Duet Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus puas menjadi runner-up Indonesia Masters...
Read MorePemenang Gelar Individu Piala Asia U23 2026
Ajang AFC U23 Asian Cup Saudi Arabia 2026 atau Piala Asia U23 2026 telah rampung dengan serangkaian penghargaan individu yang menarik perhatian pecinta sepak bola Asia. Selain Jepang yang sukses mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan China 4–0 di final, pemain-pemain muda terbaik Asia juga mendapatkan predikat tertinggi dalam kategori individu di turnamen ini. Pemain Terbaik (MVP): Ryunosuke Sato (Jepang) Gelandang serang Jepang, Ryunosuke Sato, dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) turnamen setelah penampilan luar biasa di lini tengah dan serangan timnas Jepang sepanjang kompetisi. Sato tampil penuh pengaruh di semua laga yang dijalani Jepang hingga memastikan gelar juara bagi Samurai Biru. Top Scorer (Vua Pencetak Gol): Nguyen Dinh Bac (Vietnam) Pencetak gol terbanyak turnamen diraih oleh Nguyen Dinh Bac dari Vietnam. Bomber muda ini mencatatkan 4 gol dan 2 assist, menjadikannya pencetak gol terbanyak meskipun memiliki waktu bermain lebih sedikit dibanding pesaingnya. Ada empat tiga pemail lain yang juga mencetak 4 gol sepanjang turnamen selain Nguyen Dinh Bac. Mereka adalah Ali Ahmad Ali Al Azaizeh, Leonardo Farah Shahin, dan Ryunosuke Sato. Namun Nguyen Dinh Bac unggul dari catatan assist dan menit bermain yang lebih sedikit. Gelar ini berarti sejarah baru bagi sepak bola Vietnam karena ini pertama kali seorang pemain Vietnam memenangkan penghargaan Golden Boot di ajang U23 Asia. Kiper Terbaik: Rui Araki (Jepang) Kiper andalan Jepang, Rui Araki, mendapatkan penghargaan Best Goalkeeper setelah hanya kegolan satu dan beberapa kali menjaga clean sheet penting dalam perjalanan timnya menuju gelar juara. Penampilannya di bawah mistar menjadi salah satu faktor dominan di lini pertahanan Jepang sepanjang turnamen. Penghargaan Fair Play: U23 Korea Selatan Selain gelar individu untuk pemain, tim U23 Korea Selatan dianugerahi AFC Fair Play Award atas sportivitasnya sepanjang turnamen. Sepanjang turnamen, tim asuhan Lee Min-sung itu hanya mencatatkan 5 kartu kuning dan tidak pernah mendapatkan kartu merah dalam 6 pertandingan. Langkah Korea sendiri terhenti pada perebutan posisi tiga dari Vietnam dalam drama adu penalti.