Dilatih Pemain Kawakan, Komunitas Para Fans Artis Siapkan Diri Untuk Tampil Sebagai JKT69

Salah satu regu peserta Football for Peace, JKT69 Fans Club, sabtu 20/05/17. (NYSN Media)

Jakarta 69 fans club adalah sebuah komunitas yang terbentuk dari kecintaan para fans terhadap artis-artis yang membentuk sebuah perkumpulan positif bagi penghobby dunia olahraga sepakbola. Oka mengatakan kepada NYSN di lapangan gor Soemantri brodjonegoro kuningan, jaksel, bahwa artis yang selalu di cintai penggemarnya selalu menjadi inspirasi, lalu mengarahkan penggemar ke jalur posistif adalah misinya. “Jakarta 69 yang di gawangi oleh Adipati dolken, Ridho slank, delon, dan artis lainnya. Ujar oka selaku kordinator para fans. Awal mula terbentuknya komunitas ini pada tanggal 15 april 2015. Meskipun baru namun komunitas ini sudah mempunyai anggota fans maupun artis yang banyak dan mampu mempunyai pelatih olahraga raga sepakbola senior bung Rochi poetiray.” Pungkas Oka kepada NYSN. Oka juga menambahkan bahwa tim yang berseragam pink ini memang sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti acara football for peace indonesia yang di selenggarakan oleh Uni papua. “Acara ini di selenggarakan untuk acara amal yang bertempat di gor soemantri brodjonegoro. Komunitas ini tergerak untuk memberi sumbangsih, maka dari itu kami menurunkan 4 group yang terdiri dari 3 regu fans dan 1 regu lagi khusus artis.” Tutupnya (bam/adt)

Martin Tao dedikasikan diri berjuang bersama Unipapua

Martin Tau saat berlaga dalam acara Football for Peace 20/05/17. (NYSN Media)

Samar selalu terngiang dalam telinga ketika mendengar nama Martin tao (38) yang pernah memperkuat tim lokal seperti Arema FC, PSIS Semarang, dan juga Persiam raja ampat. Martin memulai karier sejak usia 19 tahun dan club pertamanya PKT Bontang. Pria yang sudah berpengalaman 15 tahun menjadi pemain pro ini sempat mengalami cedera yang sangat serius di tahun 2012. “Impian sempat pupus ketika saya cidera lutut dan patah kaki di tahun 2012, itu juga bukan karena bermain sepak bola, tapi karena kecelakaan kendaraan.” Ujar Martin. Namun pemilik kulit hitam manis ini bangkit kembali dan sekarang mendedikasikan dirinya menjadi pelatih untuk uni papua junior. Martin juga memberikan motivasi kepada anak didiknya tentang pengalamannya sewaktu perkuat Arema FC yang sempat bertandang laga dengan singapura, malaysia, thailand. “Bagi saya bukan hanya tentang menang yang saya ajarkan kepada Tim, tetapi rasa sabar jika kalah, contohnya sabar jika merasa wasit tidak adil, dengan cara mempercayakan sepenuhnya kepada wasit menjalankan tugasnya.” Ujar Martin (bam/adt)