Pegolf Indonesia Raih Empat Gelar di Black Mountain Asian Junior Masters 2026

Tim Indonesian Junior Golfers

Pegolf junior Indonesia sukses mencatat prestasi yang membanggakan dalam ajang Black Mountain Asian Junior Masters 2026, yang digelar di Black Mountain Golf Club, Pracahukirikhan, 3-5 Februari kemarin. Diwakili 13 pegolf dari berbagai kelompok usia, Indonesia berhasil meraih empat gelar juara. Dari kategori A Boys, Jayawardana Dornan finis sebagai runner up keempat dengan mencatat 216 pukulan. Eugene Tanyongjaya finis di posisi yang sama di kategori B Boys. Total, dia mencatatkan 220 pukulan. Di kategori D Girls, Amira Ajda Khairunnisa Permadi, mampu finis sebagai runner up kedua dengan total 206 pukulan. Sementara itu, kategori Boys Junior Master Team juga mempersembahkan prestasi melalui tim INDONESIA-1 yang diperkuat Eugene, Jaya, dan Rauf, yang finis sebagai second runner up dengan total skor 436 pukulan, empat pukulan di atas par. Kapten dan Manajer Tim Indonesian Junior Golfers, Indra Saiful, memberi apresiasi kepada para pegolf junior yang mampu melewati berbagai situasi sulit di lapangan dan tetap menunjukkan performa maksimal. Khususnya dalam babak final. “Saya salut kepada semua Junos yang bisa melalui berbagai rintangan dan tetap fight till the end. Tidak ada yang menyerah, semuanya all out,” ujarnya. Bukan hanya yang meraih podium. Indra juga memberikan apresiasi untuk pegolf lain. Seperti Abraraza Adriano Musyanif, Andrea Edgina Karoma, Benaya Karan, Calista Allegra Dewantara, Dylano Aokiindy Arsykafah Lubis, Guardiola Simarmata, Javeed Abdul Rauf, Reicher Santoso, Arcelia Rocha Santoso, dan Salvo Mougen Prayogo. Selain capaian podium, keikutsertaan Indonesia di dalam ajang ini pun jadi bagian penting dari proses pembinaan jangka panjang pegolf junior nasional. Di turnamen level Asia ini bisa dimanfaatkan sebagai ajang uji mental, konsistensi permainan, serta kemampuan adaptasi atlet muda Indonesia terhadap lapangan internasional yang memiliki karakter berbeda dengan lapangan di dalam negeri. Pengalaman bertanding di bawah tekanan cuaca ekstrem dan kondisi green yang sulit menjadi bekal berharga bagi para atlet dalam menapaki jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Keberhasilan meraih empat gelar sekaligus menegaskan daya saing pegolf junior Indonesia di kawasan Asia. Konsistensi performa yang ditunjukkan pada tiga hari pertandingan mencerminkan hasil pembinaan yang berjalan positif, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus meningkatkan kualitas permainan serta memperkuat posisi Indonesia di peta golf junior internasional. Tak lupa, Indra menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang dengan penuh kesabaran dan kekompakan mendampingi putra-putrinya selama turnamen, serta para caddy personal yang bekerja keras membantu para atlet muda Indonesia di ajang Asian Junior Masters 2026. Dia berharap seluruh pegolf junior terus berlatih, mengasah teknik, dan memperkuat mental untuk menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Baru Berusia 5 Tahun, Zy Raih Juara Master of The Green PAGI Golf 2025

Mecca Zy Kusuma

Dunia olahraga di Tanah Air kembali dikejutkan oleh prestasi luar biasa dari pegolf cilik, Mecca Zy Kusuma. Di usia yang baru menginjak 5 tahun 5 bulan, ia berhasil menyabet gelar Juara Pertama di E Division turnamen Master of The Green PAGI Golf 2025. Sebuah pencapaian langka yang memperlihatkan bakat besar dari usia sangat dini. Mecca Zy Kusuma, atau akrab disapa Zy, baru mulai mengenal lapangan golf secara serius pada April 2025. Ia memulai pelatihan formal di Leadbetter Golf Academy Pondok Indah, di bawah arahan Coach John. Hanya dalam kurun 10 minggu, pelatihan intensif itu membentuk dasar teknik bermain yang kuat bagi Zy dan menumbuhkan kecintaannya terhadap olahraga yang menuntut konsentrasi tinggi ini. Melihat perkembangan pesatnya, Zy melanjutkan latihan bersama Coach Heri melalui Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI). Di sinilah kemampuannya terus diasah, termasuk memperluas pemahaman strategi permainan dan mulai berani terjun ke berbagai turnamen junior bergengsi. Ketika tampil di ajang Master of The Green, Zy bukan hanya peserta termuda, ia juga menunjukkan kualitas luar biasa. Ketajaman fokus, keberanian, dan pengendalian emosi yang ditampilkan di lapangan menjadikannya sorotan banyak pihak. Ia membuktikan bahwa usia bukanlah batas bagi seseorang untuk tampil kompetitif. Raihan gelar juara ini menegaskan bahwa Mecca Zy Kusuma bukan sekadar talenta belia, tetapi potensi besar Indonesia di masa depan. Dukungan kuat dari keluarga dan pelatih menjadi bagian penting dari kesuksesan ini, sekaligus menandai awal perjalanan panjangnya di dunia golf. Selamat kepada Mecca Zy Kusuma atas pencapaian gemilang ini. Sungguh prestasi yang menginspirasi dan menyemangati banyak anak-anak Indonesia untuk mengejar mimpi sejak dini.