Thalita Ramadhani Wiryawan Bersinar di Musim Perdana

Thalita Ramadhani Wiryawan

Tunggal putri muda Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, mencuri perhatian pada musim pertamanya bersama timnas bulu tangkis Indonesia. Atlet kelahiran Surabaya, 21 September 2007, itu mampu menorehkan prestasi gemilang dengan mengoleksi empat gelar internasional sepanjang 2025. Tiga gelar diraih Thalita dari level International Challenge, masing-masing di Cameroon International Challenge, Indonesia International Challenge, dan Astana International Challenge. Sementara satu gelar lainnya dipersembahkan dari ajang Ghana International Series. Pencapaian tersebut menjadi penanda kuat debut Thalita di level senior bersama pelatatnas. Performa konsisten di berbagai turnamen internasional juga mengantarkannya menembus peringkat 74 dunia tunggal putri. Di peringkat itu Thalita memiliki total raihan 25.560 poin berdasarkan rilis peringkat terbaru. Thalita mulai mengenal bulu tangkis sejak usia lima tahun. Proses panjang pembinaan yang dijalaninya kini mulai berbuah manis, seiring peningkatan signifikan performa dan mental bertanding di level internasional. Musim 2025 menjadi fondasi penting bagi Thalita untuk melangkah lebih jauh. Modal empat gelar internasional di tahun pertamanya bersama timnas memberikan kepercayaan diri besar bagi sang atlet muda untuk membidik target yang lebih tinggi pada 2026. Dengan usia yang masih sangat muda dan grafik prestasi yang terus menanjak, Thalita Ramadhani Wiryawan diproyeksikan menjadi salah satu bintang masa depan tunggal putri Indonesia. “Terima kasih kepada semua yang sudah memberi dukungan. Terima kasih untuk orang tua, pelatih, dan tim pendukung,” kata Thalita.

Kejurnas PBSI 2025: Salsabila Sabet Dua Medali

Salsabila Zahra Aulia

Pebulutangkis putri asal Jawa Tengah, Salsabila Zahra Aulia menjadi pemain tersukses di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2025, dengan merebut dua gelar juara. Pada babak final, Sabtu (20/12), Salsabila meraih gelar ganda campuran dengan Ikhsan Lintang Pramudya. Kemudian di ganda putri, Salsabila juga menang dengan pasangannya Adelia Nirul. “Perasaannya happy dan bangga. Karena di akhir tahun di Kejurnas semua pasti mau juara. Terus di sini juga yang main rangking 32 besar, jadi pasti happy bisa menang di dua sektor,” kata Salsabila ditemui di Malang Badminton Arena, Malang, Jawa Timur. “Saya punya motivasi yang besar, karena Kejurnas ini kan penting. Jadi saya benar-benar fokus satu minggu ini untuk Kejurnas. Saya juga sama partner sama-sama mau menang,” ujar Salsabila. Bersama Lintang, Salsabila mengalahkan Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti (Jawa Barat) dengan skor 21-23, 21-17, 21-13. Sementara di ganda putri, Salsabila/Adelia mengalahkan rekannya sesama Jawa Tengah, Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri, 21-18, 21-10. “Hasil ini sesuai target. Kalau di ganda putri pas lihat bagan, sama seperti Sirnas Premier. Dan di finalnya ketemu dengan lawan yang sama. Tapi kalau di mixed kan saya baru main lagi sama Lintang. Jadi saya ada motivasi tersendiri lagi buat juara juga di campuran,” ungkap Salsabila. Salsabila mengatakan, dua gelar ini menjadi modal baik baginya untuk menghadapi Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI tahun depan. Ia berharap bisa terus menunjukkan tren positif dan berhasil lolos menjadi bagian tim nasional di Cipayung, Jakarta Timur. “Ini modal yang bagus buat ke Seleknas. Hasil ini membuat saya lebih percaya diri di Seleknas nanti, dan saya mau terus menjaga konsistensi di lapangan,” pungkas Salsabila.