China juara umum Kejuaraan Asia Anggar Kadet dan Junior 2026

Asian Cadet and Junior Fencing Championship 2026

Kontingen China keluar sebagai juara umum Kejuaraan Asia Anggar Kadet dan Junior 2026 setelah meraih dua medali emas tambahan dari kategori junior pada hari terakhir penyelenggaraan ajang tersebut di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat. Dua emas tersebut memantapkan posisi China di klasemen akhir kategori junior dengan total koleksi delapan medali emas. China juga telah meraih empat medali emas dari kategori kadet, sehingga mereka keluar sebagai juara umum lewat raihan keseluruhan 12 medali emas, lima perak, dan empat perunggu sejak kejuaraan itu bergulir mulai Jumat (20/2) pekan lalu. Dua emas kontingen China pada hari terakhir datang dari nomor saber beregu putra junior seusai mengatasi Uzbekistan 45-41 dan nomor foil beregu putri junior lewat kemenangan telak 44-18 atas China Taipei. Hasil hari terakhir menegaskan dominasi China di kategori junior lewat koleksi delapan medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Dominasi tersebut menjadi penentu keberhasilan China merebut gelar juara umum, meskipun mereka harus mengakui keunggulan Hong Kong di klasemen akhir kategori kadet. China harus puas duduk di peringkat kedua kategori kadet lewat koleksi empat medali emas, empat perak, dan tiga perunggu, di bawah Hong Kong yang mengumpulkan lima emas, empat perak, dan empat perunggu. Kendati demikian perolehan total di kedua kategori membuat China begitu dominan di klasemen umum akhir kejuaraan yang diikuti oleh 801 atlet dari 26 negara Asia tersebut. Hong Kong yang ada di posisi kedua klasemen umum “hanya” bisa mengoleksi enam medali emas, lima perak, dan lima perunggu. Sementara itu, Korea Selatan finis di peringkat ketiga dengan meraih tiga medali emas, lima perak, dan enam perunggu, menegaskan persaingan ketat di antara negara-negara Asia Timur dalam olahraga anggar. Sementara itu, Indonesia selaku tuan rumah belum mampu berbicara banyak dalam kejuaraan itu. Para atlet Merah Putih harus terhenti di babak 32 besar di berbagai nomor yang diikuti, sehingga belum berhasil menyumbangkan medali. Singapura menjadi satu-satunya negara dari kawasan Asia Tenggara yang mampu menembus dominasi Asia Timur dengan meraih satu medali emas di kategori junior. Berikut klasemen akhir Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di Jakarta: Kategori kadet Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total 1 Hongkong 5 4 4 13 2 China 4 4 3 11 3 Korea Selatan 3 4 2 9 4 Jepang 0 0 6 6 5 Australia 0 0 4 4 6 Kazakhstan 0 0 2 2 7 Thailand 0 0 1 1 7 China Taipei 0 0 1 1 7 Singapura 0 0 1 1   Kategori junior Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total 1 China 8 1 1 10 2 Jepang 1 3 2 6 3 Hongkong 1 2 3 6 4 China Taipei 1 1 2 4 5 Singapura 1 1 1 3 6 Uzbekistan 0 3 3 6 7 Korea Selatan 0 1 4 5 8 Kazakhstan 0 0 2 3

Hong Kong mantap di puncak klasemen Kejuaraan Asia Anggar Kadet-Junior

Kejuaraan Anggar Kadet Junior Asia 2026

Kontingen Hong Kong tampil impresif dan semakin mantap memimpin klasemen Kejuaraan Asia Anggar Kadet-Junior 2026 setelah rangkaian pertandingan hari ketiga di Jakarta Convention Centre, Senayan, Senin. Hong Kong mendominasi klasemen sementara dengan koleksi lima medali emas dari berbagai nomor yang dipertandingkan. Medali emas kelima Hong Kong datang dari nomor floret beregu putri kadet. Dalam partai final yang berlangsung ketat, Hong Kong berhasil menundukkan China dengan skor 45–38. Kemenangan ini menegaskan kekuatan Hong Kong di sektor beregu putri, yang tampil konsisten sejak babak awal hingga partai puncak. Namun, Hong Kong harus mengakui keunggulan Korea Selatan pada final nomor sabel beregu putra kadet setelah kalah dengan skor 39–45, sehingga harus puas hanya membawa pulang medali perak dari nomor tersebut. Dengan tambahan medali pada hari ketiga, Hong Kong kini kokoh di puncak klasemen sementara dengan total 13 medali, yang terdiri atas lima emas, empat perak, dan empat perunggu. Raihan ini menempatkan Hong Kong sebagai kontingen paling produktif sejauh kejuaraan berlangsung. Posisi kedua klasemen sementara ditempati oleh China yang menambah satu medali emas melalui nomor degen beregu putra kadet setelah mengalahkan Korea Selatan dengan skor meyakinkan 45–29 di partai final. Tambahan emas ini membuat kontingen Negeri Tirai Bambu mengoleksi total empat medali emas hingga hari ketiga kejuaraan. Sementara itu, Korea Selatan berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan raihan tiga medali emas, meskipun gagal menambah emas pada nomor degen beregu putra kadet. Hingga berakhirnya pertandingan di nomor beregu kadet, tercatat hanya Hong Kong, China, dan Korea Selatan yang berhasil meraih medali emas yang menandai ketatnya persaingan sekaligus menegaskan dominasi tiga negara tersebut dalam cabang olahraga anggar. Kejuaraan itu sendiri diikuti oleh 801 atlet dari 26 negara, yang bersaing di berbagai nomor kadet dan junior. Setelah menyelesaikan rangkaian pertandingan kategori kadet, persaingan akan kembali dilanjutkan pada Rabu (25/2) dengan mempertandingkan kategori junior. Para atlet dijadwalkan menjalani masa istirahat selama satu hari sebelum kembali bertanding, guna memulihkan kondisi dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan selanjutnya. Berikut klasemen Kejuaraan Asia Anggar Kadet-Junior 2026 pada Senin: Nomor Negara Emas Perak Perunggu Total 1 Hongkong 5 4 4 13 2 China 4 4 3 11 3 Korea Selatan 3 4 2 9 4 Jepang 0 0 6 6 5 Australia 0 0 4 4 6 Kazakhstan 0 0 2 2 7 Thailand 0 0 1 1 7 Taipei 0 0 1 1 7 Singapura 0 0 1 1  

Indonesia Turunkan Atlet Terbaik di Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026

Pertandingan Anggar

Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026. Event ini akan berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, 20-27 Februari 2026. Atlet-atlet anggar terbaik dikerahkan Indonesia agar bisa meraih prestasi membanggakan. Ketua Umum PB Ikasi, Amir Yanto memaastikan tuan rumah menerjunkan 24 atlet di kadet dan 24 atlet di junior. Mereka akan bertanding di tiga nomor, yaitu floret, degen dan sabel baik individu maupun beregu, untuk putra dan putri. “Sebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan kuota maksimal 24 atlet. Seluruh atlet tersebut akan tampil di semua nomor pertandingan individu dan beregu,” kata Amir Yanto saat jumpa pers di JCC Senayan, Kamis 19 Februari 2026. Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 sendiri diikuti 801 atlet dari 26 negara Asia dan Oceania. Jepang, China dan Korea masih akan menjadi pesaing terberat Indonesia di ajang tersebut. “Kita realistis, mereka masih mendominasi. Tapi mudah-mudahan kita bisa menembus tiga besar sebagai langkah pembelajaran untuk lebih maju lagi,” ujar Amir. Soal persiapan tim Indonesia, Amir Yanto yang merupakan mantan JAM Intel Kejaksaan Agung RI ini menyebut bahwa sejauh ini persiapan dilakukan secara intensif melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Disebutnya, para atlet yang ikut pelatnas sebelumnya menjalani seleksi nasional (Seleknas) yang digelar di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara. Selain itu, beberapa atlet yang berlatih di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat, juga dipanggil untuk memperkuat skuad Merah Putih. “Kita ingin membangun kekuatan dari bawah. Mudah-mudahan ke depan bisa membawa kejayaan lagi untuk tanah air. Saat ini kita memang masih merangkak, tetapi dengan kesabaran dan kerja keras, saya yakin hasilnya akan datang,” kata Amir. Kejuaraan ini juga memiliki arti strategis karena menjadi bagian dari seleksi menuju Youth Olympic (Olimpiade Junior) 2026 di Dakar, Senegal. Karena itu, Amir meminta para atlet tampil maksimal dan tidak rendah diri. “Dengan kepercayaan sebagai tuan rumah, ini harus menjadi kebanggaan dan motivasi untuk berprestasi. Mental harus kuat,” tegasnya. Diketahui, Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia kali ini masuk kalender federasi internasional, dimana juaranya bisa lolos ke Youth Olympic di Dakar. Karenanya, para atlet Indonesia tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Sementara itu, atlet anggar putri Indonesia Jessyca Emilia menyatakan kesiapannya tampil maksimal di nomor EP Putri. Meski baru tiba di lokasi pertandingan, ia memastikan persiapan yang dilakukan sejauh ini berjalan dengan sangat baik. “Sejauh ini persiapan sangat baik ya, soalnya kita dari kemarin sore sudah nge-push buat latihan. Memang belum ketemu sama negara lain karena kita datang kemaleman. Tapi hari ini menurut saya sudah maksimal karena kita bisa sparring sama negara Taipe, India, UAE, dan lain-lain,” ujar Emilia. Menurutnya, kesempatan berlatih tanding dengan sejumlah negara tersebut menjadi pengalaman berharga sebelum benar-benar turun ke lapangan pertandingan. Hal itu dinilai penting untuk mengukur kemampuan sekaligus mematangkan strategi.

Jakarta Tuan Rumah Asian Cadet & Junior Fencing 2026

Ketua Umum PB Ikasi, Amir Yanto saat ditemui di Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026

Kejuaraan Cadet dan Junior Asia 2026 akan menjadi ajang seleksi atlet anggar Indonesia untuk tampil pada Olimpiade Remaja 2026 di Dakar, Senegal. Asian Cadet and Junior Fencing Championship 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-27 Februari 2026 di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta. Sebanyak 26 negara dari kawasan Asia dan Oseania ambil bagian dalam turnamen yang menjadi salah satu agenda penting kalender anggar Asia tersebut. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia Amir Yanto menegaskan kejuaraan ini memiliki arti strategis bagi pembinaan atlet muda nasional. Menurutnya, hasil yang diraih dalam ajang ini akan menjadi pertimbangan utama untuk menentukan wakil Indonesia ke Olimpiade Remaja di Dakar. “Ini sebetulnya kejuaraan ini adalah sebagai seleksi peserta untuk Youth Olympic Junior di Dakar tahun 2026 ini. Jadi, saya juga sudah sampaikan kepada para atlet untuk maksimal, tidak boleh rendah diri,” kata Amir. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah berdasarkan keputusan Kongres Federasi Anggar Internasional dan Federasi Anggar Asia pada Maret 2024 di Uzbekistan. Penunjukan itu sekaligus menegaskan posisi Indonesia yang kian diperhitungkan dalam penyelenggaraan event internasional. Sebelumnya, Indonesia juga sukses menggelar kejuaraan anggar tingkat senior pada Juni 2025 di Bali. Dalam rentang waktu berdekatan, dua event internasional tersebut menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan sekaligus pembinaan atlet. Amir mengakui kekuatan anggar Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara tradisional seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Namun, ia menilai kesempatan menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan maksimal untuk menimba pengalaman. “Indonesia saya akui saat ini belum menjadi suatu macan anggar. Jadi, saya kira juga realistis kita melihat China, Jepang, maupun Korea Selatan ini masih mendominasi. Namun, demikian mudah-mudahan nanti kita bisa,” ujarnya. Secara keseluruhan, sebanyak 801 atlet ambil bagian dalam kejuaraan ini. Nomor yang dipertandingkan meliputi floret, degen, dan sabel, baik kategori individual maupun beregu putra dan putri. Indonesia menurunkan 48 atlet yang terdiri atas 24 kategori cadet dan 24 kategori junior. Salah satu yang menjadi sorotan ialah Jessyca Emilia, yang sebelumnya mampu menembus babak 64 besar nomor perorangan pada Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Nusa Dua, Bali. Kejuaraan ini bukan sekadar perebutan gelar Asia, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi atlet muda Indonesia untuk menatap panggung Olimpiade Remaja di Dakar.