PBSI Panggil 17 Atlet Junior untuk Latihan Bersama di Pelatnas

PBSI Panggil 17 Atlet Junior untuk Latihan Bersama di Pelatnas Cipayung

Ada 17 atlet junior dipanggil untuk mengikuti latihan bersama dan pemantauan di pelatnas Cipayung oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Hal itu sebagaimana dilansir melalui instagram resmi @badminton.ina pada Rabu (23/02/22). 17 Atlet yang terpanggil akan memulai latihan di pelatnas Cipayung pada 28 Februari-12 Maret 2022 mendatang. Dari 17 atlet yang terdaftar, mereka adalah atlet junior di sektor ganda putra dan ganda campuran. Tidak hanya berasal dari satu klub saja, namun berbagai klub yang tersebar merata. Contohnya pasangan ganda putra asal PB Jaya Raya, Adrian Pratama/Johan Farell Gosal, menjadi bagian dari 17 atlet yang dipanggil oleh PBSI. Selain itu ada M. Fadel Ilyasa (PB Jaya Raya), Yahya Raska, (PB Jaya Raya), M. Putra Erwiansyah (PB Djarum), Patra Harapan (PB Djarum), Alif Attalah Juan (PB Jaya Raya) dan Muh. Nendi (PB Jaya Raya). Sedangkan pada sektor ganda campuran, ada 9 pemain yang dipanggil oleh PBSI. Mereka adalah Zaidan Arrafi (PB Exist), Felisha Alberta (PB Exist), Marwan Faza (PB Djarum), M. Faris (PB Djarum). Selain itu ada Jessica Maya Rismawardani (PB Djarum), Ahmad Sastrariansyah (PB Exist), Farica Abela (PB Exist), Ghana Muhammad (PB Djarum), dan Jafar Hidayatullah (PB Rajawali). Menurut keterangan yang tertera, para atlet junior Indonesia itu dipanggil ke pelatnas PBSI hanya untuk latihan bersama. Namun belum diketahui secara pasti untuk apa pemanggilan latihan itu dilakukan. Setidaknya, melalui program ini, bisa saja menjadi kesempatan bagus bagi para pebulutangkis muda untuk kembali menunjukkan kualitas mereka kepada jajaran pengurus PBSI. Karena PBSI juga baru mengumumkan daftar atlet promosi dan degradasi melalui hasil seleksi nasional (Seleknas) pada 10-15 Januari 2022 lalu. Hasil seleknas mengumumkan bahwa ada 16 pebulutangkis diberikan kesempatan untuk menjadi penghuni baru pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. Meski belum diketahui secara pasti maksud dari pemanggilan 17 pebulutangkis junior Indonesia ke pelatnas PBSI, namun agenda latihan bulutangkis bersama dan pemantauan itu langsung disambut positif oleh para warganet. Banyak yang berharap PBSI mampu mengorbitkan calon bintang baru sekaligus melanjutkan regenerasi bulu tangkis Indonesia.

Dapat “Golden Ticket”, Pebulutangkis Ini Masuk Pelatnas Tanpa Seleknas

Dapat "Golden Ticket", Pebulutangkis Ini Masuk Pelatnas Tanpa Seleknas

PBSI telah resmi mengeluarkan susunan pebulutangkis yang telah masuk dalam daftar atlet yang berada di naungan Pelatnas PBSI 2022. Susunan tersebut adalah hasil dari Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022 di awal bulan Januari lalu, tercatat ada tujuh atlet asal PB Djarum yang sukses meraih gelar juara dan mendapat tiket masuk Pelatnas Cipayung tahun ini. Akan tetapi ada seorang pebulutangkis asal PB Djarum yang mendapatkan panggilan spesial untuk masuk Pelatnas tanpa melalui Seleknas, dia adalah Ruzana. Dengan masuknya Ruzana ke Pelatnas, menjadikan dirinya seorang pebulutangkis tunggal putri pertama asal Lubuk Linggau yang mampu menginjakkan sampai pada atlet Pelatnas. Pada bulan November 2021, di saat usianya masih 16 tahun, Ruzana mencetak prestasi sebagai juara, pada kejuaraan Yuzu Isotonic Akmil Open 2021. Ruzana menorehkan prestasi sebagai juara tunggal taruna putri. Di babak final, ia bisa mengalahkan unggulan kedua, Kyla Legiana Agatha. Tak hanya itu, Ruzana juga berani main rangkap di kelas dewasa putri. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Ia berhasil menembus babak semifinal. Dan pada kejuaraan khusus junior, tepatnya pada ajang Bangladesh Junior International Series 2021 bulan Desember lalu, Ruzana sukses memboyong gelar runner up. Di babak final, Ruzana hanya kalah dari pemain asal PB Djarum lainnya, Bilqis Prasista. Prestasinya yang cukup gemilang di usia muda mengingatkan kita kepada seorang legenda bulutangkis tunggal putri Indonesia Susi Susanti yang juga mampu membawa skuad Indonesia meraih gelar juara Piala Sudirman di ueianya yang terbilang belia. Secara spesial wanita kelahiran 22 Januari 2005 ini hadir dalam undangan Pelatnas PBSI pada 18-19 Januari lalu untuk melakukan serangkaian test bersama para juara Seleknas lainnya. “Iya, betul. Saya sudah memenuhi panggilan pelatnas untuk ikut test kesehatan,” kata Ruzana dikutip dari PB Djarum pada 28 Januari 2022. Ruzana bahkan tak menyangka dirinya akan dipanggil oleh PBSI guna mengisi Line Up Skuad di Pelatnas PBSI Cipayung. “Jujur nggak nyangka sih saya bisa masuk pelatnas tanpa harus ikut Seleknas. Padahal sebelumnya saya sudah melakukan persiapan yang cukup matang untuk Seleknas,” kata Ruzana. Meski pun begitu, nyatanya masuk dalam daftar atlet Pelatnas PBSI bukanlah target yang pokok yang ingin ia capai. Satu target utama yang ia miliki di tahun ini adalah bisa ikut turun dalam ajang World Junior Championships 2022. “Sebenarnya gak ada target mau masuk pelatnas atau gak tahun ini, gimana dikasihnya saja sama Allah, baiknya di mana. Karena target utama saya tahun ini tuh, ikut WJC di mana pun tempat saya berlatih,” ungkap Ruzana Yang lebih spesialnya Ruzana yang juga merupakan lulusan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2015 menjadi atlet asal Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, pertama kali yang menjadi atlet Pelatnas PBSI Cipayung. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Ruzana bertekad ingin membuat bangga kampung halamannya lewat bulutangkis. “Alhamdulillah, saya menjadi orang pertama yang masuk Pelatnas PBSI Cipayung dari Lubuk Linggau. Semoga selama saya bermukim di sini bisa membuat bangga kampung halaman lewat prestasi-prestasi yang saya torehkan di kancah internasional,” tutup Ruzana. Daftar Penghuni Pelatnas PBSI 2022 Tunggal Putra UTAMA Anthony Sinisuka Ginting Jonatan Christie Shesar Hiren Rhustavito Chico Aura Dwi Wardoyo Ihksan Leonardo Imanuel Rumbay Christian Adinata Yonathan Ramlie Syabda Perkasa Belawa Bobby Setiabudi PRATAMA Alvi Wijaya Chairullah Tegar Sulistio Yohanes Saut Marcellyno Alwi Farhan Alfito Pringgo Yudanto Bodhi Ratana Teja Gotama Muhammad Reza Al Fadjri Tunggal Putri UTAMA Gregoria Mariska Tunjung Putri Kusuma Wardani Stephanie Widjaja Saifi Rizka Nur Hidayah Asty Dwi Widyaningrum Nandini Putri Arumni Bilqis Prasista Siti Sarah Azzahra Komang Ayu Cahya Dewi Asiyah Sativa Fatetani PRATAMA Kyla Legiana Agatha Ester Nurumi Tri Wardoyo Tasya Farahnailah Ruzana Mutiara Ayu Puspitasari Ganda Putra UTAMA Marcus Fernaldi Gideon Kevin Sanjaya Sukomulyo Fajar Alfian Muhammad Rian Ardianto Bagas Maulana Muhammad Shohibul Fikri Pramudya Kusumawardana Yeremia Erich Yoche Yakob Rambitan Leo Rollycarnado Daniel Marthin Hendra Setiawan (Sparring) Mohammad Ahsan (Sparring) PRATAMA Teges Satriaji Cahyo Hutomo Christopher David Wijaya Rahmat Hidayat Muhammad Rayhan Nur Fadillah Gerardo Rizgullah Hafidz M.Gibran Arfiansyah Raymond Indra Daniel Edgar Marvino Ganda Putri UTAMA Greysia Polii Apriyani Rahayu Siti Fadia Silva Ramadhanti Ribka Sugiarto Nita Violina Marwah Putri Syaikah Ulima Hidayat Febriana Dwipuji Kusuma Amalia Cahaya Pratiwi Febby Valencia Dwijayanti Gani Lanny Tria Mayasari Melani Mamahit Tryola Nadia Jesita Putri Miantoro PRATAMA Kelly Larissa Savira Nurul Husnia Rachel Allesya Rose Meilysa Trias Puspitasari Nethania Irawan Febi Setianingrum Anisanaya Kamila Az Zahra Ditya Ramadhani Sofy Al Mushira Asharunnisa Ridya Aulia Fatasyah Ganda Campuran UTAMA Rinov Rivaldi Pitha Haningtyas Mentari Adnan Maulana Mychelle Crhystine Bandaso Zacharia Josiahno Sumanti Hediana Julimarbela Rehan Naufal Kusharjanto Lisa Ayu Kusumawati Amri Syahnawi Winny Oktavina Kandow Indah Cahya Sari Jamil PRATAMA Rafli Ramanda Aisyah Salsabila Putri Pranata Az Zahra Putri Dania Daftar Pelatih Atlet Utama Irwansyah (Tunggal Putra) Rionny Mainaky (Tunggal Putri) Herli Djaenudin (Tunggal Putri) Herry I.P (Ganda Putra) Aryono (Ganda Putra) Eng Hian (Ganda Putri) Prasetyo R.B (Ganda Putri) Nova Widianto (Ganda Campuran) Amon Sunaryo (Ganda Campuran)

Profil Alfito Pringgo Yudanto, Juara Tunggal Putra Seleknas PBSI 2022

Profil Alfito Pringgo Yudanto, Juara Tunggal Putra Seleknas PBSI 2022

Alfito Pringgo Yudanto menjadi juara sektor tunggal putra Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022. Fito, sapaan akrab Alfito, pun akan berlatih dua tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Pebulu tangkis asal Kalimantan Selatan, Alfito Pringgo Yudanto, tampil sebagai juara tunggal putra kelompok dewasa pada Seleknas PBSI 2022 yang digelar di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/1/2022). Pada pertandingan final tunggal putra dewasa, Alfito berhasil mengalahkan wakil DKI Jakarta, Iqbal Diaz Syahputra, lewat rubber game yang berakhir dengan skor 21-14, 7-21, dan 21-11. Hasil Seleknas PBSI 2022 tersebut membuat Alfito Pringgo Yudanto mengukir catatan bersejarah. Alfito menjadi wakil asal Kalimantan Selatan pertama yang mampu menjadi juara Seleknas PBSI. Alfito Yudanto Pringgo lahir di Samarinda, Kalimantan Timur, pada 25 Februari 2003. Ia merupakan pebulu tangkis binaan klub PB Berkat Abadi Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keberhasilan Alfito menjuarai nomor tunggal putra dewasa Seleknas PBSI 2022 pun ia persembahkan kepada orang tua, klub, dan sang pelatih, Ayoda Lutfi. “Senang sekali (bisa mewakili Kalimantan Selatan). Saya senang karena bisa membanggakan orang tua, pemilik PB Berkat Abadi, dan pelatih. Saya sangat berterima kasih sudah membantu saya sampai ada di sini,” ucap Fito seusai laga. Tak hanya mengukir catatan bersejarah, kesuksesan Alfito menjuarai Seleknas PBSI 2022 juga membuatnya bakal bergabung dengan pelatnas PBSI. Kebahagiaan Fito semakin bertambah karena ia akan belatih dengan sosok-sosok senior seperti Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. “Senang sekali bisa latihan bareng mereka. Tidak menyangka juga karena sebelumnya hanya bisa melihat di televisi. Sekarang, sudah bisa lihat langsung dan latihan bersama,” ujar Fito. “Saya mengidolakan mereka, apalagi Ginting. Dia langkahnya cepat sekali,” kata Fito menambahkan. Alfito Pringgo Yudanto yang kini berusia 18 tahun telah menunjukkan potensi yang ia miliki. Pada ajang Djarum Sirkuit Nasional 2018, Alfito mampu menembus perempat final usai mengalahkan para pemain unggulan pada babak sebelumnya. Kemudian pada ajang Daihatsu Astec Regional Junior U13, U15, dan U17 2019 di Yogyakarta, Fito juga melaju hingga perempat final. Namun, pandemi Covid-19 membuat kiprah Alfito sedikit terganggu. Ia pun memanfaatkan masa pandemi untuk berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi Seleknas PBSI. “Selama dua tahun pandemi saya tidak ikut pertandingan. Namun, saya menggunakan momen itu untuk mempersiapkan diri dengan matang guna mengikuti Seleknas. Alhamdulillah sekarang bisa masuk pelatnas,” tutur Fito. Biodata Nama lengkap: Alfito Pringgo Yudanto Tempat, tanggal lahir: Samarinda, 25 Februari 2003 Sektor: Tunggal putra Pegangan raket: Kanan Klub: PB Berkat Abadi, Banjarmasin

Pangkas 10 Persen Kuota Pelatnas, PP PBSI Panggil 98 Pebulu Tangkis Masuk Cipayung

Stephani Widjaya menjadi atlet termuda yang menembus skuat Pelatnas Tunggal Putri PP PBSI 2019. Atlet kelahiran Jakarta 19 Februari 2003, yang membela PB Jaya Raya Jakarta itu, kini berstatus anggota Pelatnas Pratama. (tempo.co)

Jakarta- Melalui Surat Keputusan nomor SKEP/001/0.3/I/2019, PP PBSI memanggil 98 pebulu tangkis masuk dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) 2019 di Cipayung. Mereka yang mendapatkan kesempatan ini masuk pelatnas ini, adalah hasil pantauan serta penilaian tim Pembinaan dan Prestasi PP PBSI dalam setahun terakhir. Seperti diberitakan Badmintonindonesia, pada Jumat (4/1), seluruh pebulu tangkis akan langsung masuk pelatnas, mulai Senin (7/1). Pada 10 Desember 2018, seluruh pemain dipulangkan ke klub masing-masing. Namun ada beberapa pemain yang tak meninggalkan pelatnas masih mengikuti latihan. Mereka melakukan persiapan menuju turnamen Thailand Masters yang akan berlangsung di Bangkok pada awal Januari 2019. Sama seperti tahun sebelumnya, penghuni pelatnas tetap akan dibagi menjadi dua level, yaitu level utama dan pratama. Mulai 2019, PBSI menetapkan empat klasifikasi Surat Keputusan (SK) bagi tiap atlet. Terdiri dari SK Prioritas, SK Utama, SK Pratama dan SK Magang. Atlet dengan SK Prioritas adalah mereka yang diproyeksikan Olimpiade Tokyo 2020. Perbedaan mendasar dari keempat SK ini adalah jumlah turnamen yang diikuti para atletnya dalam setahun. Jika ingin menambah jumlah turnamen yang diikuti, pemain dapat berangkat menggunakan biaya sendiri. Selebihnya, soal fasilitas latihan, makan, asrama, semua ditanggung oleh PBSI. Jumlah 98 orang atlet ini mengalami penurunan sekitar 10 persen, dibanding skuat Pelatnas PBSI tahun lalu yang mencapai 105 atlet. Beberapa waktu sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti sempat mengisyaratkan akan memangkas kuota atlet Pelatnas PBSI sekitar 10 persen di tahun 2019. Dari deretan nama pemain, dalam daftar sudah tak ada lagi nama pasangan ganda putra, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Juara Dunia 2015 dan 2013 ini telah memutuskan untuk menjadi pemain profesional. Meski begitu keduanya tetap berlatih dengan pemain pelatnas dan akan menanggung biaya turnamen yang diikuti. Tidak ada pula nama pemain ganda putri Nitya Krishinda Maheswari. Namun, Nitya rencananya akan membantu tim kepelatihan di pelatnas. Sementara itu, dua pemain ganda campuran, Liliyana Natsir dan Debby Susanto yang memutuskan untuk gantung raket, kini menjadi penghuni pelatnas SK Utama hingga Januari 2019. “Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan nama-nama pemain, yang dipanggil kembali ke pelatnas. Diantaranya dilihat dari segi prestasi, potensi, usia dan target baik di jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar Susy. “Untuk Nitya, melihat kondisi pasca cedera dan usianya, tak memungkinkan untuk bisa bersaing lagi. Tetapi rencananya akan diperbantukan di tim kepelatihan dan ini akan kami bicarakan lebih lanjut,” pungkas Juara Olimpiade 1992 ini. (Adt) Daftar Atlet Pelatnas PP PBSI 2019 Tunggal Putra Pelatnas Utama 1. Anthony Sinisuka Ginting (PB SGS PLN Bandung) – SK Prioritas 2. Jonatan Christie (PB Tangkas Intiland) – SK Prioritas 3. Ihsan Maulana Mustofa (PB Djarum) 4. Chico Aura Dwi Wardoyo (PB Exist) 5. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (PB Djarum) 6. Shesar Hiren Rhustavito (PB Djarum) Magang 1. Firman Abdul Kholik (PB Mutiara Cardinal Bandung) Pelatnas Pratama 1. Syabda Perkasa Belawa (PB Djarum) 2. Yonathan Ramlie (PB Exist) 3. Christian Adinata (PB Tangkas Intiland) 4. Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu (PB Exist) 5. Karono (PB Jaya Raya) Magang 1. Alberto Alvin Yulianto (PB Djarum) 2. Bobby Setiabudi (PB Djarum) 3. Iqbal Aji Tri Pamungkas (PB Exist) Tunggal Putri Pelatnas Utama 1. Gregoria Mariska Tunjung (PB Mutiara Cardinal Bandung) – SK Prioritas 2. Fitriani (PB Exist) – SK Prioritas 3. Ruselli Hartawan (PB Jaya Raya) – SK Prioritas 4. Aurum Oktavia Winata (PB Sarwendah) 5. Choirunnisa (PB Mutiara Cardinal Bandung) 6. Bening Sri Rahayu (PB Exist) Pelatnas Pratama 1. Putri Kusuma Wardani (PB Exist) 2. Stephani Widjaya (PB Jaya Raya) 3. Yasnita Enggira Setiawan (PB Exist) Magang 1. Alifia Intan Nurrokhim (PB Djarum) 2. Aisha Galuh Maheswari (PB Djarum) 3. Aisyah Sativa Fatetani (PB Djarum) Ganda Putra Pelatnas Utama 1. Kevin Sanjaya Sukamuljo (PB Djarum) – SK Prioritas 2. Marcus Fernaldi Gideon (PB Jaya Raya) – SK Prioritas 3. Fajar Alfian (PB SGS PLN Bandung) – SK Prioritas 4. Muhammad Rian Ardianto (PB Jaya Raya) – SK Prioritas 5. Hardianto (PB Mutiara Cardinal Bandung) 6. Berry Angriawan (PB Djarum) 7. Akbar Bintang Cahyono (PB Djarum) 8. Moh. Reza Pahlevi Isfahani (PB Jaya Raya) 9. Sabar Karyaman Gutama (PB Exist) 10.Frengky Wijaya Putra (PB Exist) 11.Ade Yusuf Santoso (PB Wima) Pelatnas Pratama 1. Bagas Maulana (PB Djarum) 2. Mohammad Shohibul Fikri (PB SGS PLN Bandung) 3. Daniel Marthin (PB Djarum) 4. Leo Rolly Carnando (PB Djarum) 5. Ghifari Anandaffa Prihardika (PB Jaya Raya) 6. Pramudya Kusumawardana Riyanto (PB Djarum) 7. Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (PB Exist) Magang 1. Syahrizal Dafandi Arafixqli (PB Pratama) 2. Syahrozi Dafandi Arafixqli (PB Pratama) 3. Dwiki Rafian Restu (PB Djarum) 4. Bernardus Bagas Kusumawardhana (PB Djarum) Ganda Putri Pelatnas Utama 1. Greysia Polii (PB Jaya Raya) – SK Prioritas 2. Apriyani Rahayu (PB Jaya Raya) – SK Prioritas 3. Della Destiara Haris (PB Jaya Raya) – SK Prioritas 4. Rizki Amelia Pradipta (PB Jaya Raya) – SK Prioritas 5. Ni Ketut Mahadewi Istarani (PB Suryanaga) – SK Prioritas 6. Tania Oktaviani Kusumah (PB Djarum) 7. Yulfira Barkah (PB Mutiara Cardinal Bandung) 8. Jauza Fadhila Sugiarto (PB Jaya Raya) 9. Siti Fadia Silva Ramadhanti (PB Djarum) 10.Agatha Imanuela (PB Djarum) 11.Ribka Sugiarto (PB Djarum) 12.Febriana Dwipuji Kusuma (PB Djarum) 13.Virni Putri (PB Jaya Raya) 14.Vania Arianti Sukoco (PB Djarum) Pelatnas Pratama 1. Nita Violina Marwah (PB Exist) 2. Putri Syaikah Ulima Hidayat (PB Exist) 3. Indah Cahya Sari Jamil (PB Djarum) Magang 1. Melanni Mamahit (PB Exist) 2. Tryola Nadia (PB Jaya Raya) 3. Metya Inayah Cindiani (PB Djarum) 4. Amalia Cahaya Pratiwi (PB Mutiara Cardinal Bandung) 5. Rayhan Vania Salsabila (PB Mutiara Cardinal Bandung) 6. Febby Valencia Dwijayanti Gani (PB Djarum) Ganda Campuran Pelatnas Utama 1. Praveen Jordan (PB Djarum) – SK Prioritas 2. Melati Daeva Oktavianti (PB Djarum) – SK Prioritas 3. Hafiz Faizal (PB Jaya Raya) – SK Prioritas 4. Gloria Emanuelle Widjaja (PB Djarum) – SK Prioritas 5. Tontowi Ahmad (PB Djarum) 6. Liliyana Natsir (PB Djarum) 7. Debby Susanto (PB Djarum) 8. Winny Oktavina Kandow (PB Jaya Raya) 9. Ronald Alexander (PB Suryanaga) 10.Annisa Saufika (PB Djarum) 11.Alfian Eko Prasetya (PB Jaya Raya) 12.Marsheilla Gischa Islami (PB Djarum) 13.Rinov Rivaldy (PB Djarum) 14.Pitha Haningtyas Mentari (PB Jaya Raya) Pelatnas … Read more

PBSI Tak Khawatir Regenerasi Junior, Sekjen : Butuh Jam Terbang Asah Mental

Pasangan ganda campuran, Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja, menjadi salah satu calon pasangan masa depan Indonesia. (bolasport.com)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengaku tak khawatir dengan regenerasi pebulutangkis junior. Menurut Achmad Budiarto, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI, untuk para pemain pelapis disemua sektor sudah cukup baik. “Artinya, kalau dilihat di ganda putra, setelah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, ada pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan mereka sudah bisa masuk 10 besar dunia,” ujarnya di Jakarta, Minggu (8/4). “Di junior ada beberapa pemain yang disiapkan seperti Muhammad Reza Pahlevi/Akbar Bintang Cahyono, kemudian Frengky Wijaya Putra/Sabar Karyaman Hutama. Lalu, di bawahnya masih ada 2 hingga 3 lapis sudah kami siapkan,” sambungnya. Di sektor putri, ia mengaku sangat optimis untuk bisa mendongkrak prestasi. Terlebih, junior putri yang masuk Pelatnas rata-rata berusia 15 tahun hingga 16 tahun. “Mereka punya talenta bagus. Andai bisa diarahkan dan dibina serta memiliki konsistensi yang kuat, maka mereka dalam kurun waktu 4 atau 5 tahun lagi, sudah bisa masuk tataran pemain yang diandalkan,” tambah Budiarto. “Contoh saat Kejuaraan Asia. Walau disemifinal kalah 3-0 dari Jepang, tapi semua laga berlangsung rubber game. Misalnya Fitriani yang kalah sama Akane Yamaguchi. Itu memunculkan optimisme,” cetusnya. Khusus di sektor ganda campuran, Budiarto menjelaskan saat ini masih milik Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, namun terdapat pasangan yang bisa diandalkan yakni Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja. “Namun semuanya butuh jam terbang, utamanya yang junior. Sehingga saat bertemu pemain-pemain dari negara lain, mereka tidak goyah, apalagi di akhir-akhir pertandingan,” ungkapnya. “Mental jadi yang utama. Para pemain hanya kalah di jam terbang. Karena secara teknik dan fisik tidak ada kendala. Jam terbang untuk menghadapi berbagai tipe permainan sehingga harus lebih siap,” tutup Budiarto. (Adt)

Strateginya Buntu, Tunggal Putra Pelatnas U-19 Akhirnya Harus Puas Jadi Runner-Up

Tunggal putra junior Indonesia, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (baju biru), meraih runner-up usai ditaklukkan Kunlavut Vitidsarn, 14-21 dan 9-21. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tunggal putra junior Indonesia, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, harus puas menjadi runner-up turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’. Di partai final, Minggu (8/4), pebulutangkis Pelatnas Cipayung itu gagal menaklukkan pemain unggulan satu asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, pada laga berdurasi 37 menit, dengan skor 14-21 dan 9-21. Ikhsan yang menempati unggulan dua mampu mengimbangi wakil Thailand itu di awal-awal gim. Lawan berhasil mengoleksi angka pertama 1-0, setelah bola pengembalian Ikhsan tak berhasil melewati net. Perolehan angka kedua pemain berlanjut. Bola pendek di depan net yang dilakukan Ikhsan gagal dikembalikan dengan sempurna oleh lawan. Skor pun berubah menjadi 3-4. Lalu, kedudukan kembar 5-5 tercipta, setelah siswa Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan Jakarta itu sukses membuat bola bergulir dibibir net tanpa mampu dikembalikan Kunlavut. Smash backhand tajam dari Ikhsan membuat ia unggul 6-5 atas pebulutangkis Negeri Gajah Putih itu. Namun, Kunlavut mampu menutup interval gim pertama dengan skor 11-8. Tekanan yang dilancarkan pebulutangkis Thailand itu terus memberikan ancaman ke jantung pertahanan Ikhsan. Akibatnya, angka demi angka dikumpulkan Kunlavut hingga kedudukan 19-13. Lalu, bola yang tak mampu melewati net dari ikhsan memastikan berakhirnya gim pertama dengan skor 14-21. Memasuki gim kedua, Ikhsan mencoba menerapkan strategi baru. Namun, kematangan yang dimiliki Kunlavut memaksa pebulutangkis asal PB Djarum Kudus itu menyerah di interval gim kedua dengan skor 4-11. Saat kedudukan 4-15, aksi brilian ditunjukkan pebulutangkis Thailand, saat ia mampu mengembalikan bola Ikhsan yang tipis bergulir di depan net, membuat kedudukan berubah menjadi 4-16. Gelar juara untuk Kunlavut makin dekat usai ia mampu melakukan smash keras menyilang yang tak mampu dikembalikan Ikhsan untuk terjadinya game point 20-9. Bola Ikhsan yang melebar jauh dari lapangan akhirnya memastikan Kunlavut menjadi kampiun di turnamen bergengsi junior itu dengan skor 21-9. “Tadi gim pertama angkanya masih kejar-kejaran karena saya sudah tahu pola permainan lawan. Misalkan bolanya mau kemana, terus saya antisipasinya bagaimana,” ujar Ikhsan usai pertandingan. “Pas angka 11 ke atas, lawan tiba-tiba merubah pola. Saya juga ikut merubah. Tapi, strategi saya juga nggak jalan, saya mulai nge-blank,” lanjut pebulutangkis yang juga pernah bermain di ganda campuran bersama Yasnita Enggira itu. Berdasarkan catatan, kedua pemain bertemu empat kali, dua diantaranya di turnamen ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold’. Pada 2016, Ikhsan tumbang dua gim dengan skor 21-23 dan 15-21. Kemudia, pada 2017, ia juga kalah dua gim dengan skor 17-21 dan 7-21. “Dari dulu kalau ketemu dia (Kunlavut) maunya menang. Ya, mungkin kalah jam terbang. Tapi, yang pasti, saya akan terus belajar dari setiap pertemuan dengan dia,” tutup Ikhsan. (Adt) Hasil Pertandingan Final, Minggu (8/4) : Kategori U-15: 1. Tunggal Putra Pranav Rao Gandham (India) vs Justin Shou Wei Hoh (Malaysia) 21-13, 21-16 2. Tunggal Putri Ellena Manaby Yullyana (Indonesia) vs Pitchamon Opatniput (Thailand) 19-21, 22-20, dan 22-20 3. Ganda Putra Pranav Rao Gandham/Sai Vishnu Pullela (India) vs Justin Shou Wei Hoh / Mohamad Razif M Fazriq (Malaysia) 24-22, 23-25, dan 21-16 4. Ganda Putri Mikala Kani/Febi Setianingrum (Indonesia) vs Farica Abela/Ester Nurumi Tri Wardoyo 23-21, 13-21, dan 21-18 Kategori U-17 1. Tunggal Putra Jacky Jing Hong Kok (Malaysia) vs Hak Joo Lee (Korea Selatan) 21-17, 22-20 2. Tunggal Putri Aisyah Sativa Fatetani (Indonesia) vs So Yul Lee (Korea Selatan) 15-21, 21-13, dan 21-19 3. Ganda Putra Rian Cannavaro/Asghar Herfanda (Indonesia) vs Muhammad Satria/Muhammad Haikal Zaki (Indonesia) 21-17, 21-18 4. Ganda Putri Hye Jin Choi/So Yul Lee (Korea Selatan) vs Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia (Indonesia) 18-21, 21-17, dan 21-13 5. Ganda Campuran Muhammad Nendi Novantino/Tryola Nadia (Indonesia) vs Galuh Dwi Putra/Nabila Putri Arsyillah (Indonesia) 21-7, 20-22, dan 21-19 Kategori U-19  1. Tunggal Putra Kunlavut Vitidsarn (Thailand) vs Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (Indonesia) 21-14, 21-9 2. Tunggal Putri Zhiyi Wang (China) vs Zhou Meng (China) 21-15, 21-16 3. Ganda Putra Di Zijian/Wang Chang (China) vs Guo Xinwa/Shiwen Liu (China) 21-13, 22-20 4. Ganda Putri Liu Xuanxuan/Yuting Xia (China) vs Chen Yingying/Zhang Shuxian (China) 21-16, 21-18 5. Ganda Campuran Shang Yichen/Yijing Li (China) vs Wang Chang/Yuting Xia (China) 21-19, 21-19

Ajang China Master 2018, Jadi Bahan Evaluasi PP PBSI Sektor Ganda Putri

Pasangan ganda putri Anggia Shitta Awanda (kiri), saat masih berpasangan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani. (badmintonindonesia)

Jakarta- Turnamen China Masters 2018, pada 10-15 April nanti, Indonesia bakal menurunkan tiga pasangan ganda putri. Yakni Nitya Krishinda Maheswari/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Anggia Shitta Awanda/Meirisa Cindy Sahputri dan Rosyita Eka Putri Sari/Yulfira Barkah. Di ajang itu, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan melakukan evaluasi terhadap ketiga pasangan tersebut, karena duet-duet itu merupakan kombinasi baru. Sebelumnya, Anggia berpasangan dengan Ketut, Nitya bersama Yulfira. Sedangkan Cindy bersama Nisak Puji Lestari. Sementara bagi Rosyita, ini adalah turamen pertamanya setelah mengalami cedera lutut di SEA Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia. Pada turnamen Osaka International Challenge 2018, Anggia/Cindy harus terhenti dilaga pertama, dan Nitya/Ketut di babak kedua, sedangkan Rosyita/Yulfira di babak perempat final. Chafidz Yusuf, Asisten Pelatih Ganda Putri PP PBSI yang mendampingi para pemain di Osaka, menyebut penampilan para pemain ganda putri akan kembali dievaluasi di China Masters 2018. “Kombinasi pasangan baru ini baru bisa dievaluasi di dua atau tiga turnamen. Itu pun diawali dari turnamen level international challenge. Beda dengan pasangan junior, yang disiapkan untuk jangka panjang,” ujar Chafidz seperti dikutip situs resmi PBSI, Jumat (6/4). “Mereka yang tampil di Osaka, memang pasangan baru. Tapi, secara individu sudah sering ikut turnamen. Jadi, fase penyesuaian, mestinya bukan masalah lagi. Coach Eng Hian juga beberapa kali memberikan kesempatan kepada pemain-pemain ini,” sambungnya. “Kami lihat nanti di China Masters. Faktor usia para pemain yang tak terpaut jauh, dan pengalaman, saya rasa waktu menyesuaikan diri itu bisa diatasi, karena mereka juga dilatih di Pelatnas,” terang Chafidz. Setelah China Masters 2018, nantinya beberapa pemain Indonesia itu akan mengikuti turnamen Malaysia International Challenge 2018, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17-22 April 2018. (Adt)

Superior di All England 2018, Marcus/Kevin Imbangi Rekor Pertemuan

Ganda Andalan Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sukses mempertahankan gelar All England 2018. (net)

Jakarta- Ganda putra utama Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (rangking 1) masih terlalu superior bagi lawan-lawannya di turnamen bulutangkis paling bergengsi dan tertua di dunia, All England 2018 BWF World Tour Super 1000. Melakoni partai pamungkas selama 42 menit, di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (18/3), Marcus/Kevin memaksa wakil Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen (rangking 2) bertekuk lutut. Pasangan kombinasi klub PB Tangkas dan PB Djarum itu menuntaskan pertarungan dua gim langsung, dengan skor 21-18, 21-17. Berkat kemenangan tersebut, The Minions berhasil mempertahankan titel juara yang diraih pada tahun lalu. Hasil itu sekaligus membuat rekor pertemuan kedua pasangan menjadi imbang, 4-4. Fantastik, kemenangan yang diraih pasangan Pelatnas Cipayung terhadap wakil Eropa itu selalu berakhir dalam dua gim, yakni di China Open 2016 (21-18, 22-20), Jepang Open 2017 (21-15, 21-14), dan China Open 2017 (21-15, 21-11). Sementara, empat kemenangan yang didapat Mathias/Carsten atas Marcus/Kevin harus dilalui dalam drama pertarungan tiga gim. Masing-masing di Malaysia Open 2015 (20-21, 21-13, 21-15), Singapura Open 2017 (11-21, 21-11, 21-15), Sudirman Cup 2017 (16-21, 24-22, 23-21), dan Korea Open 2017 (21-19, 19-21, 21-15). (Adt) Hasil Pertandingan All England 2018 1. Tunggal Putra : Shi Yuqi (China) vs Lin Dan (China) 21-19, 16-21, 21-9 2. Tunggal Putri : Tai Tzu Ying (Taiwan) vs Akane Yamaguchi (Jepang) 22-20, 21-13 3. Ganda Putra : Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia) vs Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) 21-18, 21-17 4. Ganda Putri : Kamilla Raytter Juhl/Christinna Pedersen (Denmark) vs Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang) 21-19, 21-18 5. Ganda Campuran : Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang) vs Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China) 15-21, 22-20, 21-16

Cari Pelapis Baru, Duet Ganda Putri Pelatnas PBSI Siap Dirombak

Pasangan Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari pernah meraih emas Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan. (badmintonindonesia.org)

Jakarta- Guna mencari pelapis baru, induk organisasi bulutangkis seluruh Indonesia (PBSI) bakal merombak pasangan ganda, utamanya di sektor ganda putri. Pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu masih menjadi pilar utama di sektor ganda putri. Prestasi yang ditorehkan pasangan kombinasi senior dan junior itu terbilang gemilang. Tercatat, dari sembilan turnamen yang diikuti pada tahun lalu, Greysia/Apriyani membawa pulang dua gelar yakni Thailand Open dan Prancis Open. Sementara, pada tahun ini, pasangan yang bertengger di rangking 7 dunia itu memulai prestasinya dengan menjadi runner-up di Indonesia Masters BWF World Tour Super 500. Dan, kekalahan di kandang sendiri dibayar lunas pasangan Pelatnas Cipayung itu dengan menjuarai India Open BWF World Tour Super 500, pada 4 Februari lalu. Eng Hian, Pelatih Pelatnas Ganda Putri, mengatakan dalam waktu sepekan kedepan bakal ada pengumuman terkait perombakan pasangan di sektor ganda putri. “Kalau Greysia/Apriyani posisinya tetap aman,” tukasnya di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Namun, ia masih enggan untuk mengungkapkan pasangan mana saja yang bakal dirombaknya. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan salah satunya adalah Nitya Krishinda Maheswari. Nitya merupakan teman duet Greysia, sebelum dipasangkan dengan Apriani. Dobel Greysia/Nitya pernah menorehkan prestasi membanggakan saat menyabet emas Asian Games 2014, di Incheon, Korea Selatan (Korsel). Setelah itu, karena harus melalui masa pemulihan akibat operasi cedera lutut pada Desember 2016, Nitya dipisahkan dengan Greysia. Usai pulih, Nitya kemudian dipasangkan dengan Yulfira Barkah. Pasangan itu memulai debut di ajang USM Flypower Indonesia International Challenge, Oktober 2017. Namun, sejauh ini pasangan Nitya/Yulfira belum menunjukkan progres yang signifikan. Eng Hian menyebut terdapat kemungkinan bila Nitya menjadi salah satu pemain yang bakal terkena perombakan. “Para pemain yang terkena bongkar pasang ini akan turun perdana pada bulan April,” cetusnya. Ia melanjutkan tujuan dari perombakan pasangan ini adalah mencari hasil serta kualitas yang lebih baik dari sekarang. “Itu yang saya cari. Memiliki kualitas yang sama dan bisa bersaing dengan papan atas,” tutup pria yang akrab disapa Koh Didi itu. (adt)