Pegolf Mahasiswa Indonesia Kembali Gelar Kompetisi Golf Nasional

Upacara Pembukaan ICGC 2024

Puluhan pegolf mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia akan berkumpul dalam ajang Indonesian College Golf Championship (ICGC) 2025 – Seri Kedua di Araya Golf Course, Malang, Jawa Timur. Ajang ini diperkirakan akan menjadi saksi lahirnya bintang-bintang baru pegolf muda nasional. Kegiatan ini digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Brawijaya Golf pada Minggu (2/8/2025), mendatang. Ketua Umum UKM Brawijaya Golf 2025, Syahzan Rizqi Anindya mengatakan, persaingan di ICGC 2025 diprediksi akan berlangsung sengit. Ditargetkan ada 70 atlet mahasiswa dari kategori profesional maupun amatir yang turut serta. Ia berharap, ajang ini juga bisa menjadi simbol regenerasi atlet-atlet golf tanah air. “Kami membuka gerbang bagi semua universitas untuk bergabung, berkontribusi, dan tumbuh dalam ekosistem golf kampus yang kompetitif. Harapannya, ICGC bukan hanya ajang tahunan, tapi menjadi simbol kolaborasi, inovasi dan regenerasi atlet golf tanah air,” kata Syahzan pada Kamis (3/7/2025). Jejak kesuksesan edisi sebelumnya yang diikuti kampus-kampus ternama seperti Universitas Indonesia (UI), ITS, BINUS, UNESA, dan UNDIP menjadi catatan turnamen ini berupaya mengedepankan kualitas. Persaingan pada seri kedua nanti akan semakin panas dengan kehadiran Daffa Putra Hardian, atlet muda berbakat yang telah beberapa kali menorehkan prestasi di ajang perlombaan golf tingkat nasional. “Kehadiran Mas Daffa akan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus motivasi bagi para peserta lainnya untuk memberikan performa terbaik mereka,” katanya. Syahzan menyampaikan, salah satu tujuan utama dari gelaran ICGC ini juga untuk mengubah stigma bahwa golf hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Menurutnya, ICGC tidak hanya bertujuan mencetak juara, tetapi juga mengubah citra golf sebagai olahraga yang inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan muda. “Kami ingin memperkenalkan golf sebagai olahraga yang inklusif, menyenangkan, dan dapat diakses oleh semua kalangan muda. Lewat kegiatan ini, kami berharap tercipta minat baru serta terbentuknya komunitas golf mahasiswa yang lebih beragam, aktif, dan berkelanjutan di masa depan,” ungkapnya. Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi secara langsung kepada Pengurus Provinsi Persatuan Golf Indonesia (PGI) Jawa Timur, melalui pembina mereka kepada PGI Kota Malang. Dukungan dari Pengurus Provinsi PGI Jawa Timur dan PGI Kota Malang diharapkan menjadikan turnamen tersebut adalah wadah kompetitif yang serius bagi mahasiswa. “Hal ini diharapakan pengembangan olahraga golf di tingkat mahasiswa semakin baik ke depannya, yang hingga kini masih jarang memiliki wadah kompetitif secara nasional sebagian besar yang ada pun masih berupa turnamen bersifat fun,” katanya. Ketua Pelaksana ICGC 2025 2025 – Seri Kedua, Mochammad Aryasatya Nugraha, menyampaikan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah panggung adu gengsi dan pembuktian bagi para talenta muda. Melalui turnamen ini, pihaknya terus mendorong perhatian lebih dari pemerintah dan pihak swasta untuk mendukung keberlanjutan liga golf mahasiswa di Indonesia. “Kami ingin kolaborasi untuk bersama-sama memajukan olahraga ini ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Aryasatya. Lebih dari sekadar ayunan stik dan perburuan skor, dikatakannya, bahwa ICGC dirancang sebagai arena untuk mendobrak stigma dan membangun ekosistem golf di kalangan generasi muda. “Kami ingin ICGC terasa dekat dengan mahasiswa, bukan sekadar kompetisi, tapi momen unjuk gigi bahwa golf itu keren dan penuh peluang. Ini adalah ruang kolaborasi terbuka. Siapa pun yang punya semangat sama, mari ambil bagian,” katanya. Didukung oleh Alumni Brawijaya Golf (ABG), ICGC berupaya konsisten menjadi pionir turnamen golf mahasiswa tingkat nasional sejak 2024. Para atlet akan bertarung dalam format Stroke Play Gross 18 hole untuk dua kategori utama yakni Individu Mahasiswa dan Tim Mahasiswa. Untuk menjamin integritas kompetisi, turnamen ini mengadopsi peraturan resmi dari The R&A Rules Limited dan PGI Hard Card. Penggunaan caddy resmi, golf cart, pengaturan tempo permainan yang ketat, hingga sistem hole-by-hole play-off untuk skor imbang akan diterapkan untuk menyajikan pertandingan yang adil dan menegangkan. Sumber: Kompas

Jelang Turnamen Internasional, PAGI Development Series Sukses Diselenggarakan

Jelang Turnamen Internasional, PAGI Development Series Sukses Selenggarakan

Jelang beragam turnamen internasional, Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI) sukses menyelenggarakan “PAGI Development Series”. Turnamen ini diikuti oleh 70 peserta dari kelas junior dan amateur. Sekretaris Jendral PAGI, Diana mengatakan, pihaknya pertama kali menggelar series pertama sebagai permulaan 2022 pada Februari kali ini. Rencananya series tersebut akan diadakan dua bulan sekali dan turnamen pertama kali ini diselenggarakan di Senayan Golf Club, Jakarta “Kami mengundang seluruh akademi, seluruh PGI-PGI daerah, atlet-atlet yang junior untuk bergabung bersama dan berkompetisi dengan anak-anak PAGI,” ujar Diana. Adapun tujuan dari turnamen ini adalah mengukur prestasi internal dari anak-anak yang bernaung dalam PAGI. Nantinya turnamen akan bermuara pada Ajang Menpora PAGI Junior Championship yang rencananya akan diselenggarakan pada Mei 2022 mendatang. Selain itu juga akan ada ajang Menpora PAGI Junior International Championship dan Menpora Emeralda Amateur International. “Kami juga berterima kasih kepada panitia parents-parents PAGI yang mau bersusah payah mendukung acara ini. Diantaranya Pak Abdullah-Papa dari Albidzar, Pak Irwan-Papa Fadhlan, Pak Arnel, Bu Wirna-Mama Aleyna dan Bu Ira-Mama Bima,” tutup Diana. Pada kesempatan berbeda, turut hadir pula Persatuan Golf Indonesia (PGI) dari Provinsi Aceh, Teuku Muda. Dia sengaja datang ke Jakarta secara khusus untuk menghadiri turnamen yang diselenggarakan oleh PAGI. Teuku Muda turut membawa seorang atlet bernama Cut Mutiara Puloie untuk menambah jam terbang pemain dan jadi semangat untuk maju di turnamen kejuaraan nasional lainnya. Tidak hanya Cut Mutiara, harapannya bisa bertambah lagi bibit-bibit atlet Aceh di masa yang akan datang. “Atlet Aceh kami baru kirimkan Cut Mutiara Puloie yang main di kelas junior. Ke depan, akan saya bina lagi atlet muda dari Aceh dan akan kami titipkan di PAGI,” ujar Teuku Muda. Teuku Muda berterima kasih karena merasa bangga diundang oleh PAGI. Harapan besarnya, ke depan golf di Aceh bisa semakin maju dan dibukalah PAGI di Aceh. Tidak hanya dari PGI Aceh, turut hadir pula Ketua PGI Pemkab Bekasi, Erwin. Erwin sangat mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang diselenggarakan PAGI. “Terutama yang menyangkut super junior, bukan junior lagi. Selama ini atlet binaan kami aktif di junior maupun amateur,” ujar Erwin. Erwin mengaku, pihaknya juga sedang membuka kelas next generation. Artinya kelas untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun. Di ajang kali ini, pihaknya sendiri menurunkan pegolf bernama Elevania Nurfasya dan rencanany dalam turnamen yang lain, akan menurunkan atlet lebih banyak lagi. “Acara PAGI ini sangat baik karena mewakili daripada super junior itu sendiri. Saya setuju bahwa pembinaan harus dimulai sedini mungkin,” ujar Erwin. Erwin berharap, penyelenggaraan PAGI Development Series dilakukan sesering mungkin agar anak-anak tidak hanya berlatih tetapi juga bisa menjadi ajang evaluasi. Selain itu, anak-anak juga bisa beetemu dengan teman-teman sesama golfer dari club lain. Sumber: Netralnews.com

IYSF Gelar Liga Golf Pelajar dan Mahasiswa

IYSF Gelar Liga Golf Pelajar dan Mahasiswa

Indonesia Youth Sport Foundation (IYSF) akan menggelar program Indonesia Youth Golf Series 2021-2025 atau Liga Pelajar dan Mahasiswa dengan melibatkan alumni perguruan tinggi. Liga Siswa dan Mahasiswa akan digelar sebanyak enam seri. Seri pertama rencananya diselenggarakan pada minggu kedua Februari 2022. “Pada masa pandemi Covid-19 kami melihat jumlah peminat olahraga golf justru makin banyak. Namun apa kah hal tersebut nantinya juga akan diikuti dengan meningkatnya prestasi di tingkat nasional dan regional? Kami melihat ada mata rantai yang putus pada pembinaan atlet golf, sejak dini hingga menjadi pegolf profesional. Kami ingin ikut mendukung peningkatan prestasi golf Indonesia dengan menyelenggarakan program ini,” kata Ketua Komite Organisasi IYSF, Sonny T Noegroho di Permata Sentul Golf & Country Club, Bogor, Sabtu (4/12/2021). IYSF merupakan yayasan yang didirikan oleh para pegiat di bidang olahraga, khususnya golf yang berinisiatif untuk menyelenggarakan pertandingan golf untuk para pelajar dan mahasiswa secara series setiap tahunnya. Dua visi yayasan ini adalah menginspirasi pegolf junior untuk mengejar masa depan akademis mereka dengan universitas-universitas di Indonesia melalui jalur pretasi, mewujudkan semangat bersaing antarperguruan tinggi Indonesia, baik alumni dan mahasiswanya masing-masing. Tujuan dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh IYSF, ujarnya, adalah menyediakan jalur masuk perguruan tinggi Indonesia yang bergengsi sehingga dapat menarik minat anak muda untuk berpartisipasi dalam golf, sebagai gerbang alternatif bagi pegolf junior ke universitas-universitas lokal Indonesia melalui prestasi golf mereka, menyediakan rangkaian acara golf yang kompetitif antar pelajr dan perguruan tinggi di Indonesia dengan biaya terjangkau. “Selain itu tujuan kami juga berkolaborasi dengann stake holder lainnya, yaitu perguruan tinggi, PB PGI, komunitas golf untuk memajukan industri dan prestasi golf di Indonesia,” kata Ronggo Sadono, Wakil Ketua Komite Organisasi IYSF. Mereka yang dapat menjadi peserta dalam turnamen adalah siswa SMA di Indonesia yang memiliki prestasi, baik golf maupun akademik sesuai standar yang dibutuhkan untuk dapat diterima sebagai mahasiswa di perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia, dan alumni perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, perguruan-perguran tinggi memiliki potensi sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga golf. Perguruan tinggi memiliki daya tarik akademik yang jarang bisa diraih oleh atlet golf, khusunya di Indonesia. IYSF juga akan membuat program tambahan berupa Youth Golf Camp, yaitu program di-create untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pegolf remaja.

6 Pegolf Junior Bali Rebut Gelar Juara

6 Pegolf Junior Bali Rebut Gelar Juara

Enam pegolf muda asal Pulau Dewata berhasil meraih hasil luar biasa dalam turnamen yang diselenggarakan oleh Akademi Golf Indonesia di Lapangan Imperial Golf Karawaci, Tangerang, 6-7 Maret lalu dengan masing-masing meraih gelar juara. Keenam pegolf muda tersebut yakni Kenneth Hanson (juara kategori B putra), Nathan Pangestu (juara II B putra), Axel Pangestu (juara C putra), Jayden Liem (best nett C putra), Abigail Rhea (juara C putri), dan Quinn Leticia (juara D putri). Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Junior Pengprov PGI Bali, Jurry Soeryo Wiharko, menuturkan bahwa Bali tidak mengirimkan wakilnya untuk kategori A. “Kami tidak menurunkan pegolf junior kategori A, sehingga untuk kategori A juaranya bukan dari Bali,” jelasnya, dilansir dari Bali Post. Kesuksesan ini menurutnya sesuai dengan target yang diemban oleh PGI Bali. Diakuinya, penampilan pegolf junior Bali senantiasa menjunjung tinggi sportivitas yang ditopang dengan semangat juang yang tinggi. Apalagi, penampilan mereka kemarin turut disaksikan oleh Ketua Umum PGI Bali, Wayan Muntra, yang didampingi oleh Eddy Pantja yang juga pengurus PB PGI. Pada kesempatan berbeda, Ketua Umum PGI Bali, Wayan Muntra, memberikan apresiasi atas prestasi yang ditorehkan oleh para juniornya. “Saya kira prestasi ini luar biasa, apalagi mereka bisa tampil di lapangan golf sekelas imperial, tentunya kejuaraan ini sangat bergengsi,” ujar Muntra. Ia melanjutkan, keberhasilan ini juga merupakan jerih payah antarpengurus PGI Bali termasuk para orangtua. Hal ini sekaligus berperan sebagai pemberi semangat dan motivasi bagi para pegolf muda lainnya. “Keberhasilan ini juga tak luput dari PGI Bali yang rutin menggelar turnamen bulanan khusus untuk atlet junior,” lanjutnya. Muntra menambahkan, olahraga golf mengandung unsur pendidikan kepada anak-anak, utamanya menanamkan sifat kejujuran dan sportivitas. Selain itu, program turnamen golf bulanan yang rutin dilakukan juga memberikan dampak positif pada pihak lain. “Turnamen golf junior yang digelar tiap bulan diselenggarakan secara berpindah-pindah, dan memberikan manfaat bagi pengelola lapangan golf di Bali,” pungkasnya

Pegolf Muda Indonesia Resmi Bergabung dengan Klub Kelas Dunia

Pegolf Muda Indonesia Resmi Bergabung dengan Klub Golf Elit Dunia

Pegolf muda kebanggaan Indonesia, Kentaro Nanayama, secara resmi bergabung dengan salah satu klub golf elit, Purdue Golf Team, dari Purdue University, Amerika Serikat, Kamis (12/11/2020). Tidak hanya itu, Kentaro sekaligus menerima beasiswa di kampus bergengsi tersebut. Bagi Kentaro, Purdue University adalah pilihan tepat karena merupakan salah satu kampus terbaik di Amerika Serikat yang memiliki fasilitas golf sangat lengkap. “Saya direkrut oleh Purdue University setelah berlaga dalam sejumlah turnamen di Amerika Serikat. Beberapa kampus lain juga mulai melakukan pendekatan setelah turnamen, namun saya mantap memilih Purdue University,” ujar Kentaro. Purdue Golf Team mencari para pelajar yang dapat mengelola waktu dengan baik, memiliki nilai yang bagus serta skill yang hebat. Mereka juga mencari atlet pelajar yang dapat membuat perbedaan dalam tim. Siswa kelas 12 Jakarta Intercultural School ini menambahkan, tim golf Purdue University juga diisi oleh atlet-atlet kelas dunia yang selalu mendorong para anggota untuk menjadi lebih baik sehingga sukses memenangkan banyak penghargaan bagi kampus. “Saya yakin, Purdue akan menyediakan segalanya bagi saya untuk meraih impian masa depan, menjadi pegolf kelas dunia,” ujarnya Kentaro, dilansir dari Bisnis.com. Kentaro mulai mengenal golf sejak usia tujuh dari ayahnya. Ia mulai berlatih setiap hari sejak menginjak grade 4 hingga 8, dan mencoba merasakan kompetisi dalam turnamen pada usia 11. Saat menginjak grade 9, ia belajar di Jakarta Intercultural School dan dipercaya menjadi kapten Varsity Golf Team. “Jakarta Intercultural School seperti rumah kedua bagi saya. Sekolah ini sangat mendukung saya dalam meraih prestasi serta mempersiapkan semua kebutuhan akademis untuk menjadi atlet pelajar. Kerja keras guru-guru dan para konselor memiliki arti besar dalam pencapaian luar biasa ini. Dan peran sebagai kapten Varsity Golf Team telah mengajarkan saya keterampilan kepemimpinan yang saya yakini akan berguna saat saya melanjutkan pendidikan di Purdue University,” katanya. Di JIS, Kentaro mendapat bimbingan secara langsung dari Garret Anderson, pelatih golf di SMA JIS, dan Jake Stockman, Athletics Coordinator di JIS. JIS memang mendukung atlet pelajar agar dapat meraih prestasi akademis dan olahraga. Bagi JIS, kesuksesan Kentaro diharapkan dapat menginspirasi para pelajar Indonesia agar mampu mengharumkan nama bangsa melalui olahraga dan aktivitas apapun yang diminati. Sementara itu, Head of School JIS, Dr. Tarek Razik, mengaku banga karena salah satu muridnya bisa bergabung dengan salah satu klub golf kelas dunia. Ia pun berharap prestasi yang diraih oleh Kentaro ini dapat ditiru oleh para pelajar lain. “JIS sangat bangga dengan prestasi Kentaro dapat bergabung dengan klub golf terbaik dan kampus kelas dunia. Kerja keras dan ketekunan Kentaro kami harapkan dapat menginspirasi para pelajar lain untuk meraih prestasi terbaik di tingkat dunia. Dengan komitmen besar dalam memajukan pendidikan Indonesia, JIS senantiasa mendorong para pelajar dan para pendidik untuk mencetak lebih banyak pelajar berprestasi yang siap menjadi pemimpin masa depan negeri ini, seperti Kentaro dan alumni JIS lainnya” ujar Dr. Tarek Razik. Kentaro pun tak lupa berbagi rahasia kesuksesannya tersebut. Ia mengaku hanya menikmati setiap pertandingan dan tidak menjadikannya sebuah beban. “Bagi saya, yang terpenting adalah menikmati setiap laga. Jika terlalu serius, permainan menjadi tidak menyenangkan lagi. Inilah bagian penting yang akan membentuk anak-anak muda menjadi apa yang mereka mau. Jika tak menyenangkan, tentu mereka tak akan melanjutkannya. Kini saya melihat semakin banyak anak muda bermain golf dengan teman-temannya. Semoga pencapaian yang saya raih juga dapat memotivasi mereka untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas permainan,” ungkapnya.