Indonesia kokoh di peringkat 2 ASEAN Para Games 2025

ASEAN Para Games 2025

Kontingen Merah Putih yang berlaga di panggung ASEAN Para Games 2025 Thailand kembali membuat bangga, usai dihari ketiga  pelaksanaan pesta olahraga penyandang disabilitas itu berhasil menyumbangkan 29 medali emas, per Jumat (23/1) malam. Sehari sebelumnya, Kontingen Indonesia berhasil menyumbangkan 21 medali emas. Hasil itu setidaknya telah naik dua kali lipat dari target raihan medali emas yang dipatok 13 medali emas per hari. Dihari ketiga ini putra putri terbaik bangsa masih terus memberikan kebanggaan dengan setidaknya meraih 3 kali lipat perolehan medali tertinggi per hari yang diperebutkan di ASEAN Para Games 2025 Thailand ini. Cabang olahraga para atletik masih menjadi lumbung serta keran besar raihan medali emas Indonesia dengan menyumbangkan 10 medali emas, disusul cabor para renang 5 medali emas, cabang olahraga para tenis meja 4 medali emas. Kemudian tak mau ketinggalan, cabor boccia 2 emas, para panahan 2 emas, para angkat berat 2 emas, para judo 2 emas, tenpin bowling 1 emas, serta para catur 1 emas. Dengan hasil ini kontingen Merah Putih masih duduk di peringkat kedua klasemen sementara dengan 69 emas, 75 perak, 69 perunggu. Sementara tuan rumah Thailand masih kokoh di puncak klasemen dengan 109 emas, 101 perak, 84 perunggu.

Dzaky turut sumbang emas dari para angkat beban

M Mabruk Arib Dzaky

Atlet para angkat beban Indonesia Mabruk Arib Dzaky merebut medali emas ketiga tim para angkat beban Indonesia, dalam ASEAN Para Games 2025 Thailand, di Convention Hall, The Centre Point Hotel Korat, Nakhon Ratchasima, Kamis siang. Atlet berusia 21 tahun itu merupakan debutan final nomor 59kg putra klasifikasi BB. “Saya sudah cukup yakin menghadapi pertandingan hari ini, karena memang angkatan saya rata-rata 163 kg saat latihan, sehingga hasil angkatannya jauh melebihi lawan,” kata atlet asal Kalimantan Barat itu. Dzaky membukukan angkatan terbaik (best lift) 163 kg pada percobaan ketiga. Saat percobaan pertama, dia berhasil pada angkatan 157 kg, sedangkan pada percobaan kedua, atlet kelahiran 29 Februari 2004 itu berhasil dalam angkatan 161kg. Medali perak diraih lifter Filipina, Jules Empizo, dengan angkatan awal 140 kg, 147 kg (best lift), dan terakhir 162 kg tidak sah. Tempat ketiga diduduki Van Phuc Nguyen dari Vietnam. Dia membuat angkatan pertama 123 kg, 128 kg (best lift), dan 138 kg (no lift).

Mutiara Cantik Raih Medali Emas Sekaligus Pecah Rekor

Harsanto Mutiara Cantik

Atlet para renang putri Indonesia Harsanto Mutiara Cantik berhasil memecahkan rekornya sendiri, sekaligus merebut medali emas kedua dari cabang olahraga tersebut pada ASEAN Para Games 2025 Thailand. Mutiara berhasil menorehkan prestasi terbaik lewat final nomor 100 meter gaya dada putri klasifikasi SB9, yang diselenggarakan di 80th Birthday Anniversary Stadium’s Aquatic Center, Nakhon Ratchasima, Rabu (21/01) pagi. Atlet berumur 22 tahun tersebut mencatatkan waktu satu menit 29,86 detik guna mengungguli wakil Malaysia, Ong Jia Xuan, di peringkat kedua. Sedangkan peringkat ketiga ditempati oleh atlet tuan rumah yakni Kangpila Monruedue. Torehan waktu Mutiara itu berhasil mematahkan rekornya sendiri di nomor yang sama. Selain Mutiara, Syuci Indriani juga meraih medali yang sama dan merupakan emas ketiga untuk tim para renang Indonesia. Dia mencatatkan waktu satu menit 11,41 detik melalui nomor 100 meter 100 meter gaya kupu-kupu putri klasifikasi S14. Selain itu, perolehan medali juga diraih oleh Firmansyah Syailendra, lewat 100 meter gaya dada putra klasifikasi SB14, dengan waktu satu menit 11,53. Hingga Rabu siang, sejumlah nomor lomba masih berlangsung di 80th Birthday Anniversary Stadium’s Aquatic Center, Nakhon Ratchasima. Tim para renang Indonesia diperkuat 28 atlet yang terdiri atas 19 putra dan sembilan putri. Komposisi atlet terbagi menjadi dua kelompok umur, yakni perenang senior yang masih berprestasi dan perenang muda hasil pembinaan berjenjang.

Dua Atlet Termuda Indonesia Bidik Emas Thailand

Siti Aisyah

Dua atlet termuda kontingen Indonesia siap mengincar medali emas pada ajang ASEAN Para Games di Thailand. Delima Yunia Susanti bersama Siti Aisyah menjadi tumpuan utama proses regenerasi atlet nasional dalam ajang tersebut. Keduanya dijadwalkan bertolak menuju Thailand melalui Bandara Adi Soemarmo, Kamis (15/1/2026) dini hari, pukul 04.00 WIB dan 11.30 WIB. National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) resmi mendaftarkan total 290 atlet untuk mengikuti 18 cabang olahraga. Atlet cabang para angkat berat Delima Yunia Susanti merasa optimistis dapat meraih medali emas pada laga tersebut. Perempuan berusia 15 tahun tersebut menargetkan prestasi tertinggi meskipun akan melawan banyak sekali pesaing atlet senior. “Sejujurnya, ASEAN Para Games 2025 ini lebih menegangkan dibandingkan kejuaraan-kejuaraan sebelumnya. Karena selama masa persiapan, benar-benar dibutuhkan proses dan tenaga yang besar,” ujar Adel dikutip dari RRI. “Bagi saya, ASEAN Para Games 2025 ini juga menjadi ajang untuk menguji mental. Sebagai atlet muda, saya juga ingin mencari pengalaman di ajang ini,” katanya. Selain Adel terdapat Siti Aisyah sebagai atlet berbakat pada cabang olahraga para renang dengan prestasi dunia. Aisyah menargetkan perolehan medali emas meskipun merasa grogi karena harus bersaing melawan rekan satu provinsi yang sama. “Perasaan grogi tentu ada. Saya takut enggak bisa menampilkan performa terbaik untuk Indonesia,” ucapnya. “Apalagi, saya juga akan menghadapi rekan senegara di nomor yang sama. Dia adalah senior saya sendiri dan berasal dari provinsi yang sama, ini yang membuat saya tambah merasa grogi,” ujar Aisyah. “Saya rasa, pesaing terberat yang akan dihadapi tentu adalah tuan rumah. Karena kalau menghadapi negara-negara lain, saya masih merasa yakin bisa mengalahkan mereka,” kata Aisyah. Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun menjelaskan bahwa menurunkan atlet muda merupakan bentuk komitmen proses regenerasi panjang. Senny berharap para atlet usia dini dapat memperoleh pengalaman berharga sebelum menuju laga Paralimpiade Los Angeles 2028. “Kami harus berani menampilkan mereka agar persiapan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 semakin matang. Ini harus dimaksimalkan menjadi ajang mencari pengalaman,” ucapnya. “Kalau tidak berani begitu, kapan lagi kita bisa melahirkan atlet-atlet hebat. Sekarang kami mulai,” ujar Senny. Rombongan kontingen dijadwalkan mendarat di Kota Bangkok sebelum menempuh perjalanan darat menuju lokasi lomba di Nakhon Ratchasima. Indonesia menargetkan total 82 medali emas dari ajang olahraga bergengsi yang diikuti oleh berbagai negara Asia Tenggara. Sumber: RRI