Ada yang berbeda dari gelaran Milo National Championship 2026. Kali ini ajang menggandeng Yayasan Garuda Anak Nusantara (GAN).
Milo National Championship 2026 juga semakin memperluas daerah pelaksanaannya dengan melibatkan lebih dari 10 ribu peserta dalam dua kategori usia, U10 dan U12.
Hasilnya, ajang ini sudah menjangkau lebih dari 50.000 anak sebagai bagian dari upaya mencari bibit pesepak bola berbakat di Tanah Air.
Milo National Championship 2026 menggelar seleksi di Medan, Bangka Belitung, Palembang, Bengkulu, Jambi, Lampung, Bandung, Bekasi, Banten, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Madiun, Banyuwangi, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Pare-Pare, Kolaka, dan Manado.
Tim yang lolos kemudian berkompetisi pada putaran final Milo National Championship 2026 yang berlangsung 31 Januari-1 Februari 2026 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.
“Melalui kompetisi ini, Milo terus mendorong kecintaan terhadap olahraga sejak dini serta mendukung kebutuhan energi dan gizi anak agar dapat aktif bergerak dan turut membentuk bibit-bibit pesepak bola dengan karakter dan mental juara,” kata Marketing Manager Nestle Milo Indonesia Alaa Shaaban.
“Kami percaya bahwa olahraga merupakan guru terbaik yang dapat mengajarkan nilai-nilai seperti sportivitas, percaya diri, pantang menyerah dan kerja sama tim,” sambungnya.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat turut hadir pada kesempatan ini. Dia mengapresiasi inisiatif Milo yang selama lebih dari 50 tahun terus konsisten dalam menghadirkan berbagai acara olahraga bagi masyarakat Indonesia.
“Kemenpora memandang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas dan federasi olahraga adalah kunci untuk membangun ekosistem olahraga nasional yang kuat dan berkelanjutan. Program olahraga seperti Milo National Championship menjadi contoh nyata sinergi positif yang patut didukung dan kembangkan bersama,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari rangkaian babak final, Nestle Milo juga menyelenggarakan sesi coaching clinic bagi para peserta Milo National Championship 2026, menggandeng Andritany Ardhiyasa, penjaga gawang Persija Jakarta sekaligus mantan pemain Tim Nasional Indonesia.
Sesi coaching clinic ini menghadirkan berbagai pelatihan dasar sepak bola, mulai dari passing, ball control, dribbling, hingga aktivitas berbasis permainan dengan melakukan tendangan penalti ke gawang.