ONIC Sports siapkan petenis meja Naufal kejar tiket Olimpiade Remaja

Yon Mardiono

Klub Tenis Meja ONIC Sports menyiapkan petenis meja andalan Muhamad Naufal Junindra Irawan mengikuti berbagai kejuaraan internasional untuk mengejar tiket ke ajang Olimpiade Remaja 2026 di Senegal. “Sekarang ini (atlet kami) yang mendekati target ke minimum ranking untuk ikut Olimpiade adalah Naufal Junindra,” kata Kepala Divisi Tenis Meja ONIC Sports Yon Mardiono kepada awak media di Jakarta. Naufal yang baru saja meraih perunggu tenis meja di SEA Games Thailand 2025 saat ini berada di 91 besar ranking dunia untuk kategori U-17 sehingga pihaknya akan berupaya agar bisa masuk dalam 60 besar. Yon menjelaskan, untuk meningkatkan ranking, pihaknya membidik berbagai Kejuaraan Dunia Tenis Meja atau WTT dari Federasi Tenis Meja Internasional atau ITTF yang akan datang seperti di WTT Cappadocia, WTT Tunisia, WTT Smash Singapura, WTT Dusseldorf, maupun WTT Kroasia, dan WTT Slovakia. Selain itu, Naufal juga dipersiapkan untuk mengejar poin di Olimpiade Remaja, Asian Games, SEA Games, maupun Kejuaraan Tenis Meja Asia Tenggara atau SEATTC. “Kalau itu semua hasilnya baik, harapan kami atlet kami Naufal bisa tampil di Olimpiade,” katanya. Yon menjelaskan, ONIC Sports yang saat ini membina sebanyak 16 atlet muda fokus untuk bersaing di level internasional sehingga para atlet bisa menancapkan prestasi di panggung dunia. Saat ini, klub tenis meja ONIC Sports yang sudah dua tahun berjalan ditopang fasilitas yang sesuai untuk bersaing di level internasional seperti tempat latihan terpadu, pelatih umum maupun khusus fisik, divisi psikologi, fisioterapi, dan lainnya. Yon menambahkan, target besar yang ingin dicapai ONIC Sports adalah menciptakan sejarah tenis meja Indonesia seperti masuk dalam ranking 100 dunia, kembali menjuarai SEA Games, maupun mengikuti Olimpiade lagi. “Kami mempunyai cita-cita untuk bersaing hingga level dunia sehingga kami mulai dengan fasilitas yang mendukung itu semua,” katanya. Pelatih Kepala Klub Tenis Meja ONIC Sports Anton Suseno mengatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan kemampuan para atlet binaan ONIC, termasuk teknik-teknik terbaru, agar mereka bisa bersaing di kancah internasional. Para atlet, kata Anton, tidak boleh tertinggal dari sisi teknik, sehingga tim pelatih berupaya meningkatkan performa mereka aga bisa meraih tujuan utama yaitu menciptakan prestasi yang membanggakan bagi Indonesia. “Kami ingin agar atlet-atlet kami bisa digunakan negara untuk berprestasi di tingkat dunia,” katanya. Dari sisi latihan, Anton melanjutkan, para atlet berlatih dua kali dalam sehari serta latihan fisik dua kali dalam seminggu, serta program latihan servis setiap pagi. Selain itu, para atlet juga mendapatkan gizi makanan dan minuman yang sesuai. Semua atlet ONIC, kata dia, dituntut untuk menjalankan tugas utama yaitu berlatih dan bertanding yang didukung dengan tim pelatih dan manajemen klub sehingga bisa meraih prestasi tertinggi. Anton menambahkan bahwa dalam proses pembinaan, ONIC juga menerapkan sistem promosi dan degradasi untuk menghasilkan atlet-atlet terbaik. Sumber: ANTARA

Atlet Muda Tenis Meja Indonesia Cetak Sejarah di Dubai

Muhamad Naufal Junindra Irawan

Atlet muda tenis meja Indonesia, Muhamad Naufal Junindra Irawan mencetak sejarah. Dia menjuarai turnamen WTT Youth Contender Dubai 2025 kategori U-17 di Dubai. Naufal merupakan pemain terbaik di Indonesia Pingpong League (IPL). Dia kini berhasil menjadi orang pertama di Indonesia yang mampu menjadi juara di kelas WTT Youth U-17. Naufal, yang bermain untuk klub Onic Sport, di final menundukkan pemain Rusia dengan bendera AIN (karena Rusia terkena sanksi IOC). Skor kemenangan 3-0 didapat Naufal. “Tentu saya bersyukur atas sukses meraih gelar juara di WTT Dubai ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada klub Onic Sport yang membuat saya bisa go international, pelatih Om Anton Suseno dan rekan-rekan di Onic,” kata Naufal dalam keterangan persnya. “Gelar ini saya persembahkan untuk masyarakat Indonesia, khususnya pecinta tenis meja di Tanah Air yang sudah lama merindukan prestasi di tingkat dunia,” sambungnya. Ketua Klub Onic Sport, Yon Mardiyono, hadir langsung melihat Naufal di Dubai. Dia menilai pemainnya itu tampil luar biasa selama turnamen dengan tidak terkalahkan sejak penyisihan grup. Di penyisihan grup, Naufal menaklukkan Rushil Dodhia (Kenya) 3 – 0 dan Tang Joshua (Singapura) 3-1. Di babak 32 besar, Naufal menghentikan Arshia Lorestani (Iran) 3-1. “Pada babak 16 besar Naufal menang 3 – 0 atas Ali Alhawai (Uni Emirat Arab). Di 8 besar Naufal mengalahkan Zakhar Varfolomeev (AIN) 3-1. Sedangkan di semifinal dia menundukkan Ahmed Korani (Qatar) 3 – 0,” kata Yon yang juga Sekretaris Jenderal IPL. “Usai juara di U-17, Naufal akan kembali terjun di U-19. Setelah WTT Dubai ini, Naufal akan bersiap menghadapi SEA Games. Sedangkan pemain muda Indonesia akan mengikuti Asian Youth Games (AYG) di Bahrain,” tutup Yon. Sumber: detiksport