Ini Juara dan Daftar Pemain Terbaik JJBC 2017

The-hawk-KU-16-Girls-menjadi-juara-setelah-mengalahkan-Jetz-KU-16-Girls

Ajang tahunan JJBC 2017 berakhir sudah pada Minggu (17/12), sebanyak 14 klub dari 34 team bermain sangat sportif sepanjang perhelatan JJBC 2017, baik di kategori KU (Kelompok Umur) 7 hingga KU 16. Tangsi, tawa, senang, emosi dan berbagai macam gestur ditunjukan para pemain maupun para suporter yang hadir di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Panitia yang tak kenal lelah, terus memberikan yang terbaik perlu di acungi jempol dan segenap pendukung keberhasilan JJBC 2017. Dan, berikut nysnmedia.com berikan daftar juara dan pemain yang meraih gelar MVP maupun Top Scorer dari berbagai KU: KU 7 Juara 1 : Jetz Juara 2 : Cakra Sakti Juara 3 : Rockstar Gym KU 9 Juara 1 : Jetz Juara 2 : Cakra Sakti Juara 3 : Gading Muda Top Scorer : Efrael dari Jetz MVP : Efrael dari Jetz KU 10 Juara 1 : Jetz Juara 2 : Metro Starlight Juara 3 : Eagles Academy Top Scorer : Kenneth dari Jetz MVP: Jayden dari Jetz KU 12 Juara 1 : Indonesia Falcon Juara 2 : Jetz Juara 3 : Eagles Academy Top Scorer : Razrel dari Indonesia Falcon MVP : M Akram dari Indonesia Falcon KU 13 Juara 1 : Learn Juara 2 : Indonesia Falcon Juara 3 : Jetz Top Scorer : Andrew dari Learn MVP : Andrew dari Learn KU 16 Putri Juara 1 : The Hawk Juara 2 : Jetz Juara 3 : The Sky Top Scorer : Kezia dari Jetz MVP : Yosia KU 16 Putra Juara 1 : Metro Starlight Juara 2 : Jetz Juara 3 : The Hawk Top Scorer : Yosua dari Metro Starlight MVP : Yosua dari Metro Starlight Nah, itu dia daftar juara, top scorer dan MVP di JJBC 2017 untuk tim kalian yang belum mendapat juara, jangan berkecil hati yah guys. Terus berlatih dan berlatih untuk meraih prestasi yang membanggakan. Dan, sampai jumpa di JJBC 2018.

Permainan Bagus The Hawk Girl Menjadi Kado Manis Bagi Coach Wiwin

Salah-satu-pemain-jetz-(putih)-berusaha-mengambil-bola-tapi-dibayangi-pemain-the-hawk-(ungu)

Duel klasik antara Jetz melawan The Hawk tersaji di babak final KU-16 girls JJBC 2017. Tak hanya itu, pelatih kedua tim merupakan mantan pemain Nasional yang merumput di ajang Indonesian Basket League (IBL) yakni Rico Hantono yang memimpin Jetz dan Cokorda Raka atau coach Wiwin di The Hawk. Quarter pertama, kedua tim bermain dengan alot. Jetz selaku tuan rumah bermain dengan penuh semangat, sementara The Hawk bermain dengan enjoy. Namun, The Hawk memimpin lebih awal di quarter pertama dengan skor 7-10. Sedangkan pada quarter kedua, The Hawk menemukan ritme permainan apiknya. Joan bernomor punggung 8 menjadi motor serangan The Hawk untuk mendulang poin. Tembakan three point dari pemain The Hawk, membuat mereka menjauh dari kejaran Jetz dengan kedudukan 12-22. Quarter ketiga, masih di dominasi permainan The Hawk. Joan lagi-lagi beraksi dengan three point shootnya. Jetz yang tertinggal kian jauh, mulai melancarkan serangan. Namun, kuatnya defense The Hawk menggagalkan upaya anak-anak Jetz. Quarter tiga pun, ditutup dengan skor 17-30. Pada quarter penentuan yakni quarter keempat. The Hawk masih mendominasi, dari segi permainan. Lemahnya, defense pemain Jetz mampu dimaksimalkan The Hawk untuk mendulang poin. Hasilnya, The Hawk mampu mengunci juara di KU-16 girls dengan kemenangan 26-46. Pelatih The Hawk, Cokorda Raka mengatakan, sangat puas dengan permainan hari ini, dan sesuai dengan instruksi. “Anak-anak bermain dengan bagus. Mereka bermain sesuai dengan intruksi yang saya berikan,” ujar Cokorda atau biasa disapa coach Wiwin. Usai pertandingan pun, para pemain The Hawk memberikan kejutan kepada sang pelatih, karena akan berpisah dengan pemain The Hawk. “Tiga bulan saya melatih dan ini terakhir saya melatih anak-anak, bulan depan saya akan mudik ke Bali. Ini kado manis bagi saya yang diberikan oleh anak-anak,” paparnya. (pah/adt)

Learn Sabet Juara Pertama di KU-13 Boys Pada Ajang JJBC 2017

Pemain-Indonesia-Falcons-(Merah)-dihadang-pemain-Learn-(Abu-abu)-di-final-JJBC

Babak grand final ajang JJBC yang diadakan hari ini (17/12) menyuguhkan pertandingan yang sengit. Learn kembali menyabet gelar juara untuk kelompok umur (KU) 13. Learn yang berhasil mengalahkan tim Indonesia Falcons dengan skor 27-32, semakin tampil percaya diri. Quarter pertama dibuka dengan 3 poin dari Learn. Di sisa waktu 5 menit, Indonesia Falcons masih belum berhasil mencetak angka. Quarter pertama ditutup dengan skor 4-12. Beberapa percobaan tembakan skor dari Indonesia Falcons terus digagalkan oleh tim Learn. Indonesia Falcons pun harus tertinggal 12 poin di akhir quarter kedua. Keadaan mulai berbalik ketika Indonesia Falcons mulai berusaha menyamakan kedudukan. Sementara itu pada quarter keempat, pertandingan semakin panas. Para penonton pun terus menyuarakan dukungannya. Indonesia Falcons berupaya menambah skor namun berhasil di hadang oleh tim Learn. Skor hampir imbang, 27-28. Namun, di waktu 30 detik terakhir, Learn menambah 4 poin hingga keluar menjadi juara untuk KU-13.(put/adt)

JJBC KU-12 Boys, Indonesia Falcons Rebut Juara Dari Tuan Rumah

Pemain-Jetz-(Putih)-berupaya-membawa-bola-saat-melawan-Indonesia-Falcons-(Merah)

Pertandingan kelima kelompok umur 12 tahun hari ini (17/12) di kejuaraan Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) 2017 sudah mencapai partai final. Indonesian Falcons berhasil menumbangkan tuan rumah, Jetz dengan skor cukup jauh 28-51. Sejak awal pertandingan, Indonesia Falcons memang sudah memimpin. Di sisa waktu 3 menit quarter pertama, Jetz belum berhasil mencetak poin. Indonesia Falcons terus melaju hingga quarter kedua. Jetz pun berusaha menyamakan kedudukan. Skor hampir imbang dengan 10-13. Tetapi, Indonesia Falcons terus menambah poin hingga Jetz tertinggal 11 poin. Quarter ketiga, Jetz berupaya untuk membalas. Namun, usaha Jetz terus digagalkan oleh tim Indonesia Falcons. Sementara itu pada quarter keempat, Jetz tertinggal 20 poin dengan skor 28-48. Hingga sisa waktu 10 detik akhir di quarter keempat, Jetz pun gagal untuk menyamakan kedudukan. Indonesia Falcons berhasil menjuarai kompetisi Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) dengan mengalahkan sang tuan rumah.(put/adt)

The Hawk Boys Rengkuh Juara Tiga di KU-16 JJBC 2017

Pemain-Hang-Tuah-(putih)-bekerja-keras-ketika-menghadapi-The-Hawk-di-perebutan-juara-tiga-KU-16-Boys-JJBC-2017

Perebutan peringkat tiga, kategori KU-16 Boys di ajang JJBC 2017 menjadi milik The Hawk setelah mengalahkan Hang Tuah dengan skor 29-45, Minggu (17/12). Di dua menit quarter pertama, permainan kedua tim sangat alot. Hang Tuah dan The Hawk masing-masing masih membaca ritme permainan lawan. Baru di lima menit quarter pertama, jual beli serangan dan saling berbalas poin tersaji. Namun, Hang Tuah lebih bisa maksimalkan three point shoot dan unggul sementara dengan skor 15-12. Pada quarter kedua, The Hawk yang sempat tertinggal mencoba bangkit. Lima menit quarter kedua, The Hawk bisa memimpin sementara dengan skor 16-18. Namun, bisa disamakan Hang Tuah 18-18. Di sisa waktu yang ada, kedua tim masih bermain dengan ketat. Tetapi, quarter dua kali sekaligus menjadi milik The Hawk dengan skor 20-23. Di empat menit awal quarter ketiga, The Hawk masih memimpin. Hang Tuah sempat memperkecil jarak menjadi 22-23. Namun, The Hawk kembali menjauh 22-25. Setelah itu, saling berbalas serang membuat permainan semakin menarik. The Hawk kembali memimpin dengan skor 25-30. Pada quarter keempat, Hang Tuah bermain dengan ngotot. Sementara, The Hawk bermain dengan enjoy dan beberapa kali berhasil memanfaatkan peluang untuk mendulang poin. Hasilnya, The Hawk mampu merebut quarter keempat dengan skor 29-45. Sekaligus merebut juara tiga di KU 16 Boys JJBC 2017.(pah/adt)

Jetz Mendominasi Pada Laga JJBC 2017 KU-10 Boys

Pemain-Metro-Starlight-(Hijau)-Mencoba-mencetak-angka

Pertandingan keempat JJBC 2017, di partai puncak grand final mempertemukan Metro Starlight melawan Jetz di KU-10 Boys, Minggu (17/12). Metro Starlight yang menggunakan jersey kebanggaannya hijau-hijau, bermain apik di quarter pertama. Sedangkan, Jetz yang menggunakan jersey kebesarannya kuning-kuning, masih terlihat agak demam panggung. Dua menit akhir quarter pertama, Jetz masih tertinggal dari Metro Starlight dengan skor 6-4. Dari ketinggalannya, anak-anak Jetz mulai mencoba bangkit untuk menyamakan kedudukan, bahkan berusaha membalikan keadaan. Namun, skor 6-4 masih tetap bertahan hingga quarter pertama berakhir. Di quarter kedua, Jetz yang tertinggal mencoba bangkit dan mengejar poinnya. Poin demi poin, berhasil diamankan anak-anak Jetz. Tambahan 15 poin, membuat Jetz unggul pada quarter kedua dengan skor 10-19. Awal quarter tiga, Jetz langsung mendulang poin melalui Lebron. Metro Starlight yang senpat tertinggal, mencoba bangkit dan bermain dengan semangat. Namun, lagi-lagi Jetz masih memimpin dengan skor 22-34. Sedangkan pada quarter keempat, poin Jetz tak bisa terkejar oleh tim Metro Stralight. Lebron, Efrael, Jayden, dan Darren terus menambah perolehan poin bagi Jetz. Jetz pun, berhasil merengkuh juara di KU-10 JJBC 2017 dengan skor akhir 28-51.(pah/adt)

Ketatnya Kompetisi JJBC 2017, Cakra Sakti Sukses Kalahkan Jetz di KU-7

Pemain-Jetz-KU-7-(putih)-yang-lepas-dari-kawalan-pemain-Cakra-Sakti-(merah)

H-1 menjelang partai puncak JJBC 2017, mempertandingkan Jetz melawan Cakra Sakti pada kategori KU 7, di Jetz Stadium, Gading Serpong, Sabtu (16/12). Quarter pertama, baik itu Jetz maupun Cakra Sakti bermain dengan sangat ketat. Quarter pertama pun, berakhir dengan skor sama kuat, yakni 2-2. Pada quarter kedua, Cakra Sakti mulai menemukan kepercayaan diri dalam bermain. Jayden bernomor punggung 9, menjadi motor serangan Cakra Sakti dan membawa Cakra Sakti unggul di quarter kedua dengan 4-8. Pada quarter ketiga, pertandingan kembali ketat. Jetz melalui pemain Faid nomor 11, menjadi penggerak serangan Jetz. Namun, tambahan tiga poin Jetz, masih belum bisa merubah ketertinggalan Jetz. Skor quarter tiga, menjadi milik Cakra Sakti dengan perolehan poin 7-10. Sementara itu pada quarter penentuan, kedua tim bersemangat untuk mendulang poin. Saling berbalas poin, tak terbendung pada pertandingan ini. Jayden pemain Cakra Sakti nomor 9 dan Faid pemain Jetz nomor 11, menjadi penyumbang poin terbanyak bagi masing-masing tim. Di satu menit akhir pertandingan, nuansa tekanan terasa semakin ketat. Dengan penuh drama, Cakra Sakti akhirnya berhasil menang dengan skor 13-16. Pelatih Cakra Sakti, Rendy mengatakan, harus memaksimalkan istirahat untuk pertandingan final. Dan, masih ada evaluasi untuk partai final. “Defense mereka harus ketat banget. Saya sudah punya feeling di final bertemu Jetz, dan terbukti besok di final melawan Jetz lagi. Ada strategi khusus buat besok final, kita liat aja besok,” tuturnya. Sementara, dipertandingan sebelumnya di kategori yang sama yakni KU 7, Rockstar berhasil mengalahkan Warriors dengan skor 17-0.(pah/adt)

Duet Efrael Dan Jaden Berhasil Membawa Jetz Menang Atas Phoniex KU-9 di JJBC 2017

Pemain-Jetz-KU-9,-Efrael-(putih)-menjadi-motor-serangan-Jetz-untuk-mendulang-poin.

Pertandingan ke-49 di JJBC 2017 season 3, mempertemukan Jetz melawan Phoniex di KU-9, di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (16/12). Jetz langsung mengambil inisiatif serangan di quarter pertama. Efrael dan Jaden saling menyumbangkan poin untuk Jetz. Jetz pun, memimpin dengan skor 17-4. Di quarter kedua, Jetz merubah kompisisi pemainnya. Hasilnya, Phoniex mampu menambah 12 poin dan memperkecil ketinggalan menjadi 22-16. Pada quarter ketiga, Phoniex terus berusaha memperkecil ketinggalan poin. Dan, bermain dengan penuh semangat. Poin demi poin, berhasil disarangkan pemain Phoniex. Quarter tiga pun, ditutup dengan skor 30-24. Di quarter keempat, Jetz mulai panas dan kembali menjauh dengan tambahan poin demi poin. Efrael nomor 1 dan Jaden nomor 8, menjadi duet bagi Jetz untuk mendulang poin. Sementara itu, Phoniex mencoba bermain dengan penuh semangat guna memperkecil jarak ketertinggalannya. Tembakan tiga poin, Efrael memperlebar jarak Jetz dan mengunci kemenangan dengan skor 52-31. Di pertandingan berikutnya, Gading Muda meraih kemenangan kedua dengan skor 17-21, ketika berhadapan dengan Rockstar Gym. Pelatih Gading Muda, Calvin mengatakan, permainan anak asuhnya makin hari makin baik. Dan, peringkat tiga di JJBC 2017 akan menjadi pemicu semangat anak-anak untuk berlatih dengan giat. “Pastinya banyak evaluasi yang harus diperbaiki. Peringkat ketiga, bisa dikatakan belum puas, tapi better bisa menjadi semangat anak-anak berlatih dengan giat demi meraih hasil yang bagus. Ditambah, ada tiga orang yang akan naik ke level usia 12 untuk Kejurda regional,” jelas Calvin.(pah/adt)

Jetz Tunggu Indonesia Falcon di Final KU-12 Boys JJBC 2017

Pemain-Jetz,-Marsello-(kuning)-berusaha-melepaskan-passing-dari-hadangan-pemain-Cakra-Sakti.

Di kategori KU-12 Boys JJBC 2017 sudah mendapatkan dua tim terbaik yang akan berlaga di babak grand final, pada Minggu (17/12) besok. Kedua tim itu yakni, Jetz dan Indonesia Falcon. Di babak semi final, Indonesia Falcon memastikan tiket final lebih awal, setelah mengandaskan perlawanan Eagles Academy dengan skor 44-16. Pelatih Indonesia Falcon, I Made Indrawan mengatakan, ajang ini sebagai pemanasan pemainnya untuk mengikuti event basket DBA. Di final nanti, diharapkan mental pemainnya bisa bagus karena akan menghadapi tuan rumah. “Kalau dari permainan sudah cukup bagus, hanya saja mental mereka harus terus diasah. Ini sangat bagus buat pemanasan mereka nanti di DBA tahun depan. Di final, saya rasa tak ada strategi khusus, saya ingin pemain semua bermain dengan enjoy,” paparnya. Setelah pertandingan Indonesia Falcon melawan Eagles Academy berakhir dan dimenangkan Indonesia Falcon. Semi final kedua KU-12 Boys JJBC 2017 mempertemukan antara Cakra Sakti melawan Jetz. Jetz yang lebih dominan dalam bermain menyerang, tak bisa dibendung oleh pemain Cakra Sakti dari quarter pertama hingga keempat. Alhasil, Jetz yang mendapat suntikan tenaga dari para suporter berhasil menang dengan skor meyakinkan 45-16. Pelatih Jetz KU-12 Boys, Eka Putra mengatakan, sebelumnya sudah bertemu dengan Indonesia Falcon. Meski begitu, tak ada strategi khusus untuk anak asuhnya. Eka lebih condong, akan mengevaluasi permainan anak-anak yang terlalu terburu-buru. “Tadi anak-anak main terlalu terburu-buru dan defense masih sedikit kendor. Di final besok, akan kami perbaiki. Menghadapi Indonesia Falcon, saya rasa tak ada strategi khusus, para pemain cukup bermain enjoy saja,” ungkap Eka.(pah/adt)

Lolos Ke Babak Final KU-16 Boys, Jetz Di Tunggu Metro Starlight

Pemain-Hang-Tuah-(Hitam)-berusaha-meloloskan-diri-dari-pemain-Jetz-(Kuning)

Menyandang predikat tuan rumah, Jetz berhasil mengantongi tiket final di ajang Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) 2017. Jetz telah menaklukkan tim Hang Tuah di babak semi final hari ini (16/12). Quarter satu, Jetz memimpin dengan skor 11-9. Memasuki quarter dua, pertandingan mulai panas ketika Hang Tuah mengejar skor Jetz. Bahkan, Hang Tuah berhasil memimpin dengan skor 15-16. Zenn dari Hang Tuah berhasil memberikan 2 poin dari lay upnya. Di 2 detik akhir, Jetz pun mencetak 3 poin hingga quarter kedua ditutup dengan skor 19-20. Jetz berusaha menyamakan kedudukan dan berhasil di quarter ketiga. Jetz kembali memimpin dengan skor 36-28. Babak quarter empat pun, Hang Tuah tidak bisa menahan kekuatan tim Jetz hingga skornya tertinggal jauh, 41-28. Usaha Hang Tuah untuk membalap skor pun gagal. Jetz lolos ke babak final setelah mengalahkan Hang Tuah dengan skor 45-32. Coach Faisal dari Hang Tuah beranggapan bahwa Jetz lebih siap dan harus meningkatkan permainan dengan pemain-pemain baru. “Jelas ya musuhnya lebih siap cuma mental anak-anak yang gak siap. Perlu latihan dan ini pengalaman buat pemain-pemain yang baru,”tuturnya Jetz akan bertemu dengan tim Metro Starlight dipartai final besok. Di pertandingan sebelumnya untuk KU-16, Metro Starlight mengalahkan tim The Hawk dengan skor 34-39. Kedua tim ini bertanding dengan sengit. Namun, The Hawk harus merelakan tiket untuk maju ke babak final.(put/adt)

Eagles Academy Kunci Juara Tiga Pasca Taklukan Cakra Sakti Pada JJBC KU-12 2017

Pemain-Cakra-Sakti-(merah)-mencoba-menerobos-pertahanan-Eagles-Academy

Perebutan juara tiga JJBC 2017 di kategori KU-12 Boys yang mempertemukan antara Eagles Academy melawan Cakra Sakti di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang, Minggu (17/12). Kedua tim, sama-sama menunjukan performa terbaiknya yang ingin merebut juara tiga di JJBC 2017. Cakra Sakti bermain dengan kekuatan terbaiknya, seperti biasanya cenderung bermain menyerang. Sementara, Eagles lebih condong melakukan defense. Alhasil, quarter pertama menjadi milik Cakra Sakti dengan skor 5-10. Pada quarter kedua, Cakra Sakti terus bermain menyerang. Sedangkan, Eagles sesekali melakukan percobaan three point shoot namun kandas. Eagles yang terus mendapatkan tekanan dari pemain Cakra Sakti, namun quarter kedua masih menjadi milik Cakra Sakti dengan keunggulan 10-18. Lalu di saat quarter tiga di mulai, pemain Eagles terus berusaha untuk memperkecil jarak keunggulan dengan Cakra Sakti. Pemain Eagles, Ryan nomor 8 menjadi pemimpin serangan rekan-rekannya. Cakra Sakti di quarter tiga ini cenderung, lebih banyak ditekan. Defense mereka tak begitu baik. Hal ini mampu dimanfaatkan dengan baik, oleh pemain Eagles dan menutup quarter tiga dengan skor 21-23. Babak penentuan atau quarter keempat, menjadi penentuan bagi kedua tim. Terlebih Eagles hanya tertinggal dua poin dari Cakra Sakti. Permainan semakin ketat dan alot, saling jual beli serangan tersaji. Semangat juang dan pantang menyerah Eagles terbayarkan sudah. Satu menit akhir, Eagles memimpin dengan keunggulan 29-28. Keunggulan ini berhasil dipertahankan hingga akhir quarter keempat. Dan hasilnya, Eagles berhasil meraih peringkat tiga di JJBC 2017. Pelatih Eagles Academy, Fajar Kusumasari mengapresiasi semangat juang anak asuhnya. “Tiga quarter tertinggal, karena defense anak-anak masih kurang. Tapi, semangat juang anak-anak sangat bagus. Motivasi mereka untuk meraih juara tiga sangat bagus. Kami akan evaluasi, dari defense dan fisik anak-anak,” paparnya. Pelatih Eagles ini pun, mengacungi jempol perhelatan JJBC 2017. Dan, akan kembali mengikuti JJBC di tahun depan. “JJBC sangat bagus buat jam terbang anak-anak. Kami tahun depan pasti akan ikut kembali, jika mendapat undangan,” tutupnya. (pah/adt)

Tampilkan Kerjasama Yang Baik, Membawa Jetz Menjadi Juara di KU-7 JJBC 2017

Cakra-Sakti-(putih)-melawan-Jetz-di-grand-final-KU-7-JJBC-2017.

Pertandingan kedua di JJBC 2017 mempertemukan Cakra Sakti melawan Jetz di kategori KU-7 di babak grand final, Minggu (17/12). Ini merupakan partai ulangan, pada hari Sabtu (16/12) lalu. Dimana, Cakra Sakti sukses menang dengan perolehan skor 16-13. Tentunya, Jetz ingin membalas kekalahannya di babak grand final ini. Di quarter pertama, Jetz maupun Cakra Sakti bermain dengan penuh determinasi yang tinggi. Pemain Jetz tak ingin menelan kekalahan kembali dari Cakra Sakti. Quarter pertama berjalan dengan alot dan skor pun berakhir sama kuat yakni 2-2. Lalu pada quarter kedua, permainan semakin seru. Terlebih, kedua suporter saling memberikan yel-yel untuk menambah semangat pemain. Jetz dan Cakra Sakti sama-sama menekan. Pemain Jetz, Faid nomor 11 menjadi pembeda permainan Jetz dan membawa Jetz unggul di quarter kedua dengan skor 4-7. Pada quarter ketiga, Jetz semakin percaya diri dalam menyerang. Faio dan Edu nomor 10, saling bahu membahu membentuk strategi jitu untuk memberikan poin. Alhasil, Jetz masih memimpin dengan keunggulan 7-9. Di quarter keempat, merupakan babak penentuan bagi kedua tim untuk meraih juara di KU-7. Cakra Sakti melalui pemain Jayden nomor 9, terus memberikan tekanan bagi pemain Jetz. Defense bagus yang diperagakan Jetz, membuat Jayden tak bisa berkutik. Di satu menit akhir, Jetz memimpin dengan 10-11. Suporter kedua tim pun, semakin tegang. Terlebih selesih poin, hanya setengah bola. Namun, dengan disiplinnya pemain Jetz berhasil mempertahankan keunggulan. Sekaligus, menjadi juara di KU-7 dan berhasil revans dari kekalahan kemarin. Pelatih Jetz KU 7, Sugeng Hariyadi mengatakan, kunci keberhasilan timnya meraih juara yakni kerjasama tim. “Kunci kemenangan ini adalah kerjasama tim yang begitu baik. Kekalahan kemarin membuat kami, mengatur strategi dengan baik. Pemain Cakra Sakti nomor 9, Jayden berhasil kami kunci pergerakannya dan hasilnya sukses,” tuturnya. (pah/adt)

Simak Dua Pertandingan JJBC KU-16 Girls, Tuan Rumah Jetz Kalah Oleh The Hawk

Tim-DBC-(Putih)-saat-mencetak-poin-ketika-melawan-tim-Badak-Banten

Pertandingan sengit di JJBC 2017 Season 3, tuan rumah Jetz harus mengakui kekalahannya dari The Hawk untuk kelompok umur 16 tahun girls. Sejak quarter pertama, The Hawk memang unggul hingga quarter akhir. Sabtu (15/12) Di quarter pertama, pemain Jetz nomor 15 Kesia, berhasil memberikan skor pembuka di menit ke-3. Pada quarter kedua, The Hawk mulai bisa unggul dengan skor 9-15. Kesia dan tim kembali mencoba menyamakan kedudukan. Dengan melakukan lay up, kesia berhasil menyumbangkan 2 poin lagi untuk Jetz. Hingga berakhirnya quarter ketiga, Jetz terus mencoba menambah angka, namun upaya tersebut gagal. Sementara itu hingga quarter ketiga berakhir, skor di tutup dengan 16-21. Jetz pun kembali membangun pertahanan untuk menjaga pemain The Hawk. Hingga sisa waktu 10 detik di quarter akhir, The Hawk menambah 2 poin dan berhasil menang dengan skor 21-27. Pertandingan sengit juga terjadi ketika tim DBC melawan Badak Banten untuk kelompok umur 16 tahun girls. Di quarter pertama dan kedua, hanya tim DBC yang unggul dengan skor 4-0. Badak Banten belum mampu berikan perlawanan terbaiknya hingga terjadi foul. Poin pertama berhasil dicetak Badak Banten melalui free throw. Badak Banten pun terus mencoba untuk menambah skor namun tidak berhasil. Lalu, Badak Banten yang tertinggal 15 poin dari DBC, pada detik-detik akhir quarter ketiga DBC kembali menambahkan angka 2 poin. Dan skor sementara menjadi 24-9 akhir quarter ketiga. Sedangkan pada quarter keempat, DBC semakin melaju. Rapuhnya pertahanan tim Badak Banten tak mampu membendung kerja sama tim DBC untuk menambah poin. Sampai tiba di akhir pertandingan Badak Banten belum dapat mencetak skor dan harus takluk dari tim DBC dengan skor 37-9.(put/adt)

Kota Tangerang Menjadi Tuan Rumah Kejurnas Voli Antar Klub U-17

Wakil-Walikota-Tangerang,-Sachrudin-beserta-Ketua-PBVSI-Tangerang-H.-Marsudi

Setelah sukses menyelenggarakan, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PGN Livoli 2017. Kini, Kota Tangerang di percaya menjadi tuan rumah diajang Kejurnas Voli antar klub U-17, pada 14-20 Desember mendatang di GOR Dimyati Tangerang. Ini merupakan kejuaraan pertama yang digelar di Kota Tangerang. Ada 21 tim dari 13 provinsi yang akan bertanding diantaranya Banten, Jabar, Jateng dan provinsi lainnya. Ketua PBVSI Kota Tangerang, H. Marsudi mengatakan, event tersebut dijadikan ajang pencarian bibit voli berbakat untuk menuju Asian Games dan Asia Junior. “Antusiasme peserta sangat luar biasa, biasanya dalam kejuaraan hanya 8-15 tim. Kali ini, sampai 21 tim,” ucapnya. Ia pun, berharap tim Banten bisa mencapai partai final. Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin berharap melalui Kejurnas Bola Voli Indoor Putra Putri Junior ini dapat melahirkan atlet-atlet voli nasional yang mampu mencetak prestasi dan menjadi kebanggan bangsa Indonesia. “Kami berharap agar Kejurnas ini bisa melahirkan atlet-atlet bola voli yang handal dan mampu membawa nama baik Indonesia,” kata Sachrudin. Lanjutnya, di event Kejurnas ini para pemain harus menjunjung tinggi sportivitas bertanding. “Jaga sportivitas dalam bertanding. Dan, wasit pun juga harus sportif dalam memimpin pertandingan,” pungkasnya. Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Panitia Kejurnas Voli antar klub U-17, Ngadino, bahwa ada beberapa alasan kenapa diadakan di GOR Dimyati untuk menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior di Kota Tangerang. “Pertama untuk menghidupkan kembali klub bola voli amatir sebagai ujung tombak, kedua memperkenalkan Kota Tangerang di event tingkat Nasional, dimana Kota Tangerang ini memiliki berbagai sarana yang lengkap untuk menyukseskan kejuaraan,”imbuhnya Ngadino juga berterimakasih kepada PBVSI Provinsi Banten dan Koni Provinsi Banten yang telah memberikan kepercayaan kepada KONI Kota Tangerang untuk menyelenggarakan Kejurnas Bola Voli.(pah/adt)

Berhasil Juarai Turnaman JJBC KU-9 Season 3, Jetz Makin Percaya Diri

Pemain-Cakra-Sakti-(Merah)-berusaha-membawa-bola-dan-dihadang-pemain-Jetz-(Kuning)

Turnamen JJBC masih berlangsung di Jetz Stadiun Gading Serpong. Hari ini tengah memasuki babak final. Di kelompok umur (KU) 9 tahun, Jetz bertemu Cakra Sakti. Kedua tim sama-sama kuat melakukan pertahanan. Minggu (17/12) Justin yang bernomor punggung 30 dari Cakra Sakti, berhasil membuka quarter pertama dengan tembakan 2 poin. Beberapa saat berselang, Efrael juga memberikan 2 poin untuk Jetz. Hingga quarter pertama berakhir, skor sementara 4-10. Cakra Sakti yang masih tertinggal cukup jauh, namun ketika quarter kedua berakhir, dan perolehan skor menjadi 15-24. Cakra Sakti terus lakukan tekanan sebagai upaya mengejar skor di quarter ketiga. Tetapi, hingga detik-detik akhir quarter ketiga, Cakra Sakti berhasil menambah poin di papan skor. Dan skor sementara menjadi 27-36. Pertahanan Jetz semakin kuat pada quarter keempat. Dan serangannya makin terarah, alhasil skor Jetz melaju jauh. Dari hasil perolehan skor 36-51, maka Jetz berhasil menjadi pemenang. Coach Awi, pelatih dari Jetz menuturkan pemain Jetz sempat gugup menghadapi final. “Ya kita sih pengen menang. Anak-anak sebagian juga sempet gugup saat di final. Tapi mereka tetap semangat dan saya tekankan semua lawan punya kekuatan yang sama,”tuturnya (put/adt)

Pandu, Atlet Silat Yang Pernah Batal Mengikuti Kejuaraan International

Mohamad-Pandu-Wijaya-pencak-silat

Dibatalkan mengikuti kejuaraan international memang suatu hal yang tidak diinginkan. Perasaan menyesal dan kecewa pun sangat dirasakan apalagi jika sudah begitu keras latihan. Demikian perasaan Pandu, yang merupakan salah satu atlet nasional di cabang olahraga pencak silat. Berawal dari kecintaannya kepada olahraga pencak silat sejak duduk dibangku kelas 5 Sekolah Dasar, cowok dengan nama panjang Mohamad Pandu Wijaya ini pernah memenangkan juara 1, dan juga berhasil di nobatkan menjadi pemain terbaik kejuaraan nasional dewasa di Jakarta. Lebih lanjutannya pemenang dalam kejuaraan tersebut, akan diberangkatkan ke turnamen Asean Beach Game 2016 di Vietnam. Namun, Pandu gagal untuk mengikuti turnamen tersebut. “Waktu itu, saya sudah juara di kejuaraan nasional dewasa se-Indonesia. Saya semangat berlatih terus menerus selama 1 bulan. Ternyata saya dapat kabar disuruh sabar, dan saya tidak jadi ikut bertanding karena ada salah satu orang yang gak suka sama saya. Padahal niat saya buat keluarga dan juga biar ikut berikan nama baik pencak silat Indonesia,”ujarnya Menghadapi hal tersebut, Pandu mengaku sangat menyesal dengan kejadian yang menimpanya. Namun, Pandu selalu bersabar dan berfikir bahwa semua yang terjadi akan ada hikmahnya. “Saya fikir pasti ada gantinya yang lebih barokah. Saya dikasih motivasi oleh pelatih untuk semangat terus dan berdoa. Nanti Allah pasti ngasih gantinya,”tuturnya Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Jombang, Jawa Timur ini mengisi keseharian dengan berlatih dan mengaji. Ia pernah menjadi juara Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA), juara 3 Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), Juara 1 Piala Gubernur Jawa Timur dan masih banyak lagi. Pandu juga mencurahkan bagaimana suka dan dukanya menjadi seorang atlet pencak silat di Indonesia. “Sukanya ketika dalami silat, yang pasti untuk membahagiakan kedua orang tua. Gak enaknya itu, kadang wasit dan juri ada yang bela salah satu perguruan. Tapi perguruan saya nggaklah karena kalau curang juga dosa toh,”ucapnya Pandu yang saat ini berusia 22 tahun memberikan penilaiannya terhadap atlet-atlet silat di Indonesia. “Pandangan saya, ya atlet bertanding itu bukan seni. Atlet kita masih kurang maksimal karena masih kalah dengan atlet silat Malaysia dan Vietnam. Di luar negeri, silat lebih berkembang dengan cepat, dan uang pembinaannya lebih besar. Di Indonesia akan bisa lebih bagus dengan silat negara lain apabila wasit dan jurinya gak membela salah satu perguruan tertentu,”tutupnya(put/adt)

Sempat Unggul Dari Eagles Academy JJBC KU-10, Warriors Harus Akui Keunggulan Eagles Academy

Pemain-Warriors-(Putih)-sedang-membawa-bola-dan-dihadang-pemain-Eagles-Academy-(Biru)

Hari ketiga Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) 2017 (14/12), Eagles Academy menang atas Warriors di kategori usia 10 tahun laki-laki. Warriors sempat unggul dari Eagles Academy pada quarter pertama. Juan dari Warriors dengan nomor punggung 14 menjadi pencetak terbanyak dengan skor 9 poin di quarter pertama. Sedangkan quarter kedua, Warriors kembali unggul tipis dengan skor 11-10. Namun, di quarter ketiga, Eagles Academy mulai berusaha unggul. Warriors kembali tertinggal dengan skor 12-17. Disaat waktu menunjukan 3 menit terakhir, Warriors berusaha merenggut kembali kemenangan namun gagal hingga quarter ketiga berakhir. Lalu pada quarter keempat pun, Warriors harus mengakui keberhasilan Eagles Academy dengan skor 25-30. Sebagai pelatih Warriors, Coach Agus mengakui adanya kurangnya kerjasama antar pemain Warriors. “Secara individu kita udah siap, tapi secara tim anak-anak kurang kolektif saja. Kita lihat saat pergantian pemain terutama di quarter keempat malah jadi buyar di pertahanannya. Kita juga kebetulan squad gak cukup hari ini. So far alhamdulilah anak-anak secara teknik individunya banyak peningkatan,” ujarnya(put/adt)

Gading Muda Raih Kemenangan Perdana di JJBC KU-9

Pemain-Cakra-Sakti-(merah)-berusaha-mengadang-serangan-dari-pemain-Rockstar-Gym

JJBC 2017 terus berlanjut, pada pertandingan pertama KU-9 mempertemukan Phoniex berhadapan dengan Gading Muda, Jumat (15/12) di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang Di awal quarter pertama, para pemain Phoniex dan Gading Muda sama-sama bersemangat untuk meraih kemenangan. Jalannya pertandingan pun, sangat ketat. Saling mendulang poin terjadi. Quarter pertama ditutup dengan skor sama 6-6. Begitu juga pada quarter kedua, tempo dan gaya permainan semakin ketat tanpa celah. Intruksi pelatih terdengar lantang, guna memotivasi para pemainnya. Kejar mengejar poin terus terjadi seperti pada waktu quarter pertama. Dan hasilnyapun ada kesamaan pada quarter kedua, skor masih ketat 10-10. Sedangkan ketika masuk pada quarter ketiga, Gading Muda berhasil mengendalikan serangan. Dari pantauan nysnmedia.com di lapangan, pemain Gading Muda bermain dengan kompak, poin demi poin berhasil diraih anak-anak Gading Muda. Alhasil Gading Muda sukses menambah delapan poin, sedangkan Phoniex hanya berhasil menambah satu poin. Skor quarter ketiga pun, milik Gading Muda dengan skor 11-18. Dan pada quarter akhir pertandingan, Gading Muda masih dominan menguasai jalannya pertandingan. Sementara, Phoniex dari tempo permainannya seakan menurun. Kesempatan ini, terus dimaksimalkan dengan baik oleh pemain Gading Muda. Hasilnya, Gading Muda sukses meraih kemenangan dengan skor 12-24. Pelatih Gading Muda, Calvin mengatakan, banyak pembelajaran yang dipetik pada event ini. Terlebih, ini merupakan kemenangan perdana Gading Muda di JJBC 2017. “Kalau dibilang puas sih belum, tapi bersyukur bisa meraih kemenangan pertama di sini (JJBC 2017). Kedepannya, banyak yang harus diperbaiki dari segi defense, offense dan masih banyak lagi yang harus diperbaiki,” ujar Calvin. Sementara itu pada kategori usia yang sama mempertemukan antara Rockstar Gym vs Cakra Sakti. Dipertandingan selanjutnya antara Rockstar Gym melawan Cakra Sakti berhasil dimenangkan oleh Cakra Sakti dengan hasil skor 12-39.(pah/adt)

Indonesia Falcons Berhasil Taklukan Tuan Rumah Dalam Event JJBC KU-13

Pemain-Jetz-(Putih)-dihadang-pemain-Indonesia-Falcons-(Merah)

Pertandingan kategori usia 13 tahun hari ini (14/12) di ajang Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) berhasil dimenangkan oleh Indonesia Falcons. Tim tuan rumah Jetz telah berhasil ditaklukan dengan skor tipis 28-29. Sejak Quarter pertama dimulai, skor awal dibuka oleh tembakan 3 angka dari Gabriel, pemain nomor 9 dari Jetz. Kemudian Indonesia Falcons tidak berhasil memberikan skor di quarter pertama. Lantas pada Quarter kedua, Jetz tetap unggul dengan skor 15-4. Indonesia Falcons mencoba melawan hingga berhasil menyajikan perlawanan sengit. Skor pun sempat imbang 15-15. Namun, nyatanya Jetz tetap unggul dengan angka 17-15 hingga quarter ketiga berakhir. Pemain Jetz pun kembali mencetak 3 poin pada menit awal quarter keempat. Kejar-kejaran skor terus terjadi hingga di 3 menit akhir skor pun imbang dengan perolehan 24-24. Jetz sempat unggul dengan skor 28-27. Namun tak disangka dalam sisa waktu 4 detik pertandingan, Indonesia Falcons berhasil mencetak 2 skor penentu hingga menjadi juara dengan skor 28-29.(put/adt)

Tim Jetz dan Cakra Sakti Sukses Raih Poin Sempurna

Pemain-Gading-Muda-KU-9-(hijau)-berusaha-melepaskan-diri-dari-hadangan-pemain-Cakra-Sakti-(putih)

Setelah libur selama tiga hari, even JJBC 2017 kembali bergulir. Dipertandingan pembuka, Kamis (14/12) di Jetz Stadium, Gading Serpong, kembali mempertontonkan pertandingan Jetz melawan Rockstar Gym yang berhasil dimenangkan oleh Jetz dengan skor 63-29. Dimana, Efrael berhasil menyumbang poin terbanyak yakni 31 poin. Selanjutnya, dipertandingan kedua yang mempertemukan antara Cakra Sakti melawan Gading Muda. Dipertandingan ini, Cakra Sakti berhasil menang dengan skor 34-12. Sebenarnya, Gading Muda lebih menguasai jalannya pertandingan. Akan tetapi, di quarter pertama Cakra Sakti yang berhasil memimpin dengan skor 3-2. Di quarter kedua, Gading Muda bermain dengan penuh semangat setelah mendapat intruksi dari sang pelatih. Para pemain Gading Muda memberikan perlawanan yang sangat ketat. Namun, pemain Cakra Sakti bernomor punggung 30, Justin menjadi momok menakutkan bagi Gading Muda. Quarter kedua pun, ditutup masih keunggulan Cakra Sakti 9-6. Pada quater ketiga, Gading Muda kembai menguasai jalannya pertandingan. Demi, memperkecil ketinggalan. Beberapa kali, Gading Muda sempat merepotkan pertahanan Cakra Sakti dan memperkecil skor menjadi 11-10. Di quarter keempat, laga penentuan. Gading Muda mulai kelelahan dan berhasil dimaksimalkan dengan baik oleh pemain Cakra Sakti. Gading Muda hanya dapat menambah dua poin. Sementara, Cakra Sakti lebih enjoy dalam bermain dan menutup skor quarter keempat dengan 34-12. Pelatih Cakra Sakti, Samual Ilham, mengatakan pemainnya telat panas dan masih kurang percaya diri. Ilham juga menegaskan, bahwa event ini sangat bagus untuk pengalaman bermain anak-anaknya. “Di quarter pertama dan ketiga pemain masih kurang percaya diri. Baru pada quarter keempat, pemain mulai lepas dan bermain dengan enjoy. Ya, kedepan dengan event usia dini ini pemain dari Cakra ada yang bisa bermain di level Nasional,” imbuhnya.(pah/adt)