Sayu Bella bawa pulang perunggu pada kejuaraan MTB di Jepang

MTB Coupe de Japon Aichi International 2026.

Pembalap sepeda gunung (mountain bike/MTB) putri Indonesia, Sayu Bella Sukma Dewi kembali menunjukkan performa positif dengan naik podium setelah meraih medali perunggu pada ajang MTB Coupe de Japon Aichi International 2026 di Aichi, Jepang, Minggu waktu setempat. Tampil pada nomor cross country olympic (XCO) elite putri, Sayu finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 1 jam 27 menit 31 detik. Ia berada di bawah dua pembalap China, Zhifan Wu yang menjadi juara dengan waktu 1 jam 24 menit 44 detik, serta Zhenglan Liang yang finis di posisi kedua dengan catatan waktu 1 jam 25 menit 10 detik. Hasil tersebut menunjukkan progres positif Sayu setelah pada awal musim 2026 resmi bersaing di level elite. Sepanjang tahun ini, ia juga mencatatkan prestasi dengan menjuarai Thailand Mountain Bike Cup nomor Cross-Country Olympic (XCO) pada 14 Januari serta Asian Mountain Bike Series UCC India-1 pada 26–28 Februari 2026. Sementara itu, wakil Indonesia lainnya di nomor elite putri, Bera Sefti Rahmadani, menempati posisi ke-13. Di sektor elite putra, Feri Yudoyono menjadi wakil terbaik Indonesia dengan finis di posisi ke-12 dengan catatan waktu 1 jam 27 menit 45 detik. Adapun gelar juara diraih pembalap tuan rumah Toki Sawada dengan waktu 1 jam 24 menit 24 detik. Posisi kedua ditempati sesama pembalap Jepang, Tatsuumi Soejima, dengan waktu 1 jam 24 menit 29 detik, sedangkan posisi ketiga menjadi milik wakil China, Jinwei Yuan, dengan catatan waktu yang sama. Wakil Indonesia lainnya, Zaenal Fanani, finis di posisi ke-15 dengan waktu 1 jam 28 menit 35 detik, sedangkan Ihza Muhammad menempati urutan ke-26 dengan catatan waktu 1 jam 32 menit 17 detik. Tim MTB Indonesia menjadikan ajang MTB Coupe de Japon Aichi International 2026 yang berlangsung pada 14-15 Maret tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026. Sebelumnya, Zaenal Fanani menyebut kejuaraan di Jepang memiliki arti penting karena menggunakan lintasan yang juga akan dipakai pada Asian Games 2026. Karena itu, ajang ini menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia untuk mengenali karakter trek sekaligus mengukur kemampuan saat bersaing dengan pembalap level dunia. “Lintasan di sini akan dipakai untuk Asian Games, jadi ini kesempatan bagus buat kami untuk adaptasi. Selain itu, kami juga bisa melihat langsung kemampuan kami saat bersaing dengan pembalap kelas dunia,” ujar Fanani.

Pandu Satrio Perkasa Raih Emas Asia Mountain Bike di Malaysia

Sejarah baru ditorehkan atlet balap sepeda Kota Batu, Pandu Satrio Perkasa, atlet ISSI Kota Batu yang kini memperkuat Timnas Indonesia berhasil meraih medali emas kategori Men Junior di kancah Asia Mountain Bike Championship tahun 2024 yang digelar di Taman Cabaran Putrajaya, Malaysia tanggal 7 hingga 13 Mei 2024. Pandu mengulang kembali kesuksesan yang pernah diraih pelatihnya, Hildan Afos Katana. Jika tahun 2009 lalu Afos Katana meraih medali perak dalam Asia Mountain Bike Championship tahun 2024 ini. Pandu Satrio Perkasa meraih juara emas di kancah yang sama. Siswa SMAN 2 Kota Batu ini, berhasil jadi jawara di kategori Men Junior dengan catatan waktu 1:12.483 dibuntuti pembalap Thailand dan Taipei. “Sejarah baru, 15 tahun kami menunggu momen membahagiakan ini, Alhamdulillah, selamat untuk Pandu,” ujar Hildan Afos Katana. Pelatih yang pernah meraih medali emas nomor Downhill di Sea Games Naypyitaw tahun 2013 menjelaskan bahwa pada even yang sama pada tahun 2009 ia meraih medali Perak. Kesuksesan ini diulang dan ditingkatkan grade nya oleh Pandu dengan meraih medali emas. Selain itu Afos menilai, kemenangan ini akan semakin membuat moncer Pandu dalam meniti kariesnya di dunia balap sepeda nomor Downhill. Karena pada momen ini, Pandu bertemu untuk pertama kali dengan lawan-lawan balapnya. “Nanti sampai Men Elite, mereka akan terus bertemu, awal yang baik,” ujar Afos. Menurut Afos dalam kejuaraan ini, Pandu masuk dalam Timnas Balap Sepeda. Dalam even Asia Mountain Bike Championship tahun 2024 ini, Indonesian Cycling Federation (ICF) mengirimkan 14 atlet dan 4 official. Pandu berlaga di nomor Downhill bersama enam atlet Timnas dari berbagai daerah. “Alhamdulillah saya baru pertama kali ini mengikuti even ini, Alhamdulillah diberikan kelancaran, berkat doa dan dukungan semuanya, saya berhasil meraih juara di nomor Men Youth,” ujar Pandu. Berbagai persiapan dilakukan Pandu bersama tim termasuk melahap semua porsi latihan yang diberikan pelatih, hingga akhirnya Pandu berhasil meraih medali emas. Sumber: Times Indonesia

Polygon, Merek Lokal Yang Sering Disangka Sebagai Merek Dari Negara Lain

Merek-Lokal-Yang-Sering-Disangka-Merek-Internasional-1

Pecinta roda dua sepeda memang tidak akan asing dengan merek Polygon. Sudah banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan sepeda merek Polygon. Merek Polygon sering disangka merek yang berasal negara lain. Namun, siapa sangka merek yang sudah hadir sejak tahun 1989 ini asli dari Indonesia. Pabrik Polygon berada di Sidoarjo, Jawa Timur tepatnya di Desa Wadungasih, Bunduran. Sepeda Polygon hadir dengan berbagai pilihan jenis sesuai dengan kebutuhan seperti, Mountain Bike, Road Bike, Urban Bike, BMX atau Dirt Jump Bike dan Youth Bike. Jenis-jenis ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pengguna yang ingin memakai sepeda untuk sehari-hari, liburan atau untuk berolahraga. Polygon memproduksi sepeda yang bisa digunakan untuk semua kategori umur dan bisa dipakai untuk pemula hingga para atlet professional. Kualitas dari Polygon pun tidak kalah dengan kualitas merek internasional. Bahkan sepeda Polygon pun sudah diekspor ke berbagai negara seperti, Jepang, Inggris, Jerman, Korea, Malaysia, Spanyol dan berbagai negara lainnya. Sepeda Polygon pernah digunakan Tim Downhill Kelas Dunia Hutchinson UR Team 2 dalam ajang internasional UCI DH World Cup 2013. Pilihan jenis dari sepeda Polygon cukup banyak yaitu Polygon XC Race, Monarch, Xtrada, Premier dan masih banyak lagi. Meski terdapat banyak pilihan, desain warna dari Polygon tidak terlalu variatif dan cat serta sambungan besi yang di las tampak tidak tertutup rapih. Namun, frame dari Polygon pun diakui sangat kuat dan tahan lama. Bahan yang digunakan juga tahan karat jika sering terkena air. Sepeda Polygon juga mudah ditemukan diberbagai toko-toko sepeda. Harga yang ditawarkan sepeda Polygon ini mulai dari 1,7 Juta hingga puluhan juta rupiah. Meski harganya dianggap terlalu mahal, tetapi kualitas sepeda Polygon sudah standar dunia. Polygon memang sudah diakui sebagai sepeda dengan kualitas internasional. Meski sering dianggap produk negara lain, kita harus tetap bangga menggunakan produk lokal.(put)