Joe dan Azzahra Raih Tiket Olimpiade, Indonesia Sudah Loloskan 29 Atlet

Ketua Umum Pengurus Besar Akuatik Indonesia sekaligus Chef de Mission Indonesia untuk Olimpiade Paris 2024, Anindya Bakrie menyambut keberhasilan dua atlet renang Joe Aditya dan Azzahra Permatahani lolos ke Olimpiade Paris 2024. Pengurus Besar Akuatik Indonesia atau PB AI mengumumkan dua atletnya yakni Joe Aditya dan Azzahra Permatahani lolos ke Olimpiade 2024 Paris melalui jalur Universality Places. View this post on Instagram A post shared by NYSN Media (@nysnmedia) Kuota universality places atau unqualified athletes merupakan salah satu sistem kualifikasi yang diterapkan federasi olahraga internasional yang mengizinkan National Olympic Comittee (NOC), yang gagal meloloskan atletnya ke salah satu cabang olahraga Olimpiade, untuk mengajukan satu atlet putra dan putri peringkat tertinggi agar tampil di Paris. “Bersyukur renang bisa meloloskan dua atlet, sehingga total saat ini ada 29 atlet Indonesia yang telah lolos Olimpiade baik itu melalui kualifikasi maupun Universality Places,” kata Anindya Bakrie. View this post on Instagram A post shared by NYSN Media (@nysnmedia) Kepastian lolosnya dua atlet renang tersebut diperoleh PB AI setelah menerima surat resmi dari Federasi Akuatik Dunia atau World Aquatic. Joe dan Azzahra memastikan diri berangkat ke Paris setelah dinyatakan lolos berdasarkan poin tertinggi dalam perolehan tabel poin World Aquatic hingga 23 Juni 2024. Joe Aditya Kurniawan di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra dengan catatan 53,17 detik. Sedangkan Azzahra Permatahani di nomor 200 meter gaya ganti putri dengan Waktu 02 menit 18,47 detik. Lolosnya Joe dan Azzahra menambah daftar sementara atlet Indonesia yang berkompetisi pada Olimpiade Paris menjadi 29 orang. Daftar 29 Atlet Indonesia yang Lolos ke Olimpiade Paris 2024: 1. Arif Dwi Pangestu (Panahan) 2. Desak Made Rita Kusuma Dewi (Panjat Tebing) 3. Diananda Choirunisa (Panahan) 4. Rifda Irfanaluthfi (Senam Artistik) 5. Rahmad Adi Mulyono (Panjat Tebing) 6. Fathur Gustafian (Menembak) 7. Rio Waida (Selancar Ombak) 8. Eko Yuli Irawan (Angkat Besi) 9. Rizki Juniansyah (Angkat Besi) 10. Memo (Dayung) 11. Bernard Benyamin van Aert (Balap Sepeda) 12. Jonatan Christie (Bulu Tangkis) 13. Anthony Sinisuka Ginting (Bulu Tangkis) 14. Gregoria Mariska Tunjung (Bulu Tangkis) 15. Fajar Alfian (Bulu Tangkis) 16. Muhammad Rian Ardianto (Bulu Tangkis) 17. Apriyani Rahayu (Bulu Tangkis) 18. Siti Fadia Silva Ramadhanti (Bulu Tangkis) 19. Rinov Rivaldy (Bulu Tangkis) 20. Pitha Haningtyas Mentari (Bulu Tangkis) 21. Nurul Akmal (Angkat Besi) 22. Raji’ah Sallsabilah (Panjat Tebing) 23. Veddriq Leonardo (Panjat Tebing) 24. Maryam March Maharani (Judo) 25. Lalu Muhammad Zohri (Atletik) 26. Rezza Octavia (Panahan) 27. Syifa Nur Afifah Kamal (Panahan) 28. Joe Aditya W. Kurniawan (Renang) 29. Azzahra Permatahani (Renang) Sumber: Tempo

AFF U-16: Australia Raih Gelar Juara

Australia U-16 keluar sebagai juara ASEAN U-16 Boys Championship atau Piala AFF U-16 2024. Socceroos mengalahkan Thailand dalam laga final di Stadion Manahan, Solo, Rabu, 3 Juli 2024. Socceroos mendapat hadiah penalti dari wasit asal Jepang Koji Takasaki yang menunjuk titik putih pada menit ke-10 setelah Kanapoth Inthasing dianggap melakukan pelanggaran handball. Namun momen tersebut ditinjau ulang oleh Video Assistant Referee (VAR) dan wasit membatalkan keputusannya karena dalam tayangan ulang terlihat bola mengenai wajah bukan tangan sang pemain. Thailand membuka keunggulan melalui gol Poramet Laoongdi pada menit ke-33. Berawal dari bluder Malual Kuir yang gagal mengontrol bola, Poramet berhasil mencurinya dan melepaskan tendangan keras yang tak bisa dihalau kiper Jai Ajanovic. Quinn Macnicol mencetak gol penyama kedudukan untuk Australia pada menit ke-45+3. Menerima umpan cutback Amlani Tatu, pemain asal klub Brisbane Roar itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, tempo permainan berjalan cukup lambat. Australia dan Thailand saling bergantian melancarkan serangan, tetapi mereka kerap gagal melepaskan umpan kunci untuk membuat peluang di area sepertiga akhir. Penyelesaian akhir dari masing-masing pemain kedua tim juga belum maksimal. Australia sempat menambah keunggulan lewat gol Anthony Didulica pada menit ke-77. Berawal dari kecerdikan Amlani Tatu yang melambungkan bola melewati kiper Supakorn Poonphol, Didulica berduel dengan bek Thailand dan akhirnya berhasil melepaskan tendangan ke gawang yang kosong. Namun, gol tersebut dianulir wasit Koji Takasaki setelah meninjau ulang momentumnya melalui VAR. Didulica dianggap lebih dulu melakukan pelanggaran handball. Pada sisa waktu babak kedua, Australia dan Thailand tidak mampu memaksimalkan sejumlah peluang yang didapat. Pertandingan pun berakhir dengan skor imbang 1-1 dan dilanjutkan melalui babak adu penalti. Jayden Peter Necovski menjadi penentu kemenangan Australia atas Thailand lewat babak adu penalti dengan skor 8-7. Tendangan kerasnya ke pojok kanan bawah gawang tidak mampu dihalau Supakorn Ponphool menjadi akhir pertarungan perebutan gelar juara Piala AFF U-16 2024. Ini menjadi gelar juara ketiga Piala AFF U-16 ketiga Australia setelah mereka meraih trofi pada edisi 2008 dan 2016. Tim asuhan Bradley John Maloney juara dengan catatan tak terkalahkan sejak fase grup. Mereka meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang di babak grup, lalu mengalahkan Timnas U-16 Indonesia 5-3 di semifinal. Australia selanjutnya akan bertarung dalam kualifikasi Piala Asia U-17 2025 yang bakal digelar mulai 19-27 Oktober 2024. Mereka tergabung dalam grup G bersama Timnas U-16 Indonesia, Kuwait, dan Kepulauan Mariana Utara. Sumber: Tempo

ASEAN University Games 2024: Zohri Sumbang Emas untuk Indonesia

Lalu Muhammad Zohri, pelari Indonesia berbakat asal Lombok Utara, mencatatkan namanya dalam sejarah atletik Indonesia dengan meraih medali emas pada cabang lari 100 meter putra dalam ASEAN University Games (AUG) 2024. Keberhasilan ini diraih Zohri setelah mengalahkan pesaing-pesaingnya dengan waktu yang mengesankan di Lapangan Atletik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), pada Selasa, (2/7/2024). Perlombaan ini menunjukkan dominasi Zohri sejak awal. Sebagai salah satu favorit, Zohri tampil dengan start yang kuat dan mampu mempertahankan kecepatannya hingga mencapai garis finis. Dengan catatan waktu 10,19 detik, Zohri tidak hanya merebut medali emas untuk Indonesia, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu sprinter terbaik di kawasan ASEAN. AUG 2024 di Surabaya menjadi panggung bagi Zohri untuk menunjukkan kemampuannya yang telah terbukti sejak usia muda. Dilahirkan di Lombok Utara, Zohri telah menunjukkan bakatnya sejak awal karier atletiknya. Dengan pelatihan yang intensif dan komitmen yang tinggi, Zohri berhasil melampaui ekspektasi dan meraih prestasi gemilang di tingkat internasional. “Meraih medali emas di ASEAN University Games ini adalah impian yang menjadi kenyataan bagi saya. Saya bersyukur atas dukungan dari keluarga, pelatih, dan semua pihak yang telah membantu saya mencapai titik ini,” ujar Zohri dengan penuh rasa bangga usai lomba. Kemenangan ini bukan hanya mengukuhkan Zohri sebagai pahlawan bagi atletik Indonesia, tetapi juga memberikan semangat baru bagi perkembangan olahraga lari di Tanah Air. Dengan prestasinya, Zohri menginspirasi generasi muda untuk mengejar mimpi mereka dalam bidang olahraga, serta menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, segala hal adalah mungkin. Prestasi Zohri juga menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam menghasilkan atlet-atlet berkelas dunia. Dukungan dari pemerintah, federasi olahraga, dan masyarakat sangat penting untuk membangun infrastruktur olahraga yang mendukung perkembangan atletik di Indonesia. AUG 2024 tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat hubungan antarnegara ASEAN melalui olahraga. Kompetisi yang sengit dan sportivitas tinggi di antara atlet-atlet dari berbagai negara menjadi cerminan semangat persatuan dan persaudaraan di kawasan ASEAN. Sebagai bagian dari persiapan dan dukungan untuk atlet-atlet muda, Indonesia terus meningkatkan infrastruktur olahraga dan program pembinaan atletik. Hal ini dilakukan dengan harapan agar Indonesia dapat terus bersaing di panggung internasional dan menghasilkan lebih banyak prestasi yang membanggaka Kemenangan Muhammad Zohri di AUG 2024 tidak hanya merupakan capaian pribadi, tetapi juga kemenangan bagi semua orang Indonesia. Semangat juang Zohri dan dedikasinya dalam mencapai prestasi tertinggi adalah cerminan dari nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia. Dengan dukungan terus-menerus dari seluruh pihak, Indonesia dapat melahirkan lebih banyak lagi atlet-atlet berbakat yang mampu bersaing di kancah internasional.

Kejuaraan Asia Junior 2024: Tiongkok Sabet Gelar Juara Beregu Campuran

Tiongkok menjadi juara pada turnamen BNI Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2024 dengan mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-1 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Selasa (2/7/2024). Bagi Tiongkok, keberhasilan ini merupakan titel kesembilan di ajang BAJC. Sebelumnya mereka juara pada 2008, 2010, 2011, 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2018. Di final BAJC 2024, tim Negeri Tirai Bambu tersebut memperoleh poin dari Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi (ganda putra), Wang Zi Jun (tunggal putra), dan Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue (ganda putri). Pasangan Hu/Lin membuka keunggulan Tiongkok setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan, Lee Hyeong Woo/Lee Jong Min. Tim asal Negeri Ginseng sempat menyamakan kedudukan seusai tunggal putri Tiongkok, Xu Wen Jing menyerah di tangan wakil Kora Selatan, Kim Min Sun. Namun, Tiongkok tancap gas dengan meraih dua poin tambahan dari Wang Zi Jun yang mengalahkan tunggal putra Korea Selatan, Lee Sun Jin. Pasangan putri Chen/Liu menjadi penentu seusai mengatasi perlawanan Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon dua gim langsung. Kemenangan tim beregu campuran Tiongkok di turnamen BAJC 2024 meninggalkan duka mendalam, mengingat salah satu pemain tunggal putra andalannya, yakni Zhang Zhi Jie meninggal dunia. Saat naik podium juara, pelatih tunggal putra Negeri Tirai Bambu, Zhang Qi membawa jersei mendiang Zhang Zhi Jie sebagai persembahan terakhir. Hal itu membuat seluruh penggawa Tiongkok terharu sampai meneteskan air mata. Para pemain yang naik podium BAJC 2024 dari Malaysia, Indonesia, dan Korea Selatan juga memberikan ucapan belasungkawa kepada tim beregu campuran Tiongkok selepas acara pengalungan medali. Hasil final BAJC Tiongkok vs Korea Selatan (3-1): Ganda Putra: Hu Ke Yuan/Lin Xian Yi vs Lee Hyeong Woo/Lee Jong Ming 21-14, 21-19. Tunggal Putri: Xu Wen Jing vs Kim Min Sun 7-21, 21-19, 14-21. Tunggal Putra: Wang Zi Jun vs Lee Sun Jin 21-13, 21-8. Ganda Putri: Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue vs Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon 21-16, 22-20. Ganda Campuran: Lin Xian Yi/Liu Yuan Yuan vs Cho Hyeon Woo/Cheon Hye In (tidak dimainkan). Sumber: Berita Satu

Kejuaraan Asia Junior 2024: Langkah Indonesia Terhenti di Semifinal

Langkah tim beregu campuran Indonesia terhenti di semifinal ajang Badminton Asia Junior Championships 2024 seusai menyerah di tangan Korea Selatan, 1-3 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Senin (1/7/2024). Pada pertandingan ini Bismo Raya Oktora dan kawan-kawan membuka skor terlebih dahulu melalui Taufik Aderya/Rinjani Kwinara Nastine seusai mengalahkan ganda campuran Korea Selatan, Lee Jong Min/Yeon Seo Yeon dengan skor 21-16, 19-21, dan 21-19. Tren positif tim beregu campuran Indonesia tidak berlanjut seusai Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi kalah. Korea Selatan bisa menyamakan kedudukan 1-1 seusai Dhinda menyerah dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 15-21 saat menghadapi tunggal putri Korea Selatan, Kim Min Sun. Pada partai ketiga, Bismo juga gagal menyumbangkan angka seusai menyerah di tangan tunggal putra asal Negeri Ginseng, Yoon Ho Seong dengan skor 17-21, 21-18, dan 12-21. Juara Seleknas 2023 itu mengaku kurang bisa bermain dengan konsisten sehingga banyak membuang peluang. Pada laga ini, Bismo harus mengakui keunggulan lawan lewat pertarungan ketat dalam tempo 1 jam 10 menit dari Yoon Ho Seong. “Saya kurang maksimal di laga ini. Pada pertandingan ini saya kurang berani menyerang. Ke depannya saya harus menambah fisik lagi untuk bisa bermain lebih konsisten lagi,” ungkap Bismo. Tunggal putra peringkat 631 dunia itu memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya yang telah mendukung dari pinggir lapangan. Kendati belum berhasil menyumbangkan angka, dengan dukungan dari teman-teman dan publik Kota Yogyakarta membuat Bismo semangat dalam bertanding. “Dukungan yang diberikan rekan-rekan dari pinggir lapangan membuat saya termotivasi untuk memberikan permainan terbaik. Mohon maaf belum bisa menyumbangkan angka dan tetap semangat untuk nomor individu nantinya,” ujar Bismo. Kekalahan juga diderita pasangan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine yang menghadapi ganda putri Korea Selatan, Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon dengan skor 17-21 dan 16-21. Pasangan peringkat 257 dunia itu mengaku bermain terburu-buru melawan ganda putri asal Negeri Ginseng tersebut. Juara Malaysia International Series 2023 tersebut seharusnya bermain lebih sabar mengingat Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon sangat tangguh dalam bertahan. Alhasil, juara Malaysia Junior International Challenge 2023 itu akhirnya menyerah dua gim langsung dari Kim/Yeon lewat pertarungan dalam tempo 46 menit. “Pada laga ini, kami bermain terburu-buru dengan ingin menyerang langsung ke pertahanan lawan. Kami merasa kewalahan karena lawan tidak mudah untuk bisa diserang, jadi kami harus bermain lebih sabar lagi,” ungkap Isyana. “Seharusnya kami bermain lebih tenang lagi, sekarang kami akan fokus untuk nomor individu setelah mengenal karakteristik GOR Amongoro,” tambah Rinjani. Dengan hasil ini tim beregu campuran Indonesia terhenti langkahnya di semifinal Badminton Asia Junior Championships 2024. Kemenangan ini membawa Korea Selatan bertemu Tiongkok yang sebelumnya mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. Laga final turnamen Badminton Asia Junior Championships 2024 rencananya akan digelar Selasa (2/7/2024) mulai pukul 09.00 WIB. Sumber: Berita Satu

Kejuaraan Asia Junior 2024: Sukses Revans, Indonesia Tantang Korsel di Semifinal

Indonesia menantang Korea Selatan di semifinal turnamen BNI Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2024 setelah menundukkan Jepang 3-0. Pasangan Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan memastikan tim beregu campuran Indonesia melangkah ke semifinal setelah revans atas Jepang dengan skor 3-0. Dalam laga perempat final BAJC 2024 digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Senin (1/7/2024), Anselmus/Pulung meraih kemenangan melawan ganda putra Jepang, Kenta Matsukawa/Yuto Nakashizu dengan skor 21-17, 12-21, 22-20. Dengan bermain tenang di penghujung laga, peringkat 266 dunia itu mampu mengembalikan kedudukan dan akhirnya menang dua gim langsung dalam tempo 56 menit. “Bersyukur sudah diberikan kemenangan di laga ini. Kami mencoba bermain lepas dan tetap tenang saat mendapat tekanan dari lawan,” ungkap Pulung. Dengan kemenangan tersebut, Anselmus/Pulung berhasil membalas dendam atas wakil Jepang yang pada laga sebelumnya mengalahkan mereka. Anselmus/Pulung menyerah 17-21, 21-19, 15-21 pada perorangan BNI Badminton Asia Junior Championships 2023. “Menghadapi pertandingan penentuan ada rasa tegang. Kami bermain lebih lepas dan nothing to lose untuk bisa tetap bermain konsisten,” ungkap Pulung. Dengan hasil ini, Indonesia memastikan diri meraih kemenangan dengan skor 3-0 atas Jepang di perempat final BAJC 2024. Sebelumnya Taufik Aderya/Rinjani Kwinara Nastine membuka kemenangan seusai mengalahkan ganda campuran Jepang, Rui Yamada/Aya Tamaki dengan skor 21-13, 21-18. Moh Zaki Ubaidillah memperlebar keunggulan menjadi 2-0 seusai mengatasi perlawanan tunggal putra Jepang, Kazumo Kawano dua gim langsung dengan skor 22-20, 21-12. Kemenangan ini membuat Indonesia revans atas Jepang setelah pada BNI Badminton Asia Junior Championships edisi 2023 kalah dengan skor 2-3 di final nomor beregu campuran. Rencananya, Bismo Raya Oktora dan kolega berhadapan melawan Korea Selatan di semifinal BAJC 2024 yang digelar Senin (1/7/2024) pukul 15.00 WIB. Pada pertandingan sebelumnya, tim beregu campuran tim Negeri Ginseng mengalahkan Uni Emirat Arab 3-0. Sumber: Berita Satu

AFF U-16: Bermain 10 Pemain, Indonesia Akui Keunggulan Australia

Tim U-16 Indonesia harus mengakui keunggulan Australia dengan skor 3-5 pada laga semifinal ASEAN U-16 Boys Championship 2024. Laga tersebut berlangsung di Stadion Manahan, Solo. Tiga gol Garuda Muda dicetak oleh Muhammad Zahaby Gholy pada menit ke-3′ serta 45′, dan Josh Holong menit ke-90+1′. Meski kalah, perjuangan Putu Panji dan kawan-kawan layak diapresiasi, apalagi harus bermain dengan 10 orang pemain sejak menit ke-28 setelah Raihan Sudrajat mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-27. “Kami tetap apresiasi kerja keras dan perjuangan pemain pada laga ini. Walaupun bermain dengan 10 pemain, tapi bisa bermain dengan baik. Mental pemain luar biasa,” kata pelatih Indonesia, Nova Arianto seusai laga. Nova menambahkan mengikuti turnamen ini menjadi pengalaman yang baik demi menghadapi kualifikasi Piala AFC U-17 2025 pada bulan Oktober mendatang. “Ya di sini saya bilang daya juang pemain saya secara mentality sangat-sangat luar biasa. Ini jadi pelajaran yang berharga buat pemain kami. Ini pelajaran yang baik buat pemain agar ke depannya bisa lebih baik dan berkembang terus,” tambahnya. Sementara itu, gelandang Daniel Alfrido mengatakan bahwa dia dan rekan-rekannya sudah berjuang maksimal pada laga ini. Apalagi meski bermain dengan 10 orang pemain masih mampu memberikan perlawanan yang luar biasa. “Pada laga tadi kita sudah bekerja keras meski harus mengalami kekalahan. Kami masih ada waktu untuk persiapan mengikuti Piala AFC U-17 mendatang serta bertemu Australia lagi dan tentunya ingin menang dari mereka,” kata Daniel. Dengan hasil ini, Indonesia akan melawan Vietnam pada laga perebutan tempat ketiga, Rabu (3/7) mendatang di Stadion Manahan, Solo. Vietnam pada laga semifinal sebelumnya kalah 1-2 dari Thailand.

Zhang Zhi Jie Meninggal Dunia Saat Pertandingan BAJC 2024

Kabar duka datang dari atlet bulu tangkis asal Tiongkok, Zhang Zhi Jie, yang meninggal dunia di usia muda. Zhang Zhi Jie menghembuskan napas terakhir nya pasca mengalami kolaps di lapangan saat pertandingan di Badminton Asia Junior Championships 2024 (BAJC 2024) pada Minggu (30/6/2024) malam WIB di DI Yogyakarta. Kemudian, berita ini cepat menyebar di media sosial. Berikut adalah kronologi meninggalnya Zhang Zhi Jie diumumkan oleh PBSI. Kronologi Meninggalnya Zhang Zi Jie Insiden tidak terduga ini terjadi saat pertandingan antara tim bulu tangkis Tiongkok melawan tim bulu tangkis Jepang. Sontak, Zhang Zi Jie terjatuh dan mengalami kejang-kejang di tengah pertandingan menghadapi Kazuma Kawamo. Pada saat itu, Zhang sedang bersiap menerima servis dari Kawamo. Namun, secara tiba-tiba, ia terjatuh di lapangan dan mengalami kejang. Tim medis segera bertindak dan Zhang dilarikan ke rumah sakit terdekat dari lokasi pertandingan di GOR Amongrogo, DI Yogyakarta. Dalam waktu dua menit, ia sudah tiba di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Pernyataan Resmi PBSI Naas, Zhang Zi Jie tidak mampu bertahan dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (30/6/2024) pukul 23.20 WIB. Kabar duka langsung disampaikan melalui pernyataan resmi dari Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). “Zhang Zhi Jie dari Tiongkok, pemain tunggal, pingsan di lapangan saat pertandingan malam hari lalu dan dilarikan ke rumah sakit. Meninggal duni pada pukul 23.20 waktu setempat kemarin. Zhie Jie sedang memainkan pertandingan penyisihan grup melawan Jepang. Ketika dia pingsan, ia dirawat oleh dokter turnamen dan tim media. Dia dibawa dengan ambulans siaga dalam waktu kurang dari dua menit untuk dilarikan ke rumah sakit” bunyi pernyataan resmi PBSI. Ungkapan Dukacita Badminton Asia, PBSI, dan panitia penyelenggara menyampaikan dukacita yang mendalam atas kepergian Zhang Zi Jie. Dunia bulu tangkis kehilangan salah satu pemain berbakatnya. “Badminton Asia, PBSI, dan Panitia Penyelenggara turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada orang tua Zhang, keluarga, dan Asosiasi Bulutangkis China (CBA). Dunia bulu tangkis kehilangan pemain berbakat” tulisan pernyataan PBSI. Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kesehatan dan keselamatan atlet dalam setiap kompetisi. Semoga Zhang Zi Jie mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Sumber: Berita Satu

Kejuaraan Asia Junior 2024: Kandaskan India, Indonesia ke Perempat Final

Tim beregu campuran bulu tangkis Indonesia menang atas India di laga terakhir Grup C Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2024. Tim Merah Putih menang dengan skor 4-1 dalam pertandingan di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (30/6/2024). Ganda campuran Indonesia, Taufik Aderya/Clairine Yustin Mulia, menjadi penyumbang poin pertama. Taufik/Clairine berhasil mengalahkan pasangan India, Vansh Dev/Shravani Walekar, dalam dua gim langsung. Pada partai kedua, Bismo Raya Oktora mendapat perlawanan sengit dari tunggal putra India, Dhruv Negi. Pasalnya, Bisma harus susah payah kalahkan Negi lewat pertarungan tiga gim. Ganda putra Indonesia, Anselmus Breagit Fredy Putra/Pulung Ramadhan yang turun di partai ketiga berhasil mengunci kemenangan untuk tim Merah-Putih. Kepastian itu didapat setelah mereka berhasil menumbangkan Bhargav Ram Arigela/Viswa Tej Gobburu, dua gim langsung. Tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Hapsari, yang turun di partai keempat sejatinya sudah tampil tanpa beban karena tim Merah-Putih telah mengunci kemenangan atas India. Nyatanya, Mutiara harus takluk dari Navya Kanderi dalam dua gim langsung. Di partai terakhir, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine, menjalankan tugasnya dengan baik. Ganda putri Indonesia ini berhasil kalahkan Vennala Kalagotla/Shravani Walekar dalam dua gim langsung. Hasil ini sekaligus membuat Indonesia menang 4-1 atas India. Lalu, hasil kemenangan ini membuat Indonesia melaju ke babak perempat final BAJC 2024 dengan status juara Grup C. Bismo dan kolega tampil sempurna selama di fase grup dengan mengalahkan Filipina 5-0, Vietnam 4-1 dan India juga dengan skor 4-1. Sumber: Sindonews

Kejuaraan Asia Junior 2024: Sempat Tertinggal, Indonesia Curi Poin Dari Vietnam

Para pemain Indonesia berhasil menundukkan Vietnam 4-1 dalam laga kedua grup C Badminton Asia Junior Championships 2024 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (29/6/2024). Indonesia sempat tertinggal ketika dalam partai pertama, ganda putra Dexter Farrel/Wahyu Agung Prasetyo menyerah kepada Nguyen Van Mai/Pham Van Thruang. Namun, tim Merah-Putih kemudian berhasil menyamakan skor setelah ganda putri Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi menundukkan Bui Bich Phuong. Pada laga ini Dhinda mengaku senang bisa menyumbangkan angka melawan tim Negeri Paman Ho. Sejak awal Dhinda tidak mau terpengaruh dengan hasil di laga perdana dan mencoba percaya diri dengan strategi permainan yang dilancarkan. Alhasil, strategi itu berjalan dengan baik sehingga Dhinda menang dua gim langsung atas Bui Bich Phuong. “Pada pertandingan ini saya bermain dengan nyaman mulai dari strategi menyerang yang dilancarkan. Sejak awal saya tidak terbebani setelah melihat hasil di laga pertama dari sektor ganda putra. Sebisa mungkin saya bermain lepas tanpa beban,” ungkap Dhinda. Tunggal putra Moh Zaki Ubaidillah membawa tim beregu campuran Indonesia berbalik unggul 2-1. Pemain kelahiran 26 Juni 2007 itu menang dua gim langsung melawan tunggal putra Vietnam, Tran Quoc Khanh. Kemenangan Indonesia dipastikan ganda putri Riska Anggraini/Salsabila Zahra dalam pertandingan melawan Vietnam ini. Riska/Salsabila meraih kemenangan lewat pertarungan ketat melawan Bui Bich Phuong/Tran Thi Anh. Pada laga ini Riska/Salsabila mengaku tegang mengingat baru kali pertama tampil di turnamen beregu campuran membela Indonesia. Hal tersebut turut membuat kedua pasangan kesulitan di poin-poin kritis. Belajar dari gim pertama, Riska/Salsabila bisa bermain lebih tenang di pengujung laga untuk akhirnya meraih kemenangan dan menyumbangkan angka kemenangan buat Indonesia. “Pada laga ini kami merasa tidak lepas dan tegang. Kami baru kali pertama tampil sehingga perasaannya masih belum lepas. Juga ada faktor angin di sisi lapangan yang berbeda membuat kami kaget dengan hal itu,” ungkap Riska. Indonesia memperbesar keunggulan menjadi 4-1 setelah ganda campuran Andhika Wirapati/Laudya Chelsea Griselda menundukkan Pham Van Truong/Nguyen Khanh Ngoc Luong. Dengan hasil menang 4-1 atas Vietnam ini, tim beregu campuran Indonesia meraih kemenangan keduanya di grup C turnamen Badminton Asia Junior Championships 2024. Pada laga sebelumnya tercatat Bismo Raya Oktora dan kawan-kawan mengalahkan Filipina dengan skor 5-0. Pada pertandingan terakhir babak penyisihan grup Indonesia akan jumpa India, Minggu (30/6/2024) mulai pukul 16.00 WIB. Hasil lengkap BAJC Indonesia vs Vietnam (4-1) Ganda Putra: Dexter Farrel/Wahyu Agung Prasetyo vs Nguyen Van Mai/Pham Van Thruang 15-21 dan 23-21 Tunggal Putri: Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi vs Bui Bich Phuong 21-13 dan 21-8 Tunggal Putra: Moh Zaki Ubaidillah vs Tran Quoc Khanh 21-6 dan 21-14 Ganda Putri: Riska Anggraini/Salsabila Zahra vs Bui Bich Phuong/Tran Thi Anh 19-21, 21-13, dan 24-22 Ganda Campuran: Andhika Wirapati/Laudya Chelsea Griselda vs Pham Van Truong/Nguyen Khanh Ngoc Luong 22-20 dan 21-12 Sumber: Berita Satu

AFF U-16: Indonesia Lolos ke Semifinal

Tim U-16 menang telak 6-1 atas Laos pada laga terakhir Grup A ASEAN U-16 Boys Championship 2024 di Stadion Manahan Solo, Kamis (27/6). Hasil ini membuat Indonesia lolos ke babak semifinal sebagai juara Grup A. Keenam gol Indonesia dicetak oleh, M Zahaby Gholy pada menit ke 24′ , lalu bunuh diri pemain Laks Sayyavath 30′, Josh Holong 37′, 61′, Putu Panji 45+2′, dan M Mierza 79′. Pada babak semifinal nanti, Indonesia akan melawan runner up terbaik dari grup B atau C. “Saya mengucapkan terima kasih kepada pemain saya yang sudah berjuang maksimal di pertandingan hari ini. Saya juga bersyukur sebanyak 23 pemain sudah kami turunkan untuk bermain di turnamen ini,” kata pelatih Indonesia, Nova Arianto seusai laga. Meski begitu, Nova mengungkapkan bahwa timnya masih memiliki kekurangan. Ia meminta kepada pemainnya tetap fokus. “Dan saya sampaikan kepada pemain ini menjadi awal untuk kedepannya bisa lebih baik lagi dan saya minta pemain bisa fokus lagi dan melupakan euforia malam ini sehingga semifinal kami bisa tampil maksimal,” tambahnya. Pelatih asal Semarang tersebut juga menyatakan bahwa dirinya juga fokus melihat progres setiap pemain. “Saya sampaikan pada pemain saya agar selalu fokus tiap pertandingan dan bersyukur kami bisa lolos. Kami lihat siapa yang akan Indonesia hadapi di semifinal apakah Thailand, Australia atau dari grub B yakni Kamboja, Vietnam atau Myanmar siapapun lawannya kita siap,” jelasnya. “Terkait adaptasi dan kemajuan pemain. Secara taktik pemain bisa cepet beradaptasi dengan apa yang ada di dalam begitu kami pakai. Saya bersyukur pemain bisa menjalankan dengan baik sehingga apapun formasi yang kami pakai, jika ada perubahan formasi di tengah pertandingan pemain tidak ada masalah dan saya melihat itu menjadi progres pemain,” imbuh Nova. Indonesia tampil sebagai juara grup A dengan mengemas poin sempurna yakni 9, diikuti Laos di peringkat 2 dengan meraih 6 poin. Babak semifinal akan dilaksanakan di Stadion Manahan, Solo pada 1 Juli mendatang.

Kejuaraan Asia Junior 2024: Indonesia Menang Sempurna di Laga Perdana

Indonesia menang telak atas Filipina pada laga perdana grup C turnamen BNI Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2024. Ganda campuran Taufik Aderya/Clairine Yustin Mulia memastikan tim beregu campuran Indonesia meraih kemenangan 5-0 atas Filipina. Berlaga di GOR Amongorogo, Yogyakarta, Jumat (28/6/2024), Taufik/Clairine yang tampil di partai kelima BAJC menang dengan skor 24-22, 21-6 atas ganda campuran Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal. Pada pertandingan kelima BAJC tersebut, Taufik/Clairine mengaku banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga harus bersaing ketat di gim pertama. Beberapa perubahan strategi dilakukan Taufik/Clairine dengan bermain lebih menekan sehingga akhirnya menang dua gim langsung. Sukses ini membawa Indonesia menyempurnakan kemenangan 5-0 atas Filipina pada laga perdana grup C turnamen BAJC 2024. “Kami bermain kurang nyaman dengan melakukan kesalahan sendiri pada awal gim pertama. Kami kemudian mendapatkan momentum di akhir gim pertama untuk akhirnya menguasai pertandingan pada set kedua,” kata Taufik. Setelah menang atas wakil Filipina, Taufik/Clairine mengaku harus bermain lebih taktis lagi. Sejak awal laga BAJC, keduanya tidak boleh membuat kesalahan sendiri agar bisa menjaga momentum kemenangan. “Kami harus bermain lebih sabar lagi dan tidak terburu-buru. Kami tidak boleh banyak melakukan kesalahan sendiri karena hal itu bisa merugikan. Ke depannya kami harus bisa dan berani untuk mengambil inisiatif penyerangan,” tambah Clairine. Dengan hasil ini Indonesia memastikan kemenangan dengan skor telak 5-0 di laga perdana grup C BAJC. Setelah menghadapi Filipina, tim beregu campuran Indonesia akan melawan Vietnam, Sabtu (29/6/2024) mulai pukul 09.00 WIB. Hasil lengkap BAJC Indonesia vs Filipina (5-0) Tunggal Putra: Bismo Raya Oktora vs Jamal Rahmat Pandi 22-20, 13-21, dan 21-19 Tunggal Putri: Mutiara Ayu Puspitasari vs Fuentespina Christel Rei 21-16, 21-13 Ganda Putra: Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan vs John Vincent Lanuza/Jacinth Paul Ruedas 21-14, 21-17 Ganda Putri: Rinjani Kwinnara Nastine/Isyana Syahira Meida vs Hernandez Andrea Princess/Precious Dianne Libaton 21-18, 21-13 Ganda Campuran: Taufik Aderya/ Clairine Yustin Mulia vs Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal 24-22, 21-6 Sumber: Berita Satu

Kejuaraan Asia Junior 2024 Resmi Digelar Hari Ini

Badminton Asia Junior Championships atau Kejuaraan Asia Junior 2024 akan berlangsung di Gor Amongrogo, Yogyakarta, mulai hari ini (28 Juni) hingga 7 Juli mendatang. Indonesia, yang meraih medali perak Badminton Asia Junior Championships 2023, tergabung di Grup C bersama Vietnam, India, dan Filipina. Filipina menjadi lawan perdana Indonesia. Laga bakal berlangsung di Gor Amongrongo pada Jumat (28/6/2024) pukul 08.30 WIB. Menghadapi laga pertama, para pemain beregu campuran Indonesia sudah berlatih di arena berkapasitas 5.000 penonton tersebut pada Kamis (27/6/2024). “Persiapan kami sejauh ini berjalan dengan baik. Kami sudah mencoba lapangan pertandingan dan sejauh ini harus bisa menjaga fokus di lapangan,” ungkap pemain ganda putra, Dexter Ferrel. Senada dengan Dexter, ganda putri Rinjani Kwinnara Nastine juga mengingatkan rekan-rekannya untuk menjaga fokus sebab tak mudah menjalani laga perdana. “Dibutuhkan fokus menghadapi laga perdana. Kami akan mengeluarkan permainan terbaik jika mendapatkan kesempatan diturunkan,” ucap Rinjani. Jadwal Indonesia di Badminton Asia Junior Championships 2024 Jumat (28/6/2024) Pukul 08.30 WIB: Indonesia vs Filipina Sabtu (29/6/2024) Pukul 09.00 WIB: Indonesia vs Vietnam Minggu (30/6/2024) Pukul 16.00 WIB: Indonesia vs India

AFF U-16: Kembali Raih Kemenangan, Indonesia Jaga Peluang ke Semifinal

Timnas Indonesia U-16 jaga peluang ke semifinal Piala AFF U-16 2024 usai kalahkan Filipina 3-0 dalam laga kedua Grup A di Stadion Manahan, Solo, Senin (24/6). Timnas U-16 mendominasi permainan sejak menit awal. Garuda Nusantara terus menggempur pertahanan Filipina. Indonesia memaksa Filipina bermain bertahan Tidak jarang Filipina menumpuk pemain hingga sembilan orang di kotak penalti saat ditekan Indonesia. Meski begitu Indonesia masih kesulitan mencetak gol. Tuan rumah bisa menembus pertahanan Filipina, namun percobaan demi percobaan dengan tembakan dari luar kotak penalti lawan belum membuahkan hasil. Pada menit ke-16 Fadly Alberto memiliki peluang, tetapi sontekan kaki kanannya bisa ditangkap kiper Enrique Santino Sunico. Bek tengah Indonesia Ida Bagus Cahya membuang peluang emas pada menit ke-21. Cahya terlambat menyontek bola sehingga hanya membuahkan tendangan gawang. Tembakan Josh Holong Junior dari sudut sempit pada menit ke-25 diblok lawan, haanya menghasilkan sepak pojok. Dalam membongkar pertahanan Filipina, Timnas U-16 sering mengandalkan Dafa Zaidan di sisi kanan dengan umpan-umpan silang. Filipina memiliki satu percobaan pada menit ke-28, namun tendangan Jimm Leowell masih melebar di sisi kanan gawang Indonesia. Cahya kembali dapat peluang pada menit ke-30, namun sundulannya ditepis kiper Francisco. Kemudian terjadi kemelut tapi, Indonesia gagal memanfaatkan momentum. Pada menit ke-41, Evandra melepaskan umpan silang mendatar dari sisi kiri, tetapi Josh Holong terlambat nyambar di depan gawang. Usai bermain imbang 0-0 pada babak pertama, Indonesia langsung menekan di babak kedua. Tendangan kaki kiri Evandra pada menit ke-56 terlalu lemah sehingga ditangkap kiper Francisco. Gol yang ditunggu-tunggu Indonesia datang pada menit ke-65 melalui tembakan kaki kiri Evandra Florasta. Bermula dari tembakan Daniel Alfrido yang diblok lawan, bola liar langsung disambar Evandra dengan sepakan kaki kiri. Gol itu jadi yang pertama setelah 19 percobaan shot on goal Tim Merah Putih dalam laga ini. Tuan rumah bertekad menggandakan keunggulan pada menit ke-69, tetapi sepakan Fadly Alberto melayang di atas mistar gawang. Mochamad Mierza Firjatullah menggandakan keunggulan Indonesia jadi 2-0 pada menit ke-71. Mendapat umpan terobosan Fadly Alberto, Mirza menggiring bola hingga kotak penalti kemudian menempatkan bola dengan apik tanpa bisa dihalau kiper Filipina. Mierza mencetak gol kedua dalam pertandingan ini yang membawa Indonesia unggul 3-0 pada menit ke-90+2. Mierza memanfaatkan bola rebound di dalam kotak penalti Filipina dengan sepakan kaki kiri. Indonesia U-16 menang telak 3-0 atas Filipina di Piala AFFU-16 2024. Sumber: CNN

SDN 085 Ciumbuleuit dan SDN 043 Cimuncang Raih Titel Jawara MilkLife Soccer Challenge – Bandung Series 1 2024

Foto bersama para juara dan semifinalis KU 10 dan 12 MilkLife Soccer Challenge - Bandung Series 1 2024 yang berlangsung di Progresif Sport Centre, Minggu (23/6).

Bandung, 23 Juni 2024 – Atmosfer seru dan menegangkan tersaji dalam partai final MilkLife Soccer Challenge – Bandung Series 1 2024 yang berlangsung di Progresif Sport Centre Minggu (23/6). SDN 085 Ciumbuleuit keluar sebagai kampiun usai mengalahkan SDN 075 Jatayu di Kategori Usia (KU) 10. Sementara itu, di KU 12, SDN 043 Cimuncang C tampil perkasa dan berhasil meredam perlawanan SDN 036 Ujungberung.  Mencuplik jalannya laga final pada KU 10, SDN 085 Ciumbuleuit mampu mempertahankan permainan impresif yang ditunjukkan sejak awal kompetisi MilkLife Soccer Challenge – Bandung Series 1 2024. Di lain sisi, sadar bahwa lawannya cukup tangguh, SDN 075 Jatayu juga bermain menyerang dan menyebabkan aksi saling serang tersaji sejak kick off. Syahdan, melalui skema serangan balik, SDN 085 Ciumbuleuit membuka keran keunggulan 1-0 yang ditorehkan Naya Aisha Kirana. Sosok sentral sebagai pengatur serangan itu mendongkrak semangat rekan setimnya usai mencetak gol dengan melepaskan tendangan mendatar ke sudut gawang yang tak bisa ditepis oleh goal keeper SDN 075 Jatayu. Terbukti, gol kembali disarangkan punggawa SDN 085 Ciumbuleuit jelang jeda turun minum. Kali ini, pencetak gol terbanyak KU 10 di MilkLife Soccer Challenge – Bandung Series 1, Nadhiva Shula yang menorehkan namanya di papan skor usai memanfaatkan kemelut di mulut gawang. Di babak kedua, SDN 075 Jatayu mencoba bangkit dengan bermain lebih agresif. Permainan terbuka dan saling serang pun kembali tak terhindarkan dan upaya keras siswi-siswi asuhan Irpan Nur Alanurin Anwar tersebut membuahkan hasil lewat gol yang diciptakan Arsifa Kayla Putri. Sayang, skor 2-1 tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan dan gelar jawara sukses diraih oleh SDN 085 Ciumbuleuit. Sang pencetak gol dan kapten tim SDN 085 Ciumbuleuit, Naya Aisha Kirana bertutur, dirinya sempat ‘demam panggung’ jelang menjejakkan kaki di laga final. “Awalnya sempat deg-degan sebelum main karena ini adalah pertandingan final pertama buat aku. Tapi mulai main enjoy karena disemangati pendukung dan pelatih. Aku juga terus semangati teman-teman agar tidak takut dengan lawan. Saya senang banget bisa mencetak banyak gol dan menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge – Bandung Series 1 2024,” kata Naya dengan wajah bangga. Sementara itu, di laga final KU 12, skor identik 2-1 juga terjadi ketika SDN 043 Cimuncang C berjumpa dengan SDN 036 Ujungberung di lapangan hijau. Skuad SDN Cimuncang C mampu tampil percaya diri sekalipun teriakan pendukung lawan begitu dominan bergema dari tribun penonton. Alih-alih tertekan dengan aksi ‘pemain ke 12’ lawan, SDN 043 Cimuncang C bergegas mendominasi jalannya pertandingan sejak awal. Gelombang-gelombang serangan yang dilancarkan punggawa SDN 043 Cimuncang C alhasil memaksa para pemain SDN 036 Ujungberung berkutat di lini pertahanan. Tak butuh waktu lama, kondisi tersebut membuat SDN 043 Cimuncang C berhasil membongkar pertahanan lawan dan menorehkan gol lewat kaki Sandrina Rachelia Suprapto. Gol tersebut pula yang mengantarkan Sandrina meraih titel Top Skorer dengan torehan 22 gol sepanjang kompetisi bergulir di Bandung. Setelah unggul 1-0, tidak butuh waktu lama bagi SDN 043 Cimuncang C menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Berawal dari perebutan bola di luar kotak penalti, Hilda Rizki Shaffira menendang bola liar, mengarah ke gawang, dan gagal diantisipasi penjaga gawang SDN 036 Ujungberung, Fitriana. Belum menyerah meski tertinggal dua gol, SDN 036 Ujungberung bermain lebih menyerang usai restart. Usai gagal memanfaatkan beberapa peluang di area lawan, gol akhirnya tercipta dengan kondisi gol bunuh diri akibat blunder pemain lawan saat menyundul bola di area pertahanan. Sayang, meski mulai percaya diri dan tampil menekan, skor 2-1 untuk kemenangan SDN 043 Cimuncang C tak berubah hingga akhir. Kemenangan ini membuat Sandrina bangga berlipat-lipat. Di level individu, dia berhasil membanggakan keluarga dengan torehan pencetak gol terbanyak KU 12 di MilkLife Soccer Challenge Bandung Series 2024. Di level sekolah, ia sukses memboyong timnya naik podium tertinggi. “Aku senang bisa jadi juara di MilkLife Soccer Challenge – Bandung Series 1 2024, apalagi juga jadi top skor. Tadi di final lawannya main bagus khususnya dalam bertahan dan aku sempat kesulitan mencetak gol. Tapi aku terus berusaha sekuat tenaga mencetak gol dan menjadi juara,” tutur buah hati dari Susi Herawati ini. Laga final MilkLife Soccer Challenge – Bandung Series 1 2024 juga dihadiri oleh sejumlah punggawa Timnas Putri Indonesia yakni Reva Octaviani, Agnes Sintauli Hutapea, Siti Nuriyah, Gadhiza Asnanza, serta pemain Timnas U 17 Putri, Wandha Azzahra Octana Maharani. Bahkan, Reva Octaviani, merasa bersyukur kini sepak bola putri mulai bergelora di level usia dini. Ia berharap turnamen ini dapat dimanfaatkan para siswi untuk menggali dan mengasah bakat mereka sebagai atlet sepak bola. “Kalau bisa memutar waktu, saya pengin kembali ke usia 10 tahun agar bisa ikut turnamen ini. Karena buat saya ini kegiatan yang sangat positif dan harus diikuti. Sayang, dulu belum ada. Makanya, kesempatan ini jangan sampai dilewatkan buat adik-adik dan semoga semakin banyak lahir atlet-atlet pesepakbola putri di Bandung yang bisa membawa nama Indonesia,” tutur dia. Kepala Pelatih MilkLife Soccer Challenge, Coach Timo Scheunemann mengatakan, penyelenggaraan turnamen sepak bola untuk siswi sekolah dasar di Kota Kembang ini membuat dirinya takjub. Berbeda dari kota lainnya, KU 10 di Bandung terlihat lebih potensial. Ia pun memberikan apresiasi kepada para pelatih tim-tim yang bersaing di MilkLife Soccer Challenge – Bandung Series 1 2024 karena sudah mempersiapkan anak didik masing-masing dengan baik. “Saya melihat antusiasme di Bandung tergolong tinggi dan semoga berikutnya ada lebih banyak SD lain yang ikut bertanding di MilkLife Soccer Challenge. Ada yang unik di kota ini karena siswi-siswi KU 10 banyak yang berkualitas dibandingkan dengan kota-kota lain. Saya juga respek kepada kebanyakan pelatih di sini karena terlihat mereka sudah menerapkan apa yang didapat dari coaching clinic. Saya berharap mereka dapat menambah intensitas berlatih di kelas ekstrakurikuler sekolah masing-masing,“ kata Timo. Risman Al Isnaeni, S.H selaku Kasi Kelembagaan dan Peserta Didik Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Bandung yang juga hadir dalam partai final ini menyambut positif bergulirnya turnamen MilkLife Soccer Challenge yang diadakan di berbagai kota khususnya di Bandung ini.  “Turnamen ini adalah hal yang baru pertama kali diadakan di Bandung dan kami sangat mendukung sehingga ini bisa bergulir secara masif. Mari kita menyatukan persepsi dan bekerja sama dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife untuk menciptakan anak-anak putri kita bisa lebih berprestasi,“ tandas dia. Berikut daftar … Read more

Lamine Yamal Pecahkan Rekor Pemain Termuda Piala Eropa

Lamine Yamal memecahkan rekor pemain termuda yang tampil di Piala Eropa saat memperkuat Timnas Spanyol melawan Kroasia dalam laga Grup B Euro 2024, Sabtu, 15 Juni. Pemain itu masuk dalam sebelas pertama timnas Spanyol pilihan pelatih Luis de la Fuente. Pemain sayap Barcelona itu saat ini berusia 16 tahun 338 hari. Ia akan melampaui rekor milik pemain internasional Polandia Kacper Kozlowski, yang terukir pada Piala Eropa 2020, saat dimainkan ketika masih berusia 17 tahun 246 hari. Yamal bukan hanya menjadi pemain termuda yang pernah tampil pada pertandingan Piala Eropa, tetapi sekaligus menjadi pemain termuda yang bermain di putaran final Piala Eropa. Pemain muda itu telah menjadi sosok yang menjanjikan untuk La Roja, setelah sebelumnya bersinar bersama Barcelona pada tahun lalu. De la Fuente memberi kesempatan melakukan debut timnas Spanyol kepada Yamal pada September tahun lalu. Saat itu ia mencetak rekor sebagai pemain termuda dan pencetak gol termuda Spanyol, saat melawan Georgia pada kualifikasi Piala Eropa 2024. Dengan penampilannya kelak di pertandingan melawan Kroasia, maka Yamal mendepak Jamal Musiala dari daftar lima pemain termuda sepanjang masa yang tampil di Piala Eropa. Seandainya Yamal mencetak gol pada Piala Eropa 2024, ia akan memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda di ajang akbar itu, dengan memecahkan rekor milik pemain Swiss Johan Vonlanthen yang dibukukan saat melawan Prancis pada 2004. Saat ini, di dua pertandinga Piala Eropa 2024, Yamal baru mencetak satu assist. Yamal lahir di Barcelona dari ibu berasal dari Equatorial Guinea dan ayah dari Maroko. Sejauh ini ia telah mencatatkan lima penampilan untuk timnas Spanyol dengan koleksi dua gol. Daftar pemain termuda yang tampil di Piala Eropa: 16 tahun 338 hari: Lamine Yamal (Spanyol 3-0 Kroasia, 15/06/2024) 17 tahun 246 hari: Kacper Kozłowski (Spanyol 1-1 Polandia, 19/06/2021) 17 tahun 349 hari: Jude Bellingham (Inggris 1-0 Kroasia, 13/06/2021) 18 tahun 71 hari: Jetro Willems (Belanda 0-1 Denmark, 09/06/2012) 18 tahun 115 hari: Enzo Scifo (Belgia 2-0 Yugoslavia, 13/06/1984)

5 Wonderkid yang Berpotensi Bersinar di Euro 2024

Euro 2024 sedang bergulir di Jerman hingga 14 Juli nanti. Sejumlah pemain muda sudah mulai unjuk gigi di ajang sepak bola terbesar antarnegara Eropa ini. Sejumlah pemain berlabel Wonderkid bahkan sudah bisa menggeser pemain yang lebih senior untuk unjuk gigi di level senior Eropa. Ada beberapa pemain yang akan mencuri perhatian mata dunia, ketika membela negaranya, penampilan terbaik dalam diri para Wonderkid diharapkan juga bisa hadir. Berikut 3 wonderkid berusia di bawah 20 tahun yang berpotensi menjadi idola baru di dunia sepak bola Euro 2024 1. Lamine Yamal Lamine Yamal merupakan pemain termuda di Euro 2024 kali ini. Winger Barcelona itu masih berusia 16 tahun dan baru akan berulang tahun yang ke-17 pada 13 Juli nanti. Yamal musim lalu membela Barcelona sebanyak 50 kali di lintas ajang dengan mencetak 7 gol dan 10 assist. Pemain keturunan Maroko-Guinea Khatulistiwa ini sudah membela Timnas Senior Spanyol selama 7 kali dengan catatan 2 gol dan 4 assist. Sejauh ini, pada pertandingan kedua fase grup Euro 2024, Yamal sudah bermain di 2 pertandingan fase grup dan mencatatkan satu assist. 2. Kobbie Mainoo Kobbie Mainoo pemain termuda skuad Timnas Inggris di Euro 2024. Gelandang keturunan Ghana ini menjadi pemain penting Manchester United (MU) di musim lalu, dengan catatan 32 kali main serta 5 gol dan 1 assist di lintas ajang. Mainoo bisa diplot sebagai gelandang tengah atau gelandang bertahan, tetapi di saat darurat juga bisa menjadi gelandang serang. Untuk Timnas Senior Inggris, pemain 19 tahun itu sudah bermain 3 kali. Sejauh ini, pada pertandingan kedua fase grup Euro 2024, Mainoo baru bermain satu kali sebagai pengganti kala Inggris menaklukkan Serbia. 3. Warren Zaire-Emery Tidak kalah menariknya pemain ini Warren Zaire-Emery menjadi pemain termuda di skuad Timnas Prancis pada Euro kali ini. Gelandang keturunan Martinique ini menjadi pemain penting Paris Saint-Germain (PSG) di musim lalu, dengan catatan 43 kali main serta 3 gol dan 7 assist di lintas ajang. Zaire-Emery bisa dipasang sebagai gelandang tengah atau gelandang bertahan, tetapi saat dibutuhkan juga bisa menjadi pemain sayap kanan. Untuk Timnas Senior Prancis, pemain 18 tahun itu sudah bermain 3 kali dan mencetak 1 gol. Sementara itu, pada pertandingan kedua fase grup Euro 2024, Zaire-Emery belum mencatatkan menit bermain. 4. Arda Gueler Pemain berikutnya Arda Gueler menjalani musim yang tidak mudah bersama Real Madrid di musim lalu. Sebab, pemain 19 tahun itu sempat mengalami cedera parah. Gueler perlahan mulai nyetel di paruh kedua musim lalu. Eks gelandang serang Fenerbahce itu total mencetak 6 gol dari 12 laga lintas ajang bersama Real Madrid musim lalu. Untuk Timnas Senior Turki, ia sudah main 7 kali dan mencetak satu gol. Sejauh ini, pada pertandingan kedua fase grup Euro 2024, Gueler sudah bermain di 2 pertandingan fase grup dan mencatatkan satu gol. Guller mencetak gol spektakuler ke gawang Georgia. 5. Kenan Yildiz Kenan Yildiz cukup multifungsi di lini serang karena bisa bermain sebagai winger, gelandang serang, dan striker. Pemain 19 tahun itu bermain 32 kali untuk Juventus di lintas ajang musim lalu dengan catatan 4 gol dan 1 assist. Kelebihannya ada pada kualitas umpan akurat dan tendangan dari luar kotak penalti, sehingga bisa menjadi playmaker ulung. Sementara untuk Timnas Senior Turki, Yildiz sudah mencetak 1 gol dan 2 assist dari 7 laga. Sejauh ini, pada pertandingan kedua fase grup Euro 2024, Yildiz mencatatkan dua kali penampilan. Siapakah yang mampu melaju paling jauh pada gelaran Euro 2024? Layak ditunggu.

AFF U-16: Indonesia Libas Singapura

Timnas U-16 Merah Putih berhasil mencatatkan hasil gemilang pada pertandingan perdana grup A. Indonesia menang 3-0 atas Singapura pada yang digelar di Stadion Manahan Solo, Jumat (21/6/2024). Bermain menyerang sejak kick off, beberapa peluang emas langsung dibuat anak asuh pelatih Nova Arianto. Peluang emas pertama didapat Indonesia pada menit ke-22. Nazriel Alfaro yang berada dalam posisi bebas menembak bola di kotak penalti, tapi bisa diblok keluar kiper Singapura, Jarec Ng. Singapura mendapat hadiah tendangan 12 pas di menit ke-29. Kapten Indonesia, Putu Panji, dianggap handball di kotak terlarang. Nathan Mao yang menjadi eksekutor penalti Singapura gagal menuntaskan menjadi gol setelah bola sepakan mendatarnya ke sisi kanan gawang bisa ditepis kiper Indonesia, M. Ichsan. Indonesia memecah kebuntuan di menit ke-39. Putu Panji berhasil menjebol gawang Singapura usai menanduk masuk bola lemparan ke dalam Fabio Azka Irawan yang mengarah langsung ke kotak penalti Singapura. Di babak kedua, kans Indonesia menambah gol berulang kali terbuka lebar. Tapi hanya dua gol yang mampu dihasilkan melalui Evandra Florasta di menit ke-65 dan Fadly Alberto di menit ke-89. Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai kemenangan perdana tim Garuda Belia janganlah membuat puas diri. “Para pemain U-16 kita bermain cukup baik. Peluang gol sebenarnya banyak, tapi sering gagal karena kurang tenang. Tadi sempat dapat pinalti, tapi berhasil digagalkan menunjukkan mereka punya fondasi mental yang kuat. Memang ada beban di 15 menit pertama, tapi setelah itu mereka bermain baik. Ada dua hal positif dari timnas tadi, fisik bagus dan mental juga baik,” ujar Erick Thohir yang menyaksikan laga langsung di Manahan, Solo bersama Wapres RI terpilih untuk periode 2024-2029, Gibran Rakabuming Raka dan Menpora, Dito Ariotedjo. Lebih lanjut, ia berharap, tim asuhan Nova Arianto ini bisa memanfaatkan ajang ini dengan menjadi juara. “Memang tidak mudah. Target awal lolos grup dulu, apalagi di grup B ada Vietnam, Thailand, dan Australia. Jika bisa juara, maka tak hanya mengulang prestasi sebelumnya, tapi mereka akan jadi tumpuan untuk lolos Piala Dunia U-17 tahun depan di Qatar. Jika tahun lalu timnas kita lolos ke Piala Dunia khusus talenta muda karena tuan rumah, maka kali ini harus bisa rebut tiket. Dengan persiapan yang saya nilai cukup, mereka punya momentum untuk wujudkan hal itu,” pungkas Erick.

Rifda Ingin Cetak Sejarah untuk Indonesia di Olimpiade 2024

Pesenam muda Rifda Irfanaluthfi mengatakan ingin mencetak sejarah untuk Indonesia pada Olimpiade 2024 Paris, yang digelar pada Juli nanti. “Saya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa pesenam Indonesia ada di sana (bisa bersaing di panggung tertinggi),” kata Rifda, dikutip dari laman resmi Olimpiade, Senin. Adapun realokasi negara tuan rumah membuat Rifda mendapatkan tempat di Olimpiade Paris 2024 seusai tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik (Artistic Gymnastics) 2023 di Antwerp, Belgia.Atas keberhasilannya itu, Rifda pun mencetak sejarah sebagai pesenam Indonesia pertama yang akan tampil di Olimpiade. Komite Olimpiade Nasional (NOC) memiliki kewenangan eksklusif untuk mewakili negaranya masing-masing di Olimpiade; Partisipasi atlet di Olimpiade Paris bergantung pada NOC yang memilih mereka untuk mewakili delegasinya di Paris 2024. Namun, Rifda mengakui bahwa perjalanan dan penantiannya untuk lolos Olimpiade cukup berliku. Pada Oktober 2023, ia mengalami cedera lutut saat melakoni Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Belgia. Cedera itu pun membuatnya harus menjalani pemulihan dengan baik, sampai akhirnya ia dipastikan lolos ke Paris. “Saya terus bertanya kepada manajer saya, pelatih saya, dan teman-teman saya. Saya mengirim pesan kepada mereka satu per satu untuk menanyakan, ‘Apakah saya memenuhi syarat (untuk lolos)?’,” ungkap Rifda. “Saat itu saya menangis sambil memeluk pelatih saya. Pelatih saya memberi tahu saya bahwa akhirnya perjuangan kami di tahun 2015 menjadi kenyataan,” ujarnya menambahkan. Lebih lanjut, Rifda mengatakan bahwa keberhasilan sebagai pesenam putri pertama Indonesia yang berlaga di Olimpiade tak hanya berarti untuk dirinya sendiri, tapi ia berharap ini juga bisa memotivasi para atlet muda lainnya dari berbagai cabang olahraga. “Ini bukan untuk saya sendiri. Saya ingin memberikan motivasi kepada semua pihak, khususnya para atlet muda, tidak hanya pada senam artistik, tapi juga pada cabang olahraga lain yang belum pernah lolos ke Olimpiade,” kata Rifda. “Saya ingin memberi tahu mereka jika saya bisa melakukannya, Anda juga bisa,” ujar atlet kelahiran tahun 1999 tersebut. Sumber: Tempo

Indonesia Sudah Berjuang di Maurice Revello Tournament 2024

Tim U-20 Indonesia mengakhiri Maurice Revello Tournament atau turnamen Toulon Cup 2024 dengan hasil kalah 1-2 dari Korea Selatan. Laga tersebut digelar di Stade Rene Gimet, Saint-Chamas, Jumat (14/6) sekaligus laga perebutan tempat kesembilan turnamen tersebut. Indonesia dan Korea Selatan harus belajar di laga perebutan tempat kesembilan karena sama-sama berada di peringkat lima di fase grup, Indonesia di Grup B dan Korea Selatan di Grup A. Indonesia sendiri finis kelima di Grup B dengan hasil menelan empat kekalahan dari Ukraina (0-3), Panama (0-4), Jepang (1-4), dan Italia (0-1). Walau tidak pernah meraih poin, mengikuti turnamen ini merupakan bekal yang positif untuk persiapan mengikuti ASEAN Boys Championship U-19 di Surabaya tanggal 17 hingga 29 Juli 2024 mendatang. Pada laga ini, gol tunggal Indonesia dicetak oleh Toni Firmansyah pada menit ke-77. Selama mengikuti turnamen ini, Garuda Nusantara mencetak 2 gol dan kebobolan 14 gol. Sumber: PSSI