memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia melalui olahraga. “Prestasi ini adalah bukti bahwa pembinaan jangka panjang dan pendekatan ilmu keolahragaan membuahkan hasil. Kami bangga melihat bagaimana para atlet muda Indonesia tampil dengan semangat, disiplin, dan karakter juara di panggung dunia.” ujar Tommy. Berikut daftar peraih medali atlet Indonesia di 5th GAMMA World Championships U18 & Senior 2025: Medali Emas Bumi Magani Abraar Himara, U16 -54 kg Lintang Satya Putra, U16 +75 kg Medali Perak Roberkat Sinaga, U14 -38 kg Mervin Asido Gultom, U16 -50 kg Lukas Oliver Lubis Sedlak, U16 -58 kg Gibran Alfarizi, U18 -61.2 kg Gita Putri Sembiring, U16 -46 kg Manayra Maritza Hersianti Siagian, U18 -52.2 kg Yosua Pratama Purba, U21 Striking MMA -61.2 kg Medali Perunggu Defandra Alvano Saragih, U14 -38 kg Vallensia Fahira Hotmauli, Striking MMA -47.6 kg Jon Setiawan Saragih, Striking MMA -61.2 kg Dwi Ani Retno Wulan, MMA -56.7 kg Alfiandi, MMA -61.2 kg

Belasan Atlet MMA Indonesia Dilepas ke Dua Ajang Bergengsi Internasional

Pelepasan 17 atlet Mixed Martial Arts

Sebanyak 17 atlet Mixed Martial Arts (MMA) dari Kontingen Indonesia secara resmi dilepas oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo di Auditorium Wisma Kemenpora, Kamis (12/6). Para atlet yang terdiri dari 9 atlet junior dan 8 atlet senior ini akan berlaga pada dua ajang internasional bergengsi yaitu 5th GAMMA World MMA Championship (U18 dan Senior) di Sao Paulo, Brasil, pada 17–22 Juni 2025, dan 1st AMMA Youth Championship di Bahrain, 23–28 Juni 2025, yang juga menjadi babak kualifikasi resmi menuju 3rd Asian Youth Games (AYG) pada Oktober mendatang. Dalam seremoni pelepasan, Menpora Dito secara simbolis menyerahkan bendera Merah Putih kepada manajer tim sebagai tanda kepercayaan dan kehormatan negara kepada para atlet yang akan bertanding mewakili Indonesia. Dalam sambutannya, Menpora Dito memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia ( PB Pertacami) Tommy Paulus Hermawan dan seluruh jajarannya. “Saya mengapresiasi kerja cepat Pertacami. Kita lihat sekarang MMA Indonesia sudah masuk jalur pelatnas dengan sistematis, bahkan bersinergi dengan akademisi, yakni UNJ. Ini adalah langkah perdana dan terarah. Tidak lagi ambil dari cabor bela diri lain, tapi murni pembinaan MMA,” ujar Menpora Dito. Menpora Dito juga menegaskan bahwa MMA sebagai cabang olahraga semakin mendapat tempat, terbukti dengan masuknya ke Asian Youth Games 2025, dan harapannya dapat segera dipertandingkan di Asian Games hingga Olimpiade. Menpora Dito menyoroti prestasi sebelumnya di ajang GAMMA World Championship, di mana Indonesia telah berhasil merebut tiga medali emas dan sejumlah medali lainnya. Ia berharap kontingen kali ini mampu mempertahankan bahkan melampaui prestasi tersebut di Brasil. Untuk ajang di Bahrain, Menpora Dito menekankan pentingnya peran event ini sebagai pintu menuju panggung Asia. “Kami sangat fokus pada Asian Youth Games karena ini jalan panjang dalam menyiapkan anak muda Indonesia agar bisa berkiprah di dunia dan Olimpiade. Saya yakin, bila ini terus dikembangkan, Indonesia bisa menjadi kekuatan utama di MMA dunia,” tegasnya. Menutup sambutannya, Menpora Dito memberi pesan menyentuh dan penuh semangat kepada seluruh atlet. “Ingat, kalian hadir di Sao Paulo dan Bahrain bukan sebagai individu, tapi sebagai wakil resmi Merah Putih. Bertarunglah dengan penuh semangat, sportivitas, dan rasa bangga. Kami semua di sini menunggu kalian pulang membawa prestasi,” pesannya. Ketum PB Pertacami Tommy Paulus Hermawan menyampaikan dalam rangka menghadapi dua kejuaraan internasional bergengsi, sebanyak 40 atlet Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia telah menjalani program pemusatan latihan nasional (pelatnas) sejak awal Januari 2025. “Pelatnas ini dipusatkan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai bagian dari persiapan menuju:5th GAMMA World MMA Championship (U18 dan Senior) di Sao Paulo, Brasil, pada 17–22 Juni 2025, dan 1st AMMA Youth Championship di Bahrain, 23–28 Juni 2025, yang juga menjadi babak kualifikasi resmi untuk 3rd Asian Youth Games (AYG) pada Oktober mendatang,” jelasnya. Menurutnya, para atlet yang terpilih merupakan hasil seleksi ketat berdasarkan kategori berat badan dan kelompok usia (junior dan senior). Selama lebih dari 6 bulan, mereka menunjukkan komitmen dan disiplin tinggi dalam mengikuti pelatnas, mengusung semangat untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. “Program pelatnas mencakup pelatihan fisik intensif, teknik menyerang dan bertahan, termasuk latihan pukulan, tendangan, serta strategi bertarung. Selain aspek teknis, persiapan mental juga menjadi prioritas, guna memastikan para atlet siap menghadapi tekanan dan atmosfer pertandingan internasional,” tutupnya.

Menpora Dito Dukung Pengembangan MMA dan Sinergi Kepemudaan dengan PGI

Menpora RI, Dito Ariotedjo, Saat Menerima Kunjungan dari Presiden Asian Mixed Martial Arts Federation (AMMAF), Davron Juraev

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo, menerima kunjungan dari Presiden Asian Mixed Martial Arts Federation (AMMAF), Davron Juraev, serta Pengurus Pusat Indonesia Bela Diri Campuran Amatir Mixed Martial Art (PP. IBCA MMA) di Kantor Kemenpora, Senin (24/2). Pertemuan ini membahas perkembangan MMA di Asia dan dunia serta potensi besar Indonesia dalam olahraga bela diri campuran. AMMAF ingin membantu pembinaan atlet muda berusia 10 hingga 17 tahun, mengingat Indonesia memiliki tradisi kuat dalam olahraga bela diri seperti pencak silat yang bisa dikembangkan dalam kompetisi MMA. Presiden AMMAF, Davron Juraev, menekankan bahwa MMA Indonesia perlu mendapatkan dukungan internasional agar lebih profesional dan berorientasi ke Olimpiade. “Potensi MMA di Indonesia sangat besar, dan sayang sekali jika tidak ada federasi internasional yang mewadahi,” ujar Juraev. Seiring dengan pertumbuhan MMA secara global, Indonesia telah menunjukkan perkembangan pesat dengan banyaknya atlet yang mulai berkompetisi di ajang nasional dan internasional, termasuk ONE Championship dan UFC. Organisasi seperti IBCA MMA dan Komite Olahraga Bela Diri Indonesia (KOBI) memainkan peran penting dalam membangun ekosistem MMA yang lebih terstruktur dan kompetitif. Selain membahas MMA, Menpora Dito juga menerima kunjungan rombongan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) untuk menjajaki sinergi dalam program kepemudaan dan olahraga. PGI mengundang Menpora untuk menghadiri perayaan ulang tahunnya yang ke-75 pada Mei mendatang serta menawarkan kerja sama dalam program yang bertujuan memperkuat karakter dan kapasitas anak muda Indonesia. Salah satu program unggulan PGI, ‘Tanah Air itu Bhineka’ (TAB), bertujuan mengajarkan keberagaman kepada generasi muda melalui pengalaman langsung hidup berdampingan di masyarakat. Wakil Sekretaris Umum PGI, Pdt. Lenta E. Simbolon, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Kemenpora diharapkan bisa memberi dampak positif bagi pengembangan kepemudaan, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menpora Dito menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan bahwa Kemenpora terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan. “Kami ingin anak muda memiliki karakter yang kuat, mencari jati diri, dan menemukan peran mereka dalam masyarakat,” katanya. Kedua pertemuan ini menunjukkan upaya Menpora dalam membangun ekosistem olahraga dan kepemudaan yang inklusif. Dengan dukungan dari berbagai pihak, baik dalam olahraga seperti MMA maupun dalam program sosial-keagamaan, diharapkan generasi muda Indonesia dapat berkembang menjadi individu yang kompetitif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.