Atlet BMX Indonesia raih emas pada ajang di Thailand

Amellya Nur Syifa

Atlet BMX Indonesia, Amellya Nur Syifa, berhasil memenangi medali emas pada ajang ASEAN BMX Racing Cup 2026, yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Minggu. Amellya memenangi medali emas tersebut di nomor BMX Racing Women Elite. Medali emas yang dimenangi Amellya menjadi satu-satunya medali emas yang dapat dibawa pulang atlet Indonesia dari kejuaraan ini. Untuk medali perak, tim Indonesia berhasil membawa pulang dua medali perak. Medali perak pertama diraih Aditya Fajar Putu Soekarno dari nomor BMX Racing Men Elite, kemudian Rafelino Mahendra dari nomor BMX Racing Men U23. Tim Indonesia juga berhasil membawa pulang tiga medali perunggu. Medali-medali perunggu itu disumbangkan oleh Rio Akbar dari nomor BMX Racing Men Elite, M.Irsyad Panji Putra Asywa dari nomor BMX Racing Men U23, dan Fasya Ahsana Rifki dari nomor BMX Racing Men Elite. Dengan perolehan satu medali emas, dua medali perak, dan tiga medali perunggu tersebut, tim Indonesia berhak menghuni posisi kedua di klasemen umum medali. Sedangkan posisi pemuncak klasemen dikuasai tuan rumah Thailand dengan lima medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.

Sayu Bella bawa pulang perunggu pada kejuaraan MTB di Jepang

MTB Coupe de Japon Aichi International 2026.

Pembalap sepeda gunung (mountain bike/MTB) putri Indonesia, Sayu Bella Sukma Dewi kembali menunjukkan performa positif dengan naik podium setelah meraih medali perunggu pada ajang MTB Coupe de Japon Aichi International 2026 di Aichi, Jepang, Minggu waktu setempat. Tampil pada nomor cross country olympic (XCO) elite putri, Sayu finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 1 jam 27 menit 31 detik. Ia berada di bawah dua pembalap China, Zhifan Wu yang menjadi juara dengan waktu 1 jam 24 menit 44 detik, serta Zhenglan Liang yang finis di posisi kedua dengan catatan waktu 1 jam 25 menit 10 detik. Hasil tersebut menunjukkan progres positif Sayu setelah pada awal musim 2026 resmi bersaing di level elite. Sepanjang tahun ini, ia juga mencatatkan prestasi dengan menjuarai Thailand Mountain Bike Cup nomor Cross-Country Olympic (XCO) pada 14 Januari serta Asian Mountain Bike Series UCC India-1 pada 26–28 Februari 2026. Sementara itu, wakil Indonesia lainnya di nomor elite putri, Bera Sefti Rahmadani, menempati posisi ke-13. Di sektor elite putra, Feri Yudoyono menjadi wakil terbaik Indonesia dengan finis di posisi ke-12 dengan catatan waktu 1 jam 27 menit 45 detik. Adapun gelar juara diraih pembalap tuan rumah Toki Sawada dengan waktu 1 jam 24 menit 24 detik. Posisi kedua ditempati sesama pembalap Jepang, Tatsuumi Soejima, dengan waktu 1 jam 24 menit 29 detik, sedangkan posisi ketiga menjadi milik wakil China, Jinwei Yuan, dengan catatan waktu yang sama. Wakil Indonesia lainnya, Zaenal Fanani, finis di posisi ke-15 dengan waktu 1 jam 28 menit 35 detik, sedangkan Ihza Muhammad menempati urutan ke-26 dengan catatan waktu 1 jam 32 menit 17 detik. Tim MTB Indonesia menjadikan ajang MTB Coupe de Japon Aichi International 2026 yang berlangsung pada 14-15 Maret tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026. Sebelumnya, Zaenal Fanani menyebut kejuaraan di Jepang memiliki arti penting karena menggunakan lintasan yang juga akan dipakai pada Asian Games 2026. Karena itu, ajang ini menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia untuk mengenali karakter trek sekaligus mengukur kemampuan saat bersaing dengan pembalap level dunia. “Lintasan di sini akan dipakai untuk Asian Games, jadi ini kesempatan bagus buat kami untuk adaptasi. Selain itu, kami juga bisa melihat langsung kemampuan kami saat bersaing dengan pembalap kelas dunia,” ujar Fanani.

Tim sepeda Indonesia runner-up Biwase Tour of Vietnam 2026

Tim balap sepeda putri Indonesia

Tim balap sepeda putri Indonesia menutup perjuangan pada Biwase Tour of Vietnam 2026 dengan menempati posisi kedua dalam klasifikasi akhir tim setelah menyelesaikan lima etape yang berlangsung di Vietnam, Rabu-Minggu (4-8 Maret). Berdasarkan klasemen akhir, skuad Merah Putih terpaut 15 menit 29 detik dari tim asal Norwegia Hitec Products–Fluid Control yang keluar sebagai juara dengan catatan waktu 45 jam 53 menit 51 detik. “Perjuangan sebanyak lima stage dari BIWASE Tour of Vietnam 2026 UCI 2.2 sudah selesai dilalui dengan penuh juang Tim Cycling Road Women Indonesia 2026,” demikian pernyataan Federasi Sepeda Indonesia (ICF) melalui akun Instagram resmi mereka, Minggu. Pada klasifikasi umum individu atau perebutan jersei kuning, pesepeda Indonesia, Ayustina Delia Priatna yang sempat memimpin lomba pada tiga etape pertama harus puas menempati posisi keempat setelah finis di urutan ketujuh pada etape terakhir. Ayustina mencatatkan selisih waktu 1 menit 10 detik dari pemenang lomba Marina Komina dari tim Lining Star Ladies yang menorehkan total waktu 15 jam 16 menit 37 detik. Sementara posisi kedua dan ketiga klasifikasi umum ditempati dua pesepeda tim Hitec Products–Fluid Control, yakni Karin Soderqvist dan Oda Aune Gissinger, yang masing-masing terpaut 10 detik dan 41 detik dari Komina. “Hasil yang sangat membanggakan pada klasemen General Classification yang diraih oleh Tim Cycling Road Women Indonesia merupakan catatan sejarah untuk Indonesia,” tulis ICF. Selain Ayustina, empat pesepeda Indonesia lainnya juga menuntaskan lomba. Ida Ayu Malik L. Dewi menempati posisi ke-13 klasifikasi umum, diikuti Andini Putri Anatasya di peringkat ke-22, Dewika Mulya Sova di posisi ke-29, serta Nihayatuzzain Asshofi di urutan ke-42. Pada klasifikasi pembalap muda atau perebutan jersei putih, Ida Ayu menempati posisi keempat, Andini di peringkat ketujuh, dan Nihayatuzzain di urutan ke-14. ICF menyatakan perjuangan tim Indonesia belum berakhir karena para pembalap akan melanjutkan partisipasi pada ajang Biwase Cup 2026 yang digelar pada 10-14 Maret. “Tidak hanya terhenti di Biwase Tour of Vietnam 2026, besok akan siap berlanjut di BIWASE Cup 2026,” demikian pernyataan ICF.

ASEAN BMX Racing Cup: Rafelino Rahendra Sabet Emas!

ASEAN BMX Racing Cup 2025

Atlet BMX, Rafelino Rahendra yang tampil di bawah naungan tim Happy Racing Eings Meubels X Bonero Indonesia sukses membawa pulang emas dalam ASEAN BMX Racing Cup 2025 kategori U23 Putra di Kamol Sports Pars, Thailand, Minggu (7/9). Berdasarkan laman resmi UCI, Senin, Rahendra tampil konsisten dalam tiga run yang berlangsung dengan selalu di posisi terdepan. Dia mengalahkan pembalap tuan rumah Likkasit Phimpha di posisi kedua dan rider asal Korea Selatan Juho Hong yang meraih perunggu. Selain emas, pembalap Indonesia lainnya Firman Alim Candra yang mewakili United Bike juga membawa pulang medali perak di kategori Elite Putra. Dia berada di belakang pembalap Thailand Komet Sukprasert yang meraih emas. Adapun perunggu menjadi milik pembalap tim nasional Indonesia lainnya, Rio Akbar. Khusus untuk Rio, Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) dalam keterangan resminya di media sosial mengatakan medali perunggu merupakan langkah baik untuk dijadikan pembelajaran dalam mempersiapkan event terdekat. “Yaitu Asian BMX Racing Championship 2025 di Jepang pada November mendatang,” demikian keterangan PB ISSI.

Kejurnas Balap Sepeda 2025 Jadi Ajang Strategis Jaring Talenta Muda

Kejuaraan Nasional Balap Sepeda 2025

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Sepeda 2025 sebagai ajang strategis untuk menjaring talenta muda potensial yang dapat mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. “Kejurnas ini adalah agenda penting untuk menjaring dan melahirkan atlet balap sepeda berprestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia,” ujar Listyo dalam keterangan video yang disampaikan pada Minggu. Listyo yang juga menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) itu turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kejurnas, termasuk tuan rumah, panitia, dan sponsor. PB ISSI tahun ini menggelar rangkaian Kejurnas di lima daerah dengan dukungan dari Bank Mandiri. Saat ini tengah berlangsung kejuaraan nasional untuk disiplin road race di Banyuwangi, Jawa Timur pada 27–30 Juni yang diikuti 256 atlet dari 23 provinsi. Setelah itu, ajang berlanjut ke BMX Racing yang akan digelar di Sirkuit BMX Supercross Muncar, Banyuwangi pada 4–6 Juli. Trek ini merupakan lintasan baru berstandar internasional yang dibangun sebagai bentuk apresiasi atas prestasi balap sepeda Indonesia di Asian Games 2022 Hangzhou. Disiplin track akan dilombakan di Jakarta International Velodrome pada 10–13 Juli, dilanjutkan dengan nomor mountain bike (MTB) di Yogyakarta pada 16–19 Juli, serta BMX Freestyle dan Trials di Ciamis, Jawa Barat pada 2–3 Agustus. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB ISSI, Budi Saputra menjelaskan bahwa Kejurnas merupakan platform pemantauan langsung terhadap hasil pembinaan atlet di daerah. Dari ajang ini, PB ISSI akan menyusun basis data atlet untuk seleksi ke berbagai kejuaraan internasional. “Semua atlet terbaik akan kami pantau dan masukkan ke dalam data pool pembinaan prestasi. Ini menjadi dasar seleksi untuk ajang internasional seperti Asian Championship, World Cup, World Championship, hingga multievent seperti SEA Games, Asian Youth Games, dan kualifikasi Olimpiade,” kata Budi melalui ANTARA, Minggu. Budi juga mengungkapkan prestasi balap sepeda Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pencapaian balap sepeda sebagai juara umum SEA Games 2023 Kamboja, raihan medali emas dan perunggu di Asian Games 2022 Hangzhou, serta lolosnya atlet ke Olimpiade Paris 2024 merupakan bukti Indonesia berada di jalur yang benar. “Kejurnas ini menjadi pijakan penting untuk menjaga momentum tersebut. Kami ingin terus melahirkan atlet-atlet muda yang bisa bersaing di level dunia,” ujar Budi.

Jakarta Cycling Challenge 2024: Ajang Cari Bibit Atlet Muda

Pagelaran Jakarta Cycling Challenge 2024 jadi ajang pembibitan menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025 di Sumatera Utara. Berlangsung tiga seri! Jakarta Cycling Challenge 2024 diketahui merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta dengan Pengurus Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) DKI Jakarta. Setelah digelar 27 Oktober 2024, event balap sepeda ini bakal berlanjut November mendatang. Adapun event tersebut bagian dari upaya pembinaan prestasi, edukasi, serta eksistensi olahraga sepeda di Jakarta. Sekaligus menyediakan hiburan keluarga. Di gelaran pertamanya tersebut, tercatat sekitar 120 peserta yang terlibat dalam seri perdana yang mempertandingkan nomor BMX Race Open. Mereka tampil di 14 nomor pertandingan, mencakup berbagai kelompok umur. Itu adalah KU23 (Putra/Putri), KU 17-18 (Putra/Putri), KU 15-16 (Putra/Putri), KU 13-14 (Putra/Putri), KU 11-12 (Putra/Putri), KU 9-10 (Putra/Putri), dan KU 7-8 (Putra/Putri). Ketua Umum ISSI DKI Jakarta, Novian Herbowo, mengatakan Jakarta Cycling Challenge 2024 menjadi wadah talent scouting bagi atlet muda yang berlatih di pusat pelatihan seperti Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMON) dan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP). “ISSI DKI Jakarta berharap kegiatan ini dapat meningkatkan jumlah atlet potensial di cabang BMX Race, mengingat saat ini ISSI DKI hanya memiliki dua atlet unggulan BMX Race Putri, yaitu Shahnaz dan Stellina,” kata Novian dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/10/2024). “Jakarta Cycling Challenge akan berlangsung dalam tiga seri pada 2024, yang akan dilanjutkan November yang menambahkan konsep night race,” ujarnya. Novian menambahkan, keberagaman nomor yang dipertandingkan dapat memperkaya pengalaman tanding dan mencetak atlet-atlet sepeda potensial dari berbagai disiplin, mengingat balap sepeda termasuk dalam cabang prioritas Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Sementara itu, Kepala Bidang Prestasi Dispora DKI Jakarta, Lucky Prasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah event kedua yang diselenggarakan oleh Pengprov ISSI DKI Jakarta bersama Dispora DKI Jakarta. “Penyelenggaraan event ini sangat bermanfaat karena tahun depan akan dilaksanakan POPNAS 2025 di Sumatra Utara, dengan kelompok usia peserta yang sesuai dengan Jakarta Cycling Challenge, sehingga mempermudah seleksi atlet,” ujar Lucky. Sumber: Detiksport

Pandu Satrio Perkasa Raih Emas Asia Mountain Bike di Malaysia

Sejarah baru ditorehkan atlet balap sepeda Kota Batu, Pandu Satrio Perkasa, atlet ISSI Kota Batu yang kini memperkuat Timnas Indonesia berhasil meraih medali emas kategori Men Junior di kancah Asia Mountain Bike Championship tahun 2024 yang digelar di Taman Cabaran Putrajaya, Malaysia tanggal 7 hingga 13 Mei 2024. Pandu mengulang kembali kesuksesan yang pernah diraih pelatihnya, Hildan Afos Katana. Jika tahun 2009 lalu Afos Katana meraih medali perak dalam Asia Mountain Bike Championship tahun 2024 ini. Pandu Satrio Perkasa meraih juara emas di kancah yang sama. Siswa SMAN 2 Kota Batu ini, berhasil jadi jawara di kategori Men Junior dengan catatan waktu 1:12.483 dibuntuti pembalap Thailand dan Taipei. “Sejarah baru, 15 tahun kami menunggu momen membahagiakan ini, Alhamdulillah, selamat untuk Pandu,” ujar Hildan Afos Katana. Pelatih yang pernah meraih medali emas nomor Downhill di Sea Games Naypyitaw tahun 2013 menjelaskan bahwa pada even yang sama pada tahun 2009 ia meraih medali Perak. Kesuksesan ini diulang dan ditingkatkan grade nya oleh Pandu dengan meraih medali emas. Selain itu Afos menilai, kemenangan ini akan semakin membuat moncer Pandu dalam meniti kariesnya di dunia balap sepeda nomor Downhill. Karena pada momen ini, Pandu bertemu untuk pertama kali dengan lawan-lawan balapnya. “Nanti sampai Men Elite, mereka akan terus bertemu, awal yang baik,” ujar Afos. Menurut Afos dalam kejuaraan ini, Pandu masuk dalam Timnas Balap Sepeda. Dalam even Asia Mountain Bike Championship tahun 2024 ini, Indonesian Cycling Federation (ICF) mengirimkan 14 atlet dan 4 official. Pandu berlaga di nomor Downhill bersama enam atlet Timnas dari berbagai daerah. “Alhamdulillah saya baru pertama kali ini mengikuti even ini, Alhamdulillah diberikan kelancaran, berkat doa dan dukungan semuanya, saya berhasil meraih juara di nomor Men Youth,” ujar Pandu. Berbagai persiapan dilakukan Pandu bersama tim termasuk melahap semua porsi latihan yang diberikan pelatih, hingga akhirnya Pandu berhasil meraih medali emas. Sumber: Times Indonesia

Diguyur Hujan Semalaman Stage 7 Tour de Langkawi 2022 Dibatalkan

Akibat hujan deras yang turun pada 16 Oktober balapan Tour de Langkawi etape ketujuh terpaksa dibatalkan. Sebagai gantinya panitia telah menyetujui etape delapan dengan rute Kuah-Kuah akan diganti menjadi etape ketujuh. “Menindaklanjuti rapat dengan otoritas setempat, termasuk di dalamnya Road Works Department, Langkawi District Office dan Langkawi District Traffic Safety Committee, diputuskan bahwa etape ketujuh dengan puncaknya di Gunung Raya dibatalkan demi keselamatan pebalap, tim, panitia balap, dan publik.” Demikian keterangan organiser. Pembatalan ini dipicu oleh adanya longsor di empat titik yang berlokasi di Gunung Raya. Empat titik tersebut adalah Kampung Teluk Yu, Kampung Kilim dan Kampung Telaga Ayer Hangat, Kampung Belanga Pecah di Kuah Bukit Kemboja dan Sungai Melaka di Padang Matsirat dan Empangan Padang Saga di Ulu Melaka. Etape berikutnya pada 17 Oktober akan dimulai pada pukul 2.00 pm dan diperkiran selesai pada pukul 4.30 pm. Sumber: www.ltdlangkawi.my

Bernard Van Aert Ukir Tembus Kejuaraan Dunia Trek 2022, Ukir Sejarah Balap Sepeda RI

Bernard Van Aert Ukir Tembus Kejuaraan Dunia Trek 2022, Ukir Sejarah Balap Sepeda RI

Pebalap sepeda, Bernard Benyamin Van Aert, berhasil mengukir sejarah. Ia menjadi pebalap Indonesia pertama yang lolos dari kualifikasi UCI Track World Championships 2022. Hal itu disampaikan Manajer Timnas Balap Sepeda Indonesia, Budi Saputra, yang menyebut serangkaian prestasi yang diraih Bernard lah yang membuatnya berhak atas tiket ke Kejuaraan Dunia Trek yang akan diselenggarakan di Saint-Quentin en Yvelines, Prancis, 12-16 Oktober mendatang. Bernard menjadi satu dari 24 pebalap sepeda di dunia yang memenuhi syarat tampil dalam ajang bergengsi tersebut untuk nomor Men’s Elite Omnium. “Pertama kali dalam sejarah balap sepeda Indonesia, atlet kita lolos murni dari poin kualifikasi bukan lolos karena wildcard. Bernard berhasil masuk dalam 24 besar dunia yang berhak bersaing di Track World Championship 2022,” kata Budi dalam keterangan resmi yang dikutip dari detikSport, Minggu (4/9/2022). Sepanjang musim 2022, Bernard yang berusia 25 tahun ini memang tampil impresif, khususnya untuk nomor Omnium sehingga berhasil menempati peringkat 14 dunia dengan mengantongi 1.310 poin. Pencapaian terbaru Bernard ialah meraih medali perak di nomor Men’s Elite Omnium Track Asia Cup 2022 atau Piala Asia Cup di Suphan Buri, Thailand, 26-30 Agustus lalu. Sebelum di Thailand, Bernard van Aert juga meraih prestasi serupa dengan finis di posisi kedua dalam seri UCI Track Nations Cup 2022 di Cali, Kolombia pada 7-10 Juli. Kemudian masuk lima besar dalam ajang Elite and Junior Asian Track Cycling Championships yang bergulir di New Delhi, India pada 18-22 Juni. Serangkaian hasil tersebut membuat Bernard berhak tampil di Kejuaraan Dunia Trek 2022. Lantas bagaimana kesiapannya menuju Kejuaraan Dunia yang menyisakan waktu kurang lebih dua bulan? Bernard mengatakan dalam satu bulan ke depan ini mengatakan akan lebih mematangkan diri lagi. “Sejauh ini belum ada jadwal pertandingan sebelum Kejuaraan Dunia Trek 2022. Yang pasti saya akan meningkatkan latihan lagi. Saya akan berusaha tampil maksimal di Paris nanti,” ujar Bernard yang juga menargetkan lolos kualifikasi Olimpiade Paris 2024 ini. Kepala Pelatih Timnas Balap Sepeda Indonesia, Dadang Haries Poernomo juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, segala persiapan yang menjadi kebutuhan atlet terus dilakukan. “Selanjutnya adalah persiapan. Kalau melihat dari kebutuhan latihan dan kemampuan untuk latihan sekarang dari volume sudah cukup, intensitas juga sudah banyak dilakukan. Mungkin tambahannya di strength conditioning dengan item-item untuk mendukung performa Bernard di Kejuaraan Dunia nanti,” kata Dadang.

Pembalap Sepeda asal Pontianak Cetak Sejarah untuk Indonesia di Kolombia

Pembalap Sepeda asal Pontianak Cetak Sejarah untuk Indonesia di Kolombia

Pembalap sepeda asal Pontianak, Kalimantan Barat, Bernard Benyamin Van Aert, berhasil mengukir sejarah, saat meraih medali perak di ajang Omnium Race Nations Cup, mewakili Indonesia, di Kolombia. Saat ditemui, Bernard mengatakan, mencetak sejarah baru untuk Indonesia adalah babak baru yang harus ia pertahankan. Ia masuk peringkat kedua, dengan poin yang berbeda tipis dari juara pertama, yang diraih atlet asal Italia. Bernard meraih 114 poin, di bawah juara pertama, dengan jumlah 116 poin. “Awalnya saya cuma ingin lihat, gimana cara balapan di sana (ajang internasional). Cari pengalaman. Intinya, saya percaya diri, walaupun di awal ada rasa takut, karena pembalapnya ramai. Ada 25 orang, padahal biasanya saya ikut lomba, paling banyak itu 16 sampai 17 orang saja yang balap,” kata Bernard, Kamis, 28 Juli 2022, dikutip dari Hi!Pontianak. Ia mempersiapkan latihan balap yang matang di Yogyakarta selama satu tahun lebih, dengan berbagai macam track yang dilalui. Mulai dari jalan raya, jalan menanjak, hingga track bukit-bukit tinggi. Bernard dibawa oleh club Mula Cycling ke Kolombia mewakili Indonesia. Ada 3 orang perwakilan dari Indonesia, di antaranya atlet dari Pontianak, Jawa Tengah, dan Bandung. Ia berangkat ke Kolombia pada 3 Juli 2022, hanya sempat menyesuaikan diri dari lingkungan dalam waktu empat hari, langsung ikut pertandingan tersebut. Sebelumnya, di hari pertama Bernard mengikuti balap kategori Medison, dengan rekannya asal Jawa Tengah. Ia mendapat peringkat ke 9 dalam kompetisi tersebut. Keesokan harinya, ia mengikuti balap kategori Omnium Race. Persaingan sangat ketat pada race ke 4 atau pada race terakhir. Bernard mengatakan ini adalah pengalaman baru, pada race final ia mencapai 100 lap. “Race pertama itu 35 lap, sekitar 25 kilometer, race kedua juga sama. Race ketiga itu tergantung para peserta, dan race keempat itu sistemnya point. Kemarin sampai 100 lap, kurang lebih sampai 28 menit di 100 lap itu,” ungkapnya. Bernard sempat menduduki posisi pertama pada pertengahan race terakhir, namun dikejar oleh pembalap asal Italia. Saat menonton siaran ulang, Bernard mengakui masih banyak kesalahan yang dilakukan. Dari inilah ia dapat memperbaiki kualitas diri untuk kompetisi berikutnya. “Awalnya takut, kayak baru main sepeda ramai nih. Pertengahan race mulai coba berani maju ke depan, terus sprint terakhir saya percaya diri dan bisa. Target awal saya cari point untuk World Champ, menyelesaikan tiap race. Sempat di posisi nomor 1, itu pertengahan race terakhir,” katanya. Berbagai kesulitan yang ia hadapi, mulai dari Bernard belum mengetahui situasi jam terbang pesepeda antar dunia, dan waktu adaptasi yang kurang. Namun kesulitan tersebut dapat ia lewati hingga mendapat medali perak pada ajang dunia tersebut. “Targetnya saya mau lolos ke World Championship, di Paris. Itu bulan Oktober 2022. Kalau event terdekat ini di Korea, balapan track juga, untuk cari point,” ucap Bernard. Tak hanya ke Kolombia. Sepulang dari sana, Bernard marathon langsung terbang ke Jawa Timur, untuk kembali balap mengikuti Kejuaraan Nasional di Banyuwangi, untuk mewakili daerah Kalimantan Barat. Dalam kejuaraan nasional tersebut, ia kembali mendapatkan medali perak. Walaupun kurang istirahat, dan kurang berlatih untuk perlombaan tersebut, namun Bernard dapat memberikan prestasi yang luar biasa. “Setelah dua hari, langsung ke Banyuwangi, ikut kejuaraan nasional, nomor 2 Juara Nasional. Kemarin buat istirahat aja gak ada, belum ada tidur 2 hari. Saya mewakili Kalbar, itu ada 10 lap, sekitar 30 kilometer,” paparnya Bernard menceritakan, ia meniti karier sebagai seorang atlet balap sepeda sejak 2010. Namun pada 2016 awal ia masuk ke program pelatihan nasional (pelatnas) muda di pusat. Dan kemudian bergabung di Mula Cycling, Yogyakarta. “Selama ini saya tinggal di Yogyakarta, dengan tim Mula Cycling. Jadi atlet dari 2010, masih SMP. Ditarik nasional tahun 2016 awal, jadi Pelatnas muda. Saya kemarin 6 hari latihan aktif, 1 hari istirahat. Latihan itu 6 sampai 7 jam, tergantung program-programnya,” jelasnya. Selama mengikuti marathon perlombaan di bulan Juli 2022 ini, Bernard dibiayai oleh klub dan suporter lainnya. Ia berhadap, dalam hal ini pemerintah, khususnya Provinsi Kalbar, dapat memberikan dukungan, terlebih kepada atlet-atlet muda yang berprestasi. “Semoga dengan prestasi saya ini, mendapatkan juara dunia, harapan saya buat semangat adik-adik kita di Indonesia, terutama di daerah Kalbar. Semoga semakin ada perhatian dari daerah, untuk support adik-adik kita, supaya mereka lebih semangat. Lebih ke perhatiannya juga. Kalau dilihat, kemampuannya mereka sangat bisa bersaing di dunia. Hanya butuh perhatian dan pembinaan dari pemerintah,” tukasnya.

Kejurnas BMX 2022 Resmi Dimulai Besok, Pencarian Atlet Level Junior Dimulai

Kejurnas BMX 2022 Resmi Dimulai Besok, Pencarian Atlet Level Junior Dimulai

Tak kurang dari 103 atlet BMX dari berbagai daerah mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX 2022 atau BMX National Championship di Jakarta International BMX, Pulomas, Jakarta, Sabtu (26/3/2022). Jawa Barat menjadi provinsi paling banyak mengirim wakil yakni 34 atlet dalam agenda pertama Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI) pada tahun 2022 tersebut. Jawa Tengah mengirim wakil kedua terbanyak dengan 23 atlet, disusul Yogyakarta15 atlet, DKI Jakarta dan Jawa Timur sama-sama mengirim 11 atlet, Sumatera Utara mengirim lima atlet, Nusa Tenggara Barat dua atlet, Bangka Belitung dan Kalimantan Timur masing-masing satu atlet. Mereka bakal berlomba pada sejumlah kategori mulai dari Elite (putra dan putri), U-23 (putra dan putri), Junior (putra dan putri), Challenge 15-16 (putra dan putri), serta Challenge 13-14 (putra dan putri). Pelatih timnas BMX Indonesia, Ari Kristanto mengatakan BMX National Championship menjadi kesempatan atlet di daerah untuk unjuk gigi. Itu karena, menurutnya ajang ini bisa menjadi jalan bagi atlet di daerah untuk masuk skuad pemusatan latihan nasional (pelatnas). “Kami akan memantau penampilan atlet mulai dari kategori elite hingga challenge. Atlet di daerah masih punya peluang untuk bisa bergabung dengan pelatnas bila menunjukkan konsistensi pada Kejurnas. Kami akan memberikan kesempatan. Semakin banyak pilihan atlet tentunya akan semakin kompetitif,” kata Ari di Jakarta, Jumat (25/3/2022). Ari juga mengungkapkan akan melakukan pemantauan untuk atlet junior dan yang turun di kategori challenge. “Ini dilakukan untuk menjaga regenerasi. Jadi kami juga mencari atlet untuk level junior. Kami harus pantau agar regenerasi tidak terputus. Jadi ini adalah kesempatan bagi atlet di daerah,” kata Ari. Saat ini, pelatnas BMX sendiri dihuni tujuh atlet yakni Muhammad Alfauzan (Men Junior), Aditya Fajar Putu Soekarno (Men U-23), Yussi Wakhidur Rizal (Men Elite), Fasya Ahsana Rifki (Men U-23), I Gusti Bagus Saputra (Men Elite), Amellya Nur Sifa (Women U-23), dan Jasmine Azzahra Setyobudi (Women Junior).Mereka semua juga bakal turun di Kejurnas BMX 2022 dengan membela daerah masing-masing. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB ISSI, Parama Nugroho, mengatakan Kejurnas BMX 2022 adalah ajang untuk menjaring bibit atlet baru potensial. “Kejurnas adalah agenda tahunan PB ISSI. Ini adalah salah satu cara untuk mencari bibit baru. Untuk kategori usia 13, 14, 15, dan 16 tahun ini adalah bagian penting menuju Youth Olympic. Tentu untuk mempersiapkannya membutuhkan kompetisi di usia-usia tersebut,” kata Parama. “Tujuannya, agar terus berkesinambungan dan tidak ada gap antar atlet. Artinya regenerasi jangan sampai terputus. Kami terus upayakan kompetisi terus berjalan agar ada bibit pelapis dari atlet senior,” kata Parama Nugroho menambahkan. Menurut Parama, BMX menjadi disiplin paling penting dalam pembinaan olahraga balap sepeda. Banyak atlet pelatnas dari berbagai disiplin lainnya yang memulai karier dari disiplin BMX. UCI mengatur kategori usia BMX Racing dimulai dari lima tahun. “Kejurnas BMX kali ini juga melombakan kategori U-23, di mana atlet yang turun pada kategori tersebut juga bisa turun di kategori Elite. Sehingga ada masa transisi dari Junior ke Elite,” kata Parama.

PB ISSI Bakal Jaring Atlet Baru Potensial Pada Kejurnas BMX 2022

PB ISSI bakal jaring atlet baru potensial pada Kejurnas BMX 2022

Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) bakal menjadikan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX 2022 yang akan bergulir di Jakarta International BMX, Pulomas, pada 26 Maret sebagai ajang untuk menjaring bibit atlet baru potensial. Sekretaris Jenderal PB ISSI, Parama Nugroho, mengatakan Kejurnas BMX 2022 bakal melombakan sejumlah kategori seperti Elite (putra dan putri), U-23 (putra dan putri), Junior (putra dan putri, Challenge 15-16 (putra dan putri), serta Challenge 13-14 (putra dan putri). “Kejurnas adalah agenda tahunan PB ISSI. Ini adalah salah satu cara untuk mencari bibit baru. Untuk kategori usia 13, 14, 15, dan 16 tahun ini adalah bagian penting menuju Youth Olympic. Tentu untuk mempersiapkannya membutuhkan kompetisi di usia-usia tersebut,” kata Parama Nugroho kepada ANTARA, Sabtu. “Tujuannya, agar terus berkesinambungan dan tidak ada gap antar atlet. Artinya regenerasi jangan sampai terputus. Kami terus upayakan kompetisi terus berjalan agar ada bibit pelapis dari atlet senior,” Parama Nugroho menambahkan. Menurut Parama, BMX menjadi disiplin paling penting dalam pembinaan olahraga balap sepeda. Banyak atlet pelatnas dari berbagai disiplin lainnya yang memulai perjalanan karier dari BMX. PB ISSI menargetkan 150 peserta dari semua provinsi di Tanah Air ikut berkompetisi. Pendaftaran masih dibuka dan akan berakhir pada 20 Maret. “Kami berharap semua provinsi dapat mengirimkan atlet karena BMX ini adalah disiplin yang bisa dikatakan sebagai awal dari pembinaan balap sepeda. Atlet yang tergabung di tim nasional, rata-rata berawal dari BMX,” kata Parama. PB ISSI terus melakukan persiapan jelang berlangsungnya Kejurnas BMX 2022. “Persiapan cukup lancar dan saat ini kami tengah inspeksi lapangan untuk melihat lintasan apakah ada yang perlu diperbaiki atau tidak. Kemudian juga persiapan kami terkait perizinan dan lainnya seperti perangkat perlombaan,” pungkas Parama.

Komunitas XBC BMX Academy Rajin Beri Bimbingan Atlet Muda

Komunitas XBC BMX Academy Rajin Beri Bimbingan Atlet Muda

Berlatih untuk meraih prestasi tidak mengenal arti lelah. Seperti yang dilakukan Komunitas XBC BMX Academy di Sirkuit Velodrome, Sawojajar Kota Malang. Komunitas ini memberikan pelatihan kepada atlet BMX usia dini untuk bersiap masuk pusat latihan cabang (Puslatcab) Kota Malang. Pelatih XBC BMX Academy, Ahmad Victoria menuturkan, komunitasnya mewadahi atlet yang berusia dari lima sampai dua belas tahun. Pihaknya, memberikan wadah para atlet untuk menggali potensinya di olahraga BMX ini. “Kami mewadahi usia dini, mencari bakat, menggali potensi. Akan disaring ke Puslatcab, untuk persiapan Porprov saat mereka usia 14 tahun nanti,” kata Ahmad Victoria, Minggu (6/3). Saat latihan, para raiders XBC menaklukkan berbagai rintangan di arena balap. Selain itu, mereka juga dikenalkan teknik dasar BMX untuk mengarah ke profesional, ada bimbingan track yang diberikan setelah teknik dasar dikuasai Tak hanya itu, para riders juga diberi materi mengenai ketahanan, simulasi, dan ketangguhan mental yang diharapkan mampu memunculkan jiwa petarung. “Simulasi kompetisi BMX juga dilatih, untuk mengenali arena sirkuit,” imbuh Ahmad, yang melatih setiap Selasa, Kamis dan Sabtu. Dia juga berharap ada peran orang tua atlet yang mendukung potensi anaknya di bidang olahraga ekstrem ini. Sehingga anak diharapkan tidak terjerumus pada kenakalan remaja yang bersifat negatif. Mengarahkan anak-anak pada kegiatan yang bermanfaat, salah satunya di komunitas BMX, dimana hobi tersalur, prestasi juga terwadahi. Sementara itu, salah satu raider berusia 10 tahun Vaza Aisyah Rachma mengaku, senang bisa ikut komunitas BMX. Berharap dapat menjadi atlet, mewakili Kota Malang, dan membanggakan keluarga. “Sudah hobi, dari 5 tahun sudah latihan. Diajarkan teknik bertahan dan ingin masuk Puslatcab,” ucap Vaza, siswi kelas 5 di salah satu Sekolah Dasar Kota Malang.

Keren! Pembalap Sepeda Indonesia Tembus 10 Besar di Kejuaraan Level Dunia

Keren! Pembalap Sepeda Indonesia Tembus 10 Besar di Kejuaraan Level Dunia

Atlet Indonesia meraih pencapaian yang patut dibanggakan di kejuaraan balap sepeda kelas internasional bertajuk Manavgat Side Junior UCI 2.1, Tim AS Monsters menduduki peringkat 10 besar. Pada balapan yang digelar di Turki pada 3-4 Maret 2022, tim AS Monsters digawangi oleh lima orang pembalap yaitu Julian Abimanyu, Muhammad Syelhan Nurrahmad, Davian Josef Lomboan, Syarif Hidayatullah, dan Rajasa Khamadeva. Sport Director ASC Monsters Indonesia, Handika, sangat bersyukur dengan kemenangan yang diraih. Hal ini juga semakin membanggakan karena sebagai klub sepeda yang masih sangat muda, pencapaian inni merupakan awal yang sangat baik. “Tentunya kami sangat bangga dengan prestasi yang berhasil diraih para atlet junior ASC Monsters ini. Selain karena telah turut mengharumkan nama Indonesia di Turki, prestasi ini juga diraih dengan penuh perjuangan, terutama karena para pesertanya sendiri sangat kompetitif dan sudah biasa langganan juara di Eropa,” ujarnya. “Selain itu, ASC Monsters Indonesia juga sebuah klub balap sepeda junior yang terbilang sangat baru di Indonesia, kurang lebih 1 tahun namun sudah mampu bersaing dengan atlet kelas internasional. Jadi ini merupakan pencapaian yang luar biasa,” katanya. Handika menyebut, pencapaian ini melampaui target awal di peringkat 20 besar. Para atletnya akan terus menjalani pemusatan pelatihan demi meningkatkan performa, hingga bisa terus mencetak prestasi di masa depan. “Sebenarnya target di awal hanya masuk 20 besar karena ini event sepeda Eropa pertama untuk ASC Monsters, jadi targetnya melatih mentalitas mereka di level yang lebih tinggi, namun ternyata berhasil menduduki peringkat 7 besar,” ucapnya. “Ke depannya para atlet akan menjalani pemusatan pelatihan untuk terus mengikuti kompetisi balap sepeda di Polandia dan beberapa negara Eropa lainnya. Lalu pada kesempatan ini, kami juga ingin berterima kasih kepada seluruh teman dan kerabat atas dukungannya, dan terutama kepada pembina kami Pak Ahmad Sahroni (Anggota DPR) atas berbagai dukungannya,” ungkapnya. Sahroni menyampaikan rasa kepada para atlet binaannya tersebut. Dia menyebut, dirinya akan terus berkomitmen untuk mendukung para atlet dalam mencetak prestasi, hingga ke level elit dunia. “Saya tentunya sangat bangga dengan pencapaian ini, dan saya juga berkomitmen untuk terus mendukung mereka sampai ke level elit dunia,” ujar Sahroni.

Punya Tekad jadi Juara Nasional, Fajar Gigih Berlatih

Punya Tekad jadi Juara Nasional, Fajar Gigih Berlatih

Satu lagi atlet sepeda muda asal Sulawesi Utara (Sulut). Namanya Ahmad Fajar Ghassani. Atlet muda ini tercatat masih mengenyam pendidikan di bangku kelas 2 SMA. Fajar, sapaan akrabnya, tercatat sebagai atlet sepeda Sulut yang sukses meraih juara di banyak perlombaan sepeda. Mulai dari, juara 3 di Tour de Tomohon 2021 dalam rangka Tomohon Internasional Flower Festival, juara 3 BSG Uphill Challenge yang diselenggarakan oleh BSG dalam rangka HUT ke 60, yang menempuh rute sejauh 60 KM dengan tanjakan yang luar biasa. Yakni, melewati RingRoad II-Koka- Kembes-Tondano dan jalan Rurukan-Kumelembuai. Dia pun menjadi juara pertama di Masoso Race 2021 dengan rute 73 KM yang diselenggarakan oleh Pemkab Minut bersama dengan Lintas Komunitas Sepeda Sulut Peloton Membara dalam rangka HUT Minut ke 18 Tahun. Juara 4 Ride into 2022 Peloton Membara dan sebagai finisher pertama dalam ivent Likupang Dualthlon 2021 juga sebagai finisher di event Tour Gorontalo Manado. Dia juga telah mengikuti lomba di luar daerah yaitu Tour de Banggai 2021 di wilayah Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Banggai yang dilaunching oleh Bupati Banggai di RTH Teluk Lalong dan berhasil sebagai juara 3. Segudang prestasi ini dicapainya dengan latihan dan kerja keras yang tidak mudah. Selain itu dukungan dari keluarga, teman dan coach menjadi bagian dari kesuksesan ini. Ketua ISSI Sulut, Revino Pepah mengapresiasi semangat para anak muda dalam bersepeda. Dia menuturkan, dengan bersepeda akan mengkampanyekan gaya hidup sehat di tengah pandemi Covid-19. “Untuk para anak muda tetaplah berprestasi sambil mengharumkan dan mempromosikan daerah Sulut,” pesannya. Sumber: Manado Post

Sosok Dara Latifah, Pebalap Sepeda Muda Sarat Prestasi

Sosok Dara Latifah, Pebalap Sepeda Muda Sarat Prestasi

Dara Latifah merupakan seorang atlet balap sepeda yang baru saja meraih medali emas di ajang Kejurnas Balap Sepeda ICF Nasional Championship 2021, kelas Women Junior National Championship, di Garut Jawa Barat, pada 23 – 27 Oktober 2021 lalu. Ia mengatakan, prestasi itu merupakan hasil kerja kerasnya selama latihan. Meski masih muda, rupanya gadis yang akrab disapa Dara ini sudah terjun ke cabang olahraga (cabor) sejak masih duduk di bangku SMP. Dara mengisahkan bagaimana ia bisa terjun di cabor ini. “Sejak tahun 2017, tapi fokus nya di 2018. Awal nya main dan gabung sama anak sepeda lainnya itu biasa aja. Tapi pertama kali diajak balapan sepeda tuh rasanya nagih,” katanya, Minggu (31/10/2021), dilansir Tribun Medan. Lanjutnya, setelah memutuskan untuk menyeriusi cabor ini, Dara pun memilih masuk klub sepeda RBC Medan, kemudian pindah ke klub Wikawiki. “Dulu main BMX cross, latihan nya ya di Tuasan Jalan Pancing,” ujarnya. Akunya, untuk aktif di dunia balap sepeda ia termotivasi oleh keluarga dan seniornya saat di klub Wikawiki. Disinggung mengenai apakah ada larangan dari keluarga, Dara mengatakan, ia sempat tidak diizinkan. Keluarganya menilai, mengikuti balap sepeda merupakan cabor yang agak berbahaya bagi perempuan. “Awalnya aja kayak rada takut gitu, karena anak cewe nya suka olahraga gituan. Heheh. Saya hanya bilang ke orang tua, kalau mau sukses harus ngelewatin beberapa rintangan dan ngejalanin proses,” ucapnya. Diakui Dara, Terjun di dunia balap sepeda memiliki dinamika tersendiri. Apa lagi mengingat ia merupakan seorang wanita. “Karena perasaan nya berubah-ubah, kadang seneng banget, kadang juga takut sama lawan dan track yang lumayan ekstrim buat cewek,” ujarnya. Lebih jauh, atlet binaan ISSI Sumut ini menyebutkan, bagi seorang perempuan, terjun di cabor balap sepeda merupakan suatu hal yang biasa. Serupa dengan idola nya di cabor itu, Jolandanef dan mantan atlet nasional, Kusmayati Yazid. Meski seorang perempuan, kedua atlet tersebut bisa berprestasi hingga ajang internasional. “Kalau dari Kusmayati Yazid, aku ambil dari teknik balapan dan cara berpikirnya dia buat maju dan raih prestasi,” katanya. Mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan, Jurusan PKO, angkatan 2021 Unimed ini pun berharap, kompetisi dan program pembinaan balap sepeda, mesti ditingkatkan di Sumatera Utara. “Karena banyak sparing partner nya dan lokasi nya emang paling mantep buat kita kuat di Jawa. Di Sumut susah, engga ada sparing partner anak mtb nya. Terus lokasi buat latihan gak pas, karena kalau kita latihan lebih bagus di ketinggian,” ujarnya. Biodata: Nama: Dara Latifah Tempat Tanggal Lahir: Medan,18 April 2003 Asal: Medan, Sumatera Utara Cabor: Balap Sepeda Prestasi: 1. Juara 3 event MTB XCO di Langsa tahun 2018 2. Juara 1 event enduro di Padang tahun 2019 3. Juara 1 event enduro di Batam tahun 2019 4. Juara 2 event BMX internasional Banyuwangi tahun 2019 5. Juara 1 event enduro di Malaysia tahun 2019 6. Juara 1 event MTB XCO di Kaldera Bikepark danau Toba tahun 2021 7. Juara 1 Enduro di ICF national champhionship tahun 2021

Atlet Muda Indonesia Ukir Sejarah Lolos ke Final Piala Dunia BMX 2021

Atlet Muda Indonesia Ukir Sejarah Lolos ke Final Piala Dunia BMX 2021

Atlet Indonesia kembali mengharumkan nama negara di luar negeri. Kali ini, giliran Amellya Nur Sifa yang mencatatkan sejarah dengan menembus final Piala Dunia BMX 2021 atau UCI BMX Supercross World Cup yang bergulir di Sakarya, Turki, Minggu 31 Oktober 2021. Sekadar informasi, Indonesia seharusnya mengirimkan empat wakil untuk Piala Dunia BMX 2021. Selain Sifa, ada Jasmine Az-Zahra, Aditya Fajar Putu Soekarno, dan Muhammad Alfauzan. Namun, Fauzan mengalami cedera di Belanda sehingga hanya tiga wakil Indonesia yang beralga di Piala Dunia BMX 2021. Di antara mereka, Sifa mampu mengukir prestasi yang luar biasa. Sifa yang turun di ketegori U-23, finis kelima pada awal lomba dengan catatan waktu 41,292 detik. Akan tetapi, dia mampu bangkit pada ronde kedelapan sehingga langsung lolos ke semifiinal setelah finis kedua dengan catatan waktu 41,358 detik pada kesempatan terakhir. Laju impresif Sifa berlanjut di semifinal. Tampil di heat dua, Sifa menunjukkan kemampuan terbaiknya sehingga bisa finis ketiga dengan catatan waktu 40,425 detik. Sifa pun lolos ke final untuk bersaing dengan tujuh atlet lainnnya dari berbagai negara. Di final, Sifa sayangnya hanya finis keenam usai mencatatkan waktu 40,648 detik. Sementara itu, gelar juara pun jatuh ke wakil Prancis, Lea Bridjonc, yang finis pertama dengan catatan waktu 38,676 detik. Sifa mungkin gagal menjuarai Piala Dunia BMX 2021. Akan tetapi, aksinya sungguh luar biasa. Bagaimana tidak, dia adalah atlet Indonesia pertama yang menembus final Piala Dunia BMX. View this post on Instagram A post shared by AMELLYA NUR SIFA (@amellyanur_sifa) Meski seharusnya masuk dalam kategori junior, Sifa mampu bersaing di U-23. Hal itu membuktikan kehebatan Sifa dalam mengendarai sepeda BMX. Prestasi Sifa pun dipuji oleh Kepala BIdang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI). “Sejarah untuk BMX Indonesia dari Amellya Nur Sifa setelah hanya mencapai semifinal di World Cup round 5, 6, dan 7, akhirnya di World Cup round 8 bisa masuk final dan makin meningkat skill-nya,” kata Budi, dikutip dari Antara, Senin (1/11/2021). Budi pun menyatakan PB ISSI akan terus melatih atlet BMX Indonesia sebaik mungkin. Alhasil, mereka bisa berprestasi di level dunia untuk mengharumkan nama Indonesia. “Mereka terus kami siapkan dan matangkan performance dan jam terbang berlomba di level dunia. Terima kasih, kepada Bapak Ketua Umum PB ISSI atas support dan dukungannya,” tutur Budi.

Kejurnas Balap Sepeda 2021 Lahirkan Atlet Muda Berbakat

Kejurnas Balap Sepeda 2021 Lahirkan Atlet Muda Berbakat

Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) menyebut sejumlah bibit atlet muda potensial lahir dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Sepeda 2021 di Garut dan Ciamis, Jawa Barat, 23-31 Oktober. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PB ISSI, Budi Saputra mengatakan, sejak hari pertama lomba atlet muda dari berbagai daerah telah menunjukkan talenta yang luar biasa dalam persaingan menjadi juara. “Animo Pengurus Provinsi (Pengprov) pada Kejurnas Balap Sepeda 2021 sangat tinggi dan yang terpenting adalah potensi-potensi atlet muda bermunculan,” kata Budi kepada ANTARA, Selasa. Selain prestasi atlet yang berasal dari Pulau Jawa, sambung Budi, yang membuat PB ISSI senang adalah keberhasilan tim Kalimantan Selatan menjuarai nomor Cross Country Team Relay (XCR). Dalam lomba tersebut, Rizaldi Ashshadiqqi Ridha, Ramadhana, Nanda Nur Apriliyani, dan Yunia Angelly Syahdat meraih medali emas seusai membukukan catatan waktu 16 menit 10,875 detik. Kalimantan Selatan mengalahkan tim Jawa Timur dan Jawa Barat yang masing-masing meraih perak dan perunggu. “Potensi atlet daerah keluar semua setelah hampir dua tahun tak ada lomba. Terlebih lagi di PON Papua juga tak ikut serta. Semuanya terobati dengan Kejurnas ini,” ujar Budi menambahkan. “Banyak sekali potensi atlet muda, terutama sektor putri bermunculan. Mereka masuk di bank data kami dan akan kami tindak lanjuti untuk proyeksi tiga sampai lima tahun ke depan,” Budi menuturkan. PB ISSI juga bakal menjalankan program pembinaan berkelanjutan alias jangka panjang untuk disiplin balap sepeda. “Kami punya Pelatnas jangka panjang yang sekarang sudah berjalan seperti BMX junior yang sedang lomba di World Cup di Turki,” pungkas Budi.

Tim BMX Junior Indonesia Mampu Menembus Semifinal Kejuaraan Dunia

Timnas BMX junior buat sejarah dengan tembus semifinal Kejuaraan Dunia

Dua dari empat atlet tim nasional BMX junior Indonesia mencetak sejarah dengan menembus babak semifinal dalam 2021 BMX World Championships, Belanda pada 21-22 Agustus lalu. Kedua atlet tersebut adalah Jasmine Azzahra dan Amelia Nur Sifa. Namun, baik Jasmine Azzahra maupun Amelia Nur Sifa belum mampu bersaing di babak final setelah keduanya gagal menempati posisi pertama saat semifinal. Dalam laga semifinal yang berlangsung Minggu (22/8), Jasmine menempati posisi keenam dari delapan peserta yang tergabung dalam Heat 1. Lalu, Amelia finis di urutan kedelapan Heat 2, demikian catatan resmi Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI). Hasil tersebut menjadi catatan sejarah bagi Indonesia sebagai satu-satunya negara Asia yang meloloskan atlet junior putri ke semifinal Kejuaraan Dunia. Sementara itu, dua atlet putra timnas BMX junior, yakni Aditya Putu dan Alfauzan kandas sejak babak penyisihan. Adapun gelar juara kelas men dan women junior masing-masing direbut oleh pebalap Prancis Louison Rousseau dan Mariane Beltrado. Di kelas elite, podium utama Kejuaraan Dunia di Papendal diraih oleh pebalap Inggris Raya Bethany Shriever dan pebalap tuan rumah Niek Kimmann yang sebelumnya memenangi medali emas di Olimpiade Tokyo. Selain berlatih di Belanda, para atlet Indonesia juga diagendakan mengikuti berbagai kejuaraan BMX di Eropa, mulai dari kejuaraan level C1 Series, European Series, hingga World Cup dan World Championships. Usai Kejuaraan Dunia, timnas BMX junior tidak akan langsung pulang ke Tanah Air. Mereka akan bermukim selama tiga tahun di Belanda untuk melanjutkan program pelatihan (staycamp) demi mengumpulkan poin supaya lolos kualifikasi Olimpiade 2024 Paris. Belanda dipilih sebagai tempat pelatihan karena merupakan salah satu negara terbaik di dunia untuk balap sepeda. Pada Olimpiade Tokyo 2020, Negeri Kincir Angin itu meraih medali perunggu di kategori BMX putri dan medali emas BMX putra hanya dengan berlatih di sirkuit supercross mereka di Papendal.

Amelia Nur Sifa Ikuti UCI Championship, Sudah Jalani Training di Belanda

Amelia Nur Sifa Ikuti UCI Championship, Sudah Jalani Training di Belanda

Pembalap sepeda BMX putri Jateng, Amelia Nur Sifa optimistis tampil di UCI 2021 BMX World Championship di Sirkuit BMX Arnhem Papendallaan, Amsterdam, Belanda, Minggu (22/8). Sifa akan turun di kelas Women’s Junior U-18. Sifa bersama tiga atlet Indonesia lainnya yakni Jasmine Azzahra Setyobudi, Soekarno Aditya Fajar Putu, dan Muhammad Alfauzan. Pembalap asal Temanggung itu saat ini berada di peringkat 18 dunia kategori yunior. Wakil Ketua II Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jateng Suma Novendi mengatakan, Sifa menjalani program stay training camp UCI di Belanda sejak 10 Agustus lalu. “Sebuah kebanggan bagi Jateng, atlet BMX mewakili Indonesia turun di kejuaraan dunia,” tutur Suma saat dihubungi, Jumat (20/8). “Bagi Jateng, ini sebuah kesempatan emas. Sifa bisa semakin matang baik teknik maupun mental. Dia bisa belajar banyak di Belanda nanti. Lawan mereka pembalap yunior kelas dunia. Jadi ini kesempatan bagus untuk mendapatkan pengalaman. Jangan bicara target dulu, terpenting mampu tampil semaksimal mungkin,” tutur pengusaha asal Cepu, Blora itu. Tampilnya Sifa, kata dia, menjadi motivasi bagi atlet BMX lain di Jateng. Dengan latihan rutin dan kerja keras, prestasi akan bisa teraih. Suma menilai, Sifa punya potensi yang besar ke depannya. Harapan jauh yakni bisa tampil di Olimpiade Paris 2024. Karena itu, pihaknya akan mendorong dan menjaga Sifa semaksimal mungkin. “Belanda merupakan tempat latihan rider BMX kelas dunia dengan fasilitas latihan kelas internasional. Negara itu punya atlet putri Merel Smulders peraih perunggu olimpiade dan Niek Kimmann peraih emas. Sifa juga menjadi harapan kami di berbagai ajang. Semoga saja PON XXI 2024 nanti, balap sepeda diperlombakan,” ujar Suma. Sumber: Suara Merdeka