Perjuangan Keras FM Mohamad Ervan Melawan Tiga Grandmaster Berturut-Turut di di Kejuaraan Asia 2018

Pecatur Indonesia, FM Mohamad Ervan (kanan/kaos merah) berhasil menaklukkan GM Super dari China, GM Wang Hao (2730), sekaligus unggulan pertama 17th Asian Continental Chess Championship, yang berlangsung di Makati, Filipina. (tribunnews.com)

Makati- Partai babak kedua 17th Asian Continental Chess Championship di Makati, Filipina, ditutup dengan hasil mengejutkan dari tim Indonesia. FM Mohamad Ervan berhasil menghentikan GM Super dari China, GM Wang Hao (2730). Kemenangan itu diraih melalui adu taktik yang luar biasa di antara keduanya. “Kemenangan Ervan atas Wang Hao bukanlah kemenangan kebetulan. Pertarungannya berjalan ketat, penuh adu strategi, serta taktik. Bahkan, pada langkah ke-16 Ervan harus menyerahkan kualitas bentengnya, untuk ditukar Gajah lawan,” ujar Krisitianus Liem, Kapten Tim Catur Indonesia, Jumat (14/12). “Tapi, Ervan mendapat kompensasi penguasaan diagonal panjang b1-h7, dengan Menteri dan Gajahnya. Wang Hao yg tipe penyerang dan suka bangunan liar, tak mau bermain pasif dan bertahan. Kondisi ini menguntungkan Ervan karena terjadi perang terbuka, adu taktik,” tambahnya. Kristianus juga menjelaskan keunggulan tim Indonesia adalah kemampuan membaca taktik. Hal ini membuat Wang Hao terseok-seok. Pada langkah ke-32, saat Menteri Ervan masuk ke petak e6, menyerang Benteng Hitam di d7, seharusnya Wang memaksa pertukaran Menteri dengan skak. Dan petak g6 saat permainan, akan berjalan imbang lagi. Tak diduga, Wang justru memilih menumpuk Benteng ld lajur-d menyerang bidak d2. Pada saat itulah, Ervan nekad mengorbankan Gajahnya di petak g7. Langkah kejutan ini yang membuat Wang tak menyangka, sehingga tak ada pilihan selain ia harus memakan gajah. “Wang menjalankan 32. Bfd8. Dalam waktu pikir kurang dari semenit, Wang tak menyangka bakal ada korban Gajah. Terpaksa, ia menutup skak dengan Menterinya. Sebab jika Raja mundur ke f8, akan datang mat dalam satu langkah. Andai mundur ke h8, bisa terjadi mat dalam tiga langkah,” papar Kris. “Wang harus menyerah disini, karena posisi Gajahnya di petak c5, bakal lenyap dengan posisi tanpa harapan sama sekali. Sungguh penyelesaian yang indah. Ini sungguh layak disebut masterpiece!,” imbuhnya. Sayang, langkah Ervan tak bertahan lama. Usai tampil cemerlang di dua babak awal, saat menahan remis GM M. Amin Tabatabaei (2587) dari Iran, dan melibas unggulan utama GM Wang Hao (2730), pemuda kelahiran Probolinggo, 15 Mei 1992, akhirnya takluk dari unggulan ketiga, GM Le Quang Liem (2714) dari Vietnam. “Liem yg kelelahan ketika tiba di Filipina, usai tampil di “PON”nya Vietnam, ternyata sudah pulih. Ia menekuk Ervan, lewat langkah strategis yang halus sepanjang 45 langkah,” ujar Kris. “Keberuntungan” Ervan belum selesai. Babak keempat nanti, Ervan kembali melawan pecatur GM, kali ini dari Kazakhstan, Rustam Khusnutdinov (2470). Pada babak Ketiga, Rabu (12/12), tim Indonesia terpaksa harus berhadapan dengan rekan senegaranya. Tak ada pilihan, cepat atau lambat pertarungan sesama negara memang bisa saja terjadi, jadi siapa yg terkuat akan melaju lebih jauh. Ternyata Megaranto mengalahkan Sean, sedang Citra mengalahkan Aay. Sayangnya, pecatur Indonesia yang berjumpa pecatur negara lain, tak satupun meraih kemenangan. IM Yoseph Theolifus Taher (2454) harus puas bermain remis melawan pecatur tuan rumah nongelar, Michael Concio Jr. (1991), setelah bertarung 43 langkah. “Yoseph yang pegang Hitam tak mendapatkan keunggulan di tahap pembukaan, bahkan cenderung jelek. Walau memiliki gelar, rating, dan pengalaman tanding lebih baik, upaya Yoseph mengolah permainan tengah dan permainan akhir, hanya menghasilkan remis,” Jelas Kris. “Yang lebih tragis, dialami IM Novendra Priasmoro (2483). Ia ditaklukkan pecatur senior Filipina, IM Roderik Nava (2392). Kekalahan Novendra dipicu pengetahuan opening yang rendah,” pungkasnya. (Adt)

Pecatur 19 Tahun Indonesia Tahan Remis Super Gradmaster Asal China di Kejuaraan Asia 2018

Pecatur Indonesia, IM Yoseph Theolifus Taher (kiri) berhasil menahan remis pecatur China yang memiliki gelar Super Grandmaster, GM Wang Hao (kanan), yang juga unggulan utama 17th Asian Continental Chess Championship, di Makati, Filipina. (jpnn.com)

Makati- Pecatur Indonesia, IM Yoseph Theolifus Taher menahan remis pecatur China, GM Wang Hao, yang juga unggulan utama 17th Asian Continental Chess Championship, di Makati, Filipina. Meski remis, hasil ini cukup membanggakan mengingat selisih elo rating yang cukup besar di antara keduanya. “Keberhasilan ini, tidak terlepas dari persiapan pembukaan yang bagus. 20 langkah pertama mereka ini, sama persis dengan pertandingan, Wang Hao vs Wen Yang di China bulan lalu, saat Yoseph diutus PB Percasi main di sana,” jelas Kapten Tim Indonesia, Kristianus Liem. Sekedar catatan, Yoseph ‘hanya’ memiliki elo rating 2454, sementara Wang Hao adalah pecatur yang termasuk memiliki titel Super Grandmaster, dengan elo rating 2730. Meskipun langkah Wang Hao serupa dengan permainan sebelumnya, Yoseph mengatakan jika ada langkah perbaikan oleh lawannya, pada partai kali ini. “Saya ingat betul partai tersebut. Cuma pada langkah ke-20, Wang Hao memukul di G4 dengan bidak. Sebelumnya dia memukul dengan Menteri, dan berakhir remis dalam 38 langkah. Langkah baru Wang Hao ini memang sebuah perbaikan,” ujar pemuda kelahiran Jakarta, 28 Maret 1999. “Langkah 20. HGX4 memang membuat Hitam tertekan. Tapi saya bisa mempertahankan posisi tidak sampai kalah,” imbuhnya. Pertandingan sempat memanas saat memasuki langkah 39 hingga 44. Yoseph menjalankan langkah yang sama menteri bolak balik dari petak a7 ke c7, seolah menantang Wang Hao untuk terus menyerang. Namun guna menghindari terjadinya klaim remis tiga kali bangunan yang sama, Wang Hao membongkar posisi dengan terobosan bidak f4 pada langkah ke-45. Alumni SMA Citra Berkat, Citra Raya Tangerang, ini berhasil menekan. “Usai pertukaran Gajah dengan kuda pada langkah ke-50, Menteri Putih masuk ke pertahanan sayap-raja hitam, tapi sendirian menyerang tak ada yang dihasilkan menteri putih, selain skak bolak-balik. Akhirnya disepakati remis pada langkah ke-54,” jelasnya. Akhirnya, partai pun disepakati remis pada langkah ke-54. Dengan hasil remis ini, Yoseph berhasil ‘mencuri’ rating Wang Hao sebanyak 3,3 poin. Hasil remis pada babak pembukaan ini, diikuti dengan hasil tiga kemenangan dari GM Susanto Megaranto, WGM Medina, dan WIM Citra. Meski sebuah kemenangan, hal tersebut sebagai sebuah kewajaran, karena lawan mereka memiliki rating yang rendah. Sedangkan kekalahan tim Indonesia diderita Sean Winshend dan Dita Karenza. (Adt)

Sembilan Atlet Indonesia Berlaga di Kejuaraan Asia, Lawan Pecatur Super Grandmaster

PB Percasi mengirim kontingen catur Indonesia berjumlah sembilan atlet, yang terdiri dari lima pria dan empat wanita, menuju Makati, Filipina, tampil dalam ajang 17th Asian Continental Chess Championship 2018. (beritsatu.com)

Jakarta- PB Persatuan Catur Seluruh Indonesi (PB Percasi) mengirim sembilan pecatur Indonesia, terdiri atas lima pria dan empat perempuan, ke 17th Asian Continental Chess Championship 2018, di Makati, Filipina, 9-19 Desember 2018. Turnamen ini menjadi ajang pecatur Indonesia melawan pecatur kaliber dunia, yang berasal dari Asia. “Pecatur China masih menjadi yang terkuat di dalam ajang kali ini. Mereka mengirim pecatur Super Grandmaster, Wang Hao (2730) dan Wei Yi (2828) yang merupakan unggulan pertama dan kedua, dalam ajang pertarungan perorangan ini,” ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem dalam rilisnya, Minggu (9/12). Kristianus Liem menambahkan, PB Percasi mengirimkan lima orang pecatur putra, yaitu GM Susanto Megaranto, IM Novendra Priasmoro, IM Sean Winshand Cuhendi, IM Yoseph Theolifus Taher, dan FM Mohamad Ervan, sedangkan pecatur Putri adalah WGM Medina Warda Aulia, WIM Dewi Ardhiani, WIM Dita Karenza, dan WFM Aay Aisyah Anisa. “Pada kompetisi kali ini, PB Percasi kembali mendapatkan dukungan dari Japfa sebagai sponsor utama,” kata Kristianus. Ia juga menjelaskan, dukungan Japfa kali ini merupakan kali kedua pada 2018. Dukungan tersebut cukup membantu para pecatur Indonesia untuk mengasah kemampuan di ajang internasional. “Japfa bercita-cita untuk melahirkan pecatur Indonesia yang mampu menorehkan prestasi gemilang di tingkat Internasional. Dukungan sepanjang 2018 merupakan komitmen Japfa untuk berinvestasi pada ajang prestasi Indonesia di masa datang,” ujar R. Artsanti Alif, head of social investment JApfa. Artsanti menjelaskan, dua dekade lalu, China masih belum memiliki prestasi yang luar biasa di dunia catur. Negri Tirabi bambu itu masih tertinggal jauh dari negara-negara Balkan dan eks Uni Soviet. Tetapi, saat ini, China mampu menduduki posisi teratas di catur dunia. “Bagi Indonesia, cita-cita menjadi juara dunia tentunya masih membutuhkan perjuangan panjang, sebuah perjuangan berat, tapi bukan sebuah hal yang mustahil. Harapannya, tim yang berangkat bisa memperoleh prestasi gemilang di ajang ini,” papar dia. Ajang kali ini memakai format pertandingan utama Catur Standar/Klasik dengan jatah waktu berpikir setiap pemain adalah 90 menit untuk 40 langkah, ditambah 30 menit sampai dengan selesai, dengan increment (bonus waktu) 30 detik setiap langkah sejak langkah pertama. Sistem pertandingan: Swiss 9 Babak. Lima peserta peringkat teratas di kelompok Open berhak maju ke Kejuaraan Catur Dunia pada 2019 mendatang, dan hanya Juara pertama saja di kelompok Women, yang berhak maju ke Kejuaraan Catur Dunia Wanita 2019. Pada ajang yang sama di tahun 2014, International Master (IM) Irine Kharisma Sukandar, berhasil menjadi juara di kategori women, sehingga saat itu ia berhak ikut-serta pada Kejuaraan Catur Dunia Wanita 2015. (Adt)

Samantha Edithso, Pecatur 10 Tahun Yang Punya Dua Titel Juara Dunia

Dunia olahraga Tanah Air boleh berbangga dengan pecatur cilik asal Bandung, Samantha Edithso (kiri), yang sukses meraih gelar juara dunia di Spanyol. Ia jadi juara usai mengalahkan pecatur Rusia, Alexandra Shvedova (kanan), dalam partai berdurasi lima jam. (kumparan.com)

Jakarta- Dunia olahraga Tanah Air boleh berbangga setelah pecatur cilik asal Bandung, Samantha Edithso, meraih gelar juara di Spanyol. Gadis cilik 10 tahun ini meraih gelar dunia catur klasik (cadet chess) di World Cadets Chess Championships 2018 U-10, di Santiago de Compostela, Galicia, Spanyol, 3-16 November 2018. Samantha meraih gelar usai mengalahkan pecatur Rusia, Alexandra Shvedova. Dia tak mendapatkan kemenangan dengan mudah, karena harus melakoni pertarungan berdurasi lima jam. Sebagai ilustrasi, di event ini, Shedova adalah pecatur yang belum terkalahkan dalam 10 babak pertandingan, hingga bertemu Samantha. Samantha akhirnya menang setelah 84 langkah. Kemenangan atas Shvedova membuat elo rating Samantha lebih tinggi di antara pecatur lain di usianya. Kini, bocah kelahiran Jakarta, 17 Februari 2008, sudah mengantongi 1.879 poin. Adapun, pada 2016 dia pernah mengantongi 2.301 poin. Saat ini Samantha menyandang gelar Women Fide Master (WFM). Itu juga tak lepas dari raihan gelar pertama tahun ini, yang ia menangkan di Kejuaraan Dunia Catur Cepat G10 alias FIDE World Championship 2018 U-10, yang digelar di Minsk, Belarusia, Juli 2018 lalu. Di balik pesta juara di hari penutupan turnamen di Spanyol itu, ada kepercayaan diri Samantha yang sukses mengantarkannya menjadi pecatur terbaik kategori umur di bawah 10 tahun. Menurut So Siau Sian, sang ibu yang menemani di Spanyol, Samantha sudah bertanya kepada pengurus Percasi soal bendera ‘Merah-Putih’ sebelum 11 babak dirampungkannya. “Sebelum mulai babak sembilan, Samantha sudah tanya ke pengurus, ‘Bawa bendera enggak’?,” tiru So dilansir kumparanSPORT, Jumat (23/11). Pada akhirnya, Samantha kalah di babak tersebut dari rival asal China, Zhou Yafei. Itu bukan yang kekalahan Samantha yang pertama, karena sebelumnya, dia juga kalah di babak empat. Emosi, begitu So menyebut faktor kekalahan dua kali Samantha di sana. “Kalah itu bukan karena teknik, tapi emosi. Terganggu karena temannya (lawan) tidak bisa diam, badan ke depan ke belakang, akhirnya Samantha emosi ingin cepat-cepat selesai,” tuturnya. Di babak 11 sekaligus penentuan, Samantha mengalahkan unggulan klasemen, Shvedova, yang berakhir menjadi runner-up. Dan akhirnya, permintaan Samantha untuk menyediakan sang ‘Merah-Putih’ betul-betul bukan bualan semata,malah menjadi ‘aksesori’ yang menyempurnakan podium sang pecatur muda. “Saat ini Samantha elo ratingnya paling tinggi diantara pecatur seusianya. Sekarang mengantongi 1.879 poin, dulu pada 2016 Samantha pernah mengantongi 2.031 poin,” ujar sang ayah, Larry Edith,. Larry berharap, dengan raihan tersebut Samantha memiliki target untuk menjadi grand master muda wanita pertama asal Indonesia. Samantha memiliki target pada usia 12 atau 13 tahun, sudah bisa memengantungi gelar grand master wanita. Harapannya, dengan seluruh pencapaian itu, Samantha bisa berburu gelar IM (Internasional masters) guna meraih grand master wanita. Prestasi Samantha seolah melanjutkan estafet para seniornya sejak Utut Adianto, Susanto Megaranto, hingga Irene Kharisma Sukandar. “Sekarang Samantha bergelar Women Fide Master (WFM), tahun depan semoga IM (internasional master). Untuk bisa meraih gelar GM wanita tentunya Samantha hanya bertanding di turnamen yang ada elo ratingnya. Target selanjutnya bertanding di Penang dan Johor Malaysia,” ujarnya. (Adt)

Kirim Pecatur Belia Ke Olimpiade Catur Dunia di Georgia, PB Percasi Siapkan Pecatur Masa Depan

Pecatur termuda tim Indonesia, Samantha Edithso (10 th), akan tampil di Batumi, Georgia, dalam ajang Olimpiade Catur Dunia ke-43. Tim Merah Putih akan bersaing dengan 139 negara lainnya pada event bergengsi itu. (sinarharapan.net)

Jakarta- Indonesia akan mengirim dua tim caturnya yang terdiri dari satu grup putra dan satu grup putri ke Batumi, Georgia, untuk mengikuti Olimpiade Catur Dunia ke-43. Tim Merah Putih akan bersaing dengan 139 negara lainnya dalam kejuaraan bergengsi tersebut. Indonesia menunjuk Kristianus Liem sebagai kapten tim. Tim putra diwakili oleh Novendra Priasmoro (19 tahun/FM 2498), Sean Winshand Cuhendi (21 tahun/IM 2441), Azarya Jodi Setyaki (20 tahun/FM 2316), Pitra Andyka (33 tahun/FM 2274), dan Agus Muhamad Kurniawan (20 tahun/FM 2239). Sementara tim putri diwakili oleh Chelsie Monica Sihite (23 tahun/WIM 2244), Ummi Fisabillah (18 tahun/WFM 2227), Shanti Nur Abidah (17 tahun/WFM 1968), dan Samantha Edithso (10 tahun/1805). Kontingen Indonesia telah dilepas oleh ketua umum Pengurus Besar Persatuan Catur Indonesia (PB Percasi), Utut Adianto, pada Rabu (19/9). Pecatur termuda tim Indonesia, Samantha Edithso, pun amat bersemangat. Bocah berusia 10 tahun itu berambisi membawa Indonesia masuk 30 besar peringkat dunia. Ia mengaku membaca buku-buku catur untuk memperdalam teknik dan strateginya. Selain itu ia juga bertandang ke Malaysia, untuk berlatih dengan video trainer. “Meskipun usianya masih muda, Samantha akan bergabung dengan tim Indonesia yang turun di Olimpiade Catur, yang levelnya sudah senior. Dia berpotensi menjadi bintang besar dan kita gembira akan hal itu,” ujar Utut. Kebijakan Percasi mengirim pecatur muda ke Olimpiade yang melibatkan 187 negara itu semata-mata dilandasi oleh keinginan untuk membangun catur Indonesia ke arah lebih baik. Artinya Percasi ingin memberikan pembelajaran kepada para pecatur muda ini. Utut mengatakan dalam menghadapi olimpiade kali ini sejumlah nama pecatur top lainnya tak tampil di 43rd Wolrd Chess Olympiad. Mereka adalah GM Susanto Megaranto, IM Irne Kharisma Sukandar, dan WGM Medina Warda Aulia. Mereka absen, karena jadwal Olimpiade bentrok dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2018. “PB Percasi menekankan faktor pembinaan dengan memilih para pecatur mudia usia, yang berpotensi berkembang lebih lanjut. Mereka adalah pecatur muda yang baru berusia belasan tahun, kecuali Pitra Andyka, juara nasional 2013. Dia dipilih karena masih memilki potensi tinggi untuk maju,” katanya di Jakarta, Rabu (19/9). Selain partisipasi aktif dalam pergaulan catur dunia, PB Percasi juga menargetkan sejumlah pecatur muda, untuk menggenapkan norma persyaratan gelar Grand Master (GM), yakni tiga norma GM dan rating 2500. “Novendra, misalnya, hanya butuh satu norma GM lagi dan tambahan rating 2 poin saja. Juga, Sean Winshand Cuhendi, yang sudah meraih tiga norma GM dan tambahan rating 59 poin,” tegas Utut. Pada Olimpiade catur yang terakhir di Baku, Azerbaijan 2016 lalu, tim putra Indonesia berada di peringkat 52 dari 180 negara. Sementara tim putri berada di peringkat 63 dari 134 negara. “Target kami memperbaiki peringkat atau lebih baik dari dua tahun lalu,” tutur Sean. PB Percasi juga tak lupa mengucapkan terima kasih pada pihak sponsor yang membantu memberangkatkan tim catur Indonesia ke Batuni, Georgia. “Kepada pihak pemerintah Kempora dan swasta seperti PT Union, Sampoerna Triputra Persada (USTP), PT JAPFA dan Universitas Gunadarma,” ujar Utut. Sedangkan Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya mengatakan, dukungan penuh dilakukan pihak JAPFA, bagi atlet kebanggaan Indonesia mendapatkan hasil terbaik di Georgia. “Hampir dua dekade JAPFA bersinergi bersama PB Percasi menggali potensi pecatur muda Indonesia. Ini hal penting menyiapkan pecatur tangguh ke depannya. Mudah-mudahan di Batuni, pecatur Indonesia, putra dan putri bertanding semaksimal mungkin,” ucap Rachmat Indrajaya yang didampingi Chef de Mission (CdM) Tim, R. Arsanti Alif. (Adt)

Demi Cetak Grand Master, Pemerintah Dukung Lahirnya Liga Catur Nasional

Pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mendukung lahirnya Liga Catur Nasional demi mencetak para grand master disemua kelompok usia. (Kemenpora)

Jakarta- Pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mendukung segera lahirnya event Liga Catur Nasional. Hal itu demi mencetak para grand master disemua kelompok usia. Hal itu ditegaskan Menpora Imam Nahrawi saat menghadii Apresiasi Catur Indonesia 2018, di Puri Agung, Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (29/7) malam. Menpora didampingi Staf Khusus Pemuda Anggia Ermarini bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro berharap even seperti dapat terus dilakukan. “Ini harus terus dilakukan, dan pemerintah akan terus mendukung serta memberikan penghargaan kepada anak bangsa yang berprestasi,” ujar Imam. Ia mengatakan melalui event apresiasi catur yang dihadiri banyak sponsor menjadi momentum untuk menggerakkan hati semua pihak untuk bergotong-royong serta bersatu padu. “Agar catur Indonesia kembali ke masa kejayaannya untuk melahirkan grand master-grand master melalui liga catur di semua kelompok usia,” tegasnya. Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, menilai dari sisi kuantitas harus ada pemacu agar muncul grand master baru. Dengan hadirnya Liga Catur, mereka juga memiliki pengalaman tanding. “Saya ingin catur masuk ke pelosok-pelosok desa saya mohon PB (Pengurus Besar) Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) untuk membuat regulasi liga di kelompok usia dan berjenjang,” urainya. Sementara, Bambang menegaskan bila PB Percasi telah melakukan yang terbaik dengan memberikan apresiasi bagi pecatur, pelatih dan sponsor. “Basic-nya prestasi ditentukan dari pembinaan yang baik, menjadi GM (grand master) butuh tak hanya skill tapi juga ketahanan mental serta pendamping dan pelatih yang bisa membuat mereka terus termotivasi,” terang Bambang. Sedangkan Utut Adianto, Ketua Umum PB Percasi, mengungkapkan event apresiasi catur Indonesia 2018 adalah bentuk syukur dalam situasi apapun catur bisa terus mencetak prestasi dan memberikan kebanggaan bagi para sponsor. “Menjelang Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018, PB Percasi terus mendukung dan turut menyukseskan. Apresiasi ini nantinya akan ada dalam bentuk pelatihan yang berkelanjutan seperti dikirim ke kejuaraan-kejuaraan di luar negeri,” tukas Utut. (Adt) Berikut Nama-nama Penerima Apresiasi Catur Indonesia 2018: 1. Samantha Editsho (10 tahun) 2. Novendra Priasmoro (19 tahun) 3. Medina Warda Aulia (21 tahun) 4. Sean Winshand Cuhendi (21 tahun) 5. Irene Kharisma Sukandar (26 tahun) 6. Tim Universitas Gunadharma

Turnamen JAPFA Grandmaster and Women Grandmaster 2018, Dua Pecatur Tuan Rumah Lolos Babak Pertama

Fidle Master (FM) Priasmoro Novendra (kaos hitam) mengalahkan pecatur Filipina, GM Gonzales Jayson dalam JAPFA Chess tournament, di Solo, Kamis (26/4). (tribunnews.com)

Solo- Satu poin berhasil diraih oleh dua pecatur Indonesia dalam JAPFA Grandmaster and Women Grandmaster Chess tournament 2018, babak pertama yang diadakan di Solo Paragon Hotel, Solo. Poin dicetak Fide Master (FM) Novendra Priasmoro dan Women International Master (WIM) Lestari Baiq Vina. Menurut Ketua Bidang Pembinaan PB Percasi, Kristianus Liem, raihan poin ini amat berharga untuk menjadi modal meraih gelar lebih tinggi. Liem menjelaskan, untuk babak pertama Indonesia meraih hasil yang cukup bagus. Dua dari 12 wakilnya dari kategori putra dan putri, berhasil meraih kemenangan. Dirinya menilai hasil tersebut bisa dipertahankan sampai babak selanjutnya. “Di babak pertama ini, diharapkan dapat poin yang terbaik. Ini menjadi poin baik, mengingat lawan yang dihadapi pecatur Indonesia, memiliki gelar yang lebih tinggi,” urainya, Kamis (26/4). Dalam pertandingan babak pertama, di kategori putra, Novendra berhasil mengalahkan pecatur Filipina, GM Gonzales Jayson. Sedangkan untuk wakil putri, Lestari berhasil mengalahkan Women International Master (WIM) asal Serbia, Blagojevic Tijana. Ia menjelaskan, saat ini Novendra memang dalam kondisi bagus. “Sebelumnya ia juga juara di Bangkok Open, dengan raihan nilai 8 poin, dari sembilan babak yang digelar,” jelas Liem. Liem berharap, performa terbaik dari Novendra ini bisa tetap dipertahankan sampai kejuaraan rampung digelar. “Kami sengaja mengundang para pecatur kelas dunia dalam kejuaraan ini. Tujuannya untuk meningkatkan prestasi dari para pecatur Indonesia,” tutur Liem yang juga Ketua Panpel turnamen. Diakuinya, secara rating pecatur Indonesia rata rata secara rating gelar memang masih di rendah dibanding pecatur luar negeri yang menjadi lawannya. “Sehingga di atas kertas mereka (pecatur luar negeri) lebih kuat,” tandas Liem. Dalam pertandingan catur, atlet yang menang mendapatkan satu point, seri nilainya ½ dan kalah nol. Point yang diperoleh nantinya diakumulasi dan yang paling tinggi keluar sebagai juara. Turnamen berlangsung ½ kompetisi sehingga mereka saling bertemu. JAPFA Grandmaster and Women Grandmaster Chess tournament 2018, juga menjadi ajang pecatur Indonesia untuk menaikkan gelarnya dari Fide Master (FM) ke Internasional Master (IM) dan Grand Master (GM). “Namun, jika kalah maka ratingya juga dipertaruhkan karena akan kehilangan point,” lanjutnya. Gelar Grand Master ratingnya minimal harus mencapai 2.500, Internasional Master minimal mencapai 2.400 dan Fide Master minimal 2.300. Sementara untuk kelompok WGM ratingnya minimal 2.300, WIM rating minimal 2.200 dan WFM 2.100. Rating yang akan dicapai para pecatur bakal ketahuan, setelah seluruh pertandingan selesai. (art)

Pecatur 19 Tahun Ini, Bidik Gelar Turnamen Grandmaster 2018 di Solo

FM Novendra Priasmoro membidik gelar juara di JAPFA GM dan WGM Turnmen Catur 2018 di Solo, Jawa Tengah, 25 April - 1 Mei. (bangkokchess.com)

Jakarta- Turnamen catur internasional JAPFA Grandmaster (GM) dan Woman Grandmaster Chess (WGM) 2018, resmi dibuka oleh (Plt) Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/4). Pembukaan turnamen catur internasional yang untuk kedua kalinya itu ditandai dengan pemukulan gong oleh (Plt) Gubernur disaksikan Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto dan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. Dalam sambutannya Utut mengatakan, kota Solo memiliki banyak pecatur berbakat yang bisa ditingkatkan prestasinya. “Peluang untuk menjadi Grandmaster itu selalu ada,” katanya. “Masyarakat Solo supaya tertarik masuk klub catur sehingga ke depan akan melahirkan grandmaster- grandmaster baru,” katanya. Turnamen Grandmaster telah dimulai dengan mempertandingkan babak pertama dan akan berakhir pada 1 Mei 2018. Pertandingan berlangsung selama 11 babak dengan sistem setengah kompetisi. Pecatur muda Indonesia yang belum lama ini menjuarai turnamen catur internasional Bangkok Terbuka di Thailand, FM Novendra Priasmoro, mengaku siap untuk berlaga di JAPFA Grandmaster 2018 di Solo, Jawa Tengan dan merebut gelar juara. “Saya siap dan akan berjuang merebut gelar juara di Solo nanti,” kata Novendra di Jakarta, Selasa, yang akan ikut turnamen internasional Grandmaster 2018 yang dimulai 25 April hingga 1 Mei di kota Bengawan, atau juga dikenal sebagai kota industri batik itu. Dikatakan pecatur berusia 19 tahun itu, dirinya harus waspada untuk menghadapi para pecatur asing yang rata-rata bergelar grandmaster, dalam turnamen Grandmaster itu. “Mereka semua pecatur hebat kelas dunia, saya tetap harus waspada,” katanya. Selain Novendra, PB Percasi yang menjadi penyelenggara, juga menurunkan beberapa pecatur muda putra dan putri, dan tidak ketinggalan juga GM Susanto Megaranto yang juga akan menjadikan event ini sebagai pemanasan jelang Olimpiade Catur ke-34 di Batumi, Georgia, pada September tahun ini. Sementara itu, peserta turnamen dari luar negri, termasuk pecatur AS kelahiran Tashkent, Uzbekistan , GM Timur Gareyev yang dikenal pemegang rekor catur buta yang dibuatnya di Universitas Nevada, Las Vegas pada 3 Desember 2017. Saat itu, Gareyev dengan mata tertutup di atas sepeda statis, mampu memainkan catur melawan 48 orang dengan hasil menang 35 papan, tujuh remis, dan kalah enam papan. Selain itu juga akan ikut bertanding pecatur nomor sembilan dunia asal China GM Ma Qun yang memiliki rating 2645. Sedangkan di bagian putri pecatur WGM Keti Tsatsalashvili dari Georgia, dan tiga dari Serbia yaitu WIM Tijana Blagojevic dari Montenegro yang membela bendera Serbia, serta WIM Mila zarkovic, akan dihadapi para pecatur putri Indonesia. Utut berharap para pecatur bisa mengasah ketrampilan mereka dengan menjajal para pecatur top dunia itu. “Kecuali untuk Susanto, ini menjadi ajang pemanasan dia untuk ke Olimpiade Catur di Georgia nanti,” katanya. (art) Daftar pecatur asing dan nasional Turnamen JAPFA Grandmaster dan Woman Grandmaster  2018 Putra: 1. GM Jayson Gonzales (Filipina) 2. GM Nguyen Anh Dung (Vietnam) 3. GM Ma Qun (China) 4. GM Timur Garayev (AS) 5. IM Kevin Goh Wi Ming (Singapura) 6. GM Anton Demchenko (Rusia) 7. GM Susanto Megaranto (Indonesia) 8. FM Novendra Priasmoro (Indonesia) 9. IM Sean Winshand Cuhendi (Indonesia) 10. IM Muhammad Lutfi Ali (Indonesia) 11. WGM Medina Warda Aulia ( Indonesia) 12. FM Yoseph Theoligus Taher (Indonesia) Putri: 1. IM Alina Lami (Rumania) 2. WGM Keti Tsatsatvili (Georgia) 3. WGM Janelle Mar Frayna (Filipina) 4. WGM Anda Safranska (Prancis) 5. WIM Tijana Blagojevic (Serbia) 6. WIM Mila Zarkovic (Serbia) 7. WIM Dewi AA Citra (Indonesia) 8. WFM Umi Fisabilillah (Indonesia) 9. WIM Chelsie Monica Sihite (Indonesia)

Pecatur 19 Tahun Paksa Legenda Dunia Remis, Novendra Juara di Bangkok

Pecatur Indonesia yang baru berusia 19 tahun, Novendra Priasmoro, menjuarai Turnamen Bangkok Chess Open 2018. (net)

Jakarta- Target PB PERCASI mencetak Grandmaster baru, perlahan mulai menunjukkan hasilnya. Lewat atlet ranking kedua Indonesia, Novendra Priasmoro, 19 tahun, impian melahirkan GM baru sudah di depan mata. Novendra menjadi kampiun turnamen Bangkok Chess Club Open, di Thailand, yang berakhir Sabtu (21/4). Ia membukukan 8 poin tanpa terkalahkan dalam kejuaraan diikuti oleh 196 pecatur dari 37 negara itu. Ia meraih 7 kemenangan dan dua kali remis. Hasil yang diraih pecatur nomor dua nasional ini cukup spektakuler. Dalam perjalanan menjadi juara, ia antara lain mengalahkan unggulan pertama GM Hrant Melkumyan (rating 2669) dari Armenia. Ia juga menahan remis GM Nigel Short (2662). Situasi yang menegangkan dihadapi pecatur Indonesia di akhir turnamen. Pada partai tekahir, atau kesembilan, pecatur dengan rating 2449 itu, harus menghadapi pecatur legendaris asal Inggris, Nigel Short, yang pernah tiga kali juara di ajang ini. Kristianus Liem, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, berkisah, sejak malam sebelum pertandingan ia menginstruksikan agar Novendra lebih dulu menawarkan remis sekitar tiga sampai lima langkah. “Tujuannya untuk menghormati nama besar Nigel Short. Sebab, sangat tak mungkin Nigel Short yang akan menawarkan posisi remis duluan, kalau tak terpaksa benar,” kata dia, seperti tertuang dalam rilis PB Percasi. Dalam lomba terakhir itu, Novendra dengan dingin meladeni Nigel, yang memakai Pertahanan Prancis. Di partai sebelumnya, ia mampu mengalahkan GM Anton Smirnov(2546), dari Australia, yang memakai pembukaan sama. Nigel mengambil taktik berbeda dengan Smirov pada langkah kesembilan. Tapi, hingga langkah ke-13 posisinya tetap tak bisa unggul. Pada langkah ke-16, Novendra sempat berniat menawarkan remis. Tapi melihat banyak pecatur yang menonton partainya, ia mengaku malu melakukannya. Pertarungan pun terus berlanjut. Akhirnya, waktu yang menentukan datang juga, pada langkah ke-28 setelah melihat posisi lawannya begitu kokoh, Nigel memutuskan menawarkan remis. “I offer you draw,” ucap Nigel sambil menatap Novendra. Tanpa berpikir lagi Novendra langsung mengulurkan tangannya yang berarti menerima tawaran tersebut. “Tawaran ini memang yang saya tunggu,” cerita Novendra. “Remis kan udah pasti juara sendirian, jadi saya ga pakai berpikir lagi, langsung saya sambar tangannya.” Dengan hasil ini, Novendra membukukan 8 poin tanpa pernah terkalahkan. Ia mencetak 7 kemenangan dan dua kali remis. Sungguh suatu gelar juara yang membanggakan. Selain itu, remis dari Nigel memberikan tambahan rating 2,7 poin atau secara total Novendra mendapatkan tambahan rating sebanyak 25,5 poin. Sejak Desember 2017, Novendra mendapat dukungan penuh dari United Tracktors (UT), perusahaan yang menjadi “bapak angkat” nya. Ia menjadi salah satu pecatur muda yang diproyeksikan untuk segera meraih gelar Grandmaster. Dengan posisi teratas Novendra, program PB PERCASI pada 2018, mengukir prestasi gemilang di ajang internasional. Sebelumnya, dalam Asian Youth Chess Championship 2018 di Chiangmai, Indonesia merebut dua medali emas dan satu perunggu, dan seluruh enam pecatur yang dikirim mampu masuk 10 besar dalam berbagai kategori. Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto menyatakan rasa bangganya dengan prestasi yang diraih Novendra. “Semoga ini jadi penyemangat bagi pecatur lainnya, untuk tak mudah menyerah dalam meraih prestasi. Bukti bahwa atlet-atlet catur kita layak didukung dunia usaha, karena talentanya memang luar biasa,” kata Utut. (Art)

Novendra Priasmoro, Remaja 18 Tahun Yang Dilarang Bertanding Catur

Pecatur-Novendra-Priasmoro-penyandang-gelar-FIDE-Internastional-Master-IM

Jakarta- “Kalau sudah juara dunia, jangan lupa sama saya”. Begitu kata yang terucap dari Andrei Kovalev, melihat bakat catur yang dimiliki ‘anak ajaib’ Novendra Priasmoro. Kovalev adalah pelatih yang dikontrak Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) selama 2013-2014. Pria asal Belarus itu meraih gelar Internasional Master (IM) pada 1989, serta meraih gelar Grandmaster (GM) pada 1991. Ramalan Kovalev bukan main-main. Novendra tergolong ‘anak ajaib’, remaja 18 tahun itu telah menyandang gelar FIDE Internasional Master dengan rating Elo 2438. Bila syarat dipenuhi, seperti mencapai norma GM sebanyak tiga kali dan menaikkan rating Elo-nya hingga 2500, maka, predikat Grandmaster berada dalam genggaman remaja yang hobi sepak bola itu. “Target saya itu meraih gelar Grandmaster pada 2020. Sekarang, ikut program UT Inspiring Youth (program pembinaan atlet muda berprestasi Indonesia yang disponsori salah satu perusahaan distribusi kendaraan berat), mudah-mudahan segera terwujud,” cetus remaja kelahiran Jakarta, 24 November 1999 itu. Guna memuluskan langkahnya, siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sriwijaya Jakarta itu terus menempa kemampuan di bawah arahan Kristianus Liem, Pembina UT Inspiring Youth sekaligus Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB Percasi. Termasuk mengikuti beberapa pertandingan internasional secara berkesinambungan, dan dibimbing pelatih terbaik. “Tahun lalu saya ikut turnamen catur di Penang, Malaysia (9th Penang Heritage City Internasional Chess Tournament Kategori Open, 3-10 Desember 2017). Di Penang saya berhasil menaikkan rangking unggulan 3, dari sebelumnya unggulan 7. Sehingga dapat tambahan angka 14,1,” sambung pemilik akun resmi Instagram @noven_99 itu. Kini, ia tengah mempersiapkan diri tampil di  turnamen catur 18th Bangkok Chess Open 2018 di Bangkok, Thailand, 13-21 April mendatang. “Untuk turnamen di Thailand saya mempersiapkan diri dengan baik. Latihan terus biar nanti bisa meraih hasil terbaik,” sebut pecatur yang mengidolakan seniornya, Grandmaster (GM) Susanto Megantara itu. Dengan sederet prestasi tingkat nasional maupun internasional, ternyata memberi cerita lain pada kehidupan peraih juara satu Kejuaraan World School 2014 di Brazil itu. “Kalau ada kejuaraan catur di sekolah atau yang mewakili sekolah, saya nggak boleh ikut. Mungkin karena saya punya gelar IM (Internasional Master), jadi nggak dikasih main. Pokoknya sudah nggak boleh ikut kejuaraan,” cetusnya sambil senyum. Pada usia belia, yakni ketika berumur tujuh tahun, Novendra mulai mengenal catur melalui sosok sang ayah. “Umur tujuh tahun saya pertama kali melihat ayah main catur. Dari situ saya belajar bermain catur. Setahun kemudian saya masuk sekolah catur Utut Adianto (seorang pecatur terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dan penyandang Grandmaster Indonesia berperingkat tertinggi di dunia saat ini),” tutur juara satu Kejuaraan Asian Junior U-20 di Philipina pada 2017 itu. Kedepan, Novendra berharap makin banyak remaja sebayanya yang mengikuti jejaknya untuk menggeluti olahraga yang mungkin bagi sebagian orang dianggap membosankan, bahkan disebut bermain dalam sunyi, serta bisa menguras otak. “Semoga makin banyak remaja yang melakukan hal positif, dan kalau bisa makin banyak yang bermain catur. Karena sukses terletak pada mereka yang meraih sesuatu lebih dari diri mereka sendiri,” papar pecatur murah senyum itu. (adt) Nama : Novendra Priasmoro Tempat /Tgl Lahir : Jakarta, 24 November 1999 Usia : 18 Tahun Sekolah : SMK Sriwijaya (Kelas XII) Gelar Saat Ini : Master Internasional (MI) / 2017 Elo Rating Saat Ini : 2438 (Target Elo Rating untuk GM 2500) Target mencapai gelar Grandmaster :Tahun 2020 Instagram : @noven_99 Hobby : Catur, Sepak Bola Prestasi Nasional : 1. Juara satu Japfa Chess Festival U-14 (2012) 2. Juara satu Kejuaraan Nasional U-15 (2014) 3. Juara satu Japfa Chess Festival U-18 (2015) 4. Juara satu Kejuaraan Nasional U-17 (2015) 5. Juara satu Kejuaraan Nasional U-19 (2016) 6. Juara satu Kejuaraan Nasional Senior (2017) Prestasi Internasional : 1. Juara satu APPSO (2012) Indonesia 2. Juara satu Kejuaraan World School (2014) Brazil 3. Juara satu Japfa Internasional Master (2016) Indonesia 4. Juara satu Kejuaraan Asian Junior u-20 (2017) Philipina 5. Juara tiga Penang Open (2017) Malaysia

Pembinaan Atlet Catur Terkendala Dana

catur_terkendala_dana

Jakarta – Induk organisasi catur seluruh Indonesia mengaku terkendala dana dalam melakukan pembinaan terhadap bibit muda atlet catur terbaik di Tanah air. Hal itu dikatakan Kristianus Liem, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (27/2). “Kami terkendala dana untuk melakukan pembinaan para atlet. Kalau soal bibit pecatur kami tidak kekurangan,” ucapnya. Akibat kendala dana, sebut Kristianus, berimbas pada penyelenggaraan turnamen catur yang masih kurang banyak. “Memang kami mengakui bahwa kejuaraan catur masih kurang. Dan, sebenarnya potensi atlet catur yang dimiliki Indonesia itu sangat besar,” sambungnya. “Karena kami sendiri mengambil atlet yang bagus itu melalui turnamen untuk selanjutnya kami melakukan pembinaan bagi atlet yang bersangkutan,” tambah Kristianus. Oleh sebab itu, ia mengatakan, pihaknya sangat senang bila ada perusahaan yang mau berkontribusi dalam melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet catur yang memiliki prestasi bagus. “Kami sangat senang bila perusahaan-perusahaan turut berkontribusi dalam pembinaan atlet catur seperti yang dilakukan PT United Tractors. Karena kami tidak mungkin melakukan pembinaan sendiri dan butuh bantuan dari pihak lain,” tutupnya. (adt)