All England 2026: Raymond/Joaquin Tembus Semifinal

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melanjutkan kejutan di All England 2026 dengan mengalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang 21-12, 21-18. Raymond/Joaquin ke semifinal jadi wakil Indonesia yang tersisa. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menghadapi unggulan ketiga Liang Wei Keng/Wang Chang (China) pada perempatfinal All England 2026. Laga ini berlangsung di Utilitia Arena, Birmingham, Inggris, Sabtu (7/3/2026) dini hari WIB. Raymond/Joaquin tampil apik sejak awal gim pertama. Mereka mampu unggul 4-2. Liang/Wang sempat mengejar dengan hanya tertinggal satu angka saat 5-6. Indra/Joaquin bisa kembali menjauh dengan mendapat tiga poin beruntun untuk unggul 9-5. Raymond/Joaquin unggul 11-6 saat interval. Selepas interval, Liang/Wang perlahan memangkas jarak angka hingga 15-17. Raymond/Joaquin bermain apik mengimbangi agresivitas Liang/Wang. Ganda putra ranking 17 ini mendapatkan game point saat kedudukan 20-16. Mereka bisa memenangi gim pertama 21-16. Duel sengit di awal gim kedua. Pukulan terukur Indra ke area belakang Liang/Wang mengakhiri rally bikin skor imbang 3-3. Raymond/Joaquin kemudian sempat tertinggal 3-5. Secara luar bisa mereka bangkit untuk berbalik unggul 7-5. Liang/Wang setelahnya banyak membuat kesalahan. Hal ini diamanfaatkan Indra/Joaquin untuk menjauh hingga unggul 11-7 saat interval gim kedua. Raymond/Joaquin langsung bermain agresif usai interval. Hasilnya mereka bisa mendulang dua angka. Raymond/Joaquin terus konsisten. Mereka unggul sembilan angka saat skor 18-9. Smash Raymond yang gagal dikembalikkan Wang bikin pasangan Indonesia mendapatkan match point 20-10. Pengembalian Liang yang melebar bikin Raymond/Joaquin memenangi laga usai mengamankan gim kedua 21-18. Raymond/Joaquin melaju ke semifinal. Mereka jadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di All England 2026.

Tiga atlet surfing Indonesia lolos ke WSL Challenger Series

WSL Challenger Series

Tiga atlet selancar ombak Indonesia, yakni Bronson Meydi, Ketut Agus, dan Dylan Wilcoxen, memastikan diri lolos ke ajang World Surf League (WSL) Challenger Series setelah menutup musim Qualifying Series dengan baik. Pelatih kepala tim nasional surfing Indonesia, Arya Subyakto mengatakan ketiga atlet tersebut berhasil mengamankan tiket ke Challenger Series melalui peringkat regional Asia pada musim lalu. “Untuk bisa masuk Challenger Series mereka harus finis di lima besar Asia di Qualifying Series,” kata Arya dikutip dari ANTARA.. Dari tiga nama tersebut, Bronson Meydi tercatat sudah pernah tampil di Challenger Series pada musim sebelumnya. Sementara Ketut Agus juga pernah mencapai level tersebut, namun tidak dapat melanjutkan kompetisi karena mengalami cedera. Musim 2025, Bronson menjuarai WSL QS 6.000 Siargao di Filipina pada Oktober lalu, sementara Ketut Agus sukses meraih gelar juara dalam QS 6.000 Siheung Korea Open di Korea Selatan pada Juli lalu. Sementara itu, Dylan Wilcoxen menjadi satu-satunya peselancar Indonesia yang baru pertama kali “promosi” ke Challenger Series musim ini. Arya menilai Dylan, yang berusia 16 tahun, tampil mengejutkan sepanjang musim lalu, terutama setelah menjuarai ajang QS level 6.000 di Nias Pro. “Dylan benar-benar mengejutkan tahun ini. Dia menang di Nias di QS 6.000 dan itu membuktikan dia bisa main di berbagai kondisi ombak,” ujar Arya. Menurut Arya, sebelumnya Dylan dikenal sebagai peselancar yang kuat di ombak besar karena berasal dari kawasan Mentawai. Namun, performanya dalam sejumlah kompetisi terakhir menunjukkan ia juga mampu bersaing di ombak yang lebih kecil. Meski demikian, Arya mengingatkan bahwa persaingan di Challenger Series akan jauh lebih berat dibandingkan Qualifying Series karena diikuti peselancar terbaik dari berbagai benua. “Di Challenger Series mereka akan menghadapi sekitar 90 sampai 100 peselancar terbaik dari berbagai benua. Persiapannya juga lebih berat karena perjalanan dan kondisi ombak yang berbeda-beda,” ujarnya. Ia menambahkan dalam olahraga selancar, kemampuan teknik yang baik perlu diimbangi dengan faktor keberuntungan dalam mendapatkan ombak yang bagus saat pertandingan. “Semua atlet sebenarnya punya kualitas permainan yang bagus, tapi yang mendapatkan ombak bagus biasanya punya peluang lebih besar untuk menghasilkan skor tinggi,” kata Arya. Para peselancar yang tampil di Challenger Series nantinya harus menembus peringkat 10 besar untuk dapat promosi ke tur utama dunia, yakni World Surf League Championship Tour. Arya menilai perjalanan menuju level tersebut tidak mudah karena banyak peselancar dunia yang harus mencoba berkali-kali sebelum berhasil lolos. Ia mencontohkan keberhasilan peselancar Indonesia Rio Waida yang mampu menembus tur utama dalam dalam tahun pertama di Challenger Series setelah melalui perjalanan panjang di Qualifying Series. “Semoga Bronson, Ketut Agus, Dylan bisa finis di 10 besar, karena memang mereka punya kemampuan untuk itu,” ujar Arya. Selain fokus pada kompetisi profesional, tim nasional surfing Indonesia juga mempersiapkan diri menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya yang membuka peluang kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028 melalui peraih medali emas.

Tangerang Gymnastics wakili Indonesia dalam kejuaraan di Bangkok

Tangerang Gymnastics Club

Tangerang Gymnastics Club (TGC) mengutus sembilan atlet muda terbaiknya guna mewakili Indonesia dalam ajang internasional Moose Games 2026 yang digelar pada 26–29 Maret 2026 di Bangkok, Thailand. “Ajang ini menjadi kesempatan besar bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta menunjukkan potensi mereka di tingkat internasional,” kata Pelatih Tangerang Gymnastics Club Alfin Hudayatama dalam keterangannya di Tangerang pada Sabtu. Kejuaraan internasional ini diikuti oleh sekitar 890 atlet dari 10 negara yang akan bersaing dalam berbagai kategori. Alfin menilai keterlibatan atletnya dalam ajang ini menjadi kebanggaan dan sekaligus menunjukkan kualitas pembinaan olahraga yang terus berkembang di daerahnya. Keseimbalan atlet Tangerang itu adalah Carren Queensha Aghnia, Kiona Denadine Kharisma, Quinella Angel Queen, Rachel Callista Napitupulu, Aina Mahya Dzakiya Hermawandi, Emily Dasiryu, Fraya Aurora Berdikari, Rakkasya Ibrahim Ansar dan Renaya Nashana Sutranto. Arifin menilai keikutsertaan dalam kompetisi ini menjadi pengalaman berharga bagi para atlet muda dalam menguji kemampuan, disiplin, dan mental bertanding. Bersama kerja keras para atlet dan dukungan penuh dari pelatih, orang tua, dan masyarakat, Tangerang Gymnastics Club optimistis atlet-atletnya memberikan hasil terbaik dalam Moose Games 2026 sehingga membuat bangga Indonesia. “Kami datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia,” kata Alfin.

Janice Tjen segel tiket 16 besar Indian Wells 2026

Chan Hao-ching dan Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen yang berpasangan dengan petenis Chan Hao-Ching menyegel tiket babak 16 besar sektor ganda putri Indian Wells 2026. Dalam laga 32 besar yang berlangsung di Indian Wells, California, Amerika Serikat, Jumat, Janice/Chan menghajar Katarzyna Piter/Andreja Klepac lewat skor 6-4 dan 6-2. Di gim pertama, Janice/Chan tampil mendominasi dengan unggul dalam persentase serve pertama dengan mencatatkan 88 persen berbanding Katarzyna/Andreja yang mengukir 56 persen seperti statistik yang dicatatkan dalam WTA. Janice/Chan juga tampil dominan dalam persentase serve kedua dengan mengamankan probabilitas kemenangan 67 persen dibanding Katarzyna/Andreja yang mengunci 62 persen. Di set pertama, Janice/Chan meladeni permainan terbuka Kararztna/Andreja dan berhasil unggul 5-4 sebelum menutup kemenangan menjadi 6-4. Memasuki set kedua, Janice/Chan bahkan memenangkan poin sebanyak lima kali beruntun pada pertandingan kali ini dan unggul 5-1 sebelum berhasil menutup pertandingan lewat kemenangan 6-2. Di babak 16 besar, Janice/Chan akan menunggu calon lawan antara Christina Busca/Nicole Melichar atau Darija Jurak Schreib/Giuliana Olmos.

Wayan Malana melaju ke perempat final Kejuaraan Dunia Skateboard

Ni Wayan Malana Fairbrother

Atlet Timnas Skateboard Indonesia, Ni Wayan Malana Fairbrother melaju ke perempat final kejuaraan dunia skateboard nomor women’s street Skateboarding World Championships 2025 di Sao Paulo, Brasil. Malana berhasil masuk 10 besar dengan menempati posisi ketujuh pada babak kualifikasi. Ia mencatatkan nilai 33,44 untuk memastikan tempat pada babak perempat final, demikian catatan World Skate. Pada kesempatan pertama atau first run, Malana memulai penampilannya dengan menaklukkan downrails. Namun, ia sempat terjatuh pada obstacle downrails kedua, yang membuat ia harus puas menempati posisi ke-11 dengan nilai 14,42. Peraih medali perak nomor women’s street SEA Games Thailand 2025 tersebut kemudian bangkit pada kesempatan kedua atau second run. Ia menaklukkan satu persatu obstacle dan memukau penonton dengan trik frontside flip. Penampilan gemilang Malana tersebut diganjar nilai 33,44 oleh juri, yang langsung membawanya melesat ke posisi pertama dari posisi ke-13 hasil first run. Malana dipastikan lolos ke perempat final meskipun masih tersisa satu grup atau heat yang belum bertanding, karena menempati posisi 10 besar sampai grup akhir. Selain Malana, ada Zeefara Mahika Darmawan yang juga tampil pada kategori women’s street. Namun, ia belum dapat lolos ke babak selanjutnya. Sementara itu, di nomor women’s park ada Mikhayla Caya dan Bunga Cinta yang akan memulai babak kualifikasi mereka. Di sektor putra, ada Sanggoe Tanjung dan peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand Basral Graito Hutomo yang akan memulai perjuangan mereka pada babak kualifikasi. Timnas skateboard Indonesia telah melakukan pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Bali sejak 1 Februari dan akan berlangsung hingga 19 September 2026 sebagai persiapan menuju Asian Games 2026 Nagoya.

Janice Tjen takluk di babak pertama Indian Wells

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia Janice Tjen harus menelan kekalahan pahit pada babak pertama WTA 1000 BNP Paribas Open 2026 di Indian Wells, California, AS, setelah berjuang selama dua jam 46 menit, Kamis WIB. Janice, yang merebut set pertama, dipaksa memainkan rubber set dan tie-break pada set penentu. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu tak mampu menghalau Jaqueline Cristian dengan skor akhir 6-4, 4-6, 6-7(8). Pada set pertama Janice unggul dari segi persentase memenangi poin servis pertama 73,3 persen dan poin servis kedua 63,6 persen, menurut statistik WTA. Ia juga unggul dari segi pengembalian bola untuk memimpin pertandingan. Cristian, yang saat ini berada di peringkat 35 dunia empat strip di atas Janice, mendominasi set kedua dengan servis kuat, mencatatkan dua ace dan 70,4 persen servis pertama. Ia juga mengkonversi keseluruhan dua peluang break point untuk menyamakan kedudukan di set kedua. Janice bangkit pada set penentu dengan memenangi tiga gim langsung, namun Cristian menahan petenis Merah Putih itu 3-3. Kedua petenis saling berkejar-kejaran poin hingga angka di papan skor menunjukkan 6-6. Skenario serupa juga terjadi di tie-break. Kedua petenis tak ingin menyerahkan kemenangan hingga kedudukan 6/6. Cristian yang mencatatkan tiga ace berhasil memenangi dua poin setelah itu untuk menyelesaikan pertandingan babak pembukanya dengan kemenangan. Sementara Cristian melaju ke babak kedua untuk bertemu petenis No.1 Australia unggulan ke-29 Maya Joint yang mendapat bye, Janice untuk pertama kalinya kandas pada babak pertama ajang WTA 1000-nya. Sebelumnya pada WTA 1000 Doha, Janice terhenti di tangan unggulan teratas Iga Swiatek pada babak kedua Qatar Total Energies Open 2026 setelah mengalahkan petenis Brasil Beatrice Haddad Maia. Di WTA 1000 Dubai, Janice berhasil mencapai babak 16 besar. Ia sukses menumbangkan Dayana Yastremska dan Leylah Fernandez dengan straight set, sebelum terhenti di tangan unggulan kedua Amanda Anisimova.