Asian Youth Games 2025: Syifa Persembahkan Perunggu

Zahrotus Syifa

Indonesia kembali menambah perolehan medali di Asian Youth Games Bahrain 2025. Kali ini, atlet teqball Indonesia, Zahrotus Syifa, meraih medali perunggu setelah berhasil mengalahkan Narjis Al Dulaimi dengan skor 2-0 dalam pertandingan yang digelar di Exhibition World Bahrain. Sejak peluit pertama berbunyi, Syifa seperti menulis ulang nasibnya. Bola demi bola ia pantulkan dengan presisi, menyerang dengan cepat, mengatur ritme permainan hingga lawannya kehilangan arah. Set pertama berakhir 12–4 untuk Syifa, angka yang mencerminkan dominasi, tapi juga ketenangan. Di set kedua, iramanya tak berubah. Setiap sentuhan bola seperti menjadi penegasan: ia datang bukan hanya untuk bermain, tapi untuk menang. Permainan ofensifnya tetap rapi, percaya dirinya tak goyah. Skor 12–4 kembali tercatat, menutup pertandingan dengan kemenangan dua set langsung. Ketika bola terakhir jatuh di sisi lapangan Irak, Zahrotus Syifa menengadah, seolah menyadari bahwa ia baru saja menuliskan satu babak penting dalam perjalanan kariernya. Medali perunggu itu bukan sekadar logam. Bagi Syifa, itu adalah simbol awal perjalanan panjang. “Tadi saya cukup unggul dibanding atlet Irak. Saya bisa menguasai permainan dan menang dua set langsung. Target saya berikutnya adalah bisa meraih medali di Youth Olympic Games,” katanya. Satu medali perunggu lainnya dipersembahkan oleh Aira Martha Ardistri dari cabang olahraga triathlon. Aira mencatatkan waktu 30:54, terpaut 36 detik dari peraih medali emas asal China, Enge Xu. Hingga kemarin (23/10), Indonesia telah berhasil mengumpulkan total 1 medali emas, 1 medali perak, dan 2 medali perunggu.

Jakarta Juara Umum Kejurnas Teqball 2025

Kejurnas Teqball 2025

Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia (PP POTSI) secara resmi menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Teqball 2025, di Tifosi Arena Sport Center, Jakarta Timur. Provinsi DKI Jakarta tampil dominan dan berhasil meraih juara umum dengan torehan empat medali emas. Empat podium pertama berhasil diamankan oleh tim DKI Jakarta dari sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda campuran. Sementara medali emas dari kategori ganda putri direbut oleh tim Provinsi Jawa Timur (Jatim). Sebanyak 71 atlet dari 11 provinsi turut ambil bagian dalam kejuaraan ini. Kejuaraan ini menjadi ajang seleksi nasional untuk menjaring atlet-atlet potensial yang akan mewakili Indonesia di tiga ajang internasional mendatang. Ketua Umum PP POTSI, Jovinus Carolus Legawa menyampaikan bahwa Kejurnas Teqball 2025 merupakan bagian dari program pembinaan berjenjang yang dirancang untuk memperkuat prestasi atlet nasional. Ia menegaskan bahwa ajang ini memiliki nilai strategis dalam mempersiapkan tim Indonesia menghadapi kompetisi di tingkat internasional. “Kita adakan Kejuaraan Nasional Teqball 2025 untuk melakukan seleksi nasional. Dari 70 atlet teqball yang kita undang, mereka adalah para juara dari PON sebelumnya. Kita lakukan seleksi ulang untuk persiapan menuju Asian Youth Games, SEA Games 2025 di Thailand,” jelas Jovinus dikutip dari Metro Sports Metro TV pada Jumat, 25 Juli 2025. Lebih dari sekadar kejuaraan, Kejurnas ini menjadi pintu gerbang bagi para atlet muda berbakat untuk menembus panggung olahraga internasional. Dengan persiapan matang dan pembinaan berkelanjutan, PP Potsi berharap Teqball Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di ajang Asian Youth Games 2025 di Bahrain, SEA Games 2025 di Thailand, serta Asian Beach Games 2026 di Tiongkok. Hasil Kejurnas Teqball 2025: Tunggal Putra: Yoga Ardika Putra (DKI Jakarta) Husni Uba (Sulawesi Tenggara) Muhamad Azwar (Nusa Tenggara Barat) Tunggal Putri: Yunita Indria (DKI Jakarta) Sumaya (Riau) Zikrha Dwi Putra (Sumatera Barat) Ganda Putri: M Hasan Maulid/Raihan Pamungkas (DKI Jakarta) Huni Uba/LD Mardhan (Sulawesi Tenggara) Muhamad Azwar/Syidarrahman (Nusa Tenggara Barat) Ganda Putri: Herdinda Yuliarti/Gabriella Jessica (Jawa Timur) Eka Widaningsih Dhiya Diyanah (Jawa Barat) Zikrha Dwi Putra/Rafika Sundari (Sumatera Barat) Ganda Campuran: Yoga Ardika Putra/Yunita Indria (DKI Jakarta) Febi Saputra/Sumaya (Riau) Eka Widaningsih/Rafli Fadlurrohman (Jawa Barat).