Indonesia jadi tuan rumah perdana Asian Gym for Life Challenge 2026

Gimnastik Indonesia

Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah ajang internasional setelah resmi ditunjuk menggelar 1st Asian Gym for Life Challenge 2026 yang akan berlangsung di Yogyakarta pada 15-18 Oktober. Ratusan komunitas gymnastics for all dari berbagai negara Asia dipastikan ambil bagian dalam event perdana tersebut, yang sekaligus menjadi momentum penguatan sport tourism Indonesia melalui olahraga gimnastik. “Alhamdulillah, mata dunia kembali tertuju pada Indonesia sehingga dipercaya menjadi tuan rumah Asian Gym for Life Challenge 2026. Ini merupakan event salah satu disiplin gimnastik, yakni gymnastics for all, di mana seluruh komunitas gimnastik dapat terlibat dan mendaftar,” kata Ketua Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Ita Yuliati dalam keterangan resmi, Sabtu. Penunjukan Indonesia diputuskan secara bulat oleh Komite Eksekutif Asian Gymnastics Union (AGU) setelah Thailand mengundurkan diri sebagai tuan rumah. Ajang tersebut menjadi yang pertama digelar di tingkat Asia dan diharapkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan gimnastik internasional. Berbeda dengan gimnastik kompetitif, gymnastics for all merupakan disiplin yang bersifat inklusif dan nonkompetitif sehingga dapat diikuti seluruh kalangan tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun kemampuan. Disiplin ini lebih menitikberatkan pada kebugaran, kesenangan, persahabatan, serta penampilan kelompok yang mengedepankan semangat rekreasi dan gaya hidup sehat melalui gerakan gimnastik. FGI memilih Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan sport tourism sekaligus mendukung program pemerintah di sektor olahraga dan pariwisata. “Yogyakarta merupakan kota yang memiliki banyak destinasi wisata dan cocok untuk pengembangan sport tourism. Kami berharap event ini dapat memberikan kontribusi serta membantu menggerakkan roda perekonomian daerah,” ujar Ita. Penyelenggaraan Asian Gym for Life Challenge 2026 juga diharapkan menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata Indonesia di mata internasional melalui perpaduan olahraga, pertunjukan, dan aktivitas komunitas.

Aldila Sutjiadi Runner-up Maroko Open 2026

Aldila Sutjiadi, Vera Zvonareva, Eudice Chong, Magali Kempen - Morocco Open 2026

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan pasangan ganda putrinya, Vera Zvonareva, menjadi runner-up Maroko Open 2026 seusai kalah pada babak final ajang WTA 250 Rabat, Jumat. Aldila/Vera yang menjadi unggulan teratas bangkit menyamakan kedudukan namun tak mampu menghalau Magali Kempen/Eudice Chong pada super tie-break hingga terpaksa menyerah dengan 3-6, 6-2, 6-10, demikian WTA. Sukses mendapatkan satu ace dengan catatan bersih dari kesalahan ganda tidak cukup bagi Aldila/Vera untuk menaklukkan Kempen/Chong yang sedang dalam performa terbaik mereka. Pasangan Belgia/Hong Kong itu memasukkan 81,8 persen servis pertama mereka, menyelamatkan lebih banyak break point untuk merebut set pertama. Aldila/Vera bangkit pada set kedua dengan memenangi tiga gim beruntun. Memimpin dengan 4-1, mereka sempat tercuri satu gim tetapi mampu mengambil alih permainan untuk memaksa ke super tie-break. Laga berjalan sengit ketika kedudukan imbang 4-4. Namun, Kempen/Chong, yang unggul dari segi servis pertama dengan catatan 87,5 persen, kemudian memimpin dengan 7-5, lalu menuntaskan pertandingan dengan kemenangan. Perjalanan Kempen/Chong dalam meraih gelar terbilang mulus tanpa menjalani super tie-break, termasuk saat berhadapan dengan unggulan keempat Anastasia Detiuc/Irina Khromacheva pada semifinal. Sementara itu, sebagai unggulan pertama Aldila/Vera melakoni tiga laga sengit super tie-break selepas babak pertama untuk menjadi runner-up ajang lapangan tanah liat pemanasan Roland Garros tersebut. Bagi Aldila, menjadi finalis Maroko Open 2026 merupakan langkah terjauh musim ini. Ia mencapai perempat final WTA 250 Auckland dan WTA 250 Hobart pada awal tahun, juga perempat final WTA 1000 Madrid akhir bulan lalu. Menjadi runner up WTA 250 Rabat memperpanjang daftar capaian Aldila sebagai empat kali finalis ajang WTA Tour, yakni di WTA 500 Guadalajara 2025 bersama Giuliana Olmos, WTA 500 Strasbourg 2024 bersama Asia Muhammad, WTA Elite Trophy Zhuhai 2023 dan WTA 250 Hamburg 2022 bersama Miyu Kato.