Tak Terbendung, Kanisius Juara Junior DBL Jakarta 4 Kali Beruntun

Takhta tertinggi Junior DBL 2026 Jakarta sektor putra masih menjadi milik SMP Kolese Kanisius Jakarta! Berhadapan dengan SMP Al Maruf Jakarta di partai puncak pada Kamis, 29 Oktober 2026, mereka keluar sebagai juara dengan skor meyakinkan 94-55.

Memasuki musim ini, Kanisius telah menjuarai Junior DBL Jakarta selama 3 tahun beruntun. Maka dari itu, misi mereka untuk mempertahankan gelar juara dan menjaga dominasi berakhir sukses dan sempurna.

Pertandingan dibuka dengan aksi impresif dari Jacob Xavier Chandra. Setelah memasukkan tembakan dari dekat garis free throw, ia langsung melesakkan dua tripoin dan mencuri momentum untuk Kanisius (10-2). Ada juga Elliott Artoko yang turut berkontribusi dalam permainan Kanisius yang impresif pada kuarter pembuka.

Bermain solid pada awal pertandingan merupakan salah satu target utama yang ingin dicapai Kanisius di laga ini. “Dari gim sebelumnya, apalagi gim pertama, kita mulainya gak 100 persen. Kita sekarang coba untuk mulainya lebih strong,” ucap Elliott.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat Al Maruf menyerah begitu saja. Mereka terus berjuang untuk menemukan ritme permainan yang tepat. Al Maruf akhirnya mampu mengejar hingga skor berjarak tiga poin (14-11) dengan sisa waktu 5 menit 15 detik.

Setiap Kanisius berusaha untuk menjauh, Al Maruf selalu mengejar dan memberikan pembalasan yang berarti. Ketika Kanisius unggul 26-18 dengan sisa waktu 1 menit 15 detik, Al Maruf memanfaatkan free throw untuk memperkecil kedudukan. Saat kuarter pertama berakhir, Kanisius tetap memimpin dengan skor 26-23.

Kontrol pertandingan kemudian semakin nyaman di tangan Kanisius. Giliran Elliott yang memamerkan tembakan tajamnya. Hanya 4 detik setelah kuarter kedua dimulai, tembakannya dari luar garis busur besar masuk secara mulus.

Kemudian, usaha kolektif Kanisius berhasil membuat mereka memimpin hingga 13 poin (38-25) setelah 4 menit berjalan. Di sisi lain, Al Maruf hanya bisa menyumbang dua poin lewat penyerangan Tafares Achmad Zahir Abdul.

Al Maruf terus mencari cara untuk mengimbang permainan Kanisius. Fadi El Amin berhasil mengoleksi tujuh poin untuk Al Maruf pada kuarter kedua.

Namun, itu ternyata masih belum cukup untuk menahan permainan Jacob dan Elliott yang mentereng. Elliott kembali menunjukkan tripoinnya yang solid dengan sisa waktu 4 menit 7 detik. Setelah itu, Jacob berhasil mencetak 11 poin untuk menutup kuarter kedua.

Kedudukan Kanisius atas Al Maruf semakin menjauh dengan skor 54-34 memasuki jeda pertandingan. Dalam dua kuarter pertama, Jacob telah menorehkan 24 poin, disusul Elliott dan Neil Austin Yos dengan masing-masing 12 poin.

Di kubu Al Maruf, Fadi memimpin dengan perolehan 10 poin. Razhiq Ramadhan Akbar turut berkontribusi dengan 8 poin dan 11 rebound.

Kanisius tetap konsisten dengan tempo mereka pada kuarter ketiga. Semua tembakan Al Maruf yang masuk tetap berhasil dibalas, seolah Kanisius tidak ingin momentum pertandingan mereka dicuri.

Bahkan, ketika waktu tersisa 1 menit 13 detik pada kuarter ketiga, Kanisius tetap solid dengan mencetak tujuh poin tanpa balasan. Mereka semakin perkasa dengan keunggulan 79-50 memasuki kuarter keempat.

Sejak itu, kemenangan sudah seperti dikunci oleh Kanisius. Mereka tetap menunjukkan permainan yang produktif pada kuarter keempat dengan total 15 poin. Di sisi lain, Al Maruf hanya mampu membukukan lima poin saja.

Dengan sisa waktu 4 menit 39 detik, Neil Austin Yos berhasil memasukkan dua free throw untuk membuat Kanisius unggul 94-53. Itu kemudian menjadi poin terakhir mereka di laga ini. Raffan Ibrahim Saif Gaza sempat mencetak dua angka untuk Al Maruf dengan sisa waktu 2 menit 2 detik sebelum laga berakhir dengan kemenangan dominan Kanisius.

Razhiq mengakhiri laga dengan 17 poin dan 15 rebound untuk Al Maruf, disusul Fadi dengan 15 poin dan 3 rebound.

Jacob pun akhirnya mampu mengumpulkan total 33 poin, 5 rebound, dan 8 steal untuk Kanisius. Neil bermain efisien dengan double-double 17 poin dan 17 rebound dengan akurasi tembakan 50 persen.

Begitu pula dengan Elliott yang mencatat 18 poin, 8 rebound, 4 assist, dan 4 steal. Sebanyak 7 dari 12 percobaan tembakannya masuk tepat sasaran (58 persen).

“Menurut saya kita mainnya cukup bagus. Lawannya juga memberikan yang terbaik. Saya mau mengapresiasi semua suporter, coaches, ofisial, dan orangtua yang sudah datang. Thank you untuk teman-teman yang sudah berjuang dengan baik,” ujar Elliot.

Konsistensi Kanisius di kedua sisi lapangan merupakan kunci kemenangan mereka di pertandingan ini. Sejak awal, mereka memang sudah ingin menekankan aspek tersebut.

“Setiap kuarter pressure dan energinya jangan sampai turun. Walaupun skornya sudah beda jauh, energinya masih harus sama dari kuarter satu sampai kuarter keempat,” sebut Lennox Artoko, salah satu pemain Kanisius yang juga merupakan adik Elliott.

Meski berhasil meraih gelar juara keempat secara beruntun, Kanisius tidak ingin berhenti di sini saja. Masih ada mimpi yang jauh lebih besar yang ingin mereka gapai pada musim berikutnya.

“Semoga bisa menang lagi dan jadi five-peat!” tutup Lennox.