Rohmalia Jadi Atlet Cricket Indonesia Pertama yang Raih Guinness World Records

Rohmalia

Guinness World Records (GWR), yang tahun ini berulang tahun ke-70 sejak berdiri pada 1955, secara resmi mengakui rekor yang dicetak oleh atlet cricket Indonesia, Rohmalia pada 24 April 2024 di pertandingan Twenty20 (T20) International putri. Gelar yang dianugerahkan kepada atlet berusia 19 tahun itu pada kesempatan ini adalah “Angka bowling terbaik dalam ajang cricket T20 International (putri)” (Best bowling figures in a T20 International (female). Ia berhasil mendapatkan tujuh wicket tanpa kehilangan run, kemudian menjadikannya sebagai atlet cricket asal Indonesia pertama yang berhasil menorehkan gelar GWR. Demi merayakan pencapaian Rohmalia, GWR mengirimkan sertifikat resmi yang disimbolisasikan dalam upacara pengumuman Persatuan Cricket Indonesia (PCI) pada Kamis (18/9) di Kantor Pusat PCI, Jakarta Selatan. “Saya sangat senang sekali dan pencapaian ini adalah kebanggaan bagi saya serta anggota tim pada saat itu. Saya sangat berterima kasih kepada semua yang sudah mendukung saya hingga saat ini,” kata Rohmalia. “Berikutnya, saya berharap untuk bisa dapat bermain di piala dunia untuk Indonesia serta mencetak rekor dunia untuk batting sebagai all-rounder,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat PCI, Abhiram Singh Yadav mengatakan, Persatuan Cricket Indonesia merasa sangat bangga atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Rohmalia. Ia telah mencatatkan diri dalam sejarah Guinness World Records. “Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Rohmalia, tetapi juga merupakan tonggak bersejarah bagi cricket Indonesia di panggung internasional,” kata Yadav. Yadav pun berharap, pencapaian Rohmalia bisa menjadi awal dari perjalanan panjang karier gemilangnya. Lalu, mendorongnya untuk terus berkontribusi bagi kejayaan cricket Indonesia. “Saya berharap penggemar cricket Indonesia akan terus mendukung tim kami di ajang pertandingan internasional. Bagi semua talenta muda di Indonesia, terus semangat, disiplin, kerja keras, dan raih mimpi-mimpimu,” jelas Rohmalia. GWR kini sedang memulai upaya untuk memantau talenta-talenta berpotensi di Asia Tenggara. Fokus utamanya adalah Indonesia sebagai titik awal perluasan aktivitasnya. “Tahun ini merupakan tahun yang luar biasa bagi GWR dan peringatan ulang tahun ke-70 kami seiring dengan perayaan sejumlah pemegang rekor dari Indonesia. Hal ini menjadi bukti potensi yang kami lihat pada talenta-talenta asal negara ini, dan untuk ke depannya, kami ingin terus mendorong lebih banyak orang di Indonesia untuk menjadi bagian dari upaya pemecahan rekor,” tutur Wakil Presiden GWR untuk Jepang dan Asia Tenggara, Kaoru Ishikawa.

Suwandewi Bikin Sejarah untuk Kriket Indonesia

Ni Made Putri Suwandewi mencetak sejarah sebagai atlet pertama asal Indonesia yang bergabung dengan klub Perth Scorchers untuk kompetisi Women’s Big Bash League (WBBL) musim 2024-2025. Keberhasilan ini tentu turut menjadi kebanggaan untuk kriket Indonesia. Suwandewi, yang akrab disapa Tori, merupakan salah satu hasil pembinaan intensif dari Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI). Lewat program pelatihan dan kompetisi berjenjang yang diadakan PCI, Suwandewi mampu berkembang dan menembus level internasional. Suwandewi membuktikan kemampuannya dengan catatan impresif dalam 42 pertandingan T20I. Dia meraih 49 wicket dengan rata-rata 8,18 per wicket dan tingkat ekonomi 2,97 per over. Salah satu momen puncaknya terjadi ketika ia mencatatkan 5/8 melawan negara Asia Tenggara, memperkuat reputasinya sebagai bowler andal dalam menghadapi tekanan. Suwandewi bangga dengan pencapaian ini. “Saya sangat bersemangat bergabung dengan Perth Scorchers menjelang WBBL|10, salah satu kompetisi T20 terbaik di dunia. Scorchers adalah klub yang sangat sukses, dan saya tak sabar untuk bekerja bersama tim serta pelatih musim ini,” kata Suwandewi dalam keterangan persnya. Langkah besar ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara WA Cricket dan PP PCI. Dalam beberapa tahun terakhir, PCI telah bekerja keras mengembangkan kriket di Indonesia dengan fokus pada pembinaan pemain putri. General Manager Perth Scorchers, Kade Harvey, menyebut perekrutan Suwandewi bukan hanya memperkuat tim, tetapi juga memperdalam hubungan strategis antara Australia dan Indonesia. “Langkah ini membuktikan bahwa kricket adalah olahraga yang semakin inklusif. Atlet dari negara-negara berkembang juga bisa bersaing di liga profesional elit,” ujar Harvey. Ketua Umum PP PCI, Abhiram Singh Yadav, menyebut pencapaian Suwandewi sebagai hasil nyata dari upaya federasi dalam membina atlet cricket putri. Dia yakin bahwa pencapaian ini akan menginspirasi generasi muda, khususnya atlet perempuan. “Ini adalah awal dari perjalanan Indonesia menuju panggung global, membuktikan bahwa negara-negara berkembang pun memiliki tempat di kompetisi elit,” ujar Abhiram. Profile Suwandewi  Nama Lengkap: Ni Made Putri Suwandewi Tanggal Lahir: 18 Juli 1998 Usia: 26 tahun Batting Style: Tangan Kanan Playing Role: Allrounder Sumber: Detiksport