Tangerang Gymnastics wakili Indonesia dalam kejuaraan di Bangkok

Tangerang Gymnastics Club

Tangerang Gymnastics Club (TGC) mengutus sembilan atlet muda terbaiknya guna mewakili Indonesia dalam ajang internasional Moose Games 2026 yang digelar pada 26–29 Maret 2026 di Bangkok, Thailand. “Ajang ini menjadi kesempatan besar bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta menunjukkan potensi mereka di tingkat internasional,” kata Pelatih Tangerang Gymnastics Club Alfin Hudayatama dalam keterangannya di Tangerang pada Sabtu. Kejuaraan internasional ini diikuti oleh sekitar 890 atlet dari 10 negara yang akan bersaing dalam berbagai kategori. Alfin menilai keterlibatan atletnya dalam ajang ini menjadi kebanggaan dan sekaligus menunjukkan kualitas pembinaan olahraga yang terus berkembang di daerahnya. Keseimbalan atlet Tangerang itu adalah Carren Queensha Aghnia, Kiona Denadine Kharisma, Quinella Angel Queen, Rachel Callista Napitupulu, Aina Mahya Dzakiya Hermawandi, Emily Dasiryu, Fraya Aurora Berdikari, Rakkasya Ibrahim Ansar dan Renaya Nashana Sutranto. Arifin menilai keikutsertaan dalam kompetisi ini menjadi pengalaman berharga bagi para atlet muda dalam menguji kemampuan, disiplin, dan mental bertanding. Bersama kerja keras para atlet dan dukungan penuh dari pelatih, orang tua, dan masyarakat, Tangerang Gymnastics Club optimistis atlet-atletnya memberikan hasil terbaik dalam Moose Games 2026 sehingga membuat bangga Indonesia. “Kami datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia,” kata Alfin.

FGI Cari Atlet Muda Potensial untuk Pelatnas Jangka Panjang

FGI Gelar Pencarian Bakat Gimnastik Muda

Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) menjaring atlet-atlet muda potensial untuk dipelatnaskan secara jangka panjang. Targetnya untuk Olimpiade 2032. Total ada 40 atlet terdiri dari 20 pesenam putra dan 20 pesenam putra yang unjuk kebolehan dalam kegiatan talent scouting yang bergulir di Indonesia Arena, GBK, pada Rabu (23/10/2025). Mereka berasal dari Cibubur Youth Athelete Training Center (CYATC) dan beberapa daerah di antaranya Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Banten, hingga Bangka Belitung. “Hari ini kami mengadakan talent scouting tentu tujuannya adalah untuk melihat potensi dari atlet-atlet muda kita. Jadi kami melihat bahwa ini kesempatan buat kami apalagi saat ini semua expert dari gimnastik ada di Jakarta,” kata Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yuliati dalam keterangannya. Ita menjelaskan, kegiatan ini juga sebagai bagian dari mewujudkan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto yang menginginkan senam bisa menjadi salah satu cabang olahraga prioritas yang dapat dikembangkan ke depannya. Bagaimana pun, senam termasuk salah satu mother of sport. Tapi Indonesia sampai saat ini baru sekali meloloskan atletnya ke Olimpiade melalui Rifda Irfanaluthfi saat di Paris 2024. “Ide ini juga sebetulnya kami dapat dari Pak Menteri dan Pak Okto, jadi kami mengadakannya hari ini. Mudah-mudahan dari talent scouting hari ini kami mendapatkan list of gymnast,” ujarnya. “Jadi dari list 20 (putra) dan 20 (putri) kami akan melihat mana yang paling potensial dan kami buat program jangka panjang untuk training center. Saya belum tahu dipilih berapa tapi kami akan memilih,” tuturnya. Sementara itu, President of the FIG Women’s Artistic Gymnastics Technical Committee, Donatella Sacchi, merasa terhormat dapat dilibatkan dalam kegiatan hari ini. “Kami sangat berhormat diundang untuk melihat gimnastik muda Indonesia dan untuk mendukung Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) untuk mengembangkan gimnastik untuk masa depan dengan targetnya menjadi mungkin salah satunya di Brisbane 2032,” kata Donatella. “Kenapa tidak? Kalian sudah memiliki satu gimnastik di Olympic Games, jadi kami berharap Indonesia akan ada (atlet) lainnya. Saya berpikir dukungan dari Bapak Presiden dan kekuatan kuat dari staf sehingga kami siap untuk mendukung mereka dalam perjalanan ini,” ujarnya. “Ada beberapa atlet gimnastik yang sangat bagus di sini, yang hanya perlu dilatih dengan tujuan masa depan, tapi saya pikir dari yang ada sekarang, bisa diidentifikasi mana talenta yang bagus dan bisa berkembang dengan cepat,” katanya menilai atlet-atlet muda berpotensi. Salah satu peserta talent scouting, Albisma Akbar Frazally dari Jawa Timur memetik banyak pengalaman dari kegiatan hari ini. “Kalau tadi aku ada beberapa gerakan yang harus ditahan beberapa detik dan instruksinya juga bagus terutama body language ya. Tapi itu sangat berguna buat aku dan teman-teman,” kata Bisma.