Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Kejuaraan Renang Danyon Arhanud 14/PWY Cup II Swimming Championship 2025 yang digelar selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (25–27 Juli 2025), di Kolam Renang Tirta Wira Yudha Pilang, Jalan Pilang Raya, Kota Cirebon.
Event ini mempertandingkan dua kategori utama: fun swimming dan kejuaraan antarklub renang se-Jawa Barat, dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai kota dan kabupaten.
Ketua KONI Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah, yang akrab disapa Andru, menyambut positif penyelenggaraan event ini sebagai langkah nyata dalam menjaring dan membina atlet-atlet renang muda, khususnya di level pelajar.
“Kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang lomba, tapi juga wadah untuk menemukan talenta baru, meningkatkan prestasi, dan membangun fondasi pembibitan atlet renang Kota Cirebon,” ujar Andru, Sabtu (26/7/2025).
Ia juga mengapresiasi capaian atlet-atlet lokal yang berhasil meraih posisi juara pertama dan ketiga dalam kompetisi tersebut, yang menurutnya menjadi bukti nyata keberhasilan proses pembinaan.
“Hasil ini menunjukkan pentingnya event semacam ini. Kami berharap ke depannya makin banyak kegiatan olahraga seperti ini untuk mendukung regenerasi atlet,” tambahnya.
Andru menekankan bahwa KONI tidak hanya menargetkan sukses di Porprov 2026, tetapi juga sudah menyusun strategi jangka panjang menuju Porprov 2030.
“Atlet pelajar yang berlaga hari ini mungkin belum siap untuk Porprov 2026, tapi mereka adalah aset besar untuk 2030. Maka dari itu, masa empat tahun ini sangat krusial untuk pembinaan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, KONI juga memberikan apresiasi kepada Danyon Arhanud 14/PWY dan Pengcab Akuatik Kota Cirebon atas suksesnya penyelenggaraan kejuaraan yang berjalan lancar dan meriah.
Lebih lanjut, Andru menegaskan bahwa saat ini KONI berperan sebagai fasilitator, sedangkan cabang olahraga (cabor) harus menjadi motor utama dalam program pembinaan dan pengembangan atlet.
“KONI berperan memfasilitasi, sementara cabor harus lebih aktif dan solid sebagai super team untuk membina atlet secara optimal,” tegasnya.
Meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran jika dibandingkan dengan kota besar lain seperti Bandung, Bogor, atau Bekasi yang memiliki dukungan dana hingga Rp50 miliar per tahun, Andru tetap optimis.
“Kalau daerah lain bisa beli atlet, kita harus fokus membina. Dengan anggaran terbatas, kami tetap percaya diri bisa mencetak atlet berprestasi dari daerah sendiri,” tandasnya.
Porprov 2026 disebut sebagai target antara, dengan 10 besar menjadi sasaran realistis KONI Kota Cirebon. Namun, fokus utama tetap diarahkan pada keberhasilan pembinaan jangka panjang menuju Porprov 2030.
“Kami optimistis dengan sinergi antara KONI, cabor, dan Pemerintah Kota, pembinaan bisa terus ditingkatkan. Target 10 besar di Porprov 2026 harus dicapai secara kolektif,” pungkasnya.
Sumber: Arah Pantura