Dylan Wilcoxen Raih Gelar Ganda Di Nias Pro 2025

Nias Pro 2025

Sehari setelah menjuarai kelas bergengsi QS 6000, atlet muda PSOI Sumatera Barat, Dylan Wilcoxen kembali menunjukkan performa gemilang dengan meraih kemenangan di nomor Pro Junior QS 1000. Kemenangan ini menjadikan Dylan sebagai ‘Double Champion’ dan ‘Back to Back Winner’ dalam ajang Nias Pro 2025. Capaian ini menjadi kebanggaan besar bagi Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Sumbar, yang menunjukkan potensi besar para atlet muda binaan. “Tak hanya Dylan, adiknya, Aura Zeflin Wilcoxen, juga berhasil menembus babak final di nomor ‘Women’s Pro Junior QS 1000’ dan finis di posisi keempat, semoga ini menjadi pemicu semangat untuk para atlit,” ujar ketum PSOI Sumbar, Harry Algamar, Sabtu (28/06). Sementara itu, Kya Jo Heuer yang sebelumnya mendampingi Dylan di final nomor Pro QS 6000, harus terhenti di babak semifinal Women’s Pro Junior QS 1000. Tahun ini menjadi tahun penuh prestasi bagi tim “Kandui Groms” di bawah binaan PSOI Sumbar. Seluruh atlet dari tim ini berhasil naik podium, baik di kelas Pro maupun Pro Junior, sebuah pencapaian yang tidak lepas dari kerja keras para atlet, tim pendukung, serta peran penting orang tua. Dukungan penuh dari orang tua atlit juga ikut memberi support kepada peselancar. Baik di tingkat nasional maupun internasional, menjadi salah satu kunci keberhasilan. “Tanpa dukungan orang tua,Papa Ray, Mama Sepni, dan Mama Aii, kami tidak bisa berbuat banyak. Selancar merupakan olahraga yang membutuhkan biaya besar, mulai dari peralatan hingga akomodasi untuk mengikuti berbagai kejuaraan,” ujarnya Prestasi para atlet muda PSOI Sumbar ini menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat dan dukungan solid dari berbagai pihak, mereka mampu bersaing di kancah selancar internasional.

Sukses Dihelat, Cimaja Surf Fest Pro 2020 Diharapkan Cetak Talenta Muda Surfing Kab. Sukabumi

Sukses Dihelat, Cimaja Surf Fest Pro 2020 Diharapkan Cetak Talenta Muda Surfing Kabupaten Sukabumi

Cimaja Surf Fest Pro 2020 sukses digelar di Pantai Cimaja, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan yang digelar oleh Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Kabupaten Sukabumi tersebut, berlangsung pada 21-22 November 2020. Sekretaris Jenderal PSOI Kabupaten Sukabumi, Iman Nulhaki, menjelaskan jika Cimaja Surf Fest Pro 2020 merupakan bentuk kegiatan lanjutan yang berawal dari acara webinar ‘Surfing Talks: Cek Ombak Bali dan Cimaja’ yang digelar Kemenparekraf/Baparekraf RI untuk mempromosikan wisata selancar pada awal November 2020 lalu. Meski dilaksanakan saat pandemi Covid-19, Cimaja Surf Fest Pro 2020 digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, salah satunya dilakukan rapid test untuk seluruh panitia dan peserta, membatasi jumlah peserta lomba, tidak menciptakan kerumunan di lokasi acara, menerapkan jaga jarak selama kegiatan, menjaga higienitas tangan dan barang, serta memberlakukan aturan selalu pakai masker di tempat umum. Selain itu, acara ini menghadirkan tiga orang juri dari kalangan peselancar profesional yang memiliki sertifikat juri dari International Surfing Association (ISA), yakni Diki Zulfikar, Dede Suryana, dan Gigit Permana. Sedangkan peserta lombanya berjumlah 64 orang yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, yakni Mentawai, Bengkulu, Carita, Jakarta, Pangandaran, Batukaras, Yogyakarta, Pacitan dan Sukabumi. Ada juga beberapa peselancar mancanegara yang sedang tinggal di Indonesia turut mengikuti kegiatan ini. “Kegiatan ini dimulai tanggal 21 sampai 22 November. Kegiatan ini kelasnya nasional, jadi peserta ada yang dari Lombok, Padang, Cilacap, Pacitan, Parangtritis, Mentawai, Pangandaran, Batukaras, Anyer, Carita, Cimaja. Dan ada juga peserta internasional yang sedang berada di Jakarta,” ujar Imam melalui pesan singkat, Rabu (25/11/2020), dilansir dari Tribunjabar.id. Cimaja Surf Fest Pro 2020 ini, kata Iman, bertujuan untuk membina dan membimbing generasi muda untuk menjadi atlet baru surfing, serta mempromosikan wisata selancar Cimaja. “Diselengarakannya kegiatan ini bermaksud untuk membina dan membimbing generasi muda yang memiliki bakat dan skil untuk menjadi atlet-atlet nasional, yang suatu saat akan mewakili daerah dan negara yang berkibar di kejuaraan dunia,” katanya. “Selain dari pada membina atlet kegiatan ini untuk mempromosikan pariwisata di bidang minat khusus surfing, olah raga ini selain prestasi juga untuk rekreasi. Setelah kegiatan ini kami berharap pariwisata minat khusus ini berkembang dan maju, serta para atlet bisa mengikuti ajang kompetisi nasional dan internasional,” pungkasnya.