Superliga Junior 2025: PB Djarum dan Banthongyord Juara Kategori U19

Tim U19 Putri Banthongyord

Tim U19 putra PB Djarum dan tim U19 putri Banthongyord keluar sebagai Polytron Superliga Junior 2025. Dalam partai puncak kejuaraan beregu yang di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9) tersebut, tim tuan rumah menang 3-2 atas Jaya Raya Jakarta dan berhak memboyong Piala Liem Swie King, sementara Banthongyord, klub bulu tangkis asal Thailand, mengalahkan PB Djarum setelah melalui laga sengit yang berakhir dengan skor 3-2 dan berhak atas Piala Susy Susanti. Laga ketat antara PB Djarum dan Jaya Raya tersaji sejak partai pertama yang mempertemukan Radithya Bayu Wardhana dengan Denis Azzarya, yang berakhir dengan kemenangan bagi Radithya. Namun, Jaya Raya Jakarta bangkit dan merebut dua kemenangan beruntun melalui Akmal Nurrahman/Revand Harianto dan Maharishiel Timotius Gain. Pertarungan kian memanas di partai keempat antara Muhmmad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono dan Muhammad Vito Annafsa/Yugo Alvaro Gunawan. Laga yang juga diwarnai pemberian kartu merah kepada Yugo ini, berujung kemenangan bgi Mubarrok/Raihan dengan skor 17-21, 21-10, 21-18. Pada partai penentuan, Yarits Al Kaaf Rengganingtyas berhasil mengalahkan Yusack Christian melalui dua gim 18-21 20-22, sekaligus memastikan podium teratas bagi PB Djarum. “Secara keseluruhan, target kita adalah menjadi juara. Dengan hasil ini kita sangat bersyukur, sementara dari sisi kami sebagai pelatih, kita sangat mengapresiasi perjuarangan atlet-atlet yang bertarung sampai partai kelima hingga akhirnya menang 3-2,” kata pelatih tunggal putra PB Djarum, Dionysius Hayom Rumbaka. “Kalau dari tunggal, saya menilai peluangnya 50-50. Sementara di final tadi di ganda kita kecolongan satu dan itu di luar prediksi kami. Tapi untungnya di tunggal terakhir, kita mmendapatkan jalan yang terbaik,” Hayom, menambahkan. Sementara, Banthongyord berhasil mengulangi prestasi gemilang yang diraih pada Polytron Superliga Junior 2023, ketika skuad putri U-17 asal Negeri “Gajah Putih” itu tampil sebagai juara di Magelang. Kali ini, Banthongyord kembali diperkuat Anyapat Phichitpreechasak memenangi tiga dari lima partai final melawan PB Djarum. Anyapat menyumbang poin pertama berkat kemenangan atas Christabel Calista Purwanto lewat dua gim 21-6, 21-17 dalam 34 menit. Setelah partai pembuka, kedua tim saling berbalas kemenangan hingga laga final ini harus ditentukan melalui partai kelima yang mempertemukan Peeraya Wechawong dengan Shaafiya Yasmin Maitsaa. Dalam pertarungan yang menguras tenaga selama 76 menit ini, Peeraya akhirnya memastikan kemenangan lewat duel tiga gim dengan skor 21-18, 16-21, 21-16.

Alasan Polytron Superliga Junior 2025 Buka Kategori U13 dan U15

Polytron Superliga Junior 2025

Polytron Superliga Junior 2025 menyajikan sesuatu yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Khusus edisi kali ini, mereka membuka kompetisi untuk U13 dan U15. Direktur Superliga, Achmad Budiharto, menuturkan keputusan membuka dua kategori ini didasari harapan agar atlet-atlet dengan usia yang lebih dini mulai terbiasa dalam pertandingan format beregu. “Kami membuka kategori U13 dengan tujuan agar sejak dini para atlet sudah mengenal pertandingan beregu. Jadi tidak hanya fokus pada kemenangan, tapi juga membentuk nilai-nilai kerjasama dan sportivitas antar pemain,” ujar Achmad Budiharto dalam keterangannya. Achmad mengungkapkan, khusus untuk U13, hanya klub-klub lokal saja yang boleh bertarung. Hal ini bertujuan agar para pemain yang bertanding semakin percaya diri dan termotivasi membawa pulang gelar juara. “Kalau klub-klub nasional juga ikut, peserta dari lokal pasti akan berpikir dua kali tentang peluang menjadi juara. Dengan adanya aturan hanya klub lokal yang boleh ikut di U13, tingkat persaingannya jadi lebih merata dan setara,” ujar Achmad Budiharto. Dari U13, rentetan klub lokal siap mengikuti ajang ini. Untuk kategori putra, ada 12 klub yang bertarung merebut titel juara yakni Taqi Arena (Bandung), Champion Kudus, PB Victory (Bandung), Istimewa Badminton Club (Yogyakarta), Champion Kebumen, JRBC Champion (Surabaya), Jaya Raya Solo, Champion Klaten, PB Arista (Semarang), PB Talenta (Manado), serta Champion Jepara dan Altrec (Semarang). Sementara itu, di sektor putri, terdapat 10 klub yang berpartisipasi yakni Champion Klaten, KAYP1 Champion Academy (Bogor), PB Bayu Kencana (Pasuruan), PB Arista (Semarang), Champion Kebumen, Istimewa Badminton Club (Yogyakarta), Taqi Arena (Bandung), Champion Kudus, Jaya Raya Solo dan PB Victory (Bandung). Tim-tim besar dari berbagai negara akan bergabung di sektor U17 dan U19 baik putra dan putri. Pada U17 putra, ada Chengyuan High School (Taiwan), Polandia Team, Singapore Team, dan berbagai klub besar Indonesia seperti PB Djarum, PB Victory, Gideon Badminton Academy, PB Mutiara Cardinal, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali, PB Exist, dan PB Taqi Arena. Sedangkan di sektor U17 putri, terdapat New Taipei High School (Taiwan), Polandia Team, Granular (Thailand), Singapore Team, Filipina Team akan ditantang oleh PB Djarum, Gideon Badminton Academy, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali, serta PB Taqi Arena. Sementara, di sektor U19 Putra, PB Djarum, PB Mutiara Cardinal, PB Victory, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali akan bentrok dengan Chengyuan High School (Taiwan), Polandia Team, Malaysia Team, dan Banthongyord (Thailand). Di kategori U19 Putri, terdapat Global Badminton Academy (Amerika Serikat), Malaysia Team, Filipina Team, Polandia Team, Banthongyord (Thailand) akan berjumpa dengan PB Djarum, PB Mutiara Cardinal, PB Power Rajawali. Bagi fans yang ingin menyaksikan langsung laga, bisa hadir ke GOR Djarum Jati, Kudus mulai Senin (15/9/2025) hingga Minggu (21/9/2025). Polytron Superliga Junior 2025 terbuka untuk umum dan gratis.

654 Pebulutangkis Muda dari Delapan Negara Bertarung di GOR Djarum Kudus Perebutkan Total Hadiah Rp1,4 Miliar

SUASANA PERTANDINGAN POLYTRON SUPERLIGA JUNIOR 2025 DAY 1 (4)

KUDUS, 15 September 2025 – Kota Kudus di Jawa Tengah menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen bulutangkis Polytron Superliga Junior 2025 yang bergulir pada Senin (15/9) hingga Minggu (21/9) di GOR Djarum.  Pada ajang bergengsi yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Polytron tersebut, sebanyak 654 pebulutangkis muda dari delapan negara yakni Indonesia, Polandia, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, China Taipei, Thailand dan Filipina akan menunjukkan aksi terbaik mereka guna meraih podium tertinggi dan merebut total hadiah lebih dari Rp1,4 Miliar. Mengadopsi pertandingan dengan format beregu layaknya Thomas dan Uber Cup, para peserta Polytron Superliga Junior 2025 terbagi dalam empat sektor yakni U-13, U-15, U-17 dan U-19 baik putra dan putri. Di sektor U-13 Putra, mereka akan berjuang meraih Piala Tontowi Ahmad, Sedangkan, Piala Liliyana Natsir akan menjadi milik peraih podium tertinggi di kategori U-13 Putri. Sementara itu, Sektor U-15 Putra akan memperebutkan Piala Sigit Budiarto, legenda bulutangkis yang mengharumkan nama Indonesia berkat gelar juara dunia pada 1997. Adapun sektor U-15 Putri, sang kampiun akan membawa pulang Piala Maria Kristin Yulianti, pahlawan Indonesia dalam Olimpiade Beijing 2008 dengan berhasil membawa pulang medali perunggu. Selanjutnya, sektor U-17 Putra kembali akan memperebutkan Piala Hariyanto Arbi, serta Piala Yuni Kartika untuk U-17 Putri. Lalu, Piala Liem Swie King bagi juara U-19 Putra serta Piala Susy Susanti di kategori U-19 Putri. Commercial Director Polytron Tekno Wibowo mengatakan penyelenggaraan Polytron Superliga Junior 2025 selaras dengan semangat dan eksistensi Polytron sebagai perusahaan elektronik nasional yang berusia 50 tahun pada tahun ini. Tidak hanya mendukung perekonomian melalui industri elektronik nasional, namun juga memiliki tanggung jawab untuk membangun sumber daya nasional yang lebih unggul. Salah satunya Melalui gelaran Polytron Superliga Junior 2025, para atlet muda bulutangkis diharapkan dapat mengukur dan meningkatkan kemampuan di atas arena sehingga kelak dapat mengukir prestasi membanggakan bagi Ibu Pertiwi.  “Polytron dengan bangga kembali hadir sebagai sponsor utama Superliga Junior 2025. Dengan penyelenggaraan turnamen yang melibatkan banyak negara dari lintas benua ini, kami berharap atlet-atlet muda Indonesia bisa bertukar pengalaman berharga dan berinovasi lebih luas lagi baik dari sisi teknik maupun kemampuan mereka ketika berlaga di atas arena sehingga di masa depan mereka menjadi generasi yang memotori lahirnya segudang prestasi bagi Indonesia. Selamat bertanding untuk para atlet muda dan tetap nyalakan api semangat untuk menjadi yang terbaik,” tutur Tekno Wibowo. Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menuturkan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang diadakan di GOR Djarum Magelang, pada edisi tahun ini, Polytron Superliga Junior berpindah ke GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah. Pemilihan Kudus tak lepas dari sejarah yang membanggakan bahwa Kudus merupakan kota yang banyak melahirkan pahlawan bulutangkis Indonesia seperti Liem Swie King, Eddy Hartono, kakak beradik Hastomo Arbi, Eddy Hartono, dan Hariyanto Arbi. “Kota Kudus tak bisa dilepaskan dari perjalanan bulutangkis Indonesia karena kota ini adalah tanah kelahiran banyak pahlawan dan legenda bulutangkis Indonesia. Dengan digelar di Kudus, kami berharap para atlet muda yang bertanding di Polytron Superliga Junior 2025 memiliki semangat dan motivasi yang lebih tinggi ketika berjuang merebut podium tertinggi seperti para pendahulu mereka,” ujar Yoppy.  Tak hanya sebagai kota kelahiran legenda bulutangkis Indonesia, Kudus juga kental dengan warisan budaya yang sudah berlangsung turun temurun. Kehangatan dan keramahan masyarakat Kudus akan menyambut para pebulutangkis muda yang akan berlaga. “Jadi, selain bertanding di Polytron Superliga Junior 2025, kami berharap para atlet yang datang dari luar Kudus juga dapat mencicipi keberagaman tradisi masyarakat yang mengakar di kota ini, semoga membawa kenangan yang berkesan saat pulang ke kotanya masing-masing,” Yoppy menjelaskan. Direktur Superliga Achmad Budiharto menuturkan penyelenggaraan Polytron Superliga Junior 2025 menjadi semakin kompetitif dengan hadirnya para peserta dari negara-negara yang belum pernah mengikuti kejuaraan ini di tahun sebelumnya seperti Filipina, Polandia dan Amerika Serikat. Partisipasi negara-negara baru ini diharapkan dapat mendorong semangat klub-klub nasional untuk mempertahankan harga diri sebagai tuan rumah dan meraih gelar juara dalam kompetisi ini. “Sesuai dengan misi penyelenggaraan Polytron Superliga Junior sebagai barometer pengembangan atlet-atlet muda khususnya dalam format pertandingan beregu, kehadiran negara-negara baru dalam turnamen ini akan melahirkan peta persaingan yang lebih sengit dan kompetitif. Dengan begitu, selain mendapatkan jam terbang yang lebih tinggi, diharapkan para atlet muda memperoleh wawasan luas baik dari segi teknik maupun pola permainan yang saat ini sedang berkembang di panggung bulutangkis global,” jelas Achmad Budiharto.  Tim-tim besar dari berbagai negara ini akan bergabung di sektor U-17 dan U-19 baik putra dan putri. Pada U-17 Putra, Chengyuan High School (China Taipei), Polandia Team, Singapore Team, dan berbagai klub besar Indonesia seperti PB Djarum, PB Victory, Gideon Badminton Academy, PB Mutiara Cardinal, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali, PB Exist, dan PB Taqi Arena akan memperebutkan gelar juara. Sedangkan di sektor U-17 putri, terdapat New Taipei High School (China Taipei), Polandia Team, Granular (Thailand), Singapore Team, Filipina Team akan ditantang oleh PB Djarum, Gideon Badminton Academy, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali,  serta PB Taqi Arena. Sementara itu, di sektor U-19 Putra, PB Djarum, PB Mutiara Cardinal, PB Victory, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali akan bentrok dengan Chengyuan High School (China Taipei), Polandia Team, Malaysia Team, dan Banthongyord (Thailand). di kategori U-19 Putri, terdapat Global Badminton Academy (Amerika Serikat), Malaysia Team, Filipina Team, Polandia Team, Banthongyord (Thailand) akan berjumpa dengan PB Djarum, PB Mutiara Cardinal, PB Power Rajawali. Menjawab sengit dan kompetitifnya Polytron Superliga Junior 2025, Manager Tim PB Djarum Fung Permadi mengaku akan menurunkan tim dengan formasi terbaik guna mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini memiliki tantangan tersendiri lantaran banyak peserta baru yang kekuatannya belum terpetakan. Hal ini mendorong para atlet binaan PB Djarum untuk berlatih lebih keras demi memboyong prestasi di ajang bergengsi tersebut. “Target secara keseluruhan tentu mempertahankan prestasi yang sudah kita capai. Namun kami juga harus mewaspadai kekuatan-kekuatan peserta baru yang tersembunyi pada kejuaraan Polytron Superliga Junior 2025 kali ini. Melihat peta persaingan yang semakin sengit, kami akan berjuang ekstra keras demi menampilkan performa terbaik dan kembali mempertahankan gelar juara umum,” tutur Fung Permadi. Atlet putri andalan PB Djarum, Jolin Angelia menyatakan kesiapannya untuk menghadapi pebulutangkis dari berbagai negara. Tahun lalu, pemain tunggal putri itu berhasil membawa … Read more