Unsoed jaring talent catur lewat SOCT v 2026

Soedirman Open Chess Tournament 2026

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto memanfaatkan ajang Soedirman Open Chess Tournament (SOCT) V Tahun 2026 sebagai sarana menjaring talenta pecatur muda potensial dari berbagai daerah. Wakil Rektor Unsoed Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Norman Arie Prayogo mengatakan pihaknya secara khusus membidik peserta yang masih berstatus pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) untuk dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi. “Peserta yang berprestasi, khususnya dari SMA, berpeluang untuk direkrut menjadi mahasiswa Unsoed melalui jalur prestasi yang kami sediakan,” katanya seusai membuka SOCT V 2026 di Auditorium Fakultas Biologi Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu. Unsoed juga menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan pemerintah daerah, guna memperkuat pembinaan atlet catur sejak usia dini. Ajang SOCT yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Catur Unsoed telah memasuki tahun kelima dan untuk pertama kalinya membuka kategori sekolah dasar (SD) sebagai bagian dari upaya mencetak atlet sejak usia belia. Norman menegaskan pihak rektorat memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut, baik dari sisi fasilitas, waktu, maupun pendanaan, sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan potensi mahasiswa di bidang olahraga. Wakil Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Jawa Tengah Suyatna mengapresiasi penyelenggaraan SOCT V yang dinilai turut membantu pembinaan atlet catur, baik di tingkat daerah maupun nasional. “Kami berterima kasih kepada UKM Catur Unsoed yang telah menyelenggarakan turnamen ini karena sangat membantu memajukan atlet-atlet daerah, bahkan hingga ke tingkat nasional,” katanya. Ia mengharapkan kegiatan tersebut dapat terus digelar secara berkelanjutan serta mampu mendorong pecatur dari Banyumas dan daerah lain untuk berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional. Menurut dia, pembinaan atlet catur di Jawa Tengah dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional sebelum melangkah ke ajang yang lebih tinggi. Terkait persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, dia mengatakan Percasi Jawa Tengah akan melihat hasil kejuaraan provinsi dan nasional sebagai dasar dalam menentukan atlet yang akan diproyeksikan. “Kami melihat hasil dari kejuaraan-kejuaraan tersebut sebagai bagian dari seleksi menuju ajang yang lebih tinggi, termasuk PON,” katanya. Ajang SOCT V 2026 diikuti 200 pecatur dari lima provinsi di Pulau Jawa, yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Mereka terbagi dalam dua kategori, yakni SD sebanyak 40 peserta dan Open sebanyak 160 peserta.