Kiat Danny Holmes Untuk Garuda Select Dalam Berduel Melawan Pemain Bertubuh Besar

Asisten pelatih Garuda Select, Danny Holmes.

Jakarta, 16 Februari 2020 – Garuda Select angkatan kedua kini tengah dalam persiapan menjelang laga uji coba ketiga mereka pascakembali ke Inggris. Usai melewati laga sengit kontra QPR U18 (4/2) dan Sheffield United U18 (12/2), armada Dennis Wise dan Des Walker akan menghadapi Huddersfield Town U18, Selasa (18/2), pukul 20:00 WIB. Dalam persiapan kali ini, tim pelatih melakukan evaluasi khusus terkait dua pertandingan terakhir di mana Rafli Asrul dan kawan-kawan kembali dihadapkan dengan tim U18 setelah sebelumnya di Italia, berhadapan dengan tim U17. Satu hal yang menjadi fokus adalah terkait duel menghadapi pemain dengan postur lebih besar. Hal itu disampaikan Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes. Menghadapi pemain yang bukan hanya secara postur lebih besar, namun dari segi usia dan pengalaman lebih matang, Holmes memberikan kiat khusus bagaimana berduel melawan mereka di atas lapangan. “Kami (tim pelatih) selalu menekankan kepada pemain agar jangan lembek saat menghadapi tim-tim yang secara nama maupun postur lebih besar. Kami terkadang memberi waktu dan ruang gerak yang cukup leluasa untuk mereka. Bahkan di beberapa kesempatan, para pemain cenderung menghindari kontak fisik. Mindset itulah yang kami ubah,” ujar Holmes kepada Mola TV. Holmes menambahkan bahwa faktor yang menjadi kunci dalam berduel melawan pemain yang memiliki postur lebih besar adalah keberanian. “Berani menyundul di udara, beradu tekel, hingga melakukan kontak fisik lainnya adalah cara ampuh untuk membangun kepercayaan diri. Jika terbiasa bersikap berani, para pemain akan lebih percaya diri di lapangan dan peluang memenangi duel akan meningkat,” tungkasnya. Terkait duel versus lawan, Holmes juga memberi instruksi khusus bagi trio lini tengah yakni Rafli, David Maulana, dan Brylian Aldama. Ketiganya menurut Holmes memegang peranan pada sektor terpenting di lapangan. “Poros lini tengah juga wajib memberanikan diri untuk meladeni pergerakan lawan. Sektor tengah adalah sektor terbaik lawan sejauh ini. Jadi, kita tak boleh terpana dengan lawan, melainkan harus kerja lebih keras guna memenangi duel di lini tersebut,” tutup Holmes. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Respek dan Kelola Emosi, Pelajaran Berharga Dari Laga Kontra Sheffield United U18

Brylian Aldama saat berhadapan dengan saah satu pemain Sheffield United U18

Jakarta, 14 Februari 2020 – Garuda Select kembali melakoni laga sengit di Inggris tatkala berjumpa Sheffield United U18, Rabu (12/2). Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Birmingham County FA, Ray Hall Lane, Birmingham, berakhir dengan kemenangan tipis 2-3 untuk sang lawan. Pertandingan itu sendiri berjalan cukup seimbang lantaran kedua tim silih berganti melancarkan serangan dan membuat peluang di depan gawang lawan. Gol demi gol yang tercipta pun mayoritas berjarak kurang dari lima menit. Namun, satu insiden sempat mengawali babak kedua, tepat sebelum Garuda Select dan Sheffield United U18 saling berbalas gol. Di menit ke-51, Brylian Aldama sempat terlibat kontak fisik dengan salah seorang pemain lawan, Connor Blunt. Intensitas benturan yang cukup tinggi konon memancing keributan antar kedua pemain, yang kemudian melibatkan anggota tim dari kedua kubu. Panasnya tensi yang terjadi saat itu berujung hadiah kartu merah untuk Brylian dan Blunt. Insiden tersebut sontak jadi pelajaran tersendiri bagi skuad asuhan Dennis Wise dan Des Walker. Melawan pemain yang dari sisi usia dan pengalaman lebih matang, Garuda Select tetap mampu tampil apik dan memberi perlawanan hingga mengimbangi lawan dari perspektif permainan. Namun, tambahan pelajaran penting yang didapat kali ini adalah dalam hal respek dan manajemen emosi. Sebagai sebuah tim, wajar jika para pemain secara spontan membela Brylian. Yang patut dihindari adalah meluapkan emosi dengan cara yang salah. Dari insiden di pertandingan tersebut, Kakang Rudianto dan pemain lainnya bisa belajar bagaimana untuk tetap mengendalikan emosi agar mampu menjaga sikap. Dan yang tak kalah penting, tetap menaruh rasa hormat alias respek pada lawan dan pengadil di lapangan. Hal itu diakui Kakang, yang dalam insiden tersebut tampak mengambil peran cukup besar. Bek asal Cianjur itu mengaku banyak belajar soal respek pada lawan dan mencoba untuk menahan diri dari tindakan tidak terpuji di atas lapangan. “Saya tidak pernah punya niat untuk bertindak kasar pada lawan. Pada kenyataannya, saya tidak melakukannya. Pertandingan secara umum berlangsung terbuka. Kami saling support selama pertandingan. Semoga kami bisa memperbaiki penampilan di pertandingan selanjutnya,” ujar Kakang kepada Mola TV. Hal positif juga dilontarkan pelatih Sheffield United U18, Derek Geary, khususnya terkait respek. Melalui komentarnya, ia memberikan teladan bagaimana menaruh rasa hormat pada lawan. “Kredit untuk Garuda Select karena mereka mampu memberi tekanan bagi kami, terutama di babak kedua. Pertandingan secara keseluruhan berlangsung kompetitif. Saya melihat banyak kualitas di tim Garuda Select. Semoga kita bisa bertanding lagi suatu saat nanti,” tutur Geary. Selain perihal teknis, sejatinya banyak hal yang bisa dipelajari para pemain selama mengikuti rangkaian program dan pertandingan, termasuk soal respek dan manajemen emosi. Di sisa bulan Februari ini, Kakang dan kawan-kawan akan menghadapi dua laga uji coba yakni menghadapi Huddersfield U18 (18/2) dan Preston North End U18 (25/2). Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Garuda Select Mendapat Pelajaran Penting Dari Pertandingan Melawan Sheffield United

Peningkatan signifikan terlihat dari permainan Garuda Select jika dibandingkan saat menghadapi QPR pekan lalu. Dalam pertandingan ini, penguasaan bola Brylian Aldama dkk

Jakarta, 12 Februari 2020 – Saat melawan Sheffield United, Rabu (12/2) malam waktu setempat, Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise, dan pelatih kepala, Des Walker, hanya melakukan satu pergantian pemain dari laga melawan Queens Park Rangers pekan lalu. Hanya Kakang Rudianto yang mengisi posisi Ridyan Taufiq dalam susunan 11 pemain saat memulai laga. Posisi penjaga gawang masih diserahkan kepada Rizky Sudirman. Demikian halnya dengan poros lini tengah yang tetap menjadi milik trio David Maulana, Brylian Aldama, dan Rafli Asrul. Garis terdepan diisi Ferdiansyah dan Bramdani, yang mengapit sang ujung tombak, Bagus Kahfi. Peningkatan signifikan terlihat dari permainan Garuda Select jika dibandingkan saat menghadapi QPR pekan lalu. Dalam pertandingan ini, penguasaan bola Brylian Aldama dkk. terbilang lebih baik. Beberapa usaha lawan untuk masuk ke wilayah pertahanan juga berhasil dihalau dengan baik. Meski demikian, belum ada gol tercipta sepanjang babak pertama. Garuda Select mulai menguasai keadaan ketika memasuki babak kedua. Sempat kebobolan lebih dahulu pada menit ke-62, tim arahan Dennis Wise dan Des Walker tersebut membalikkan keadaan dalam tempo dua menit. Bagus Kahfi dan Rafli Asrul kembali memperlihatkan produktivitasnya di depan gawang dengan gol yang mereka cetak. Bagus menyamakan kedudukan pada menit ke-63, sedangkan Rafli mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-65. Kedua pemain ini sama-sama mengantongi sembilan gol untuk Garuda Select. Di sisa pertandingan, Sheffield mampu memanfaatkan waktu yang ada. Mereka mencetak dua gol lewat Angelo Capello (67’) dan Antwoine Hackford (71’) untuk kembali unggul hingga akhir pertandingan. Setelah laga, Dennis Wise menyampaikan pandangannya soal penampilan Garuda Select. “Para pemain harus lebih berani dan cepat dalam mengambil keputusan, terutama ketika lawan mendekati sektor pertahanan. Jika tidak bertindak cepat, lawan semakin punya banyak pilihan dalam menyerang,” ucapnya. Lawan-lawan yang dihadapi Garuda Select selama di Inggris berusia lebih tua yakni 18 tahun. Sementara itu, mayoritas usia pemain Garuda Select, terutama angkatan kedua, baru 16 dan 17 tahun. Artinya, lawan-lawan di Inggris jauh lebih matang dari berbagai segi. Pemilihan lawan dengan usia lebih tua bertujuan untuk mengasah mental serta kemampuan para pemain agar siap menghadapi karier profesional. Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Kembalinya Duet Kakang-Dodi di Lini Belakang Garuda Select

Dodi Irawan dan Kakang Rudianto

Jakarta, 12 Februari 2020 – Kakang Rudianto kembali dipercaya mengisi daftar 11 pemain yang memulai pertandingan sejak awal di skuad Garuda Select. Menghadapi Sheffield United U18 di Lapangan Birmingham County FA, Ray Hall Lane, Birmingham, pada Rabu (12/2), pemain asal Cianjur tersebut kembali diduetkan dengan Dodi Irawan. Ini adalah pertama kalinya sejak 17 Desember 2019, Kakang dan Dodi mengisi daftar starting line-up. Terakhir kali mereka memulai pertandingan bersama adalah ketika menghadapi Swindon Town di lapangan yang sama. Setelah itu, pelatih secara bergantian memasangkan keduanya dengan pemain lain. Kini, dengan hasil yang diraih melawan QPR pekan lalu, Kakang punya tambahan motivasi untuk tampil lebih baik. “Tim sudah latihan, pelatih sudah memberi masukan apa saja yang harus dilakukan nanti. Intinya, para pemain harus lebih berani berduel dan tidak kalah mental dari lawan. Kami diminta untuk bermain lebih simpel dan efektif, soal hasil kita lihat nanti,” ujar Kakang kepada Mola TV. Sheffield United U18 jelas bukan lawan sembarangan. Produk akademi mereka termasuk yang paling baik kualitasnya di Inggris. Sebut saja nama-nama seperti Phil Jagielka, Kyle Walker, bahkan bek termahal dunia saat ini, Harry Maguire, pernah menimba ilmu di sana. Dengan lawan berkualitas seperti Sheffield, banyak pelajaran yang bisa diambil Kakang dkk. dari pertandingan nanti. Hal ini pula yang membuat Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise, merasa optimistis. “Saya yakin mereka bisa bermain lebih baik kali ini karena dilihat pada pertandingan babak kedua (melawan QPR), mereka bermain lebih baik. Saya senang melihat cara mereka bereaksi terhadap permainan lawan di sisa pertandingan,” kata Dennis. Setelah The Blades, masih ada Huddersfield (18/2) dan Preston North End (25/2) yang harus dihadapi Kakang dkk. di sisa waktu Februari 2020. Saksikan perjuangan Kakang dan kawan-kawan di Garuda Select saat menghadapi Sheffield United U18 GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis! Contact Person

Jelang Hadapi Sheffield, Duet Bagus-Rafli Semakin Padu

Bagus-Rafli semakin padu di Garuda Select

Jakarta, 9 Februari 2020 – Garuda Select angkatan kedua tengah dalam persiapan menghadapi laga uji coba berikutnya setelah sebelumnya meladeni jamuan tuan rumah QPR U18, Selasa (4/2). Pertandingan pertama pasca kembali ke Inggris itu diwarnai hujan gol dengan skor 8-5 untuk QPR. Meski takluk dari sisi skor, Garuda Select berhasil memberi perlawanan sengit dan menorehkan lima gol lewat permainan apik. Dua nama yang paling menonjol di laga itu adalah Bagus Kahfi dan Rafli Asrul. Keduanya terlibat dalam seluruh gol yang diciptakan anak asuh Dennis Wise dan Des Walker. Bagus mencatat sejarah dengan menjadi pemain Garuda Select pertama di season kali ini yang sukses mencatatkan quat-trick alias empat gol dalam satu pertandingan. Ketajaman striker kelahiran 16 Januari 2002 itu tengah memuncak. Dalam tujuh laga uji coba terakhir, Bagus hanya absen mencetak gol di dua laga. Sementara itu sang kompatriot, Rafli, juga tak kalah mentereng. Sumbangsih satu gol dan dua assist juga menjadikannya salah satu protagonis dalam laga tersebut. Selain urusan mencetak gol, pemain milik PSM Makassar U16 itu juga membuktikan kepiawaiannya dalam hal memberi assist. Kedua pemain kini menduduki posisi puncak daftar pencetak gol Garuda Select. Namun, mereka enggan memuji diri sendiri dan lebih mengedepankan tim. “Performa saya tidak lepas dari usaha tim secara keseluruhan. Berkat mereka, saya mampu mencetak empat gol. Kita kerja keras dan berjuang bersama,” ujar Bagus kepada Mola TV. Menyambut laga uji coba selanjutnya, Bagus juga menyebut targetnya untuk mempertahankan penampilan apik seperti yang dipertontonkan di laga terakhir. “Lawan Sheffield nanti, kami ingin menerapkan permainan kami seperti di babak kedua ketika menghadapi QPR,” tambah saudara kembar Bagas Kaffa itu. Dalam tiga hari mendatang, Garuda Select akan menghadapi lawan berikutnya, yakni Sheffield United U18. Pertandingan rencananya akan digelar di Lapangan Birmingham County FA, Ray Hall Lane, Birmingham. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

David Maulana dan Fajar Fathur Rahman Belum Tergantikan

Jakarta, 7 Februari 2020 – Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise, pernah mengungkapkan bahwa tujuannya memanggil sejumlah pemain dari generasi pertama untuk kembali bergabung adalah untuk meningkatkan level permainan. Setelah melewati beberapa pertandingan, hasilnya sudah mulai terlihat. Kepercayaan diri para pemain Garuda Select semakin meningkat dan cenderung menguasai permainan. Torino digilas 3-0, serta Juventus dan Internazionale yang dibuat kesulitan, menjadi salah satu sinyal bahwa Dennis Wise mulai sedikit menemukan kerangka bermain yang jelas bagi tim binaannya ini. Jika melihat catatan durasi bermain para pemain, Fajar Fathur Rahman dan David Maulana menjadi yang paling konsisten sejak kembalinya mereka berdua pada Desember 2019. Sejauh ini memang belum ada pemain yang diplot menggantikan mereka di tengah jalan dalam satu pertandingan pun. Sejak kedua pemain ini bergabung kembali, tidak ada pemain yang mencatatkan menit bermain lebih banyak dari mereka dengan 590 menit. Kedua pemain ini selalu dipercaya bermain penuh dalam pertandingan menghadapi Cheltenham, Swindon, Torino, Juventus, Internazionale, Como, hingga QPR. Sebuah sinyal yang menandakan bahwa David dan Fajar menjadi pemain yang selalu mampu menjawab kebutuhan pelatih. Dennis Wise pernah berujar tentang peningkatan grafik permainan yang ditunjukan David. “David mengalami perkembangan yang luar biasa sejak kembalinya ke tim ini. Ia juga mampu membawa pengaruh positif bagi pemain lain,” kata mantan pemain Chelsea tersebut. Sementara itu, Pelatih Kepala Garuda Select, Des Walker, punya kesan tersendiri terhadap Fajar. “Ia tahu kapan saatnya berlari, kapan menghemat tenaga, dan menyerang. Tetapi, satu hal pasti ia harus kembali ke posisinya begitu lawan mendapatkan bola,” kata Des Walker. Agenda selanjutnya Garuda Select datang dalam wujud Sheffield United pada Rabu (12/2). Jika tetap sesuai rencana awal, pertandingan akan berlangsung di Lapangan Birmingham County FA, Ray Hall Lane, Birmingham. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Pelatih QPR Kagumi Agresivitas Garuda Select

Jakarta, 7 Februari 2020 – Garuda Select belum meraih hasil maksimal ketika bertandang ke markas Queens Park Rangers U18 di QPR Training Center, Crane Lodge Road, London pada Selasa (4/2). Meski demikian, permainan tim asuhan Dennis Wise dan Des Walker, tetap mendapat pujian dari pelatih tim lawan, Paul Furlong. Menurut Furlong, permainan Garuda Select sangat mengejutkan, terutama pada babak kedua ketika empat gol bersarang di gawang anak asuhnya. Sementara itu, QPR hanya mampu menjaringkan dua gol sepanjang  paruh kedua permainan. “Kami memang sempat unggul lima gol pada babak pertama, namun saya tekankan kepada pemain untuk tetap waspada. Benar saja, Garuda Select lebih mendominasi penguasaan bola pada babak kedua. Memang itu yang mereka inginkan sejak awal,” ucapnya kepada Mola TV setelah pertandingan. Hasil ini membuat Garuda Select belum berhasil mengulang catatan pada pertemuan pertama ketika mereka menang 4-0 atas QPR. Namun, Furlong menekankan bahwa dirinya sama sekali tidak terpikir hasil ini menjadi pembalasan dendam tahun lalu. “Ini bukan ajang balas dendam. Saya hanya ingin memberikan lawan tanding yang bagus untuk para pemain. Saya tahu sejak awal mereka akan berbahaya dan Anda bisa lihat sendiri seperti apa mereka di babak kedua. Garuda Select tampil mengerikan. Kami senang bisa bertanding melawan mereka,” katanya. Kelima gol Garuda Select tercipta lewat quat-trick Bagus Kahfi, serta tambahan satu gol oleh Rafli Asrul. Hasil ini menjadi bekal yang cukup untuk menyambut laga selanjutnya menghadapi Sheffield United U18 di Lapangan Birmingham County FA, pada Rabu (12/2). Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Dennis Wise Matangkan Skema Baru Jelang Duel Garuda Select VS QPR U18

Depan: Rafli Asrul (dribel), Arjuna Agung Belakang: Nando Pamungkas, Dodi Irawan

Jakarta, 4 Februari 2020 – Garuda Select akan kembali memulai kiprahnya di Inggris. Kali ini, lawan yang akan dihadapi adalah Queens Park Rangers U18, pada Selasa (4/2), di QPR Academy, Crane Lodge Road, Cranford, London. Latihan bertahap langsung diterapkan oleh tim pelatih untuk memaksimalkan waktu persiapan para pemain. Dennis Wise selaku Direktur Teknik Garuda Select, menuturkan, ia sedang fokus membenahi pergerakan pemain ketika bertahan dalam mengantisipasi bola mati lawan. Salah satunya adalah menerapkan garis pertahanan yang tinggi. “Diperlukan pengertian dan keberanian yang tinggi di dalam tim untuk bisa memaksimalkan skema ini. Ini hal baru untuk dipelajari oleh para pemain dan saya ingin mereka melakukannya,” ucap Dennis Wise kepada Mola TV. Selama di Italia, Garuda Select kemasukan lima gol ketika menghadapi dua tim kuat, Juventus dan Internazionale. Sementara saat melawan Torino dan Como, tim berhasil mencatatkan clean sheets. Garuda Select punya rekor bagus ketika menghadapi Queens Park Rangers. Tahun lalu, Bagus Kahfi dkk. menang empat gol tanpa balas di London. Meski demikian, Wise tidak ingin anak asuhnya terlena. “Kami akan menghadapi QPR dan yang harus diperhatikan adalah tim saat ini berbeda dengan tahun lalu. Hasil pertadingan nanti berada di tangan kami. Apakah mengulangi hasil tahun lalu atau tidak. Lagi-lagi lini pertahanan mendapatkan perhatian khusus,” katanya. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Potensi Pemain Garuda Select Berkarier Di Eropa, Bagus Inginkan Akhir Manis Di Italia

Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri

Jakarta, 24 Januari 2020 – Garuda Select angkatan kedua telah melengkapi tiga dari empat laga uji coba yang dijadwalkan di Italia. Hasil yang diraih yakni menang telak atas Torino U17 (dengan skor 3-0), kalah tipis melawan Juventus U17 (1-2), serta kejar-mengejar angka dalam pertandingan sengit kontra Internazionale U17 (2-3). Menanggapi hasil yang didapat selama beberapa uji coba terakhir, Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise, mengaku puas melihat perkembangan setiap pemain secara umum. Meski mengalami dua kekalahan, eks pemain Chelsea itu melihat banyak kemajuan baik dari segi pemahaman taktik, hingga koordinasi di lapangan. Bahkan, sejak awal Wise sudah melihat potensi dan bakat anak didiknya. Ia pun tak ragu memberi jawaban positif ketika diberi pertanyaan terkait potensi skuadnya berkarier di klub Eropa. “Beberapa pemain punya bakat yang cukup untuk bermain di Eropa. Memang tidak semua. Namun beberapa dari mereka, saya yakin masih bisa dipoles menjadi lebih baik lagi. Kalau soal main di Eropa, memang itu tujuan kami,” ujar Wise dalam sesi Q&A di akun media sosial Garuda Select (@programgarudaselect). “Pemain-pemain seperti Bagus (Kahfi), Brylian (Aldama), Rafli (Asrul), dan David (Maulana), sejauh ini punya standar bagus. Indonesia punya banyak bakat hebat. Masalahnya hanya beberapa pemain yang kami ambil di sini. Saya rasa kita harus menemukan bakat-bakat lain di daerah terpencil. Jadi, masih ada kesempatan lebih besar bagi anak-anak Indonesia untuk belajar sepak bola,” tambahnya. Anak asuh Wise dan Des Walker kini tengah dalam persiapan menyambut laga keempat menghadapi Como U17. Pertandingan yang rencananya akan berlangsung di SNEF Lambrone Sport Center, Senin (27/1), akan menjadi laga penutup di Negeri Pizza. Penyerang Garuda Select, Bagus Kahfi, masih belum menyerah untuk kembali meraih hasil positif dalam agenda tur Italia di awal tahun ini. Agenda terdekat tim yang diarsiteki Dennis Wise selaku direktur teknik dan Des Walker sebagai pelatih kepala itu adalah menghadapi Como U17 di SNEF Lambrone Sport Center, Como pada Senin (27/1) waktu setempat. Bagus tidak asal pasang target. Catatan pribadinya memang menunjukkan demikian karena sepanjang tiga pertandingan ia lakoni di selama Italia, tiga gol berhasil dicetaknya. Mulai dari melawan Torino U17, Juventus U17, dan Internazionale U17. Dengan performa yang sedang meningkat, bukan tidak mungkin pemain kelahiran Magelang tersebut bisa menutup perjalanannya di Negeri Pizza dengan mencetak setidaknya satu gol lagi. Meski demikian, Bagus tetap menunggu keputusan pelatih soal pemain yang akan diturunkan. “Pertandingan melawan Como itu laga terakhir di Italia. Semoga kami bisa meraih kemenangan. Siapa pun yang akan tampil nantinya, semoga tetap bisa mengerahkan kemampuan 100 persen,” ucapnya kepada Mola TV. Kabar menggembirakan datang dari Bagus di awal tahun ini. Bersama Brylian Aldama, ia dipercaya untuk menjalani latihan dengan tim utama Como beberapa waktu lalu. Menurutnya, kesempatan itu membuatnya optimistis menatap laga-laga selanjutanya bersama skuad Garuda Select. “Senang dan bangga sempat berlatih bersama tim senior Como, bagi kami tentu hal ini menambah kepercayaan,” tuturnya lagi. Como tidak bisa dipandang remeh. Meski namanya tidak sementereng Juventus atau Inter, mereka pernah memproduksi pemain-pemain top Italia, bahkan dunia. Salah satunya ada Gianluca Zambrotta yang namanya berkibar di Juventus, Barcelona, dan AC Milan. Bahkan meraih trofi Piala Dunia 2006 bersama timnas Italia. Selain itu masih ada Marco Tardelli, pemain timnas Italia di era 70 dan 80-an yang juga pernah mengangkat trofi Piala Dunia pada 1982. Agenda pertandingan menghadapi Como U17 merupakan yang terakhir di Italia. Garuda Select akan kembali ke Inggris pada Selasa (28/1) atau tepat satu hari setelah laga. Jadwal selanjutnya adalah menghadapi Queens Park Ranger pada Selasa (4/2) yang sejauh ini direncanakan berlangsung di Queens Park Rangers FC Training Ground. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Garuda Select Tunjukkan Grafik Meningkat Di Laga Melawan Internazionale U-17

Bagus kahfi kehilangan fokus saat menghadapi 3 pemain inter U-17

Jakarta, 22 Januari 2020 – Garuda Select masih belum meraih kemenangan ketika bertandang ke markas Internazionale U-17 di Sunning Development Center, Milan pada Rabu (22/1). Meski demikian, tim racikan Dennis Wise dan Des Walker terlihat memperbaiki kekurangan dari pertandingan sebelumnya melawan Juventus. Lengkapnya poros lini tengah David Maulana, Rafli Asrul, dan Brylian Aldama secara tidak langsung membuat transisi permainan Garuda Select kembali seimbang. Pada laga sebelumnya melawan Juventus, Brylian harus absen sehingga agak sedikit mengubah keseimbangan di sektor tengah. Garuda Select sempat lengah mengantisipasi pergerakan Gabriele Menegatti ketika laga baru bergulir delapan menit. Akibatnya, pemain bernomor punggung tujuh tersebut mampu mengoyak jala Yogi Hermawan. Namun, setelah itu, Garuda Select dengan cepat kembali menguasai ritme permainan. Kran gol Bagus Kahfi sejak berada di Italia belum terhenti. Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-35. Empat menit berselang, giliran Ferdiansyah yang membalikkan kedudukan sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1. Babak kedua dimulai, Inter langsung melancarkan serangan cepat yang membuat barisan belakang Garuda Select hilang konsentrasi. Tuan rumah mencetak gol penyama kedudukan lewat Tommaso Clerici, dua menit paruh kedua berjalan. Inter kembali unggul 3-2 berkat gol Andrea Cappadonna hingga pertandingan selesai. Setelah pertandingan, salah satu pencetak gol Garuda Select, Bagus Kahfi, menuturkan timnya sudah bekerja maksimal. Selain itu, pertahanan Inter cukup stabil meski berkali-kali digempur sepanjang pertandingan. “Bek mereka bermain lebih disiplin. Kami cukup kesulitan meski mampu mencetak dua gol. Itulah sepak bola, tidak ada yang tahu hasil akhir akan seperti apa. Kami mampu mengimbangi, tetapi mereka tetap unggul hari ini,” papar Bagus. Garuda Select harus segera memulihkan kebugaran. Lima hari mendatang, Bagus Kahfi dkk. sudah ditunggu Como U-17 di Lapangan SNEF Lambrone Sport Center pada Senin, 27 Januari 2020.

Garuda Select Sudah Kantongi Kekuatan Inter U-17

Bagus Kahfi melakukan tendangan saat melawan Inter U-17.

Jakarta, 22 Januari 2020 – Garuda Select meraih dua hasil berbeda dari dua laga selama rangkaian tur Italia di awal tahun ini. Sempat menang besar kala menghadapi Torino, Bagus Kahfi dkk. menyerah 1-2 karena tendangan penalti saat melawan Juventus. Malam nanti, Garuda Select akan kembali menyambangi markas tim Italia lainnya. Kali ini, lawan yang akan dihadapi adalah Internazionale U-17. Evaluasi sudah barang tentu dilakukan oleh seluruh jajaran tim, mulai dari pemain hingga pelatih. Grafik permainan yang perlahan tapi pasti meningkat tentu harus dibarengi dengan hasil maksimal pula. Tim pelatih memastikan sudah mengantongi kekuatan Inter yang harus diwasapdai oleh para pemain. “Agak berbeda dengan Juventus, pemain Inter lebih menggunakan pendekatan fisik. Mereka juga lebih cenderung memperagakan umpan langsung ke depan dan lebih berani dalam berduel. Tentu para pemain harus siap,” kata Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes. Secara keseluruhan, Garuda Select tidak bermain buruk saat menghadapi Juventus. Beberapa kali pergerakan dengan atau tanpa bola Bagus Kahfi dkk. terlihat merepotkan barisan bertahan tim lawan. Tuan rumah bahkan membutuhkan dua kali hadiah penalti untuk meraih kemenangan. Meski demikian, kekalahan dari Juventus memberikan banyak pelajaran berharga bagi para pemain Garuda Select. Danny berharap para pemain bisa berkaca dari pertandingan melawan Juve, untuk tampil maksimal kala menghadapi Inter. “Kami sudah mengantisipasi beberapa hal untuk pertandingan melawan Inter. Semoga kami tidak mudah kehilangan bola seperti pertandingan sebelumnya dan mendapatkan hasil yang diinginkan,” ucap Holmes. Dua pemain Garuda Select, Bagus Kahfi dan Fajar Fathurrahman, juga sudah melupakan hasil melawan Juventus. Saat ini, fokus mereka hanya tertuju untuk Inter. “Pertandingan melawan Inter kami harus fokus dan konsentrasi. Kami siap belajar banyak di pertandingan nanti,” kata Bagus. “Inter U-17 saat ini berada di peringkat pertama liga. Kemampuan teknik mereka mungkin sama dengan Juventus, tapi secara taktik dan mental bisa jadi lebih baik,” Fajar menambahkan. Pertandingan melawan Inter U-17 akan berlangsung di Sunning Youth Development Center, Milan, pada Rabu (22/1) malam. Laga nanti akan disiarkan langsung oleh Mola TV pukul 21:00 WIB. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Para Pemain Alami Banyak Perkembangan Sejak Gabung Garuda Select

Edgard Amping dan Arsa Ahmad bersyukur ia telah menjalani uji coba dengan tim Inggris dan Italia.

Jakarta, 19 Januari 2020 – Garuda Select sudah berlatih sekitar empat bulan. Para pemain merasakan banyak perkembangan selama mengikuti program yang dilatih duet Des Walker dan Dennis Wise ini. Pemain belakang Garuda Select, Edgard Amping bersyukur ia telah menjalani uji coba dengan tim Inggris dan Italia. Ia jadi merasakan pengalaman menghadapi lawan dengan teknik bagus seperti tim Italia dan lawan yang mengandalkan fisik layaknya tim Inggris. “Kalau soal perkembangan selama empat bulan cukup banyak. Mulai dari teknik, visi bermain, kerja sama tim, dan komunikasi,” ucap Edgard. Sementara Arsa Ahmad merasakan perkembangan dari sisi fisik. Ini merupakan faktor penting bagi setiap pemain untuk bermain konstan selama 90 menit. “Yang paling penting sih perkembangan fisik karena kami di sini ditempa fisik. Setiap tiga kali seminggu kami latihan gim,” ujar Arsa. Skuad Garuda Select terdekat akan menghadapi Inter Milan. Laga ini dijadwalkan pada tanggal 22 Januari. Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Kunci Penampilan Apik Bagus Kahfi Saat Hadapi Juventus

Pemain Garuda Select bernomor punggung 10, Bagus Kahfi

Jakarta, 18 Januari 2020 – Juventus U-17 hanya mampu mencetak gol lewat eksekusi penalti ketika menang 2-1 atas Garuda Select di Juventus Training Center, Vinovo, pada Kamis (16/1) waktu setempat. Tim tuan rumah juga cukup kerepotan menghadapi permainan skuad arahan Des Walker yang kerap mengandalkan umpan panjang. Secara keseluruhan, tidak ada penurunan performa signifikan dari Garuda Select jika dibandingkan dengan laga melawan Torino U-17 pekan lalu. Bagus Kahfi masih menjadi andalan di garis depan, dengan ditopang David Maulana dan Rafli Asrul dari sektor tengah. Meski demikian, beberapa hal masih harus diperbaiki. Setelah pertandingan, Bagus mengakui bahwa tidak mudah menghadapi Juventus U-17. Jika harus membandingkannya dengan tim-tim di Inggris, tentu ada perbedaan mencolok. “Tim Italia lebih ketat dalam bertahan dibandingkan tim-tim Inggris. Kalau di Inggris, masih ada sedikit celah di lini belakang, sementara Italia benar-benar ketat. Contohnya Juventus ini, makanya ketika mendapatkan kesempatan, saya harus memaksimalkannya,” tutur Bagus selepas laga kepada Mola TV. Bagi Bagus, gol tersebut menjadi yang ketiga sejak kembali bergabung dengan skuad Garuda Select pada Desember 2019. Pada laga pertandingan melawan Torino pekan lalu, pemain kelahiran Magelang tersebut juga mengemas satu gol. Sementara itu, satu gol lainnya dicetak kala menghadapi Swindon Town di Lapangan Birmingham County FA. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Tantangan Garuda Select Hadapi Gaya Main Berbeda di Inggris dan Italia

Pendapat Arsa Ahmad mengenai perbedaan permainan Inggris dan Italia

Jakarta, 19 Januari 2020 – Garuda Select mengenyam latihan dan bertanding melawan tim-tim Inggris dan Italia. Tim asuhan duet Des Walker dan Dennis Wise ini harus cepat beradaptasi melawan tim dengan gaya main berbeda. Setelah berlatih dua bulan di Inggris, Garuda Select melanjutkan latihan di Como, Italia. Terdekat, Garuda Select akan melawan Inter Milan di tanggal 22 Januari. “Soal perbedaan Inggris dan Italia ada perbedaannya tapi tidak terlalu banyak. Permainan di Italia lebih fokus ke teknik mereka bermain build-up dari bawah bisa sampai ke depan dengan baik,” ucap bek kiri Garuda Select, Edgard Amping. Sementara itu, menurut Arsa Ahmad anak-anak Inggris lebih fokus kepada fisik. Sangat banyak benturan badan di setiap pertandingan yang dijalani. “Kalau Inggris itu lebih banyak tentang fisiknya. Adu fisiknya, tentang benturan badan, otot-otot semua, kalau di Inggris seperti itu,” ujar Arsa. Bagi Arsa, lawan-lawan di Inggris dan Italia sama-sama sulit. Para pemain harus bisa beradaptasi dengan cepat untuk bisa mengalahkan lawan dengan karakter berbeda. “Sama-sama sulit kalau yang satu lebih sulit di faktor bagian fisik, yang satu lagi bagus di bagian teknik,” lanjut Arsa.

Beri Perlawanan Sengit, Edgard Amping Dapat Pelajaran Berharga Dari Juventus U-17

Garuda Select menjalani partai uji coba keduanya dengan menghadapi Juventus U-17 di Juventus Training Center, Vinovo, Turin. Laga yang digelar pada Kamis (16/1), berakhir dengan skor tipis 2-1 untuk keunggulan tuan rumah. Des Walker menurunkan skuad yang hampir sama dengan pertandingan sebelumnya. Perubahan praktis hanya terletak di lini tengah. Bramdani yang di laga kontra Torino mengisi lini tengah bersama Rafli Asrul dan David Maulana, kini digantikan oleh Fernando. Berbeda dari laga melawan Torino, kali ini lini tengah lebih didominasi oleh Juventus. Barisan pertahanan yang digalang Dodi Irawan dan Renaldi menerima serangan demi serangan I Bianconeri. Garuda Select akhirnya mampu keluar dari tekanan dan mendapat peluang emas di menit ke-14 melalui Bagus Kahfi. Sayang, sepakan pemain yang tengah merayakan hari ulang tahunnya itu masih bisa ditepis Simone Scaglia. Juventus mendapat hadiah penalti di menit ke-19 setelah Dodi menjatuhkan Nicolo’ Turco di kotak terlarang. Turco yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan peluang untuk mengubah skor menjadi 1-0. Dua menit berselang, Bagus akhirnya mewujudkan angan untuk mencetak gol di hari jadinya. Mendapat umpan terobosan matang dari Subhan Fajri, Bagus dengan tenang melewati penjaga gawang dan melesakkan bola. Skor imbang bertahan hingga turun minum. Di awal babak kedua, Walker tidak melakukan banyak perubahan. Hanya Yogi Hermawan yang digantikan Risky Sudirman di bawah mistar. Debut Risky – yang sejatinya merupakan kiper Garuda Select angkatan pertama – harus ‘ternoda’ ketika Juventus kembali mendapat penalti di menit ke-48. Luis Hasa yang mendapat giliran menjadi eksekutor membawa timnya kembali unggul 2-1. Gol kedua Juventus membuat Garuda Select menambah kedalaman di lini tengah, sekaligus mempertajam di lini depan. Walker memasukkan Dika Kuswardani dan Alfriyanto Nico menggantikan Bramdani dan Subhan Fajri. Garuda Select terus berupaya untuk kembali menyamakan kedudukan. Beberapa kali peluang dihasilkan oleh Rafli, Bagus, hingga Renaldi yang sempat terjebak off-side. Namun, tak ada lagi gol tambahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Meski menelan kekalahan, tidak ada penyesalan yang terlihat di wajah para pemain Garuda Select. Para pemain tetap meninggalkan lapangan dengan kepala tegak karena mereka sadar, banyak pelajaran yang bisa diambil dari pertandingan ini. Salah satu pemain yang mengakuinya ada Edgard Amping, bek kiri asal Mamuju, Sulawesi Barat. “Ada pelajaran penting yang bisa kami ambil dari pertandingan ini. Kami sudah berusaha maksimal, meskipun memang hasil belum memihak,” katanya setelah pertandingan kepada Mola TV. Edgard, yang diberi kesempatan bermain penuh, bergerak dengan sigap di sektor kiri pertahanan Garuda Select. Sambil sesekali, dengan kecepatannya, ia merangsek ke depan untuk membantu serangan. Konsistensi Edgard di sisi kiri permainan Garuda Select masih sulit tergantikan. Sejauh 11 pertandingan yang sudah dijalani pada musim kedua ini, ia tidak pernah absen sekali pun meski tak selalu bermain penuh. Delapan pertandingan dia dimainkan sejak awal hingga akhir, dua masuk sebagai pemain pengganti, dan sekali ditarik keluar pada babak kedua. Meski harus mengakui keunggulan Juventus, Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes, mengaku bangga dengan performa yang ditampilkan anak asuhnya. “Pertandingan berjalan bagus. Banyak pelajaran dari permainan tim Italia seperti possession, bertahan dalam, counter. Kami mampu membuat beberapa peluang dan gol yang bagus. Para pemain tetap bersemangat sejak awal,” jelas Holmes kepada Mola TV. Dengan tuntasnya pertandingan ini, Garuda Select sudah melewati dua laga uji coba di Italia. Bagus dan kawan-kawan selanjutnya akan mempersiapkan diri menyambut laga berikutnya yakni menghadapi Internazionale U-17 (22/1) dan Como U-17 (28/1).

Trio Garuda Select Dilatih Pelatih Kiper Tim Senior Como

Yogi Hermawan, Erlangga Setyo, dan Risky Sudirman menerima metode latihan yang diberikan langsung oleh pelatih kiper tim senior FC Como.

Jakarta, 14 Januari 2020 – Jelang persiapan menghadapi laga kontra Juventus U17, Kamis (16/1) mendatang, skuad Garuda Select kembali menjalani serangkaian sesi latihan. Taktik dari laga sebelumnya ketika sukses menaklukkan Torino tiga gol tanpa balas coba terus disempurnakan tim pelatih yang dikepalai Des Walker dan Dennis Wise. Selain aliran bola dari belakang hingga ke lini depan, satu aspek yang tak ketinggalan mendapat perhatian adalah penjaga gawang. Dalam sesi latihan terakhir, para kiper Garuda Select yang kini beranggotakan Yogi Hermawan, Erlangga Setyo, dan Risky Sudirman menerima metode latihan yang diberikan langsung oleh pelatih kiper tim senior FC Como. Sosok itu adalah Cartago Alessandro. Pelatih kiper kawakan yang satu ini punya segudang pengalaman melatih kiper-kiper terbaik di Italia. Salah satu anak didiknya adalah seorang kiper legendaris Gli Azzurri di era 80-an, Walter Zenga. Dalam sesi latihan tersebut, Alessandro memberi latihan kecepatan reaksi bagi trio penjaga gawang Garuda Select. Latihan ini dilakukan dengan beberapa variasi metode. Salah satunya dengan menggunakan dua bola berbeda warna, dimana kiper dituntut mampu menangkap atau menghalau warna bola sesuai instruksi Alessandro. “Amankan bola kuning ketika saya katakan demikian. Sebaliknya jika saya memberi komando untuk mengamankan bola satunya (bola putih). Percepat reaksi kalian,” tegas Alessandro kala memberi instruksi. Dengan latihan yang diberikan langsung oleh Alessandro, Yogi dan para kompatriotnya diharapkan mampu kembali tampil apik di bawah mistar. Clean sheet yang didapat saat kontra Torino menjadi tren positif yang harus mereka pertahankan di laga-laga mendatang. Setelah Juventus, Garuda Select akan menghadapi Internazionale U17 (22/1) dan Como U17 (28/1) sebelum nantinya kembali bertolak ke Inggris. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Risky Sudirman, Amunisi Teranyar Di Bawah Mistar Gawang Garuda Select

Risky Sudirman (kiper)

Jakarta, 11 Januari 2020 – Setelah di bulan Desember lalu memanggil lima pemain dari angkatan pertama, tim pelatih Garuda Select yang dikepalai Des Walker (Pelatih Kepala) dan Dennis Wise (Direktur Teknik) menambah stok penjaga gawang skuad Garuda Select season kedua dengan memanggil Risky Sudirman. Kiper milik Persija Jakarta itu berangkat menuju Italia guna menyusul rekan-rekannya yang tengah dalam persiapan menyambut laga kontra Juventus U17. Ditemui Mola TV jelang keberangkatan pada Kamis (9/1), Risky mengaku sangat senang bisa kembali bergabung dengan angkatan kedua. “Senang sekali bisa kembali dipanggil ke skuad Garuda Select! Selama mengikuti program di angkatan pertama, saya sudah dapat banyak pelajaran mulai dari fisik, mental, hingga pengalaman bertanding menghadapi tim-tim di Inggris,” ujar Risky. Pemain yang memiliki tanggal lahir sama dengan Kakang Rudianto, yakni 2 Februari 2002 ini juga mengaku sangat antusias menghadapi rangkaian uji coba yang ada di Italia nanti. “Karena baru pertama kali ke Italia, akan jadi pengalaman baru bagi saya untuk mengenal gaya bermain tim-tim Italia,”lanjutnya. Risky juga berharap, kehadirannya di Italia mampu memberikan kontribusi positif bagi skuad arahan Walker tersebut. Terlebih dengan kondisi salah satu kiper, Erlangga Setyo, yang tengah mengalami cedera. Hadirnya Risky diyakini akan menambah opsi dan kedalaman amunisi di bawah mistar Garuda Select. “Di pertandingan terakhir lawan Torino, saya melihat permainan tim sangat baik dan sudah memiliki kekompakan yang bagus. Harapannya kedatangan saya bisa memberi hasil yang terbaik buat para pelatih dan teman-teman di sana,” tutup Risky. Laga menghadapi I Bianconeri yang berlangsung di Juventus Training Center, Kamis (16/1), akan menjadi laga kedua Garuda Select di Italia. Pertandingan-pertandingan lain yang sudah menunggu Risky dan kawan-kawan dalam waktu dekat adalah kontra Internazionale U17 (22/1) dan Como U17 (28/1). Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Menang Atas Torino, Dennis Wise Apresiasi Penampilan David Maulana

Pemain Garuda Select, David Maulana

Perkembangan pesat terus diperlihatkan para pemain Garuda Select dari hari ke hari. Pada pertandingan terbaru, kombinasi lini tengah menjadi andalan ketika mengalahkan Torino U-17 tiga gol tanpa balas pada Jumat (8/1) waktu setempat di Lascaris Field, Turin. Khusus melawan Torino, durasi pertandingan menjadi 2×40 menit karena permintaan pihak tuan rumah Umpan pendek dari kaki ke kaki menjadi andalan Garuda Select dalam mengacak-acak pertahanan tim asuhan Christian Fioratti. Poros David Maulana, Brylian Aldama, dan Rafli Asrul memperlihatkan kelasnya di laga kali ini. Skema umpan-umpan pendek langsung membuahkan hasil pada menit ke-22. Bek Torino yang lengah saat menjaga pergerakan Bagus Kahfi, dianggap melakukan handball di kotak penalti. Eksekusi dari titik putih dituntaskan langsung oleh Bagus dan membawa timnya unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir. Dominasi Garuda Select masih berlanjut pada babak kedua. David dan Rafli menambah dua gol di sisa pertandingan. Masing-masing pada menit ke-65 dan 78. Hasil ini menjadi modal bagus jelang menghadapi Juventus pada Kamis, 16 Januari 2020. Jika berjalan sesuai rencana, pertandingan akan dilangsungkan di Juventus Training Center, Vinovo. Bagi Rafli, satu gol tersebut menjadikannya pemain tersubur di skuad Garuda Select dengan torehan tujuh gol. Kemenangan ini pun mendapat reaksi positif dari Dennis Wise selaku direktur teknik. “Mereka bermain bagus, baik secara individu, maupun secara tim. Padahal, jika melihat lapangan hari ini, kondisinya cukup parah. Tetap para pemain tetap mampu mengalirkan umpan-umpan dengan baik,” kata Dennis. Salah satu pencetak gol di laga ini, David Maulana, bangga melihat semangat bermain yang diperlihatkan rekan-rekan setimnya. “Kami bermain bagus dan berani memainkan bola padahal lapangan cukup becek. Arahan khusus dari pelatih adalah kalau umpan harus melihat posisi teman dan jangan kehilangan bola di tengah lapangan,” ucap David. PENAMPILAN DAVID MAULANA SAAT MELAWAN TORINO Garuda Select mengawali petualangan di Italia dengan kemenangan meyakinkan. Torino U-17 kebobolan tiga gol tanpa mampu membalas satu pun di Lapangan Lascaris, Turin, pada Rabu (8/1) waktu setempat. Salah satu pemain yang mencuri perhatian di pertandingan ini adalah David Maulana. Gelandang sekaligus kapten tim itu terlibat dalam proses terciptanya dua dari tiga gol Garuda Select di pertandingan tersebut. Pada babak kedua, tendangan akuratnya dari luar kotak penalti tidak mampu dihalau kiper Torino, Ramon Virano. Berselang 13 menit, David dengan jeli mengirim bola ke Rafli Asrul yang berdiri dalam posisi strategis. Rafli langsung menyontek bola dan menutup memastikan timnya menang besar di Lascaris. Setelah pertandingan, penampilan apik David Maulana mendapat pujian dari Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise. “David tampil sangat luar biasa hari ini. Sejak kembali bergabung, perlahan tapi pasti kualitasnya terus meningkat. Hari ini umpan-umpannya sangat bagus meskipun kualitas lapangan di sini sangat buruk. Saya senang melihat apa yang sudah ia lakukan sejauh ini,” ucap Dennis setelah pertandingan. David memang tampil menonjol di laga tersebut. Ia menjadi pengatur ritme permainan di lini tengah, menopan dua gelandang lain yang lebih ditugaskan menyerang, Brylian Aldama dan Rafli Asrul. Umpan pendek dari kaki ke kaki yang menjadi skema andalan sejak awal pertandingan, berfungsi dengan baik dan membuat lini belakang Torino kerepotan. “Kami bermain sangat baik di pertandingan kali ini. Saya melihat pemain yang lain juga menikmati pertandingan. Tidak ada beban di mata mereka. Gol yang saya cetak juga berkat kinerja pemain yang lain,” tutur David ketika ditemui Mola TV. Hasil ini menjadi modal bagus jelang menghadapi Juventus U-17 pada Kamis, 16 Januari 2020. Jika berjalan sesuai rencana, pertandingan akan dilangsungkan di Juventus Training Center, Vinovo. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat  

Intip Rahasia Kekompakan Poros Tengah Garuda Select

Kiri ke kanan: Brylian Aldama, Rafli Asrul, David Maulana.

Jakarta, 10 Januari 2020 – Perjuangan Garuda Select latihan selama berbulan-bulan tampaknya mulai menemui hasil. Dalam beberapa pertandingan terakhir, tim pelatih sudah menemukan skema andalan yang bisa digunakan di segala sektor. Khusus untuk lini tengah, duet Dennis Wise dan Des Walker mempercayakan trio David Maulana, Brylian Aldama, dan Rafli Asrul untuk mengurusnya. David berperan sebagai komandan utama di jantung permainan. Sementara Brylian dan Rafli bertugas langsung sebagai pembongkar pertahanan lawan lewat pergerakannya. Sambil sesekali menyumpai umpan matang ke lini depan yang bergantian diisi Bagus Kahfi, Alfriyanto Nico, dan Arsa Ahmad. Rahasia utamanya terletak pada komunikasi. “Kalau sedang tidak bermain, kami lumayan sering mengobrol. Dari situ, sedikit demi sedikit, chemistry mulai terbangun,” ucap Brylian kepada Mola TV. “Pada dasarnya, saya sudah tahu apa yang diinginkan David dan Rafli. Begitu pula sebaliknya, mereka tahu maksud saya. Itu yang membuat kami menikmati permainan,” sambungnya. Komunikasi memang menjadi salah satu aspek yang paling ditekankan pelatih kepada para pemainnya. Hal itu diakui Brylian sangat berpengaruh terhadap pola permainan tim di atas lapangan. “Kami diminta untuk kompak di lini tengah. Harus bisa saling mengisi satu sama lain dan yang terpenting, menjaga komunikasi saat latihan,” tutur Bry, sapaan akrabnya. Dari empat laga dengan kehadiran mereka di lini tengah, sudah ada 11 gol yang diciptakan oleh Garuda Select. Hampir separuh dari jumlah itu, tercipta atas nama tiga pemain tersebut. Rafli paling produktif dengan tiga gol, sementara David dan Brylian, sama-sama berbagi satu gol. Ketiga pemain ini juga selalu bermain penuh dalam setiap laga sejak dipadukan bersama. Mulai dari melawan Cheltenham Town, Swindon Town, Walsall, hingga Torino, posisi mereka bertiga sebagai motor utama serangan tidak tergantikan. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Tim Garuda Select Rekreasi ke Milan Sebelum Jalani Laga Perdana Melawan Torino U-17

Tim Garuda Select Menyambangi Milan untuk Refreshing.

Jakarta, 6 Januari 2020 – Sebelum melakoni laga perdana di Italia melawan Torino U-17 pada Rabu, 8 Januari 2020, tim Garuda Select berkesempatan menyambangi Milan untuk berekreasi. Dalam rombongan tersebut ikut pula sang pelatih kepala, Des Walker, yang ditemani jajarannya. Ada Danny Holmes selaku asisten pelatih, Jake Fitzsimmons yang bertugas sebagai pelatih fisik, petugas perlengkapan tim, Des Dolan. Momen tersebut disambut antusias oleh para pemain. Setelah satu pekan digembleng menjalani latihan, mereka pun mendapatkan waktu rehat sebelum pertandingan yang akan berlangsung lusa. Salah satunya ada Fajar Fathurrahman, yang mengaku senang dengan pengalaman pertamanya ke Milan. “Hari ini ada sedikit waktu untuk refreshing keliling menikmati kota Milan karena sepekan kemarin kami fokus untuk latihan. Ini merupakan pengalaman pertama saya ke sini. Senang bisa rekreasi dan melihat langsung pemandangan kota,” kata Fajar kepada Mola TV. Sejak bergabung kembali pada Desember 2019, Fajar langsung menjadi andalan pelatih untuk beroperasi di sektor kanan penyerangan. Dalam dua pertandingan melawan Cheltenham Town dan Swindon Town, ia selalu dimainkan selama 90 menit. Garuda Select akan berada di Italia selama Januari 2020 untuk menjalani sejumlah partai uji coba. Setelah Torino, tim-tim lain seperti Inter Milan, Juventus, dan Como, sudah menunggu untuk menjajal kekuatan Fajar Fathurrahman dkk. Seluruh pertandingan rencananya digelar di kandang lawan. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat