Empat pembalap Indonesia amankan poin awal Moto4 di Buriram

Moto4 Asia Cup 2026

Empat pembalap muda Indonesia binaan Astra Honda Racing School langsung mengamankan poin pada putaran pembuka Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Sabtu-Minggu. Bintang Pranata Sukma menjadi penyumbang hasil terbaik dengan meraih podium ketiga pada balapan pertama serta finis kelima pada balapan kedua. Raihan tersebut menempatkannya di posisi keempat klasemen sementara dengan 27 poin. “Alhamdulillah, round pertama Moto4 Asia Cup sudah selesai, perjalanan race dua tadi cukup menantang. Beberapa kali saya mencoba mencuri posisi podium bahkan terdepan, sayang di lap akhir banyak insiden yang membuat saya tertahan dan terlibat insiden hingga harus turun 1 posisi menjadi ke-5,” ujar Bintang dalam keterangan resminya, Minggu. Pada sesi kualifikasi, Bintang start dari posisi kelima, Resky Yusuf keempat, Muh Badly Ayatullah ke-11, dan Maulana Malik ke-14. Balapan pertama berlangsung ketat dalam 15 lap. Bintang bersama Resky dan Badly sempat bersaing di kelompok depan. Persaingan posisi terus berubah hingga lap akhir sebelum Bintang memastikan podium ketiga seusai melakukan manuver di tikungan terakhir. Resky finis ke-10, Badly ke-14, dan Maulana ke-15. Pada balapan kedua, Bintang kembali berada di rombongan depan dan sempat memimpin lomba pada lap awal. Badly dan Resky juga masuk dalam persaingan lima besar sebelum insiden terjadi di lap-lap akhir. Resky terjatuh setelah bersenggolan dengan pembalap lain dan tidak dapat melanjutkan lomba. Bintang yang finis keempat harus turun satu posisi akibat penalti sehingga berada di posisi kelima, sementara Badly menyelesaikan balapan di peringkat keenam dan Maulana di posisi ke-14. Hasil dua balapan tersebut membuat Badly menempati peringkat ke-10 klasemen sementara dengan 12 poin, Resky di posisi ke-13 dengan enam poin, dan Maulana di peringkat ke-17 dengan tiga poin. Putaran kedua ajang ini akan digelar pada 10-12 April di Lusail International Circuit, Qatar. “Terima kasih atas dukungannya, saya akan mempersiapkan diri lagi untuk di Qatar,” ujar Bintang.

Veda finis kelima pada debut Moto3

Veda Ega Pratama

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama berhasil finis di posisi kelima pada debutnya di kelas Moto3 musim 2026 setelah bersaing sengit dalam perebutan podium di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, Minggu. Veda yang tergabung di Honda Team Asia tampil impresif pada balapan pembuka sepanjang 19 putaran tersebut. Meski sempat tertinggal pada awal lomba, pembalap muda asal Gunung Kidul Yogyakarta ini mampu memangkas jarak dan bergabung dengan rombongan terdepan sejak putaran keenam. Sepanjang balapan, Veda menunjukkan konsistensi dalam duel ketat rombongan depan hingga putaran terakhir. Bahkan, Veda sempat mengamankan posisi tiga untuk beberapa lap sepanjang perlombaan. Veda Ega yang awalnya start dari posisi kelima akhirnya menuntaskan balapan di posisi yang sama setelah mencatatkan selisih waktu 9,687 detik dari pemenang. Dia mendapatkan 11 poin dari hasil balapan pembuka musim tersebut. Meski belum berhasil mengamankan posisi tiga besar saat menyentuh garis finis, capaian posisi kelima ini menjadi sinyal kuat atas potensi Veda di ajang Moto3 musim ini. Pada balapan tersebut, David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) keluar sebagai pemenang setelah mencatatkan waktu 32 menit 14,186 detik. Maximo Quiles (CFMOTO Aspar Team) finis kedua hanya terpaut 0,003 detik dari pemenang, sedangkan Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) melengkapi podium di posisi ketiga dengan selisih 9,480 detik. Setelah menyelesaikan seri pembuka di Thailand, para pembalap Moto3 akan menjalani jeda singkat sebelum kembali bersaing pada putaran kedua di Brasil pada 20-22 Maret mendatang. Seri tersebut dijadwalkan berlangsung sebanyak 24 putaran di Autódromo Internacional de Goiania, Ayrton Senna.

Debut Moto3, Veda start dari posisi kelima

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama memulai debutnya di Moto3 dengan start dari posisi kelima pada seri pembuka musim ini di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand. Veda yang memperkuat tim Honda Team Asia, mendapat posisi startnya ini setelah mencatatkan waktu 1 menit 40,877 detik pada sesi Kualifikasi 2 (Q2) di Sirkuit Internasional Chang, Sabtu. Pembalap 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta itu sempat melesat ke posisi ketiga pada fase awal sesi Q2. Ia kemudian turun ke posisi kelima, lalu keenam ketika sesi kualifikasi menyisakan tiga menit. Catatan waktu terbaik Veda pada akhirnya tercipta pada detik-detik akhir, saat ia mencatatkan waktu 1 menit 40,877 detik, terpaut 0,789 detik dari David Almansa dari tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP yang meraih pole. Di posisi kedua, ada Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo. Pembalap Leopard Racing Adrian Fernandez menempati posisi ketiga, sementara Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar akan memulai balapan di Buriram di posisi keempat. Sebelumnya, Veda yang merupakan runner-up Red Bull Rookies Cup 2025 itu membuka debutnya di Moto3 saat ia mencatatkan waktu 1 menit 41,854 detik untuk menempati posisi keenam pada sesi Latihan Bebas 1 (FP1), Jumat (27/2). Catatan waktunya membaik menjadi 1 menit 41,508 detik ketika ia lolos ke Q2, setelah menghuni posisi kedelapan pada sesi Latihan di hari yang sama. Adapun, sebelum menyelesaikan sesi kualifikasi di posisi kelima, Veda sempat tercecer ke posisi 13 dengan waktu 1 menit 41,770 detik ketika ia mencari setelan motor terbaiknya pada sesi pembuka hari ini di Latihan Bebas 2 (FP2). Balapan Moto3 akan dimainkan Minggu (1/3) siang pukul 12.00 WIB dengan jumlah 19 lap. Berikut hasil kualifikasi Moto3 di Thailand, Sabtu: David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:40.088 Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) – 01:40.518 Adrian Fernandez (Leopard Racing) – 01:40.693 Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:40.697 Veda Pratama (Honda Team Asia) – 01:40.877 David Munoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:41.091 Ryusei Yamanaka (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:41.198 Scott Ogden (CIP Green Power) – 01:41.291 Guido Pini (Leopard Racing) – 01:41.319 Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) – 01:41.337 Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:41.363 Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) – 01:41.426 Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) – 01:41.694 Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) – 01:41.752 Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:41.761 Joel Kelso (GRYD – MLav Racing) – 01:41.788 Jesus Rios (Rivacold Snipers Team) – 01:41.794 Joel Esteban (LEVEL UP – MTA) – 01:41.903.

AHM siapkan 10 pembalap muda mengaspal di lintasan dunia

Program Astra Honda Racing School

PT Astra Honda Motor (AHM) menyiapkan 10 pembalap muda melalui jalur pembinaan dalam Program Astra Honda Racing School (AHRS) untuk menjadi pembalap Indonesia yang kelak mengaspal di lintasan dunia. “AHRS menjadi pijakan awal bagi lahirnya pembalap-pembalap Indonesia yang tangguh secara teknik, mental, dan fisik,” kata General Manager Marketing Planning and Analysis PT AHM Andy Wijaya dalam keterangan yang resmi yang diterima di Jakarta, Minggu. Ke-10 pembalap muda itu adalah M Hagy Agasi dari Jawa Barat, Hiroshi Eka Putra Jaya Wisesa dari Yogyakarta, Mikhail Zafran Almi dari Nusa Tenggara Barat, Andrea Dovi Mega Bustomi Jakarta, M Gibran Lalae dari Jawa Barat. Selain itu, Gandewa Abimanyu, Anindya Baskoro Setiawan, dan Edrin Ahza Hartge dari Yogyakarta serta Omar Asyfaq dan Daffa Ikhwanul Dzakwan dari Jawa Tengah. Ke-10 pembalap itu terpilih dari puluhan pembalap yang mengikuti proses seleksi ketat di Astra Honda Safety Riding & Training Center (AHM SRTC) Deltamas, Jawa Barat untuk menjadi siswa AHRS 2026. Seleksi dilakukan secara bertahap dengan penilaian komprehensif terhadap berbagai aspek seperti teknik balap mulai dari posisi balap, teknik pengereman, jalur balap, teknik menikung, pergerakan tubuh, hingga kesadaran terhadap ruang dan posisi sekitar. Andy menjelaskan, Program AHRS hadir dengan pembaruan signifikan pada pola pelatihan. Tidak hanya berpusat di AHM SRTC Deltamas, para siswa juga akan menjalani program latihan di sirkuit permanen, salah satunya adalah Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Langkah ini dilakukan untuk memberikan pengalaman atmosfer balap yang lebih nyata sekaligus mengasah kemampuan kecepatan tinggi dan teknik menikung, sebagai bekal penting menghadapi persaingan di ajang balap tingkat nasional hingga internasional. “Kami ingin memberikan pengalaman balap yang lebih utuh agar para siswa semakin siap menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi dan membawa nama Indonesia dengan penuh kebanggaan,” katanya. Selain latihan teknis di lintasan, siswa AHRS juga dibekali pengetahuan dasar balap yang komprehensif mencakup manajemen balap, komunikasi dengan tim, hingga pembentukan karakter sebagai atlet profesional. Dalam aktivitas latihan harian, para siswa menggunakan NSF100 yang dipadukan dengan CBR150R dan CRF150R untuk melatih kontrol kecepatan dan penguasaan motor. Seluruh program Latihan didampingi oleh instruktur serta pelatih balap nasional berpengalaman. Sebagai bagian dari pembinaan menyeluruh, AHRS juga menggelar program camp yang dirancang untuk memperkuat fisik, mental, dan daya juang para siswa. Berbagai aktivitas seperti latihan fisik terstruktur, lintasan tanah hingga simulasi kompetisi melalui ajang balap turut menjadi bagian penting dalam membentuk mentalitas pembalap sejak usia dini. Pola latihan fisik yang diterapkan mengadopsi standar pelatihan pembalap kelas dunia dengan pendampingan pelatih profesional. Dia menambahkan, sejak pertama kali digelar pada 2010, AHRS telah melahirkan ratusan pembalap yang kini berkiprah di berbagai kejuaraan balap nasional, Asia, hingga dunia. Sejumlah nama seperti Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang saat ini berkompetisi di MotoGP, serta Fadillah Arbi Aditama, Andi Farid Izdihar, juga Gerry Salim merupakan bagian dari alumni AHRS yang terus mengharumkan nama Indonesia di arena.

Keren! Veda Resmi Jadi Red Bull Athlete Jelang Moto3 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, resmi menjadi Red Bull Athlete menjelang debutnya di Moto3 pada 2026. Hal ini ‘dibocorkan’ Veda sendiri lewat Instagram pada Senin (19/1/2026). Dalam tiga tahun terakhir, Veda menjadi topik hangat di paddock MotoGP, yakni sejak ia menjuarai Asia Talent Cup (kini Moto4 Asia Cup) 2023 dan bergabung ke Red Bull Rookies Cup pada 2024. Pada 2025, Veda menjalani debut di JuniorGP sekaligus bertahan di ajang Red Bull Rookies Cup, di mana ia sukses menjadi runner up setelah meraih banyak podium dan kemenangan. Kini, ia dikontrak oleh Honda Team Asia untuk berlaga di Moto3 2026. Prestasi mentereng Veda di ajang-ajang ‘Road to MotoGP’ ini membuat Red Bull tertarik mendukungnya. Pada Senin lalu, Veda diundang untuk menyambangi markas Red Bull di Salzburg, Austria, untuk menjalani berbagai kegiatan dengan Red Bull Motorsports. Lewat Instagram, Veda mengunggah foto dirinya mendapatkan berbagai kit dari Red Bull, begitu pula saat ia menjajal simulator mobil Formula 1. Veda juga sempat mengunjungi Red Bull Hangar-7, yang merupakan ‘museum’ Red Bull. Veda tak sendirian, ia juga ditemani oleh beberapa pembalap muda Red Bull lainnya, termasuk debutan Red Bull KTM Tech 3, Rico Salmela. Keduanya dapat kesempatan menumpangi helikopter Red Bull untuk melihat keindahan pegunungan Austria. Kini Veda bergabung dengan sederet bintang dunia balap dalam daftar Red Bull Athlete. Mereka berlaga di berbagai disiplin motorsport, yakni F1, MotoGP, Moto2, Moto3, WorldSSP, motocross, supercross, enduro, rally raid, rallycross, WRC, dan lainnya. Nah, siapa saja sih mereka? Berikut sejumlah nama-nama besar dunia motorsport yang juga merupakan Red Bull Athlete seperti yang dilansir oleh situs resmi Red Bull. Formula 1: Max Verstappen, Isack Hadjar, Liam Lawson, Arvid Lindblad, Yuki Tsunoda MotoGP: Alex Marquez, Jorge Martin, Johann Zarco, Toprak Razgatlioglu, Diogo Moreira, Maverick Vinales, Enea Bastianini, Brad Binder, Pedro Acosta, Dani Pedrosa, Pol Espargaro Moto2: David Alonso, Daniel Holgado, Collin Veijer, Deniz Oncu, Jose Antonio Rueda, Ayumu Sasaki Moto3: Maximo Quiles, Alvaro Carpe, Valentin Perrone, Guido Pini, Brian Uriarte, Veda Ega Pratama, Rico Salmela WorldSSP: Bahattin Sofuoglu Rally (motor dan mobil): Nasser Al Attiyah, Kevin Benavides, Edgar Canet, Luciano Benavides, Cyril Despres, Carlos Sainz sr, Stephane Peterhansel, Toby Price, Nani Roma, Daniel Sanders, Sam Sunderland, Matthias Walkner, Sebastien Loeb, Theirry Neuville, Sebastian Ogier, Laia Sanz Motocross/Supercross/Enduro: Jeffrey Herlings, Marvin Musquin, Ken Roczen, Tom Vialle, Jett Lawrence, Hunter Lawrence, Andrea Verona, Josep Garcia

Veda Kejar Status Rookie of the Years dalam Debut Moto3 2026

Red Bull MotoGP Rookies Cup

Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, membidik gelar Rookie of the Year dalam debutnya di kelas Moto3 pada musim kompetisi 2026. Rider berusia 17 tahun tersebut tampil luar biasa sepanjang musim ini dalam ajang Red Bull Rookies Cup 2025. Dia menjadi runner-up di ajang tersebut sehingga mendapat kartu ke Moto3. “Kalau target, bismillah, bisa Rookie of the Year, tetapi saya juga sekalian belajar karena tim baru, mekanik baru, semuanya baru,” kata Veda dilansir dari Antara. Untuk persiapan menghadapi ajang tersebut, Veda pun fokus terhadap beberapa latihan fisik dan adaptasi mengingat persaingan di kelas tersebut lebih ketat. Veda mengatakan bahwa kesiapan fisik dan mental harus lebih kuat ketimbang kelas sebelumnya. Ia melanjutkan bahwa latihan tersebut akan dibarengi dengan latihan di atas motor. “Skill pasti yang diutamakan dan motornya kan ini memang dirancang khusus buat balap, enggak dijual bebas, jadi ini pintar-pintarnya setting motornya juga,” kata dia. Di kelas Moto3 nanti, Veda dipastikan akan terlihat persaingan dengan sejumlah pebalap yang sebelumnya pernah berlaga bareng di Red Bull Rookies Cup, salah satunya ialah Brian Uriarte yang menjuarai kompetisi itu. Uriarte memiliki keuntungan dari pengalaman tampil di Moto3 melalui kesempatan wildcard. Selain itu, ada juga nama Hakim Danish yang sebelumnya juga pernah memiliki pengalaman tampil di Moto3.

AHM Sapkan 7 Siswa untuk Melesat ke Kejuaraan Dunia

Siswa Terpilih Untuk Astra Honda Racing School 2025

Seleksi program pembinaan balap jenjang awal Astra Honda Racing School (AHRS) berhasil meloloskan 7 pebalap yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Lewat seleksi yang ketat pada Minggu dan Senin, 16-17 Februari 2025 lalu di Astra Honda Safety Riding & Training Center Deltamas, Jawa Barat, para pebalap belia potensial berusia 11-14 tahun siap ditempa menjadi pebalap muda berprestasi untuk bangsa. Dari ratusan siswa yang melakukan pandaftaran, PT Astra Honda Motor (AHM) mengundang 45 siswa dari 15 provinsi di Indonesia yang lolos administrasi untuk mengikuti test praktik. Kemudian, mereka bersaing mempertunjukkan kelihaian balapnya dengan menggunakan CBR150R. Dalam seleksi praktek pertama, tersaring 20 pebalap yang telah diuji dan dinilai berdasarkan kemampuan riding position, braking, racing line, cornering, body movement, dan spatial awareness. Memasuki seleksi tahap berikutnya, setiap pebalap akan diuji kemampuan dalam lintasan yang sama selama 15 menit, kemudian pengujian adaptasi pada lintasan baru dalam waktu 20 menit. Pada setiap fase seleksi yang dilakukan, para pebalap dievaluasi konsistensi dan durabilitasnya sehingga dapat dinilai berdasarkan performa terbaiknya.Setelah menjalani seluruh seleksi, terpilih 7 pebalap yang langsung lolos untuk bergabung dengan siswa AHRS tahun 2024 yang kembali melanjutkan di AHRS 2025. Proses seleksi ini juga dilakukan oleh salah satu pebalap lulusan AHRS tahun 2010, yakni Gerry Salim.Pebalap asal kota Surabaya ini pun telah mencetak beragam prestasi membanggakan untuk Indonesia, seperti juara Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Asia Production (AP) 250 tahun 2017 dan tampil di balapan Grand Prix. “Alhamdulillah, terima kasih Astra Honda Racing School atas kesempatan saya menjadi siswa AHRS 2025. Saya sangat senang bisa mewakili daerah NTB, mohon doanya agar saya bisa mengembangkan skill balap dan melakukan balap internasional dengan Astra. Terima kasih kepada orang tua, pelatih dan teman-teman yang sudah mensupport dan mendoakan saya,” ujar Gian Muhammad Gibran, pebalap belia dari Nusa Tenggara Barat. General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya menyampaikan AHRS tidak hanya sekedar sekolah balap namun juga menjadi pondasi kuat dalam pembinaan balap berjenjang dari AHM.Program ini mengasah dan membina kematangan mental, kemampuan balap, dan fisik calon pebalap muda Indonesia yang siap mencetak berbagai prestasi membanggakan untuk Tanah Air. “Melalui Astra Honda Racing School, kami berharap dapat terus mengukir sejarah balap bagi Tanah Air. Kami pun memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk memberikan bekal terbaik bagi generasi muda Indonesia dalam meraih mimpi di arena balap Internasional hingga dunia,” ujar Andy. 7 siswa Astra Honda Racing School 2025 terpilih: 1. Muhammad Sidiq Fatturohman Aljabbaar (Jawa Barat) 2. Avirya Rangga Arjavianto (D.I Yogyakarta) 3. Clevan Louis Valera Octavianuz (D.I Yogyakarta) 4. Felix Janur Wicaksono (Jawa Tengah) 5. Rafif Sadya Baehaqi (Jawa Timur) 6. Agam Abdillah Pratama (Jawa Timur) 7. Gian Muhammad Gibran (Nusa Tenggara Barat) Cadangan: 1. Alvin Alvaro Razka Nugraha (Jawa Barat) 2. Hiroshi Eka Putra Jaya Wisesa(D.I Yogyakarta) 3. Muhammad Nabil Zahsena (Jawa Timur) 4. Muhammad Zaky (Sulawesi Selatan)

Deretan Pembalap Muda Indonesia Akan Bertarung di Eropa 2025

Pembalap AHRS di ajang Internasional

Pembinaan balap PT Astra Honda Motor, terus berlanjut di 2025. Dua pembalap muda Veda Ega Pratama dan M. Kiandra Ramadhipa, akan memulai tantangan barunya di Eropa. Veda Ega Pratama, akan berlaga di FIM JuniorGP 2025. Peraih gelar juara pada Asia Talent Cup 2023 ini, akan menggunakan baju balap kebanggaan dari Astra Honda Racing Team saat bersaing dengan para pembalap muda dunia lainnya di ajang tersebut. Veda yang merupakan lulusan Astra Honda Racing School (AHRS) tahun 2019, memiliki talenta balap yang kerap mencuri perhatian di lintasan balap, seiring dengan torehan prestasi yang ia capai. Hal inilah yang mengantarkan Veda menjadi pilihan AHM dan Dorna sports dalam ajang kejuaraan balap dengan jenjang yang lebih tinggi dan bergengsi yakni FIM JuniorGP. Seperti diketahui, Dorna Sports merupakan penyelenggara balap World Grand Prix yang juga mewadahi talenta pembalap muda dari berbagai negara dalam berbagai kejuaraan internasional. Salah satu garapan Dorna Sports, FIM Junior GP saat ini menjadi pijakan kuat para pembalap berbakat mancanegara sebelum melangkah ke jenjang balap yang lebih tinggi yaitu MotoGP. Dalam FIM Junior GP 2025, Veda merupakan pembalap binaan AHM yang menjadi bagian dari Junior Talent Team (JTT) bersama dengan pembalap dari negara lain seperti Jepang, Thailand, dan Inggris. “Senang sekali saya mendapat kesempatan luar biasa dari Astra Honda Motor. Balapan di JuniorGP memang salah satu mimpi yang saya kejar dan memenangkan kejuaraan ini. Meski JuniorGP menjadi balapan perdana saya di benua Eropa, saya bertekad untuk bisa memberikan penampilan terbaik untuk Indonesia,” ujar pembalap asal Gunung Kidul, Yogyakarta yang saat ini berusia 16 tahun itu. Persaingan di Eropa   Dukungan AHM untuk pembalap muda berbakat Tanah Air diwujudkan secara kuat melalui berbagai ajang balap internasional yang kompetitif. Pembalap binaan AHM lainnya, yakni M Kiandra Ramadhipa juga memiliki kesempatan untuk bersaing di ajang balap bergengsi di benua Eropa, yakni European Talent Cup (ETC). Prestasi Ramadhipa sebagai rookie di ajang Asia Talent Cup musim ini cukup gemilang. Dia berhasil mengisi posisi lima besar dan memenangkan dua podium tertinggi di ajang ATC. Selain berprestasi di ATC 2024, jebolan AHRS tahun 2022 yang masih berusia 15 tahun ini, juga bersaing di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2024 kelas Asia Production (AP) 250 dan berhasil mengisi posisi ketiga dalam klasemen akhir. “Ini kesempatan luar biasa dan memang saya nantikan untuk bisa segera merasakan balapan di level yang lebih tinggi. Tentu saya sangat berterima kasih kepada Astra Honda atas kesempatan dan dukungannya ini. Saya tidak akan sia-siakan kesempatan emas yang telah datang ini,” ujar Ramadhipa beberapa waktu lalu. Sumber: Oto Rider

10 Pebalap Belia Tembus Seleksi Astra Honda Racing School 2024

Proses seleksi program pembinaan balap berjenjang Astra Honda Racing School (AHRS) yang banyak dinanti oleh banyak calon pebalap muda potensial telah selesai dilaksanakan. Sebanyak 10 pebalap dari berbagai daerah berhasil lolos jadi siswa AHRS sebagai jalan mewujudkan mimpinya di arena balap. Melalu proses seleksi praktik yang ketat pada Selasa (7/2), para pebalap muda potensial berusia sekitar 10-14 tahun ini akan ditempa menjadi pebalap berprestasi yang siap membanggakan Indonesia di berbagai ajang balap internasional. Antusias anak muda pecinta balap sangat tinggi untuk bergabung dalam AHRS. Tercatat sebanyak 102 calon pebalap muda mendaftar pada seleksi awal tahun ini. Dalam tahap seleksi awal, sebanyak 48 calon peserta dari 16 provinsi terpilih mengikuti proses seleksi penerimaan siswa AHRS. Setelahnya, mereka berkompetisi secara ketat menunjukkan kemampuannya untuk dapat menimba ilmu balap di AHRS di Astra Honda Safety Riding & Training Center Deltamas, Jawa Barat pada Rabu (7/2). Pada seleksi pertama, tersaring 24 pebalap yang telah diuji dan dinilai berdasarkan kemampuan riding position, braking, racing line, cornering, body movement, dan spatial awareness. Para calon siswa yang lolos ini kemudian mengikuti seleksi kedua yang menguji catatan waktu terbaik, hingga terpilih 16 pebalap. Mereka kembali diuji pada seleksi akhir yang melihat kemampuan mereka beradaptasi pada lintasan baru. Pada setiap fase seleksi, para pebalap dievaluasi konsistensi dan durabilitasnya sehingga dapat dinilai berdasarkan performa terbaiknya. Setelah keseluruhan seleksi dilakukan terpilih 10 pebalap muda potensial yang terpilih menjadi siswa AHRS. Proses seleksi ini menjadi semakin spesial karena Gerry Salim, pebalap lulusan AHRS yang berhasil mencetak ragam prestasi membanggakan untuk Indonesia hingga tampil dalam balapan Grand Prix, turut serta dalam proses seleksi untuk memastikan hanya yang terbaik yang terpilih. “Saya sangat senang dapat lolos seleksi dan bergabung di Astra Honda Racing School 2024. Saya juga merasa bangga karena berasal dari Biak, Papua, salah satu daerah terjauh dibanding teman-teman yang mengikuti seleksi ini. Semoga saya bisa belajar banyak dari Astra Honda Racing School dan tentunya dapat lebih baik lagi dalam mengukir prestasi,” ujar Sean Delbert Jeremia Warikar. General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya menyampaikan AHRS menjadi pondasi kuat pada program pembinaan balap berjenjang yang dilakukan AHM dalam membina mental, kemampuan, dan fisik calon pebalap muda Indonesia yang siap mencetak berbagai prestasi membanggakan untuk Tanah Air. “Di Astra Honda Racing School, kami bukan hanya membentuk pebalap berprestasi, tetapi juga mengukir kisah-kisah gemilang di lintasan. Melalui program pembinaan kelas dunia ini, kami berkomitmen memberikan bekal terbaik bagi generasi muda Indonesia untuk meraih mimpi mereka di panggung balap internasional. Setiap langkah, setiap latihan, dan setiap pengalaman adalah bagian dari perjalanan luar biasa menuju kesuksesan untuk Indonesia,” ujar Andy. Pembinaan di AHRS tidak hanya fokus pada latihan skill di lintasan balapan saja, namun juga memberikan pembekalan pengetahuan dasar balap kepada para siswa yang akan menjadi modal penting bagi mereka saat terjun di ajang balap sesungguhnya. Ilmu yang diberikan meliputi manajemen balap, serta komunikasi dengan tim dan publik. Para siswa AHRS tahun ini kembali menggunakan NSF100 untuk latihan harian yang dikombinasikan dengan CRF150R untuk mengasah kemampuan kontrol kecepatan. Untuk mendukung performa balap, para siswa juga akan dimentori oleh instruktur balap nasional. Di sisi lain, AHM kembali menyelenggarakan program latihan yang komprehensif pada tahun ini. Dalam kegiatan camp selama empat hari di AHM Safety Riding Park, para siswa mendapatkan pelatihan fisik, mengendarai motor trail di arena flat track, dan diuji mentalnya melalui Honda Dream Cup. Hal ini merupakan langkah dalam membentuk mindset dan perilaku dengan mentalitas dasar yang tangguh. Sebagai atlet muda, siswa AHRS mendapatkan peningkatan standar secara fisik dengan latihan yang mengadopsi gaya latihan para pebalap hebat kelas dunia dari Benua Eropa. Mereka dilatih dalam berbagai pola di bawah bimbingan trainer profesional. AHRS telah membuktikan kesuksesannya sejak tahun 2010 dengan meluluskan ratusan pebalap yang kini bersaing di ajang balap Asia dan dunia. Alumni terkenal seperti Veda Ega Pratama, Mario Suryo Aji, Fadillah Arbi Aditama, Andi Farid Izdihar, dan Gerry Salim, yang merupakan lulusan AHRS, terus mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Menjadi pilar dalam kontribusi perusahaan, AHRS terus memantapkan posisinya menjadi sarana pembinaan balap terbaik di Indonesia. Sumber: Radar Tarakan