FTI DKI Dorong Pembinaan Atlet Lewat Ancol Aquathlon 2025

Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Taman Impian Jaya Ancol sukses menyelenggarakan Ancol Aquathlon 2025 pada Sabtu, 22 November 2025 di Lagoon Beach, Ancol Taman Impian, Jakarta Utara.

Ajang yang menggabungkan dua disiplin olahraga, yaitu renang dan lari, ini diikuti sekitar 350 atlet dari berbagai kalangan,mulai dari pelajar, komunitas olahraga, hingga mantan atlet nasional.

Event ini digelar untuk memperkenalkan cabang Aquathlon kepada masyarakat luas sekaligus menjadi wadah bagi atlet-atlet junior dalam mengembangkan kemampuan mereka.

Selain peserta, acara ini juga menarik lebih dari 850 pengunjung, termasuk keluarga dan komunitas olahraga yang datang memberikan dukungan.

Dengan kategori lomba yang variatif, Ancol Aquathlon 2025 menjadi sarana bagi atlet muda untuk terus mengasah kemampuan dan memperluas pengalaman di dunia multisport.

Ketua FTI DKI Jakarta, Michelle Surjaputra, mengapresiasi besarnya antusiasme peserta dan penonton.

Kami sangat senang dengan antusiasme peserta dan pengunjung. Ancol Aquathlon 2025 bukan hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga langkah penting mengembangkan ekosistem olahraga multisport di Jakarta,” kata Michelle.

Kami berharap event ini dapat menjadi platform bagi atlet junior untuk terus berkembang dan berprestasi,” ujarnya, menambahkan.

Kesuksesan acara ini turut ditopang oleh dukungan Ancol Taman Impian sebagai Official Venue Partner. Ancol menyediakan fasilitas lengkap, venue yang aman, serta dukungan logistik dan keamanan untuk memastikan kelancaran jalannya pertandingan.

Direktur PT Taman Impian Jaya Ancol Tbk, Eddy Prastiyo, mengatakan pihaknya bangga bisa terlibat dalam event ini.

Kami bangga menjadi Official Venue Partner Ancol Aquathlon 2025. Komitmen kami adalah mendukung kegiatan olahraga di Jakarta dan menginspirasi masyarakat untuk hidup lebih aktif dan sehat. Kami ingin memberi ruang bagi para atlet muda untuk terus mengembangkan potensinya,” ujarnya.

Eddy Ancol juga memastikan bahwa kualitas air dan keamanan area perlombaan selalu dalam pemantauan standar operasional.

Kami rutin mengecek kualitas air, baik oleh tim internal maupun sertifikasi laboratorium eksternal. Kami juga melakukan pemulihan air secara berkala. Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan federasi, kami percaya diri Ancol siap menjadi venue event internasional,” ujar Eddy.

Sementara itu, Ketua KONI DKI Hidayat Humaid menegaskan pentingnya keberlanjutan event seperti ini untuk mendukung pembinaan atlet.

Pemerintah DKI sangat mendukung event kompetisi seperti ini. Nomor campuran seperti aquathlon punya tantangan karena atlet harus menguasai dua disiplin sekaligus,” kata Hidayat.

Proses pembinaannya dimulai dari klub. Dengan adanya event seperti ini, masyarakat jadi tahu dan tertarik berlatih,” ujarnya, menambahkan.

FTI DKI mencatat bahwa minat masyarakat terhadap triathlon dan aquathlon di Indonesia terus bertumbuh, terutama dari kategori open dan master yang banyak mengikuti event seperti Ironman dan T100.

Federasi kini fokus membina atlet usia 8–17 tahun dengan target medali di PON 2028. Untuk ajang internasional seperti SEA Games, atlet Indonesia sudah menjalani training camp di Belitung selama tiga bulan dan akan menuju Thailand. Dari DKI sendiri, ada dua atlet yang tergabung di tim nasional.

Kompetisi adalah aspek paling penting bagi atlet. Latihan saja tidak cukup. Mereka perlu ajang seperti ini untuk menguji kemampuan,” pungkas Michelle.

Sumber: VIVA