Atlet BMX Indonesia raih emas pada ajang di Thailand

Amellya Nur Syifa

Atlet BMX Indonesia, Amellya Nur Syifa, berhasil memenangi medali emas pada ajang ASEAN BMX Racing Cup 2026, yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Minggu. Amellya memenangi medali emas tersebut di nomor BMX Racing Women Elite. Medali emas yang dimenangi Amellya menjadi satu-satunya medali emas yang dapat dibawa pulang atlet Indonesia dari kejuaraan ini. Untuk medali perak, tim Indonesia berhasil membawa pulang dua medali perak. Medali perak pertama diraih Aditya Fajar Putu Soekarno dari nomor BMX Racing Men Elite, kemudian Rafelino Mahendra dari nomor BMX Racing Men U23. Tim Indonesia juga berhasil membawa pulang tiga medali perunggu. Medali-medali perunggu itu disumbangkan oleh Rio Akbar dari nomor BMX Racing Men Elite, M.Irsyad Panji Putra Asywa dari nomor BMX Racing Men U23, dan Fasya Ahsana Rifki dari nomor BMX Racing Men Elite. Dengan perolehan satu medali emas, dua medali perak, dan tiga medali perunggu tersebut, tim Indonesia berhak menghuni posisi kedua di klasemen umum medali. Sedangkan posisi pemuncak klasemen dikuasai tuan rumah Thailand dengan lima medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.

Sayu Bella bawa pulang perunggu pada kejuaraan MTB di Jepang

MTB Coupe de Japon Aichi International 2026.

Pembalap sepeda gunung (mountain bike/MTB) putri Indonesia, Sayu Bella Sukma Dewi kembali menunjukkan performa positif dengan naik podium setelah meraih medali perunggu pada ajang MTB Coupe de Japon Aichi International 2026 di Aichi, Jepang, Minggu waktu setempat. Tampil pada nomor cross country olympic (XCO) elite putri, Sayu finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 1 jam 27 menit 31 detik. Ia berada di bawah dua pembalap China, Zhifan Wu yang menjadi juara dengan waktu 1 jam 24 menit 44 detik, serta Zhenglan Liang yang finis di posisi kedua dengan catatan waktu 1 jam 25 menit 10 detik. Hasil tersebut menunjukkan progres positif Sayu setelah pada awal musim 2026 resmi bersaing di level elite. Sepanjang tahun ini, ia juga mencatatkan prestasi dengan menjuarai Thailand Mountain Bike Cup nomor Cross-Country Olympic (XCO) pada 14 Januari serta Asian Mountain Bike Series UCC India-1 pada 26–28 Februari 2026. Sementara itu, wakil Indonesia lainnya di nomor elite putri, Bera Sefti Rahmadani, menempati posisi ke-13. Di sektor elite putra, Feri Yudoyono menjadi wakil terbaik Indonesia dengan finis di posisi ke-12 dengan catatan waktu 1 jam 27 menit 45 detik. Adapun gelar juara diraih pembalap tuan rumah Toki Sawada dengan waktu 1 jam 24 menit 24 detik. Posisi kedua ditempati sesama pembalap Jepang, Tatsuumi Soejima, dengan waktu 1 jam 24 menit 29 detik, sedangkan posisi ketiga menjadi milik wakil China, Jinwei Yuan, dengan catatan waktu yang sama. Wakil Indonesia lainnya, Zaenal Fanani, finis di posisi ke-15 dengan waktu 1 jam 28 menit 35 detik, sedangkan Ihza Muhammad menempati urutan ke-26 dengan catatan waktu 1 jam 32 menit 17 detik. Tim MTB Indonesia menjadikan ajang MTB Coupe de Japon Aichi International 2026 yang berlangsung pada 14-15 Maret tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026. Sebelumnya, Zaenal Fanani menyebut kejuaraan di Jepang memiliki arti penting karena menggunakan lintasan yang juga akan dipakai pada Asian Games 2026. Karena itu, ajang ini menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia untuk mengenali karakter trek sekaligus mengukur kemampuan saat bersaing dengan pembalap level dunia. “Lintasan di sini akan dipakai untuk Asian Games, jadi ini kesempatan bagus buat kami untuk adaptasi. Selain itu, kami juga bisa melihat langsung kemampuan kami saat bersaing dengan pembalap kelas dunia,” ujar Fanani.

Sayu Bella Raih Emas di India

Sayu Bella

Pembalap sepeda gunung putri Indonesia, Sayu Bella Sukma Dewi kembali membuktikan taji di pentas Asia dengan meraih medali emas pada ajang Asian Mountain Bike Series UCC India-1 yang berlangsung di India, 26–28 Februari 2026. Sayu naik podium tertinggi pada nomor Cross Country Olympic (XCO) Elite Putri dan menjadi satu-satunya penyumbang emas bagi Indonesia dalam seri tersebut. Dia membukukan 1 menit 32,16 detik, mengalahkan Nur Deena Safia Nor Effandy asal Malaysia dengan 1 menit 41,21 detik, dan wakil Indonesia lainnya Vara Sefti Rahmadani yang pulang dengan perunggu setelah mencatatkan 1 menit 44,21 detik. “Bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet Squad MTB XC Indonesia yang telah berjuang dengan maksimal dan penuh dedikasi pada ajang Asia Mountain Bike Series UCC India 1 di India,” demikian keterangan resmi Federasi Sepeda Indonesia (ICF) melalui akun Instagram, Jumat. ICF menyebut semangat juang dan komitmen para atlet menjadi bukti Indonesia mampu terus bersaing di level Asia. Secara keseluruhan, Indonesia mengoleksi satu emas, dua perak, dan dua perunggu. View this post on Instagram Selain emas dari Sayu dan perunggu dari Vara, dua medali perak diraih Zaenal Fanani dari nomor Cross Country Short Circuit (XCC) Elite Putra dan XCO Elite Putra. Sementara satu perunggu dipersembahkan Feri Yudoyono pada nomor Cross Country Eliminator (XCE) Elite Putra. Hasil tersebut melanjutkan tren positif Sayu pada awal musim 2026. Sebelumnya, atlet asal Bali yang juga peraih emas SEA Games 2023 Kamboja nomor XCO itu memastikan tiket tampil pada putaran pembuka WHOOP UCI Mountain Bike World Series 2026 di MONA YongPyong, Korea Selatan, 1–3 Mei. Tiket itu diraih melalui jalur kualifikasi “golden ticket” dari ajang Asia UCI MTB Continental Series Thailand MTB Cup 2026 pada 13–14 Januari. Pada kejuaraan tersebut, Indonesia mengoleksi dua emas, tiga perak, dan satu perunggu. Selain Sayu, atlet yang lolos ke Korea Selatan yakni Zaenal Fanani, Ihza Muhammad, Feri Yudoyono, Achmad Dhani, dan Melinda Ayu Putri.

Kejurnas Balap Sepeda 2025 Jadi Ajang Strategis Jaring Talenta Muda

Kejuaraan Nasional Balap Sepeda 2025

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Sepeda 2025 sebagai ajang strategis untuk menjaring talenta muda potensial yang dapat mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. “Kejurnas ini adalah agenda penting untuk menjaring dan melahirkan atlet balap sepeda berprestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia,” ujar Listyo dalam keterangan video yang disampaikan pada Minggu. Listyo yang juga menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) itu turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kejurnas, termasuk tuan rumah, panitia, dan sponsor. PB ISSI tahun ini menggelar rangkaian Kejurnas di lima daerah dengan dukungan dari Bank Mandiri. Saat ini tengah berlangsung kejuaraan nasional untuk disiplin road race di Banyuwangi, Jawa Timur pada 27–30 Juni yang diikuti 256 atlet dari 23 provinsi. Setelah itu, ajang berlanjut ke BMX Racing yang akan digelar di Sirkuit BMX Supercross Muncar, Banyuwangi pada 4–6 Juli. Trek ini merupakan lintasan baru berstandar internasional yang dibangun sebagai bentuk apresiasi atas prestasi balap sepeda Indonesia di Asian Games 2022 Hangzhou. Disiplin track akan dilombakan di Jakarta International Velodrome pada 10–13 Juli, dilanjutkan dengan nomor mountain bike (MTB) di Yogyakarta pada 16–19 Juli, serta BMX Freestyle dan Trials di Ciamis, Jawa Barat pada 2–3 Agustus. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB ISSI, Budi Saputra menjelaskan bahwa Kejurnas merupakan platform pemantauan langsung terhadap hasil pembinaan atlet di daerah. Dari ajang ini, PB ISSI akan menyusun basis data atlet untuk seleksi ke berbagai kejuaraan internasional. “Semua atlet terbaik akan kami pantau dan masukkan ke dalam data pool pembinaan prestasi. Ini menjadi dasar seleksi untuk ajang internasional seperti Asian Championship, World Cup, World Championship, hingga multievent seperti SEA Games, Asian Youth Games, dan kualifikasi Olimpiade,” kata Budi melalui ANTARA, Minggu. Budi juga mengungkapkan prestasi balap sepeda Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pencapaian balap sepeda sebagai juara umum SEA Games 2023 Kamboja, raihan medali emas dan perunggu di Asian Games 2022 Hangzhou, serta lolosnya atlet ke Olimpiade Paris 2024 merupakan bukti Indonesia berada di jalur yang benar. “Kejurnas ini menjadi pijakan penting untuk menjaga momentum tersebut. Kami ingin terus melahirkan atlet-atlet muda yang bisa bersaing di level dunia,” ujar Budi.