Torehkan Sejarah Baru, Indonesia Juara Umum Atletik Asia Tenggara U18 dan U20

Kontingen Indonesia Untuk Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 dan U20

Indonesia mencatat sejarah baru di dunia atletik. Untuk pertama kali, tim atletik Indonesia menjadi juara umum Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 dan U20. Indonesia naik ke podium tertinggi setelah meraih 14 emas, unggul atas Vietnam yang mendapat 13 emas dan Filipina 11 emas. Atlet muda masa depan atletik Indonesia lahir di ajang itu. ”Indonesia berhasil menjadi juara umum. Kita sangat bersyukur karena ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Ketua Panitia Tigor Tanjung di Stadion Madya Atletik Sumut, Deli Serdang, Selasa (18/11/2025). Atlet-atlet muda Indonesia mengalahkan atlet dari sembilan negara lain yang ikut berlomba dalam kejuaraan tahunan itu. Atlet Indonesia mendapat emas di nomor-nomor favorit, antara lain lari 100 meter putri U18, lari 400 meter putri U18, dan lari estafet 4 x 100 meter putri U18. Indonesia juga mendapat emas di nomor lari 100 meter putra U18, lari 200 meter putra U18, dan lari 1.500 meter putra U20. Sejumlah atlet juga mencetak rekor baru di sejumlah nomor. Tim Indonesia mendapat total 45 medali, terdiri dari 14 emas, 15 perak, dan 16 perunggu. Tigor mengatakan, kejuaraan atletik tersebut menjadi ajang yang sangat penting untuk pembinaan atlet-atlet muda Indonesia. Atlet-atlet muda itu akan menjadi tulang punggung cabang olahraga atletik Indonesia di masa depan. ”Atlet-atlet muda ini harus terus dijaga dan dibina,” kata Tigor yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) itu. Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 dan U20 berlangsung pada 15-18 November. Sebanyak 278 atlet dari 10 negara berlomba dalam 63 nomor. Ini pertama kali single event atletik bertaraf internasional diselenggarakan di luar Pulau Jawa. Kemajuan atletik didukung oleh Stadion Madya Atletik Sumut yang telah mengantongi Sertifikat Kelas 1 dari World Athletics. Sertifikasi ini menandakan bahwa lintasan dan semua fasilitas teknis stadion warisan Pekan Olahraga Nasional 2024 Aceh-Sumut itu memenuhi standar tertinggi untuk penyelenggaraan kompetisi atletik resmi tingkat dunia, termasuk untuk pencatatan rekor nasional ataupun internasional. Kejuaraan ini juga terdaftar dalam World Athletics Global Calendar dan berlabel World Rankings Competition. Dengan demikian, semua hasil pertandingan akan secara resmi tercatat dan dihitung dalam sistem poin peringkat dunia.

Indonesia Kokoh Peringkat Kedua Kejuaraan Atletik Asia Tenggara

Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 & U20 2025

Indonesia berhasil mempertahankan posisi kedua di peringkat sementara Kejuaraan Atletik U18 & U20 Asia Tenggara 2025. Tambahan dua medali emas dari nomor lari 100 meter membuat Indonesia terus membuntuti pemimpin peringkat Vietnam. Di hari kedua, Indonesia berhasil menambah 3 emas, 2 perak dan 7 perunggu. Medali emas datang dari nomor lari 100 m U18 putra dan putri, serta lari 1500 m U18 putra. Total, raihan medali Indonesia menjadi 7 emas, 6 perak dan 12 perunggu. Sementara itu, Vietnam menambah 1 medali emasnya lewat lompat jauh putra U20. Capaian ini membuat Vietnam masih bertengger di puncak dengan raihan medali 7 emas, 9 perak dan 5 perunggu. Wakil Ketua PB PASI Tigor M Tanjung, memuji penampilan atlet-atlet muda Indonesia. Walau begitu, Tigor memandang event ini merupakan event strategis untuk pengembangan atlet. “Saya rasa luar biasa, anak-anak semangat semua. Negara peserta mengirim banyak atletnya di sini, berarti usia kelompok ini strategis untuk pengembangan atlet,” kata Tigor M Tanjung di Stadion Madya Atletik Sport Centre Sumut, Minggu (16/11/2025). Selain capaian yang baik, Tigor juga menilai dari sisi penyelenggaraan event ini berjalan dengan baik. Tidak ada kendala yang berarti selama kompetisi berlangsung termasuk di luar lapangan. “Dari sisi penyelenggaraanpun semua berjalan baik. Para peserta mampu mengiktui semua rangkaian kegiatan dengan baik, saya sangat mengapresiasi seluruh panitia pelaksana,” kata Tigor Tanjung. Kejuaraan Atletik U18 & U20 berlangsung hingga 18 November 2025. Kejuaraan ini masih menyisakan banyak nomor seperti lari 2.000 m, 3.000 m, sprint 200m, lontar martil, tolak peluru dan nomor lainnya.