Pembalap Muda Indonesia Juara Dunia Aquabike World Championship 2025

Boanerges Ratag Juara Dunia Aquabike World Championship 2025.

Indonesia kembali menorehkan sejarah di panggung olahraga internasional. Boanerges Ratag, atlet muda berusia 16 tahun asal Papua Barat, resmi menjadi Juara Dunia Aquabike Jetski World 2025 dalam ajang APB-UIM Endurance World Championship Grand Prix of Indonesia yang berlangsung di Danau Toba, Sumatera Utara, pada 15 Agustus 2025. Prestasi gemilang ini mengukuhkan Boanerges sebagai pembalap jetski Indonesia pertama sekaligus termuda di dunia yang berhasil meraih gelar bergengsi tersebut. Sejak hari pertama, Boanerges tampil dominan dengan strategi matang dan performa stabil. Dari total enam seri balapan, ia sukses mengumpulkan 136 poin. Rinciannya, 22 poin di moto kedua, 25 poin di moto ketiga, 22 poin di moto keempat, 20 poin di moto kelima, dan ditutup dengan poin sempurna 25 pada moto terakhir. Keunggulan ini membuatnya tak terkejar oleh dua rider asal Amerika Serikat, Jay Finlinson di posisi kedua dengan 113 poin dan Anthony Radetic di posisi ketiga dengan 92 poin. Selisih 23 dan 44 poin menunjukkan dominasi Boanerges di lintasan air Danau Toba. Dalam pernyataannya, Boanerges dengan rendah hati mendedikasikan kemenangan ini untuk bangsa: “Hari ini bukan hanya kemenangan saya, tapi kemenangan untuk Indonesia. Terima kasih atas doa dan dukungan, terutama masyarakat Papua Barat dan seluruh rakyat Indonesia.” ujarnya Ketua Panitia Lake Toba GP sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, juga memberikan apresiasi tinggi: “Kemenangan Boanerges Ratag adalah bukti nyata bahwa putra bangsa mampu bersaing di level dunia. Dari Papua Barat, ia membawa Indonesia berdiri di podium tertinggi. Ini adalah kado indah menjelang HUT ke-80 RI dan menjadi inspirasi generasi muda,” pungkasnya. Momen kemenangan ini terasa semakin istimewa karena diraih hanya dua hari sebelum perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Semangat juang Boanerges seolah mencerminkan nilai pantang menyerah yang diwariskan para pahlawan. Dengan prestasi ini, Boanerges tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, tetapi juga menjadi simbol inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi, berjuang, dan meraih prestasi internasional.

14 Negara Panaskan Persaingan Kejuaraan Dunia Jetski 2019 di Ancol, Indonesia Bidik Juara Umum

Saiful Sutan Aswar, Ketua IJBA (kiri), mengatakan kejuaraan dunia jetski 2019 yang untuk pertama kali digelar di Indonesia bisa memajukan jetski di Tanah Air. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) siap menggelar Kejuaraan Dunia Jetski 2019, di venue Jetski Indonesia Academy, Taman Impian Jaya (TIJ) Ancol, Jakarta Utara, pada 27-31 Maret 2019. Event ini mempertandingkan beberapa nomor diantaranya Pro F1 Open, Pro F1 (normally aspirated), dan Amateur F1 Open (grand tourismo). Dan sebanyak 22 tim dari 14 negara turut memanaskan persaingan di kejuaraan dunia yang untuk pertama kalinya dihelat di Indonesia itu. Saiful Sutan Aswar, Ketua IJBA, mengatakan event ini bisa menjadi trigger kedepan, dimana venue yang dibangun bisa terus dimanfaatkan untuk menggelar kejuaraan secara kontinyu. Ditambahkannya, event ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk ‘unjuk gigi’ di hadapan dunia. “Ini merupakan kejuaraan dunia jetski yang pertama di Indonesia. Kami berharap ini menjadi trigger kedepan. Venue ini dibangun tidak diabaikan dan akan secara kontinyu menggelar kejuaraan demi memajukan jetski di Indonesia,” ujar Fully, sapaan akrabnya, di Jetski Indonesia Academy, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (23/3). Lebih lanjut, ia menegaskan Indonesia menargetkan juara umum pada kejuaraan dunia ini, meski yang hadir merupakan para juara dunia. “Persaingan terberat dari negara seperti Prancis, Rusia, Portugal. Tapi kami ingin semua kelas bisa memberikan penampilan yang maksimal,” terangnya. Pada kejuaraan dunia ini, IJBA menurunkan delapan atlet, dimana dua diantaranya adalah kakak beradik Aero Sutan Azwar dan Aqsa Sutan Aswar, yang merupakan andalan utama Merah Putih, dan bakal berlaga di nomor Pro F1 Open. Diharapkan kejuaraan ini menjadi tonggak sejarah pengembangan dan pembinaan olahraga jetski baik di Indonesia maupun Asia, bahkan dunia. “Kejuaraan ini berjalan secara kontinyu, karena setelah ini akan digelar di Maroko. Kedepan kami juga akan membuat kejuaraan dunia junior. Sehingga pembinaan atlet jetski tak putus serta berkesinambungan. Terlebih dengan dukungan venue yang terbaik yang dimiliki saat ini,” tukas Fully. (Adt)