Remaja Asal ‘Kota Kembang’ ini Menargetkan Lampaui Prestasi Kedua Orang Tuanya di Cabor Pencak Silat

Jakarta- Pencak Silat adalah cabang olahraga yang dikenal sebagai olahraga tradisional asli Indonesa, selain itu, Pencak Silat juga sudah dimainkan di belahan dunia lain selain Indonesia.

Hanifan Yudani Kusuma salah satu atlet berbakat dalam olahraga pencak silat, menurun dari hobby kedua orang tuanya yang juga pelatih dari Popda Jabar, Hanifan mulai menyukai pencak silat ketika duduk di kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

Dani Wisnu, Ayah dari Hanifan yang juga kebetulan tergabung di Pelatnas Pencak Silat pada 2005 membuatnya tergiur untuk meneruskan perjuangan sang ayah.

“Awal kali ikut perguruan saya bergabung di Perguruan Silat Tadjimalela di Bandung, kemudian baru pertama kali ikut kejuaraan pas tahun 2010 itu saya kelas 6 SD” ungkap Hanifan.

Kejuaraan Pencak Silat pertama nya adalah turnamen internal Tadjimalela Cup yang diadakan dalam lingkup Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Walaupun ini kali pertama Hanifan mengikuti kejuaraan, tetapi di kejuaraan tersebut Hanifan berhasil mengalungkan medali perak.

Remaja asal Kabupaten Bandung tersebut akhirnya memutuskan untuk hijrah kembali ke ‘Paris Van Java’ demi mendapatkan pembinaan yang maksimal dan juga persiapan untuk mengikuti Popwil tahun 2013.

Pasca menjalani Popwil Hanifan kembali diterjunkan untuk Kejurda, Popda hingga Popnas pada tahun 2015. Sebelum Popnas dirinya sempat mengikuti O2SN di Kota Makassar.

“Setelah Popnas dan O2SN saya gabung tim Pelatda untuk persiapan Pon 2016, saya seleksi di kelas C Putra 55-60Kg dan alhamdulillah saya menang telak atas senior saya sendiri, tapi beda cabang aja” pungkasnya.

Berhasil juara di Pon 2016 bujang kelahiran Soreang, Kabupaten Bandung itu jalani persiapan guna perhelatan World Champion di Bali dimana Ia berhasil mendapatkan medali emas di usia yang relatif muda, yakni 18 tahun.

Hanifan akhirnya berhasil untuk bergabung di Pelatnas di tahun 2017 dan kerap berlatih demi persiapan event Sea Games 2017 lalu. Sebulan pra Sea Games, tim pelatnas menjalani training camp di ‘Negri Tirai Bambu’ China.

Tak sia-sia hasil kerja keras dan latihan rutinnya membuahkan sebuah medali meskipun perungu, satu hak yang membuatnya selalu termotivasi di olahraga pencak silat.

“Saya ingin lebih hebat lagi dari orang tua saya, ketika orang tua saya mampu 2x juara dunia dan 2x juara Sea Games, saya harus lebih dari mereka. Itu yang membuat saya bertahan dan kebetulan pencak silat kan budaya saya sendiri” kata remaja berambut pirang tersebut.

Tak hanya pencak silat, Hanifan juga pernah menjajal olahraga renang dan sepak bola meski tak bertahan lama.

Sejauh menekuni olahraga, remaja berusia 21 tahun itu mengakui sempat mengalami cidera di bagian kaki yang cukup parah ketika kelas 5 SD. Mengharuskannya vakum selama 6 bulan, justru dirinya cidera saat sedang bermain bola.

Rutinitas latihan yang padat ternyata berpengaruh dalam proses belajar di sekolah, terutama ketika memasuki SMA. Membagi waktu antara latihan di pelatnas dan sekolah membuatnya kewalahan.

“Terutama kelas 2 sampai kelas 3 ya mas karena itu lagi sibuk-sibuknya juga sekolah. Jadi dulu pagi saya latihan dulu dari jam 9 sampai jam 1, selesai latihan langsung ke sekolah. Itu sebelumnya buat kesepakatan dengan guru” tambahnya.

Namun tak disangka-sangka saat dirinya ditanya oleh NYSNMedia.com perihal target berkepanjangan, Hanifan justru menjawab akan fokus ke pendidikan. Pasalnya, dirinya masih ada tekad kuat untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat Universitas dan akan memikirkannya pasca perhelatan Asian Games 2018. (Ham)

Profil Singkat

Nama : Hanifan Yudani Kusumah
Tempat/Tgl Lahir : Bandung, 25 Oktober 1997
Asal : Soreang, Kab. Bandung
Orang Tua : Dani Wisnu (ayah) Dewi Yanti (ibu)
Media Sosial : Instagram @hanifan_yk

Pendidikan

SD Cibogor 2 Soreang Kab. Bandung
SMPIT Anni’mah Soreang
SMAN 20 Bandung

Prestasi

2015 Malaysia Open, Pinang (emas)
2015 Kejurnas Invitasi, Jawa Barar (emas)
2016 Malaysia Open, Sabar (emas)
2016 PON Jawa Barat, Jawa Barar (emas)
2016 World Champions, Bali (emas)
2017 Pra Sea Games, Malaysia (perak)
2017 Belgia Open, Belgia (emas)
2017 Sea Games, Malaysia (perunggu)
2017 Asian Championship, Korea (perak)
2017 Malaysia Open, Pinang (emas)
2018 Belgia Open, Belgia (emas)

Leave a Comment