Tertinggal 21 Poin, Smariduta Bangkit dan Pertahankan Gelar Juara DBL Madiun

Upaya layup salah satu pemain Smariduta di partai final DBL Madiun yang berlangsung Jumat, 28 Agustus 2026 di GOR Wilis Madiun

Smariduta (sebutan SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung) berhasil mengawinkan gelar juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-West. Kepastian ini didapat setelah tim putra mereka berhasil meraih kemenangan di partai final. Putra Smariduta menang atas Smada Madiun (sebutan SMAN 2 Madiun) di laga final dengan skor 72-61. Ini jadi laga paling berat Smariduta selama melantai di DBL Madiun sejak 2023. Yup, biasanya, Smariduta selalu menang di partai final dengan selisih lebih dari 20 poin. Tahun ini, Smada berhasil memberikan perlawanan yang luar biasa. Yup, sejak kuarter awal, Smada langsung memberi kejutan kepada sang juara bertahan (Smariduta). Smada Madiun langsung bermain cepat dan efektif. Mereka bahkan berhasil unggul tujuh poin di babak pertama (21-28). Keunggulan Smada berlanjut di kuarter ketiga. Ervyno Surya dan kawan-kawan bahkan berhasil melebarkan jarak keunggulan. Bahkan, di pertengahan kuarter ketiga, anak-anak Smada Madiun unggul 21 poin. Ya, unggul 21 poin dari sang juara bertahan. Untuk kali pertama dalam perjalanan final Smariduta, mereka tertinggal dua digit angka hingga kuarter ketiga usai. Memasuki kuarter keempat, anak-anak Smada Madiun tak mengendurkan serangan. Mereka tetap menyerang. Poin Smariduta langsung dibalas dengan serangan cepat efektif. Memasuki pengujung kuarter akhir, anak-anak Smada Madiun bermain kurang tenang. Alih-alih memainkan tempo agar tak gampang kehilangan bola dan menghabiskan shotclock, Smada Madiun tetap menyerang namun kurang tenang. Melihat Smada Madiun yang hilang arah, Smariduta pelan-pelan mengejar. Poin demi poin mereka ciptakan. Ketika waktu tersisa dua menit, anak-anak Smariduta melaju sembilan poin tanpa balas. Puncaknya ada di tangan Naza Excellino yang berhasil memanfaatkan umpan Elvandy Rayhan. Tembakan dua angka Naza Excellino membuat skor imbang (61-61). Membuat laga final berlanjut ke babak overtime. Ini jadi final overtime pertama DBL Madiun sejak bergulir pada 2022. Di babak overtime, anak-anak Smariduta menggila. Andhika Agung dan kawan-kawan melaju 11 poin tanpa balas di babak tambahan waktu ini. Untuk kali pertamanya sepanjang laga, Smariduta memegang kendali permainan. Sebaliknya, Smada Madiun kehilangan arah. Mereka memang bisa menyerang tapi tembakannya tak ada yang masuk ke dalam keranjang. Padahal, di kuarter satu sampai tiga, Smada Madiun terus-terusan menghujani pertahanan Smariduta dengan tembakan-tembakan yang tepat sasaran. Magazha Farrel, pemain Smariduta menjadi pengumpul angka terbanyak dengan 17 poin dan 9 rebound. Andhika Agung menyusul di belakang dengan 15 poin dan 7 steal. Elvany Rayhan menutup daftar dengan raihan dobel-dobel 10 poin dan 13 rebound. Di skuad Smada Madun, Ervyno Surya dan Bima Arya Dewa mengemas masing-masing 17 poin. Rasanya, bagi Smariduta ini bukan hanya sekadar gelar juara. Bukti bahwa setiap kemungkinan bisa terjadi bagi siapa saja yang percaya. Bayangkan, selalu tertinggal sejak tepis mula dan tertinggal 20 poin di kuarter ketiga, anak-anak Smariduta berhasil membalikkan keadaan. Menyamakan kedudukan dan berbalik unggul.

Akhiri Puasa Gelar, Putri Smariduta Jadi Juara di DBL Madiun 2026

Aksi salah satu pemain Smariduta di partai final DBL Madiun 2026

SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung berhasil melancarkan misi revans di partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-West. Laga final melawan SMKN 2 Boyolangu yang berlangsung di GOR Wilis Madiun pada Jumat, 28 Agustus 2026, berhasil dimenangkan oleh Smariduta dengna skor akhir 33-17. Musim lalu putri Smariduta tumbang oleh SMKN 2 Boyolangu di partai puncak. Tahun ini mereka berhasil membalaskan dendam dan merusak rencana SMKN 2 Boyolangu untuk back-to-back champion. Kemenangan anak-anak Smariduta sudah terlihat sejak kuarter awal. Mereka berhasil membuat anak-anak SMKN 2 Boyolangu hanya mencetak total 12 poin pada kuarter satu dan kuarter dua. Sebaliknya, putri Smariduta berhasil mengemas 20 poin pada babak pertama. Keunggulan tersebut berhasil dijaga oleh putri Smariduta ketika memulai kuarter ketiga dan keempat. Mereka memang mulai mengurangi intensitas menyerang. Tapi, anak-anak SMKN 2 Boyolangu juga tak menemukan jawaban untuk mengejar ketertinggalan. Ini dikarenakan poros serangan SMKN 2 Boyolangu ada di tangan Aura Putri Khalila. Sang pemain dijaga ketat oleh anak-anak Smariduta. Beberapa kali Aura kesulitan mencari ruang tembak dan memaksakan untuk mengeksekusi serangan sendiri. Sebaliknya, anak-anak Smariduta punya banyak opsi untuk mencetak angka. Lima pemain utama mereka berperan dalam membuat poin. Bahkan, Smariduta juga punya senjata rahasia. Adalah Azna Ali Hasan, senter Smariduta, yang mengemas 10 poin dan 5 rebound selama 13 menit bermain. Di laga final, Azna berangkat dari bangku cadangan. Ia banyak membantu ketika Smariduta buntu dalam menyerang. “Target kita tahun ini ingin jadi juara DBL Madiun lagi. Mempertahankan juara pokoknya,” ucap Faizah Adilah Sari, pemain Smariduta. Kemenangan ini juga membuat coach Agung Prasetyo mengantungi dua piala DBL. Musim lalu sang pelatih berhasil mengangkat piala bersama SMKN 2 Boyolangu. Musim ini ia menjadi salah satu kunci di balik kemenangan Smariduta. Pada laga final, SMKN 2 Boyolangu bisa dibilang lebih tenang ketimbang Smariduta. Ada 48 kali kesalahan yang diciptakan anak-anak Smariduta. Sedangkan putri SMKN 2 Boyolangu hanya membuat 44 kesalahan sepanjang empat kuarter. Akurasi tembakan menjadi tugas yang harus segera dibenahi oleh skuad SMKN 2 Boyolangu. Beberapa kali mereka terburu-buru dalam mengeksekusi serangan atau tembakan. Felicia Frederica hanya memasukkan 7 dari 60 kali percobaan menembak. Kemenangan ini membuat Smariduta berbuka puasa dengan gelar juara. Yup, terakhir kali mereka mengangkat piala DBL Madiun ada pada musim 2023. Plus membuka peluang mengawinkan gelar DBL Madiun musim ini.