Daftar Pebulu Tangkis Indonesia Yang Masuk 10 Besar Rangking BWF Junior

Daftar Pebulu tangkis Indonesia Yang Masuk 10 Besar Peringkat BWF Junior

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memang telah membekukan peringkat dunia untuk level senior dan junior terhitung sejak Selasa, 31 Maret 2020 lalu. Keputusan ini diambil karena tidak adanya turnamen seusai gelaran All England Open 2020. Dalam keterangan resminya, BWF membekukan peringkat dunia hingga waktu yang belum ditentukan. Namun, siapa saja kah para pebulu tangkis muda Indonesia yang mampu masuk deretan 10 besar Rangking BWF Junior? Dari nomor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani dan Stephany Widjaja mampu masuk ke dalam daftar 10 besar dalam Rangking BWF Junior per 17 Maret 2020. Putri Kusuma Wardani berada di peringkat ke-5 dengan raihan 14,610 poin dari 8 turnamen musim ini. Sementara Stephany Widjaja berada satu strip dibawahnya dengan raihan 13,670 poin dari 11 turnamen. Beralih ke nomor ganda putri, Melani Mamahit dan Tryola Nadia mampu meraih posisi runner-up dengan raihan total poin sebanyak 15,800 dari 11 turnamen. Posisi Melani berada di bawah Zhou Xin Ru dari China yang menempati posisi ranking 1 dunia dengan raihan poin 17,210 dari 5 turnamen. Sementara itu, Indah Cahya Sari Jamil mampu memuncaki Rangking BWF Junior dengan total 25,430 poin dari 10 turnamen. Disusul oleh Teges Satriaji Cahya Hutomo dengan raihan 12,965 poin dari 7 turnamen. Yang menjadi catatan dalam Rangking BWF Junior adalah di tunggal putra dan ganda putra. Di dua nomor bergengsi tunggal itu, pemain Indonesia tertinggal dari negara lain. Ini harus menjadi perhatian bagi PB PBSI untuk mendongkrak kualitas tunggal putra dan ganda putra junior Indonesia. Dengan keadaan yang serba terbatas saat ini, tentu menjadi tantangan tersendiri yang mau tidak mau harus dihadapi dan dipersiapkan dengan matang. Karena setelah semua ini berlalu, setiap negara maupun individu akan saling berlari kencang untuk menjadi yang terbaik dan mengejar semua ketertinggalan.

Mengintip Peluang Pemain Muda Untuk Menembus Tim Piala Uber Indonesia

Putri Kusuma Wardani Saat Melakukan Selebrasi. (Foto: PP PBSI)

Beberapa waktu lalu, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sukses menggelar PBSI Home Tournament. Tunggal putri pun menjadi sektor terakhir yang dipertandingkan dan beberapa pemain muda sukses mencuri perhatian dengan memberikan kejutan sepanjang jalannya turnamen. Beberapa nama tersebut ialah Putri Kusuma Wardani dan Saifi Rizka Nur Hidayah yang mampu mencuri perhatian lewat permainan apiknya di sepanjang turnamen yang berlangsung di kompleks Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur ini. Secara luar biasa, Putri mampu keluar sebagai runner-up, sedangkan Saifi finis di posisi ketiga. Meski baru berusia 18 tahun dan menempati ranking 261 dunia, Putri mampu mengalahkan sang unggulan, Gregoria Mariska Tunjung di fase penyisihan Grup M dan Fitriani di babak perempat final. Sementara Saifi yang baru berusia 17 tahun mampu melangkah hingga babak semifinal. Pencapaian para pemain di PBSI Home Tournament menjadi bekal evaluasi PP PBSI untuk mempersiapkan diri ke Piala Thomas dan Uber yang direncanakan berlangsung pada 3-11 Oktober mendatang di Aarhus, Denmark. Untuk mempersiapkan Piala Thomas dan Uber tersebut, PBSI melakukan evaluasi secara menyeluruh, khususnya dari sektor tunggal putri. Kabid Binpres PP PBSI, Susy Susanti, mengatakan ada angin segar dari sektor tunggal putri setelah melihat hasil dari turnamen internal PBSI Home Tournament. “Hasil dari keseluruhan turnamen ini memang cukup baik. Perlawanan juga bagus antara junior dan senior,” kata Susy dikutip dari laman Bolasport.com. Lebih lanjut Susy mengatakan, pemain muda memang tampil menjanjikan, tapi peringkat pemain memang menjadi faktor penentu dalam perekrutan tim Piala Uber. Walaupun itu bukan yang utama. “Ada capaian prestasi, bagaimana perkembangan performa mereka, dan tentu saja mentalnya. Itu yang paling penting. Bisa main bagus tapi mental nggak mendukung, ya percuma,”  tutup Susy. Tim Uber Indonesia sendiri tergabung dalam grup b bersama Korea, Malaysia dan Australia. Saat ini, Korea jelas menjadi lawan yang cukup berat buat tim Uber Indonesia. Tapi peluang srikandi Merah Putih untuk lolos ke babak-babak selanjutnya masih terbuka lebar.