Setelah Liga 1 U-16 Berputar, Mulai 29 September LIB Segera Gulirkan Liga 1 U-19 2018

Persija Jakarta U-19 tergabung dalam Grup A dalam kompetisi Liga 1 U-19 2018, yang akan diikuti 18 tim. 18 tim tersebut ditetapkan ke dalam tiga grup, dan mulai kick-off pada Sabtu (29/9). (goal.com)

Jakarta- PT Liga Indonesia Baru (LIB) menetapkan pembagian grup untuk Liga 1 U-19 2018, yang akan diikuti 18 tim. 18 tim tersebut telah ditetapkan ke dalam tiga grup, dan kick-off pada Sabtu (29/9). Fase awal digelar dengan sistem home tournament, dengan tuan rumah Sriwijaya FC, Bali United, Persib Bandung dan Arema FC. Dua tim teratas dari tiap grup melaju ke delapan besar, serta dua peringkat tiga terbaik. Babak awal yang memakai sistem home tournament, akan melewati dua putaran, sementara saat memasuki fase delapan besar juga tetap menggunakan sistem home tournament, namun format pertandingan berlaku setengah kompetisi saja. Dua tim teratas babak delapan besar akan melakoni semi-final, yang diadakan mulai 15 Desember. Sementara laga final dihelat pada 18 Desember. Tiap tim diperbolehkan untuk mendaftarkan 30 pemain, plus pemain senior. Namun, ada regulasi khusus bagi pemain senior itu. Syaratnya, pemain senior itu harus tercatat masih berusia 20 tahun dan lahir pada 1998. “Dari kuota maksimal 30 pemain, klub bisa additional 5 pemain U-20. Syaratnya harus berusia 20 tahun dan lahir di sepanjang tahun 1998. Dan pemain itu pernah terdaftar di Liga 1 U-19 musim 2017,” kata Tigorshalom Boboy, CEO LIB. “Persyaratan kedua, pemain senior itu harus terdaftar pada kompetisi musim 2017. Pemain senior masih usia 20 tahun itu, juga boleh tampil di kompetisi U-19,” tutur Tigor, pada Kamis (20/9). Contoh pemain senior klub U-20 yang terdaftar pada Liga 1 U-19 2017 adalah duo Sriwijaya FC, Syahrian Abimanyu dan Samuel Christianson. Dua pemain itu pada musim lalu, memperkuat Persija Jakarta U-19 pada 2017. Sementara itu, Sriwijaya FC mendapat keuntungan pada fase awal, karena mereka akan menjadi tuan rumah untuk dua putaran penuh. “Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan dari semua,” pungkas Tigor. (art) Liga 1 U-19 2018 Fase Awal 29 September Delapan Besar: 5 Desember Semi-Final: 15 Desember Final: 18 Desember. Pembagian Grup Liga 1 U-19 2018 Grup A Sriwijaya FC (tuan rumah) Persija Jakarta Bhayangkara FC PSIS Semarang PS TIRA PSMS Medan Grup B Bali United (tuan rumah putaran pertama) Persib Bandung (tuan rumah putaran kedua) Barito Putera Madura United Persebaya Surabaya Persela Lamongan Grup C Persipura Jayapura Perseru Serui Borneo FC Mitra Kukar Arema FC (tuan rumah putaran pertama) PSM Makassar *) Tuan rumah putaran kedua belum ditentukan  Sistem Kompetisi – Fase awal dimainkan home tournament, sebanyak dua putaran – Dua tim teratas tiap grup melaju ke delapan besar, didampingi dua peringkat tiga terbaik – Delapan besar dimainkan dengan sistem home tournament, satu putaran – Dua tim teratas dari masing-masing grup delapan besar melaju ke semi-final – Semi-final dimainkan home & away – Final netral venue Subsidi Kompetisi – Tuan rumah mendapat Rp200 juta dan wajib mengakomodasi transportasi kegiatan resmi tim lain – Tuan rumah home tournament wajib menyediakan dua stadion – Setiap tim yang bukan tuan rumah mendapat Rp150 juta Regulasi Pemain – Setiap tim maksimal mendaftarkan 30 pemain – Setiap tim diperbolehkan mendaftarkan lima pemain kelahiran 1 Januari 1998-31 Desember 1998 – Pemain dengan kategori di atas harus sudah terdaftar pada kompetisi Liga 1 U-19 musim sebelumnya Hadiah – Juara 1 Rp300 juta – Runner-up Rp200 juta – Ketiga Rp100 juta – Pemain Terbaik Rp50 juta – Topksorer Rp50 juta

Inilah Enam Klub Sepakbola Tertua Yang Ada Di Indonesia

Enam-Klub-Sepakbola-TertuaDi-Indonesia-1

Sepakbola merupakan salah satu olahraga favorit di Indonesia. Permainannya yang terbilang cukup mudah dipelajari, membuat sepakbola banyak diidamkan. Sejumlah klub sepakbola di Indonesia saat ini sudah banyak yang mencetak prestasi yang membanggakan. Tak hanya itu, berbagai keahlian pemain juga patut diacungi jempol. Namun, apakah kamu tahu bahwa beberapa klub sudah berdiri sejak sebelum masa kemerdekaan Indonesia? Apa saja klub-klub tersebut? Berikut tim Nysnmedia.com merangkum 6 klub sepakbola tertua di Indonesia. PSM Makassar Persatuan Sepakbola Makassar (PSM) merupakan tim sepakbola tertua yang didirikan di Indonesia. Klub yang pada awalnya bernama Makassar Voetbal Bond (MVB) berdiri pada tanggal 2 November tahun 1915. PSM Makassar pertama kali menjuarai perserikatan pada tahun 1957 saat melawan PSMS Medan.  PSM Makassar pernah menjuarai perserikatan serta mendapatkan peringkat runner-up di era sepak bola professional. Tim ini pernah mencatat prestasi yang mengesankan ketika mengumpulkan sejumlah pemain tim nasional yang bahkan disebut sebagai “The Dream Team” seperti Hendro Kartiko, Bima Sakti, Aji Santoso, Miro Baldo Bento, Kurniawan Dwi Julianto, yang dikombinasikan dengan pemain asli Makassar seperti Ronny Ririn, Syamsudin Batola, Yusrifar Djafar, dan Rachman Usman, ditambah Carlos de Mello, dan Yosep Lewono. Salah satu klub elit di Indonesia ini dikenal memiliki beberapa kelompok suporter fanatik yang jumlahnya cukup banyak. Terdiri dari sekitar 16 kelompok supporter. Namun, yang terkenal sangat fanatik adalah The Macz Man. PPSM Magelang Perserikatan Paguyuban Sepak Bola Magelang berdiri pada 15 Maret 1919. Pada awalnya, tim yang berbasis di Magelang, Jawa Tengah ini memiliki nama Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM). IVBM adalah salah satu tim yang ikut mendirikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tanggal 19 April 1930. Prestasi terbaik yang pernah diraih PPSM Magelang adalah pada era sebelum kemerdekaan yaitu menjadi juara ke-3 pada tahun 1935. Dalam perjalanannya di Liga, PPSM Magelang juga mempunyai kelompok supporter yang sangat fanatik. Mereka adalah Simolodro Magelang dan Squarda Macan Tidar. Keduanya selalu setia mengawal PPSM Magelang baik di laga Kandang maupun Tandang. Persis Solo Persatuan Sepak bola Indonesia Solo (Persis Solo) bermarkas di Stadion Manahan Solo yang memiliki kapasitas 35.000 orang. Persis Solo berdiri pada 8 November 1923 yang dinaungi oleh Sastrosaksono dan Sutarman dengan nama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB). Berselang 5 tahun, VVB berganti nama menjadi Persis pada tahun 1928. Persis pernah meraih juara kompetisi perserikatan PSSI sebanyak 7 kali. Pendukung Persis dijuluki sebagai Laskar Samber Nyawa. Persebaya Surabaya Persebaya berdiri dengan nama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Ditahun 1943 SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Pada era tersebut, Persibaja diketuai oleh Dr. Soewandi dan berhasil meraih gelar juara pada tahun 1950, 1951 dan 1952. Tahun 1960, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya).Pada era perserikatan ini, prestasi Persebaya juga mencetak pretasi membanggakan. Dua kali Persebaya menjadi juara pada tahun 1978 dan 1988, dan tujuh kali menduduki peringkat kedua pada tahun 1965, 1967, 1971, 1973, 1977, 1987, dan 1990. Persebaya juga Sempat di bekukan oleh PSSI dan disahkan kembali oleh PSSI sebagai anggota di kongres tahunan PSSI di Bandung pada 8 Januari 2017 lalu. Persija Jakarta Tim dengan julukan Macan Kemayoran ini berdiri sejak 28 November 1928. Pada zaman Hindia Belanda, Persija berdiri dengan nama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). Pasca masa kemerdekaan Republik Indonesia, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Klub ini mendapatkan perhatian yang besar dari Mantan Gubernur Jakarta, Sutiyoso yang merupakan Pembina Persija. Supportenya diberi nama The Jakmania. PSIM Yogyakarta PSIM kependekan dari Perserikatan Sepak Bola Indonesia Mataram. Nama Mataram diambil dari nama Kerajaan Mataram (Ngayogyakarta Hadiningrat) yang dahulu berpusat di Yogyakarta. Tim ini didirikan pada 5 September 1929 dengan nama awal Persatuan Sepakraga Mataram (PSM). Pada tanggal 27 Juli 1930 nama PSM diubah menjadi PSIM seperti yang dikenal sekarang. PSIM memiliki satu kelompok suporter yang bernama Brajamusti (Brayat Jogja Mataram Utama Sejati). Sebenarnya PSIM Sendiri sudah mempunyai nama supporter tersendiri pada tahun 1989 yaitu PTLM (Paguyuban Tresno Laskar Mataram). Namun, saat itu Indonesia masih minim perkumpulan nama suporter untuk tim-tim di Indonesia. Dalam kompetisi perserikatan, PSIM pernah menjadi juara pada tahun 1932 setelah mengalahkan Persija Jakarta. Selanjutnya PSIM berkali-kali hanya dapat menduduki peringkat kedua setelah kalah dalam pertandingan final kompetisi perserikatan pada tahun 1939, 1940, 1941, 1943, dan 1948. Itu dia tadi nama-nama klub sepakbola Indonesia yang sudah berlaga sebelum kemerdekaan Indonesia. Apa tim sepakbola Indonesia kebanggaan kamu?(put)