Karateka muda Indonesia, Zaskia Putri Salurante meraih medali emas nomor Kata Perorangan Putri Junior di ajang World Karate Federation (WKF) Youth League Fujairah 2026. Tahun lalu, Zaskia juga meraih emas pada kelas Kata Perorangan Putri Kadet.
Prestasi tersebut merupakan emas kedua secara beruntun bagi karateka yang akrab disapa Keong itu di ajang WKF Youth League. Prestasi ini mempertegas konsistensinya sebagai salah satu karateka muda Indonesia di level dunia.
Di arena pertandingan, Zaskia tampil dominan sejak babak awal dengan mengalahkan atlet Rusia (5-0), Mesir (5-0), Iran (5-0), Belgia (4-1), dan Portugal (4-1). Pada partai final dia meraih kemenangan atas atlet Austria (4-1).
Pada hari pertama kompetisi, Zaskia menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang berhasil menyumbangkan medali. Medali emas tersebut disaksikan langsung Ketua Umum PB FORKI, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto, didampingi Wakil Ketua Umum I Agus Widjayanto dan Wakil Ketua Umum IV Ricky Muchtar.
“Prestasi Zaskia ini sangat membanggakan dan menunjukkan pembinaan karate usia muda di Indonesia berada di jalur yang tepat. Ini adalah hasil kerja keras atlet, pelatih, perguruan, serta seluruh stakeholder karate di Tanah Air,” ujarnya.
Hadi Tjahjanto menyampaikan apresiasi atas dukungan perguruan dan pemangku kepentingan karate nasional yang mendorong lahirnya prestasi internasional. Dia juga menegaskan komitmen PB Forki mendorong prestasi internasional melalui penyelenggaraan kejuaraan besar di dalam negeri.
“Kami juga bersyukur Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Senior di Nusa Dua, Provinsi Bali, pada 17-21 Juni 2026. Ini momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di peta karate Asia dan dunia,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum IV PB Forki, Ricky Muchtar menilai prestasi tersebut memiliki makna strategis bagi pembinaan karate nasional. Mengingat ajang WKF Youth League merupakan salah satu kompetisi usia muda paling bergengsi di dunia.
“Prestasi Zaskia meraih medali emas di tengah persaingan seketat ini menunjukkan pembinaan karate usia muda Indonesia sudah mampu bersaing di level global,” ujarnya.
Ajang WKF Youth League Fujairah 2026 ini diikuti oleh 93 negara dengan total 2.305 peserta dan menjadi tolok ukur kualitas pembinaan karate dunia. Kategori yang dipertandingkan meliputi U14 (12–13 tahun), Kadet (14–15 tahun), dan Junior (16–17 tahun).
Indonesia menurunkan sejumlah atlet muda melalui Tim Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) dan Tim OSH DOJO. Pada nomor Kata Perorangan Putra Junior, sejumlah atlet Indonesia telah tampil maksimal, meskipun belum berhasil melangkah jauh.
Aufa kalah dari atlet Mesir (1–4), Malvian Dwi Aprilio gugur di babak ketiga dari atlet Arab Saudi (1–4), dan Valent Oliver kalah tipis dari atlet Amerika Serikat (2–3).
Kemudian, empat atlet Indonesia masih akan berlaga pada hari kedua, 14 Februari 2026, di nomor kumite. Mereka adalah Tytian Aulia Putri Hidayat (Kumite -53 kg Putri), Zihaan Faiha Az-Zalya (Kumite -59 kg Putri), Zahra Putri Nurcahyani (Kumite -48 kg Putri), dan Akhtar Holden Rezvan Asar (Kumite -68 kg Putra).