Idan, Pelajar SMA Yang Ukir Rekor Baru di Kejuaraan Senior 2017

Atletik-Idan

Mengukir sejarah menjadi pemecah rekor merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Sempat gagal dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNas), prestasi membanggakan justru diukir Idan Fauzan Richsan pada Kejuaraan Senior yakni Kejuaraan Nasional Atletik 2017. Idan memecahkan rekor dalam kategori senior. Ia bahkan memecahkan rekor nasional setelah melakukan loncatan pada kesempatan kedua setinggi 5,20 m, yang bertahan sejak 2002. “Saya gagal di POPNas Jawa Tengah gak dapat nilai sama sekali. Saya belajar kekalahan, latihan lebih giat, berusaha dan berdoa terus yang saya lakukan tanpa bosan untuk terus lebih baik. Hasilnya, Alhamdulillah pecah rekor nasional. Memang nyata kerja keras, berusaha dan berdoa itu tidak akan mengkhianati hasilnya,”tuturnya Idan sudah menekuni atletik cabang lompat galah selama 4 tahun. Bermula dari mengikuti O2SN saat duduk kelas 5 Sekolah Dasar, Idan ikut seleksi hingga tingkat Provinsi Jawa Barat. Ia mulai latihan dari lari pendek, lari jauh 100 meter gawang dan 400 meter gawang sudah ia tekuni. Sejak saat itu, ia berhasil mengikuti Pelatnas di Jakarta. “Kelas 1 SMP, saya mengikuti test Pelatnas jangka panjang di Jakarta. Disitu saya test lompat galah dan lolos masuk ke Pelatnas. Begitu saya masuk, banyak pengalaman-pengalaman yang belum saya dapat sebelumnya. Belajar mandiri, disiplin, berusaha semaksimal mungkin agar tidak kena degradasi dari Pelatnas,”ujarnya Remaja yang lahir pada 11 Januari 18 tahun silam ini juga sedang menempuh pendidikan di SMAN 6 Bogor. Baginya, perkembangan olahraga atletik di Indonesia sudah cukup bagus. Idan berpendapat bahwa sejak menjadi atlet , ia memberikan suatu kebanggaan untuk bisa membahagiakan orang tua. “Orang tua saya bangga, dan saya juga mau bahagiain mereka. Meski masa remaja saya gak seenak anak-anak lain, yang bisa nongkrong sama teman atau jalan-jalan bareng teman sekolah,”tutupnya.(put)

Safwan, Atlet Atletik Yang Pernah Melawan Usain Bolt, Pelari Tercepat di Dunia

Safwan-Atlet-Atletik2

Salah satu pengalaman yang luar biasa bagi seorang atlet adalah saat berkesempatan untuk bertanding melawan atlet yang sudah tersohor di bidangnya. Hal ini sempat dialami oleh Safwan, seorang atlet muda berbakat yang berasal dari Nusa Tenggara Barat. Pengalaman bertanding bersama dengan pelari tercepat dunia, Usain Bolt merupakan pengalaman berharga bagi Safwan. Atlet atletik dengan nama lengkap Sapwaturrahman ini pernah berlaga di seri 100 m dalam kejuaraan senior tingkat dunia pada tahun 2013 lalu. “Ditahun 2013 saya ikut kejuaraan senior tingkat dunia pertama. Saya berlari bareng Usain Bolt di seri 100 m. Itu serasa mimpi jadi kenyataan. Walaupun saya ditinggal jauh sama dia, tapi saya dapat pengalaman luar biasa. Dia tinggi besar dan ramah,”ujarnya Safwan yang saat ini berfokus di olahraga lompat jauh pada ajang Asian Games 2018 mendatang, pernah mengikuti beberapa turnamen seperti Pekan Olahraga Nasional, Kejuaraan dunia atletik tingkat remaja dan senior di Perancis dan Moscow. Meski sudah 3 kali gagal menyabet medali di ajang Sea Games, Safwan tetap belajar menerima kekalahan. “Saat Sea Games 2013, Ayah saya nonton langsung di Myanmar. Tapi saya tetap belajar disitu, kalau mau juara kita juga harus siap kalah,”tuturnya Mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mataram ini pernah mengalami cedera sepanjang tahun 2015. Kejadian tersebut membuatnya terpaksa harus mengundurkan diri dari Pemusatan Latihan Nasional (PELATNAS). Ia harus membangun prestasi dari nol lagi. Meski begitu, ia tetap merasa beruntung selalu diberikan support dari orang-orang yang ada disekitarnya. “Saya memilih keputusan yang berat yaitu mengundurkan diri secara terhormat dari PELATNAS. 2 tahun saya kembali berjuang di Nusa Tenggara Barat. Beruntung saya lahir disini provinsi yang mensupport atlet berprestasi. Saya banyak belajar bagaimana memahami diri secara fisik dan spiritual. Dan tentu support dari orang tua, pelatih dan Pak Hasan sebagai ketua umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Itu sebabnya saya semangat dan ingin membalas budi dan menjadi sejarah di dunia atletik di Indonesia,”tutupnya (put/adt)

Sepuluh Atlet Kalsel Siap Bersaing di Kejurnas Atletik Pada Desember Mendatang

Atlet atletik Kalsel

Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mempersiapkan para atletnya di cabang olahraga atletik untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik, tanggal 6-9 Desember mendatang, yang rencananya akan diselenggarakan di Stadion Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur. Ke 10 atlet atletik Kalsel ini, merupakan para atlet yang sudah menghasilkan prestasi di ajang Porprov X di Tabalong, beberapa waktu lalu. Demi mempersiapkan atletnya dengan baik, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) mengadakan pertemuan dengan KONI Kalsel. Pada kesempatan itu Ketua Umum Pengprov PASI, H Rusdi Aziz mengatakan, pertemuannya dengan KONI Kalsel sebagai bentuk laporan para atlet yang akan pentas di Kejurnas Atletik di Jakarta. “Rapat ini sekaligus laporan kepada KONI Kalsel, dan meminta dukungan mengenai dana keberangkatan para atlet,” ucap H Rusdi yang dikutip dari portal banjarmasinpost.co.id. Saat ini, atlet atletik Kalsel sedang menjalani pemusatan latihan dan berangkat ke Jakarta pada 5 Desember mendatang. H Rusdi pun, berharap agar atlet Kalsel dapat berbicara banyak di Kejurnas Atletik. “Kami tidak menargetkan hasil yang tinggi, semoga mampu berbicara di tingkat nasional, ya minimal medali perunggu,” harapnya. Berikut Nama-nama atlet atletik Kalsel yang dikirim ke Kejurnas Jakarta 2017 No-Nama-Nomor Atletik 1. Mardiansyah (HST) -lari 100 meter, 200 meter, dan estafet 2. Ahmad Rofikudin (Baritokuala) -lompat jauh 3. Aif Rahman Rifani (Banjar) -estafet 4. M Surya Ariandy (Banjarmasin) -estafet 5. Nofarin (Banjarmasin) -lompat tinggi 6. M Syaifullah (Tabalong) -lari 5000 meter 7. Ayu Sri Ningsih (Baritokuala) -estafet 8. Desy Ratnasari (Tabalong) -lari 100 meter, estafet 9. Mujalifah (HST) -estafet, lari 100 meter. 10 Ismi (Banjarbaru) -estafet(pah/adt/bmp)

Setelah Sukses Dengan Lari Kajen 5K, Bupati Pekalongan Kembali Cabangkan Lari Kajen 20K

event-Lari-Kajen-5K

Dinas Kepemudaan dan Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, baru-baru ini menggelar event Lari Kajen 5K, Minggu (26/11). Event lari yang dibuka langsung oleh Bupati Pekalongan, H Asip Kholbihi dan diikuti oleh kurang lebih 1.234 peserta. Para peserta Lari Kajen 5K Tahun 2017 akan melalui rute Alun alun Kajen – SMA 2 PGRI Kajen – Jalan Teuku Umar – SPBU Gejlig – Jalan Pahlawan – Tugu Km O – Jalan Mandurorejo, dan kembi ke Alun alun Kajen. Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan M Bambang Irianto mengatakan, event ini sebagai ajang pembinaan atlet yang lebih terstruktur dan juga matang. Mayoritas peserta Lari Kajen 5K berasal dari pelajar SMP maupun SMA, yakni sekira 734 dan untuk umumnya sebanyak 500. “Lomba lari Kajen 5K 2017 terbuka untuk pelajar dan umum. Untuk pelajar terbatas hanya pelajar Kabupaten Pekalongan. Sedangkan untuk umum dibuka untuk warga Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten/Kota sekitarnya,” kata Bambang seperti dikutip radarpekalongan.co id Lanjutnya, event Lari Kajen 5K dianggap sebagai wadah para atlet lari untuk mengasah kemampuannya bersama peserta lain “Mengukur pencapaian pembinaan prestasi olahraga atlet cabang atletik Kabupaten Pekalongan. Dan sebagai momentum peningkatan gairah dan motivasi atlet untuk berlatih dan berprestasi di ajang olahraga yang lebih tinggi,” ucapnya. Sementara itu Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi sempat mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh jajaran panitia yang sudah melaksanakan kegiatan Lari Kajen 5K. Bahkan, dirinya akan membuat Lari Kajen dengan jarak 20K. “Hari ini (kemarin, red) kita memasyarakatkan olahraga yang murah meriah sekaligus aspek kekeluargaannya dapat kita jalin yaitu lomba lari Kajen 5K, dimana start-finishnya masih sekitar dalam kota. Untuk itu saya akan merancang Lomba Lari Kajen 20K, dimana nanti larinya menuju columnar joint (karang tegak) Watubahan di Desa Lemahabang Kecamatan Doro. Itu adalah salah satu columnar joint yang ada di Indonesia dan perjalanannya sangat menantang apabila larinya dari Kajen sini,” ujar Bupati. Tambahnya, dengan adanya Lari Kajen 20K para peserta akan tertantang dengan rute yang dilaluinya. Ia juga mengatakan, dengan event seperti ini, secara tidak langsung juga turut memperkenalkan wisata Kota Pekalongan. “Ini saya kira sebuah terobosan yang harus kita laksanakan dalam rangka untuk mengenalkan tempat wisata. Disamping itu juga agar kita bersama-sama mengolahragakan masyarakat dan sebaliknya memasyarakatkan olahraga lari yang murah, meriah, sekaligus kita menjalin silaturahim melalui olahraga ini,” imbuhnya.(pah/adt)

Gagal Saat Bersaing Di SEA Games, Menjadi Cambukan Bagi Tegar Untuk Terus Berprestasi

Tegar-Teuku-Abadi-Atletik

Kegagalan merupakan hal yang tidak diinginkan oleh setiap orang. Terutama bagi atlet yang membawa nama besar negaranya, apalagi membawa nama bangsa Indonesia ke kancah internasional. Melalui seleksi di Singapore Open, Tegar Teuku Abadi atau Tegar, menjadi salah satu atlet atletik galah pembawa nama Indonesia pada ajang SEA Games 2017 lalu. Tegar pernah mengalami sebuah kegagalan ketika ia tidak berhasil melewati galah. “Setiap galah punya kekuatan masing-masing. Pada saat itu, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) membeli galah untuk para atlet tetapi belum datang sampai kita latihan. H-1 galah baru sampai di Malaysia. Jadi galah barunya saya gak bisa pakai saat latihan yang harus tetap jalan. Galah itu kan harus dibiasakan dipake agar tidak kaku tapi ini baru datang. Jadi karena itu point saya 0, alias tidak dapat point di SEA Games. Namanya atlet, ya pasti frustasi sudah latihan terus untuk SEA Games pas sampai disana jadi anjlok gitu.” Ujarnya Meski begitu, atlet yang saat ini berada di dalam binaan PELATNAS Universitas Negeri Jakarta tidak putus asa. Ia memiliki cita-cita menjadi seorang pelatih untuk menumbuhkan bibit-bibit atlet baru. “Kalau terus-terusan jadi atlet ya paling umur 30 atau 35 sudah berhenti, dan umur menjadi faktor utama untuk berhenti jadi atlet. Saya mau menularkan ilmu yang saya dapat gitu. Saya ingin melatih dan membuat orang jadi atlet. Saya mau kayak gitu, karena kan saya dijadiin atlet sama orang lain dan saya mau jadiin orang sebagai atlet malah harus melebihi saya,”ucapnya Cowok yang berusia 18 tahun ini memang menggeluti berbagai cabang olahraga atletik, seperti jangkit, galah dan lari estafet 4×400 meter. Ia juga sudah mengikuti berbagai kompetisi seperti Asia Youth Champhions di Qatar, Asian School Champshions di China, Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV), Pekan Olahraga Pelajar (POPNas) dan masih banyak lagi. Kecintaannya kepada atletik memang sudah ia tekuni sejak masih di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Awalnya, ia mengikuti atletik lari dengan jarak 800 meter. Karena kurang bersaing, ia pindah menekuni lompat jauh dan lompat jangkit. Lalu ketika ada seleksi se-kabupaten, ia pun mulai menekuni lompat galah dan membawanya menjadi atlet nasional dan internsional. Cowok asal Tuban, Jawa Timur ini sedang mempersiapkan Kejuaraan Nasional yang akan diadakan pada 5 sampai 9 Desember ini mengakui begitu mencintai atletik. “Buat saya jadi atlet galah gak ada yang gak enak. Karena saya cinta olahraga ini dan saya suka. Jadi ngelakuin berbagai program, teknik dan sebagainya jadi enjoy.”tutupnya (put/adt)

Batal Bertanding Ke Myanmar, Bilal Terancam Keluar Dari Pelatnas

Bilal-atletik

Pengalaman cedera memang bisa menghalangi atlet untuk bertanding. Bilal Bilano, atlet atletik yang pernah mengalami kejadian cedera yang membuat ia tidak bisa ikut kompetisi di Myanmar. Bahkan Ia terancam tidak bisa menjadi atlet lagi dan akan dikeluarkan dari Pemusatan Latihan Nasional (PELATNAS). “Saya pernah cedera di bagian bokong selama 2 bulan. Saat itu, saya lagi mau ada kejuraan di Myanmar. Tetapi gara-gara cedera saya, akhirnya gak berangkat ke sana. Di situ saya hampir putus asa dan gak mau lanjutin lagi untuk jadi atlet, Karna pelatih saya bilang kalo saya gak bisa sembuh maka saya akan di pulangkan atau di keluarin dari pelatnas.” Ujarnya Kejadian yang terjadi pada 2014 lalu memang membekas bagi Bilal. Namun, meski sempat putus asa, Bilal diberikan motivasi dari keluarga. “Karena kejadian itu, saya hampir sangat putus asa. Yang bisa memotivasi saya hanya satu, yaitu keluarga. Hanya keluarga yang bisa buat saya balik untuk semangat lagi.”tuturnya Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Moestopo Jakarta ini memang sudah mengikuti berbagai kompetisi nasional maupun internasional seperti ajang POMNas 2017, PON Jawa Barat 2016, Vietnam Open 2013, Thailand Qualification Olympic Youth 2014 dan Polandia Junior Champhionships 2016. Selain bangga mewakili Indonesia diajang internasional, Bilal juga mengalami kejadian yang menarik ketika melawan atlet-atlet dunia ajang Polandia Junior Champhionships 2016 lalu. “Waktu bertanding di Polandia, ya kita kan orang Asia bertemu kaya orang-orang yang dari Amerika dan Afrika. Mereka kan langkahnya panjang banget, dan untuk ngelangkah kebelakangnya itu dia bisa setinggi muka saya, bahkan hampir mengenai muka saya, ya itu sih yang membuat saya gak pernah lupa di pertandingan itu.”tutupnya (put/adt)

Pernah Pecahkan Rekor Lari Gawang, Kini Ayu Targetkan Pecah Rekor Baru

lari-gawang-ayu

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Remaja dan Junior, yang di selenggarakan beberapa waktu lalu di Stadion Rawamangun berhasil mencetak beberapa rekor Nasional, termasuk lari gawang. Salah satu rekor yang berhasil di pecahkan yakni, di nomor lari gawang 100m remaja putri atas nama Safrina Ayu Melina yang membela Jawa Timur dengan waktu 14.34 detik. Ayu berhasil memecahkan rekor yang sudah lama di pegang Ken Ayu Thaha dari DKI Jakarta dengan waktu 14.45 pada tahun 2013. Ayu, mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa dirinya tidak pernah menyangka bisa memecahkan rekor nasional yang sudah lama di pegang milik atlet DKI Jakarta. “Iya, Alhamdulillah awalnya gak percaya sih, mikirnya ah gak mungkinlah aku bisa mecahin rekor sekenceng itu, dan lumayan lama, semenjak 2013 rekor itu bertahan. Tapi, kehendak tuhanlah yang memberikan dan akhirnya aku bisa,” terang Ayu yang bercita-cita sebagai Kowad (Komando Wanita Angkatan Darat). Rencananya untuk tahun depan, Ayu sudah naik kelas ke nomor junior. Ayu pun, sudah menargetkan prestasi dan sudah berlatih keras untuk terus meraih prestasi yang lebih baik lagi. Setiap hari pun, Ayu terus berlatih keras bersama dengan sang pelatih, Rusli. “Buat tahun depan ini aku udah naik ke junior, jadi ada rekor beda lagi karena gawangnya tingginya juga beda. Untuk pecahkan rekor di junior, berat banget tapi gak ada yang gak mungkin selama kita berusaha dan terus berlatih,” ungkap mahasiswi semester 1 jurusan Olahraga di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Berikut prestasi yang pernah di raih Ayu dalam lari gawang, di antaranya: 1. Juara 2 Kejurda Antar Klub Jatim Open 2014 di nomor 400m Gawang 2. Juara 3 Kejurnas Atletik Junior dan Remaja 2014 di Jakarta 3. Partisipan Asean School Games, Filipina di nomor 100m 4. PON Remaja Jatim – 100m Juara 2 – 400m Juara 3 – 4×100 Juara 1 5. Juara 1 Kejurnas Atletik Remaja (pah/adt)

Di Kenalkan Olahraga Atletik Dari Sang Ayah, Dara Ini Langsung Jatuh Hati

Safrina-Ayu-Melina

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Mungkin itu peribahasa yang tepat untuk atlet lari gawang putri Safrina Ayu Melina. Sejak masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK), Ayu sapaan akrabnya sudah di kenalkan olahraga atletik oleh sang ayah Riswanto Pamudji. Ayu menceritakan awal mula kecintaannya terhadap atletik kepada nysnmedia.com, bahwa semenjak di ajak sang ayah ke lintasan atletik. Dirinya langsung jatuh hati kepada olahraga lari ini. “Sejak kecil sudah sering di bawa ayah kelapangan, ayah juga kebetulan pelatih atletik di wilayah Jawa Timur,” ucap Ayu. Mulai dari situ, Ayu terus dilatih oleh sang ayah untuk menjadi atlet lari handal. Namun, tahun 2013 akhir, Ayu sudah tidak di latih sang ayah lagi. “2013 akhir aku sudah gak dilatih sama ayah. Nah, waktu masih di latih sama ayah, kejuaraan yang pertama kali ikut itu Pekan Olahraga (POR) tingkat SD se-Surabaya. Dan, hasilnya dapat juara 3 di nomor 60 meter sprint, itu waktu aku kelas 4 SD,” pukasnya. Ayu pun, sangat berterima kasih kepada sang ayah yang sudah melatih dirinya sejak kecil untuk menjadi atlet lari. (pah/adt)

Lihat Apa Yang Ingin Diraih Oleh Pemuda Ini Dengan Cara Menguasai Olahraga Karate Dan Olaharaga Atletik

Fandy-Karate

Lihai dalam satu bidang olahraga saja bisa di katakan kecerdasan, tapi jika sudah menguasai 2 cabang olahraga sekaligus olahraga karate dan olahraga atletik kemudian berprestasi, itu adalah sebuah bakat dan anugrah sang pencipta yang di sebut manusia unggul. Atlet olahraga karate yang bersekolah di SMAN 3 Tangsel ini bernama Fandy Achmad Fathoni. Ia sudah berlatih karate sejak dirinya duduk di bangku kelas 4 SD. Fandy mengatakan, bahwa selain dapat meraih prestasi, karate sangat berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri dan bisa memiliki kemampuan beladiri sebagai perlindungan diri. 1. Juara 1 Chaki cup nasional 2014 2. Juara 2 Insan Cendekia Madani cup 3. Juara 2 O2SN tingkat Tangsel 4. Juara 3 dalam Porkot tangsel Selain olahraga karate, Fandy juga memiliki prestasi di cabang olahraga atletik kategori lompat jauh dan beberapa waktu lalu mendapatkan juara 3 tingkat kota Tangsel. “Pelatih saya, Sensei Samuel sangat berjasa bagi saya, karena dari pertama latihan karate saya banyak mendapatkan pengalaman dan bimbingan dari beliau. Banyak juga murid-murid yang berprestasi di bawah bimbingannya.” ujar pelajar kelas XII ini. Perasaan kecewa juga sempat dirasakan oleh Fandy ketika mengikuti salah satu pertandingan. “Waktu SMP, ada kejuaraan yang bentrok sama study tour sekolah. Saya memilih ikut lomba, tapi ternyata saya tidak dapat apa-apa, tidak menang. Rasanya sedih dan sempat berpikir bahwa pengorbanan saya tidak ikut study tour jadi sia-sia. Tapi setelah itu saya bangkit lagi.” tutur Fandy. Bagi Fandy, karate akan ia jadikan sebagai sarana atau batu loncatan untuk meraih cita-citanya yang ingin menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain itu, ia juga ingin menjadi penulis dan dapat menempuh pendidikan di salah satu Universitas Favorit di Jakarta, yaitu Universitas Indonesia. “Perjalanan kita untuk menggapai cita-cita masih panjang, terus berjuang demi masa depan kita.” pesan Fandy.(crs/adt)

Lakukan ini, Lari Estafet mu Akan Menuai Kemenangan

Lari Sambung atau biasa kita sebut juga dengan Lari Estafet  pada umumnya adalah melakukan gerak lari secepat mungkin dengan membawa tongkat. Pada lari Estafet terjadi perpindahan tongkat dalam tim. Satu tim lari Estafet terdiri dari empat pelari, yaitu pelari pertama, pelari kedua, pelari ketiga, dan pelari keempat. Jarak yang biasanya digunakan pada perlombaan lari estafet adalah 4 × 100 m dan 4 × 400 m. dengan begitu lari Estafet dapat di kategorikan sebagai lari jarak pendek atau lari cepat. Teknik yang perlu diperhatikan dalam lari Estafet adalah cara perpindahan tongkat antarpelari. Para pelari harus sanagat memutamakan hal ini agar melakukan teknik ini dengan benar agar tidak menghambat kecepatan saat berlari. Perpindahan Tongkat Cara perpindahan tongkat pada lari estafet memiliki dua cara perpindahan tongkat yang dapat dilakukan, yaitu: Perpindahan Tongkat Cara Nonvisual Cara ini sering digunakan oleh pelari yang sudah mengenal satu sama lain karena membutuhkan kerja sama dan saling pemahaman antarpelari. Cara ini biasa digunakan dalam lari estafet 4 × 100 meter. Pada teknik ini, pelari yang menerima tongkat  berlari tanpa melihat tongkat yang akan diterimanya. 2. Perpindahan Tongkat Cara Visual Dalam teknik ini pelari menerima tongkat sambil berlari dan melihat tongkat yang diberikan oleh pelari sebelumnya. Teknik ini biasanya diterapkan pada lari estafet jarak 4 × 400 meter. Peraturan Dasar Lari Estafet Lari Estafet yang termasuk dalam olahraga atletik ini memiliki peraturan tersendiri yang harus di pahami. Peraturan ini mencakup peraturan perlombaan dan daerah pergantian tempat. Peraturan Perlombaan Peraturan perlombaan atletik untuk jarak-jarak lari Estafet : 1)   pada Tongkat estafet terdapat rongga dengan diameter 28–30 cm, berat 50 gram, dan garis tengah tongkat dengan garis 38 mm. 2)   Panjang lintasan pergantian tongkat estafet adalah 20 meter dengan lebar 1,20 meter. Pada lomba lari estafet 4 × 100 meter, panjang lintasan ditambah 10 meter. Lintasan ini disebut prazona, yaitu suatu lintasan di mana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi tidak terjadi pergantian tongkat. 3)   Para pelari harus tetap tinggal di jalur lintasan masing-masing walaupun tongkat sudah diberikan kepada pelari berikutnya. 4)   Tongkat yang terjatuh diambil oleh pelari yang menjatuhkannya. Daerah Pergantian Tongkat Lari estafet melibatkan empat orang pelari dalam setiap timnya. Keempat pelari tersebut ditempatkan pada tempat-tempat tertentu. Ini merupakan posisi umum pada perlombaan lari Estafet: 1)   Pelari pertama berada di daerah start pertama pada  lintasan di tikungan. 2)   Pelari kedua  berada di daerah start kedua pada lintasan lurus. 3)   Pelari ketiga berada di daerah start ketiga pada lintasan di tikungan. 4)   Pelari keempat berada di daerah start keempat pada lintasan lurus dan berakhir di garis finis. Latihan Lari Estafet Teknik menerima dan memberikan tongkat sangat menentukan hasil yang akan dicapai dalam  perlombaan. Latihan lari estafet pada dasarnya bertujuan untuk melatih kedua teknik tersebut. Kekompakan  antarpelari dalam satu tim sangat diperlukan dalam latihan ini. Anda dapat melakukan latihan berikut bersama teman sebangku Anda. Latihan 1 sang Pelari membawa tongkat menggunakan tangan kiri, yang nantinya  pelari akan memberikan tongkat dengan tangan kiri. Pelari lainnya siap menerima tongkat dengan tangan kanan dan telapak tangan menghadap ke bawah. 2. Latihan 2 tujuan dasar latihan ini adalah untuk melatih menerima dan memberikan tongkat di bagian atas tangan dengan belahan tangan yang sama. Dengan demikian apabila tongkat diberikan dengan tangan kanan maka penerima akan menerima dengan tangan kanan pula.  

Dari Seorang Yang Pendiam, Hingga Dapat Medali Emas Di Bangkok Berkat Gymnastic

Gymnastic mulai merambah ke semua lini, peraturan-peraturan dalam senampun mulai ditentukan dan dibuat untuk dipertandingkan. Pada awal modern Olympic Games, senam dianggap sebagai suatu demonstrasi seni daripada sebagai salah satu cabang olahraga yang teratur. Dia adalah Kathleen, siswi kelas 5 di SD Saint John’s Meruya, merupakan siswi yang berprestasi dalam olahraga senam lantai gymnastic. Sejak 2 tahun yang lalu, Kathleen sudah mulai menggeluti bidang olahraga ini, dan itu adalah kemauannya sendiri. Menurut Silvania, ibunda Kathleen, anaknya memang suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan banyak menggerakan tubuh. “Kebetulan anaknya memang suka gerak. Dan Kathleen memang suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan banyak menggerakan tubuh ” ujar Silvania Silvania menceritakan bahwa awalnya ia bingung mau memasukkan Kathleen di bidang olahraga apa. Silvania sempat membawa Kathleen ikut trial ballet, tapi ternyata Kathleen tidak suka. Selain itu kathleen sangat pemalu jika diwawancara oleh media. “Kath bilang gurunya jahat, maksudnya galak. Karena kebetulan kelas ballet yang kath ikuti sedang mendekati waktu ujian ballet, jadi gurunya agak keras.”tambah Silvania. Setelah menelusuri melalui internet berbagai jenis olahraga yang kira-kira seperti apa yang disukai oleh Kathleen, Silvania akhirnya memberikan beberapa pilihan jenis olahraga pada Kathleen yaitu renang, wushu dan gymnastic. Kathleen memutuskan untuk mengikuti gymnastic. “Saya sempat tanya, nanti kalau gurunya keras bagaimana? Eh, anaknya bilang gapapa tetap mau. Dan akhirnya Kathleen memutuskan memilih untuk mengikuti gymnastic. ” kata Silvania. Kathleen juga sempat tidak mau ikut gymnastic lagi ketika awal diminta ikut kejuaraan. Menurut Silvania, Kathleen bersikap seperti itu karena dirinya merasa gugup, karena memang belum pernah mengikuti kejuaraan apapun sebelumnya. Juga karena latihan-latihan extra yang harus dijalani menjelang lomba dan guru yang lebih ketat, membuat Kathleen merasa tertekan. Sebagai orang tua yang ingin anaknya maju, Silvania tidak pernah berhenti untuk memberikan dukungan dan semangat kepada anak perempuan kesayangannya. “Saya beritahu, menang atau kalah tidak ada masalah, yang penting Kath sudah mencoba yang terbaik.”lanjut Silvania. Ternyata, di kejuaraan pertamanya, Kathleen berhasil meraih juara meskipun belum masuk di 3 besar. “Tapi itu sanggup menumbuhkan percaya dirinya, sampai sekarang setiap pertandingan membuat Kath semakin percaya diri, bahkan kalau saya tanya sekarang Kath sama sekali tidak ada rasa grogi waktu bertanding.” cerita Silvania. Semakin hari Kathleen semakin mencintai gymnastic, bahkan Kathleen mengatakan bahwa ia tidak akan pernah merasa bosan dengan olahraga tersebut. Kathleen juga menolak untuk pindah ke bidang olahraga lain ketika ditawari oleh ibunya. Prestasi Kathleen semakin lama semakin meningkat, berbagai prestasi telah diraihnya diantaranya: 1. Gold Medalist on Bangkok Gymnastics Moose Game Invitational Meet 2016 2. Gold Medalist on First Sonny Ty International Gymnastics Cup 2016 3. Juara 3 Invitasi Cabang Olahraga Senam Provinsi DKI Jakarta 4. 2rd on Vault Gavrila Gymnastics Festival International 5. 3rd on Overall Gavrila Gymnastics Festival International “Saya tidak mau memaksakan, nanti kalau dipaksa apa yang kita mau, malah anaknya tidak suka, nanti jadinya tidak enjoy.” tutup Silvania.(crs/adt)