13 Pesilat Bertarung pada Kejuaraan Junior Asia 2025 di India

Tiga belas pesilat muda Indonesia bertarung pada Kejuaraan Junior Asia di Kashmir, India, Kamis-Selasa (25-30/9/2025).

Mereka didampingi tiga pelatih, yakni Sapto Purnomo, Johanes Edisson Buru dan Yulinar Tikasari Wardah pada ajang bertajuk Junior Asian Pencak Silat Championship 2025 itu.

Rombongan itu juga dikawal komandan delegasi Iwan Hermawan, Manajer Irul Trishima Atias, serta seorang masseure sebagai pendukung, Eko Wahyono.

Tujuh dari 13 pesilat yang berangkat itu berasal dari Jawa Tengah. Rinciannya, empat orang merupakan juara pada kejurnas yunior beberapa waktu lalu, dan tiga lainnya yang selama ini penghuni Cibubur Youth Athlete Training Center atau CYATC,” kata Sapto Purnomo, dikutip Solo Suara Merdeka, Kamis (25/9).

Tujuh pesilat junior Jateng itu adalah Abdul Fauzan Nur Adhima yang akan turun di kelas B putra (Klaten), Krisnanto Suryo Koco (F putra/Solo), Qiken Dwi Tata Olifia (D putri/Pati), Ghina Salsabila (H putri/Purbalingga), Nurisa Mutiara Azka (G putri/Boyolali, CYATC), Navizi Kurnia Al Dika (C putra/Banjarnegara, CYATC) dan Raja Edgina Phalosa Yongsheng (G putra/Pemalang, CYATC).

Atlet-atlet lainnya yakni Furgon Habbil Winata (D putra/Sumatera Barat), Muhamad Ridho Rofi (E putra/CYATC), Muhammad Iqbal (H putra/Kaltim), Az Zahra Arlesta Palestin (B putri/DKI Jakarta), Balqis Duratul Hikmah (E putri/CYATC) dan Farahdina Hamdi (F putri/Jawa Timur).

Disinggung tentang target tim, Sapto Purnomo menyebut tidak ada target khusus pada ajang yang merupakan rangkaian program Pencak Silat Road to Olympic tersebut.

Kami minta para atlet bisa tampil maksimal. Mereka kan juga butuh jam terbang dan pengalaman bertanding di arena internasional,” tutur pelatih asal Solo itu.